Jumat, 30 Januari 2026

UMKM Pertapreneur Aggregator Pertamina Gandeng Rutan Kebumen Berdayakan Warga Binaan


MPN News, Kebumen, 30 Januari 2026 — Komitmen PT Pertamina (Persero) dalam mendorong kesejahteraan masyarakat terus dikembangkan. Salah satunya, melalui Program Pertapreneur Aggregator (PAG) yang mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Pertamina untuk bersinergi dengan komunitas masyarakat.  


Praktik baik yang saat ini mendapat perhatian adalah kolaborasi antara UMKM binaan Pertamina PT Agrominafiber Java Indonesia dengan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kebumen.


Direktur PT Agrominafiber Java Indonesia, Novita, menjelaskan bahwa pada program ini fokus pada pengolahan limbah pelepah pisang menjadi serat alami bernilai ekonomi tinggi dan ramah lingkungan.


“Serat pelepah pisang punya potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku industri kerajinan dan material berkelanjutan yang diminati pasar ekspor. Kami ingin warga binaan lembaga pemasyarakatan terlibat langsung dalam rantai produksi yang nyata dan bernilai,” jelas Novita.


Sebagai bentuk komitmen, Agrominafiber telah menyalurkan sekitar satu ton bahan baku ke Rutan Kebumen hanya dalam waktu satu minggu setelah pelatihan perdana. Ke depan, sekitar 30 persen kebutuhan bahan baku Agrominafiber yang mencapai 15 ton direncanakan dipasok dari hasil produksi warga binaan.


Kolaborasi ini ditinjau langsung oleh Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina yang melakukan kunjungan ke Rutan Kebumen pekan lalu, Senin (26/1). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai standar, berkelanjutan, serta memberikan manfaat jangka panjang baik dari sisi bisnis maupun dampak sosial.


Kepala Rutan Kelas IIB Kebumen, Pramu Sapta, menyampaikan bahwa meskipun kerja sama ini masih tergolong baru, respons yang muncul sudah sangat positif.


“Alhamdulillah, walaupun belum genap satu bulan, laporan dari jajaran menunjukkan perkembangan yang baik. Dari sisi mitra usaha juga melihat prospeknya menjanjikan, baik secara bisnis maupun dampak sosialnya,” ujarnya.


Menurut Pramu, kehadiran Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina menjadi penguat bahwa program pembinaan kemandirian ini tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi diarahkan agar benar-benar berkelanjutan.


“Kami berharap program ini bisa menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan, tidak hanya selama menjalani masa pidana, tetapi juga bermanfaat ketika warga binaan kembali ke masyarakat,” tambahnya.


Pada hasil pelatihan awal, menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Warga binaan telah mampu menghasilkan serat pelepah pisang dengan kualitas yang terus meningkat. Target produksi mencapai sekitar 3 ton per bulan. Saat ini, sekitar 60 persen produk telah memenuhi standar kualitas perusahaan, sementara sisanya masih dalam tahap penyempurnaan teknik.


Selama proses pendampingan, tim Agrominafiber memberikan bimbingan langsung, mulai dari teknik produksi, peningkatan kerapian produk, hingga pengelolaan bahan baku berbasis prinsip zero waste.


Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina Bima menilai, sinergi antara Agrominafiber dan Rutan Kebumen sebagai langkah strategis dalam menjaga kesinambungan produksi dan ketersediaan bahan baku.


“Kolaborasi ini sangat potensial. Selain memperkuat pasokan bahan baku, hasilnya juga bisa terlihat relatif cepat. Fokus pendampingan ke depan adalah pada kualitas dan ketepatan waktu produksi,” jelas Bima.


Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengakui, Program ini merupakan hasil sinergi antara Rutan Kebumen PT Agrominafiber Java Indonesia dalam Program Pertapreneur Agregaotor. Fokus utama kerja sama diarahkan pada pemberdayaan warga binaan pemasyarakatan melalui pengolahan pelepah pisang menjadi serat alami ramah lingkungan yang memiliki nilai jual dan peluang pasar hingga skala global.


“Melalui pendampingan intensif selama enam bulan ke depan, Pertamina berharap model kolaborasi ini dapat menjadi contoh pengembangan UMKM berbasis agregasi yang tidak hanya berdaya saing secara bisnis, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan,” jelas Baron.


Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.



Sonny H. Sayangbati

Pembangunan Pelabuhan Nusantara Kilo Masuk Tahap Persiapan


MPN News, Dompu 30 Januari 2026 – Rencana kelanjutan pembangunan Pelabuhan Nusantara di Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, kembali menemui titik terang. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia telah mengalokasikan anggaran untuk melanjutkan pembangunan pelabuhan yang direncanakan sejak tahun 2018 lalu.


Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Dompu, Fakhrurrazi, mengatakan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan telah menyiapkan pagu anggaran sebesar Rp91 miliar untuk kelanjutan pembangunan Pelabuhan Nusantara Kilo. “Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan fasilitas Pelabuhan Nusantara Kilo,” kata Fakhrurrazi, Senin, 27 Januari 2026.


Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Calabai, saat pertemuan dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Dompu, dari total pagu anggaran tersebut telah ditetapkan pemenang tender dengan nilai penawaran sekitar Rp85 miliar. Anggaran tersebut untuk digunakan membangun fasilitas darat dan fasilitas laut.


"Untuk rinciannya, kami belum mendapatkan apa saja yang dibangun. Tapi jika dilihat, fasilitas laut adalah dermaganya dan fasilitas darat adalah kantor dan ruang tunggu serta parkiran," katanya.


Fakhrurrazi menambahkan, proyek pembangunan Pelabuhan Nusantara Kilo direncanakan mulai dilaksanakan setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi. Salah satu tahapan yang saat ini masih dalam proses adalah pengurusan dokumen lingkungan, berupa Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.


“Dokumen KKPRL ini menjadi salah satu syarat utama sebelum pekerjaan fisik pelabuhan dapat dimulai,” ujarnya.


Pembangunan Pelabuhan Nusantara Kilo ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026. Sebelumnya pada tahun 2025, proyek ini dikerjakan dengan sistem multi year. Namun di tahun 2025 terjadi refocusing, maka disatukan pengerjaanya di tahun 2026.


Dengan alokasi anggaran tersebut, Kementrian Perhubungan RI, telah menuntaskan pwkerjaanya, tinggal Kabupaten Dompu, menyediakan fasilitas pendukungnya. "Akses jalan masuk menjadi tanggung jawab kita," katanya.


Informasinya, lanjut Fatkhurrazi, Dinas PUPR pernah membangun akses jalan Tanju menuju Kilo. Namun karena ada kendala soal teksture medan, proyek tersebut sempat dihentikan.


Pelabuhan ini diharapkan mampu menunjang konektivitas laut, memperlancar arus logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Dompu dan sekitarnya.


Sonny H. Sayangbati


Space Iklan Bawah Halaman 1


Space Iklan Bawah Halaman 4