Kamis, 29 Januari 2026

Kemenhub Dorong Percepatan Penyusunan Rencana Induk Pelabuhan


MPN News, Jakarta, 29 Januari 2026 - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus mendorong percepatan penyusunan dan penetapan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) sebagai landasan strategis pengembangan pelabuhan nasional yang terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan.


Hal tersebut disampaikan Direktur Kepelabuhanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Muh. Anto Julianto, saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Induk Pelabuhan yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (29/01/2026).


Menurut Anto, sektor kepelabuhanan memegang peran yang semakin strategis dalam mendukung konektivitas nasional, kelancaran arus logistik, serta pertumbuhan ekonomi wilayah.


“Dinamika perdagangan, peningkatan volume arus barang dan penumpang, serta tuntutan pelayanan yang semakin efisien dan berdaya saing menuntut pengelolaan pelabuhan yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan,” ujar Anto.


Ia menambahkan, pengelolaan pelabuhan ke depan juga dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan kapasitas fasilitas, kebutuhan penataan ruang pelabuhan dan perairan, hingga integrasi dengan moda transportasi lain serta pemenuhan aspek keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan. 


“Kondisi ini semakin menegaskan pentingnya perencanaan kepelabuhanan yang komprehensif dan berbasis regulasi,” tegasnya.


Rencana Induk Pelabuhan merupakan dokumen perencanaan strategis yang menjadi acuan utama dalam pengembangan pelabuhan, baik dari aspek tata ruang, penyediaan fasilitas, maupun tahapan pembangunan, agar selaras dengan kebijakan nasional dan rencana tata ruang wilayah. 


Pengembangan pelabuhan secara nasional sendiri telah diatur dalam Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN) yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 432 Tahun 2017 dan terakhir diubah dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 217 Tahun 2022.


“Rencana Induk Pelabuhan pada masing-masing pelabuhan menjadi kerangka dasar pengembangan pelabuhan yang terintegrasi dengan kebijakan nasional dan daerah, sekaligus sebagai pedoman dalam meningkatkan efisiensi operasional dan menjawab tantangan sektor kemaritiman ke depan,” jelas Anto.


Anto mengungkapkan, berdasarkan data RIPN, dari 636 lokasi pelabuhan eksisting, hingga saat ini baru sekitar 76 persen yang memiliki dokumen Rencana Induk Pelabuhan dan sekitar 35 persen yang telah memperoleh penetapan. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan perlunya langkah strategis dan percepatan pemenuhan dokumen Rencana Induk Pelabuhan.


Sebagai bentuk komitmen percepatan tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menerbitkan Surat Edaran Nomor SE/DJPL 14 Tahun 2024 tentang Percepatan Penyusunan Rencana Induk Pelabuhan serta Surat Edaran Nomor SE-DJPL 27 Tahun 2025 tentang Penetapan Rencana Induk Pelabuhan, DLKR, dan DLKP oleh Penyelenggara Pelabuhan.


Selain itu, Ditjen Perhubungan Laut juga melakukan penguatan regulasi melalui revisi petunjuk teknis penyusunan Rencana Induk Pelabuhan sebagaimana tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor KPDJPL 598 Tahun 2025.


Dalam bimbingan teknis ini, peserta yang merupakan perwakilan dari Kantor UPT Ditjen Hubla dibekali materi terkait penyusunan Rencana Induk Pelabuhan yang terintegrasi dengan berbagai kebijakan dan regulasi, keterkaitannya dengan dokumen perencanaan lainnya, serta tata cara dan simulasi penyusunannya.


“Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta, kami optimistis dapat menghasilkan perencanaan pengembangan pelabuhan yang efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing,” kata Anto.


Kegiatan bimbingan teknis ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi penataan dan pengembangan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia. 


“Mari kita laksanakan kegiatan ini dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat guna mencapai hasil yang optimal,” tutup Anto.


Sebagai informasi, kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, antara lain Kepala Subdirektorat Perencanaan Kepelabuhanan, Direktur Perencanaan Ruang Perairan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kepala Subdirektorat Perencanaan Tata Ruang Nasional Kementerian ATR/BPN, Ketua Tim Pengamatan Laut Direktorat Navigasi, Penilik Kepelabuhanan pada Subdirektorat Perencanaan Kepelabuhanan, Ketua Tim Tarif Jasa Kepelabuhanan pada Subdirektorat Manajemen Informasi dan Operasional, serta Tenaga Ahli Penyusun RIP (Rencana Induk Pelabuhan).



Sonny H. Sayangbati

Uji Sandar Kapal di Pelabuhan Panarukan Sukses, Kemenhub Pastikan Kesiapan Operasional dan Keselamatan Pelayaran


MPN News, Situbondo, 29 Januari 2026 — Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memastikan kesiapan operasional Dermaga Pelabuhan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, melalui pelaksanaan uji sandar kapal sebagai tahapan akhir sebelum pelabuhan dioperasikan secara penuh, Kamis (29/01/2026).


Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, Herland Aprilyanto, menyampaikan bahwa uji sandar ini merupakan bagian penting dalam menjamin aspek teknis dan keselamatan pelayaran. 


Tidak hanya itu, memastikan kelancaran proses bongkar muat dan pelayanan kepada pengguna jasa transportasi laut menjadi salah satu faktor uji sandar ini dilakukan.


"Hari ini, kapal T.B. Medelin Delta dan T.B. Meiden Lucky milik PT. Pertamina Port & Logistics melakukan olah gerak sandar dan lepas untuk menguji kondisi konstruksi dermaga, sistem tambat, kekuatan fender, serta konektivitas dengan fasilitas darat,” ujar Herland.


Uji sandar tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, diantaranya perwakilan PT. Pertamina Patra Niaga, PT. Pertamina Trans Kontinental, dan PT. Pertamina Port & Logistics.


Selama proses berlangsung, kedua kapal berhasil melaksanakan manuver dengan aman dan lancar sesuai dengan standar operasional prosedur.


Pelabuhan Panarukan memiliki dimensi dermaga sepanjang 177,5 meter dengan lebar 10 meter, trestle sepanjang 452 meter dengan lebar 7 meter, serta causeway sepanjang 925 meter. 


Pembangunan awal pelabuhan dimulai pada tahun 2008 dan dikembangkan pada tahun 2011–2012, dengan penambahan kantor pelabuhan pada tahun 2019. 


Pada Tahun 2024, dilaksanakan Rehabilitasi Dermaga segmen I (70 m x 10 m) dengan anggaran PNBP.


Sedangkan, untuk Tahun Anggaran 2025, dilaksanakan Rehabilitasi segmen Dermaga 2 (±107,5 x 10 m²) dengan anggaran SBSN. 


*Perkuat Rantai Pasok di Pesisir Jawa Timur*


Kepala KSOP Panarukan, Herland, menambahkan, keberhasilan uji sandar ini diharapkan dapat memperkuat peran Pelabuhan Panarukan dalam mendukung distribusi logistik, memperlancar mobilitas penumpang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas wilayah di Jawa Timur.


“Dengan kesiapan infrastruktur yang andal, Pelabuhan Panarukan kami dorong menjadi simpul transportasi laut yang mampu meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dan memperkuat rantai pasok di kawasan pesisir Jawa Timur,” tuturnya.


Seiring dengan peningkatan kapasitas dan kesiapan operasional dermaga, pihaknya mengungkapkan bahwa aktivitas kepelabuhanan di Panarukan diproyeksikan akan semakin padat. 


Frekuensi kedatangan kapal, termasuk dengan kapal kapal di kapasitas 1000DWT, serta arus barang diperkirakan meningkat signifikan. 


"Oleh karena itu, kami berharap seluruh proses pelayanan kepelabuhanan, perizinan, dan pengawasan dapat terus dipercepat tanpa mengurangi standar keselamatan dan kualitas layanan kepada pengguna jasa," tutupnya.


Sonny H. Sayangbati

Rayakan Valentine’s dan Tahun Baru Imlek, Ancol Hadirkan Tiket Terusan Rp150.000. Satu Tiket untuk Semua Wahana


MPN News, Jakarta, 29 Januari 2026  – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menghadirkan program promo spesial bertajuk “1 Tiket Akses Seluruh Unit Rekreasi”, berupa tiket terusan seharga Rp150.000 yang memungkinkan pengunjung menikmati seluruh unit rekreasi Ancol dalam satu hari kunjungan.


Program ini diluncurkan dalam rangka menyambut Hari Kasih Sayang (Valentine’s Day) dan Tahun Baru Imlek 2026, serta berlaku untuk kunjungan pada tanggal 14 atau 17 Februari 2026.


Eddy Prastiyo, Direktur Operasional PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, mengatakan dengan satu tiket tersebut, pengunjung sudah mendapatkan akses ke berbagai unit rekreasi unggulan Ancol, antara lain Pintu Gerbang Ancol, Pantai Ancol, Dunia Fantasi (Dufan), Sea World Ancol, Samudra Ancol, Atlantis Ancol, Jakarta Bird Land, Pasar Seni, hingga Ecopark Ancol. Selain itu, setiap pembelian tiket juga mendapatkan bonus satu produk Sosro selama periode program.


“Melalui promo tiket terusan ini, Ancol ingin memberikan kemudahan dan nilai lebih bagi masyarakat untuk menikmati seluruh wahana rekreasi dalam satu hari kunjungan, sekaligus menghadirkan pilihan liburan yang lebih terjangkau di momen spesial Valentine dan Imlek,” ujarnya


Ia menyampakan kemeriahan liburan di Ancol juga akan semakin lengkap dengan rangkaian acara Ancol Waves of Romance dan Ancol Lunar Festival yang digelar pada 14–17 Februari 2026. Pengunjung dapat menikmati konser musik bertema romantis di Pantai Festival, serta pertunjukan Barongsai dan Liong di Plaza Lagoon sebagai bagian dari perayaan budaya Imlek.


"Program ini diharapkan dapat menjadi alternatif liburan keluarga dan pasangan, sekaligus memperkuat Ancol sebagai destinasi wisata terpadu yang menghadirkan beragam pengalaman rekreasi dalam satu kawasan," tambahnya Eddy Prastiyo.


Syarat dan Ketentuan Program:


1. Harga tiket Rp150.000 merupakan tiket terusan yang mencakup akses ke seluruh unit rekreasi Ancol.


2. Setiap pembelian tiket mendapatkan bonus 1 produk Sosro.


3. Periode penjualan tiket: 30 Januari – 17 Februari 2026.


4. Pilihan tanggal kunjungan: 14 Februari atau 17 Februari 2026.


5. Tiket dapat dibeli melalui www.ancol.com dan loket resmi Ancol.


6. Harga tiket belum termasuk tiket kendaraan.


7. Khusus tanggal 14 dan 17 Februari 2026, tarif tiket masuk kawasan Ancol sebesar Rp35.000 berlaku mulai pukul 17.00 WIB bagi pengunjung di luar program ini.


8. Kuota terbatas.


Ancol Taman Impian – Serunya Nggak Ada Habisnya!



Sonny H. Sayangbati

PT Pelindo Solusi Logistik Dukung Mitra Global Kuatkan Jejaring Logistik Internasional


MPN News, Jakarta, 29 Januari 2026 – PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) mendukung langkah strategis salah satu mitra globalnya dalam upaya memperluas jejaring kerjasama logistik internasional. Dalam acara office opening PT Unistar Gorga Logistik, bagian dari Uni-Star Group, yang digelar di Jakarta, Senin (12/1) manajemen SPSL hadir sebagai bentuk penyambutan dan penyampaian kesamaan visi dalam menghadirkan konektivitas logistik internasional yang handal, sejalan dengan pengembangan kerja sama yang telah dijajaki sebelumnya.


Direktur Komersial dan Teknik SPSL, Ruri I. Rachmaputri, mengatakan bahwa kehadiran kantor operasional Uni-Star Group di Indonesia ini menjadi sebuah signal ketertarikan perusahaan logistik internasional untuk turut mendukung konektivitas logistik dengan Indonesia.


“Pada bulan November 2025, SPSL telah menandatangi nota kesepahaman tentang Kerjasama Pelayanan Jasa Logistik dengan Uni-Star Logistic sebagai bentuk inisiasi kerjasama strategis kedepan. Sebagai tindak lanjut nyata, pada bulan Januari 2026 ini Uni-Star Logistic menghadirkan kantor operasional di Jakarta. Hal ini merupakan momentum yang positif dalam memperkuat komunikasi dan saling memahami potensi kolaborasi antara pelaku logistik Indonesia dan mitra internasional. Bagi SPSL, ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun jejaring global yang relevan dengan kebutuhan pelanggan dan dinamika perdagangan,” ujar Ruri.


Ia menambahkan, keberadaan Uni-Star Group di Indonesia memberikan peluang untuk memperdalam pertukaran informasi, pemetaan kebutuhan layanan, serta penjajakan kerja sama yang dapat mendukung peningkatan efisiensi rantai pasok.


“Sebagai Subholding BUMN Kepelabuhanan Pelindo bidang logistik dan hinterland development, SPSL terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra global guna menghadirkan solusi logistik yang semakin terintegrasi dan adaptif terhadap perkembangan pasar,” lanjut Ruri.


SPSL memandang kehadiran pemain logistik internasional di Indonesia sebagai bagian dari penguatan ekosistem rantai pasok nasional. Melalui komunikasi yang konstruktif dan kolaborasi yang berkelanjutan, SPSL berupaya mendorong konektivitas logistik Indonesia dengan jaringan perdagangan regional dan global.


“Ke depan, kami akan terus membangun kemitraan yang sejalan dengan visi Pelindo Group dalam memperkuat peran Indonesia di ekosistem logistik dan maritim global, sekaligus memastikan layanan yang lebih kompetitif dan bernilai tambah bagi pengguna jasa,” tutup Ruri.



Sonny H. Sayangbati


Space Iklan Bawah Halaman 1


Space Iklan Bawah Halaman 4