Sabtu, 14 Februari 2026

Pelindo efisiensi biaya logistik melalui optimalisasi JTCC

 



MPN NewsJakarta - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendukung efisiensi biaya logistik nasional sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, melalui pengembangan dan pengelolaan Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) yang merupakan bagian dari Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR2).

Jalan tol sepanjang 34,76 km yang menghubungkan kawasan industri di timur Jakarta dengan Pelabuhan Tanjung Priok ini dikelola oleh salah satu entitas di bawah Pelindo Group, PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTP), yang berlaku sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pemegang hak konsesi Jalan Tol Cibitung-Cilincing.

“Saat ini kami tengah mengupayakan adanya integrasi tarif JTCC dengan ruas tol lain di Jakarta. Hal ini kami maksudkan untuk memperluas aksesibilitas JTCC bagi masyarakat dan pelaku usaha juga untuk menciptakan tarif JTCC yang kompetitif untuk mendukung efisiensi logistik,” ujar Plt. Direktur Utama CTP Erwan Dwi Winanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

CTP telah menyelesaikan konstruksi dan mengoperasikan secara penuh JTCC sejak tahun 2023.

Pada tahun kedua setelah beroperasi penuh, JTCC tersambung dengan JORR2, dan diharapkan dapat mengurangi kemacetan, mempercepat waktu tempuh, dan memberikan alternatif rute yang lebih banyak bagi pengguna jalan.

Keberadaan JTCC memiliki peran strategis dalam sistem logistik nasional, khususnya sebagai penghubung utama antara kawasan industri di wilayah timur Jakarta seperti Bekasi, Cikarang, Karawang, dan sekitarnya dengan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan terbesar Indonesia.

Dengan konektivitas ini, JTCC diharapkan mampu memangkas waktu tempuh dan biaya distribusi logistik secara signifikan.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Mahendra Rianto menegaskan bahwa integrasi koridor wilayah logistik menjadi kunci dalam menciptakan sistem jalur logistik yang terhubung secara strategis antar kawasan industri, pusat distribusi dan pelabuhan.

Integrasi ini tidak hanya akan meningkatkan kelancaran pengiriman barang, tetapi juga membuka ruang bagi penyesuaian dan penyelarasan tarif tol agar lebih terjangkau dan kompetitif bagi pelaku usaha,” ujarnya.

Menguatkan peran strategis jalan tol Cibitung-Cilincing, CTP telah menyiapkan beberapa pengembangan untuk memaksimalkan layanan JTCC.

Ke depan, terdapat beberapa pengembangan yang digarap seperti pembangunan Rest Area & Logistic Hub di KM 92 yang terhubung dengan jalan tol dan juga penambahan pintu-pintu tol baru untuk memperluas akses masyarakat di sekitar area trase JTCC.

Selanjutnya, JTCC juga akan menawarkan akses langsung ke Terminal Kalibaru dengan dibangunnya New Port Eastern Access (NPEA) di KM 108.

Projek ini digadang menjadi solusi strategis untuk menghindari kemacetan, dan mendorong efisiensi sistem distribusi barang.

Seluruh langkah strategis yang dilakukan Pelindo melalui entitas usahanya bertujuan untuk memaksimalkan pemanfaatan JTCC agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya bagi para pelaku logistik dan industri, sekaligus mendukung efisiensi dan daya saing logistik nasional.


Sumber : Berita dan foto KBN Antara / Redaksi MPN News

Pemimpin Redaksi Media Nasional Tinjau Keandalan Teknologi Integrated Terminal Plumpang Pertamina, Pastikan Kualitas BBM Terjaga

 


MPN News, Jakarta, 15 Februari 2026 – PT Pertamina (Persero) mengajak Pemimpin Redaksi Media Massa Nasional untuk meninjau langsung operasional Integrated Terminal Jakarta (ITJ) Plumpang, Jumat (13/2). Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk keterbukaan Pertamina, sekaligus langkah pengawasan atas proses pengawasan kualitas BBM sebelum sampai ke masyarakat.

Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita menegaskan, kunjungan ini menjadi momen penting karena Pertamina ingin menunjukkan kepada publik, melalui media massa, bagaimana proses pengendalian mutu dilakukan sebelum produk diterima konsumen.

“Kami mengajak Pemimpin Redaksi untuk melihat langsung bagaimana Pertamina memastikan produk BBM yang diterima masyarakat, yang ada di SPBU, telah melalui proses tahapan pemeriksaan yang sangat ketat dan diawasi langsung oleh seluruh lapisan tim di ITJ,” jelas Arya.

Integrated Terminal Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Subholding Commercial & Trading, I Nyoman Adi Pradana, menjelaskan bahwa Terminal Plumpang terdiri dari tiga terminal dengan kapasitas penyimpanan BBM mencapai 300 ribu kiloliter. Terminal ini menyalurkan BBM kepada lebih dari 120 lembaga penyalur, serta berkontribusi hingga 20 persen dari distribusi BBM nasional.

“Peran Integrated Terminal Jakarta Plumpang sangat penting bagi ketahanan energi masyarakat. Dari terminal ini, distribusi BBM disalurkan ke berbagai lembaga penyalur untuk memenuhi kebutuhan Jakarta dan wilayah sekitarnya,” ujar Nyoman.

Besarnya peran ITJ bagi distribusi BBM pada skala nasional mendorong Pertamina mengutamakan proses penjagaan mutu dan kualitas produk BBM.

Untuk memenuhi standar uji mutu BBM, Laboratorium BBM Pertamina Patra Niaga, di Integrated Terminal Jakarta - Plumpang menerapkan teknologi canggih, berupa penggunaan CFR Engine (Cooperative Fuel Research). CFR Engine adalah mesin pengujian sesuai standar ASTM D-6299, yang digunakan untuk menguji kualitas bahan bakar, khususnya menentukan nilai kandungan RON (Research Octane Number) pada BBM. Mesin ini bekerja dengan mengukur ketahanan bahan bakar terhadap knocking (detonasi) dan pengaruh nya terhadap keandalan mesin melalui simulasi kondisi pembakaran yang terkontrol ketat.

Pertamina berharap kunjungan ini dapat memberikan gambaran utuh mengenai operasional terminal, sekaligus memperkuat sinergi dengan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.



Sonny H. Sayangbati

Libatkan Masyarakat, Pertamina dan GAPULIMGI Bangun Ekosistem Nasional Minyak Jelantah Berkelanjutan

 




MPN News, Jakarta, 15 Februari 2026 – Pertamina bersama GAPULIMGI (Gabungan Pengusaha Limbah Minyak Goreng Indonesia) memperkuat kolaborasi strategis untuk membangun ekosistem nasional pengelolaan minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) yang berkelanjutan. Kerja sama ini menempatkan masyarakat sebagai aktor kunci dalam rantai pasok bahan baku energi hijau, khususnya untuk mendukung pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Ketua Asosiasi GAPULIMGI Tommy Lim menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Pertamina merupakan langkah strategis dalam mempercepat terbentuknya ekosistem UCO yang terstruktur dan berstandar nasional.

“Kolaborasi dengan Pertamina ini tidak hanya memperkuat rantai pasok, tetapi juga memberikan kepastian pasar bagi pelaku pengumpulan, UMKM, dan masyarakat,” ujar Tommy Lim.

Menurut Tommy, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun rantai pasok UCO nasional. Lebih dari 60 persen konsumsi minyak goreng nasional berasal dari sektor rumah tangga dan UMKM, sehingga volume terbesar minyak jelantah justru berada di tingkat masyarakat.

“Tanpa partisipasi aktif masyarakat, rantai pasok UCO nasional tidak akan optimal. Keterlibatan masyarakat memastikan pasokan stabil sekaligus menekan praktik ilegal seperti daur ulang minyak jelantah menjadi minyak konsumsi, serta mendukung pencapaian target energi berkelanjutan,” jelas Tommy.

Ia menambahkan, dalam mendorong partisipasi masyarakat, GAPULIMGI berperan sebagai pusat edukasi dan advokasi. Upaya tersebut dilakukan melalui penyusunan materi edukasi sederhana, pelatihan, kampanye publik, hingga kolaborasi dengan sekolah, komunitas, pemerintah daerah, dan pelaku usaha.

“GAPULIMGI juga mendorong skema pengumpulan minyak jelantah yang berlapis dan fleksibel. Rumah tangga diarahkan untuk menyimpan minyak jelantah dalam botol dan menyalurkannya melalui bank sampah, drop point, atau pengepul resmi,” ujarnya.

Sementara itu, UMKM dan pelaku usaha kuliner difasilitasi melalui kerja sama dengan aggregator atau pengumpul terdaftar untuk pengambilan berkala, disertai skema insentif dan standar mutu yang jelas.

Sejalan dengan hal tersebut, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menegaskan bahwa kolaborasi pengelolaan minyak jelantah ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendorong transisi energi yang inklusif dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Melalui kolaborasi dengan GAPULIMGI, kami mendorong keterlibatan aktif masyarakat dan UMKM dalam rantai pasok energi hijau, sehingga transisi energi dapat berjalan seiring dengan penciptaan nilai sosial bagi masyarakat,” terang Baron.

Baron menambahkan, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari komunitas hingga pelaku usaha, menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem UCO yang berkelanjutan dan transparan.

“Inisiatif ini mencerminkan komitmen Pertamina untuk menghadirkan solusi energi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Partisipasi publik menjadi kunci agar pengelolaan minyak jelantah dapat berkembang sebagai kebiasaan baru yang positif di Indonesia,” tambah Baron.

Ekosistem minyak jelantah juga sebagai upaya Pertamina mewujudkan visi Asta Cita pemerintah terutama untuk swasembada energi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui Subholding Downstream, Pertamina menjalin kerja sama dengan GAPULIMGI dalam pengembangan ekosistem rantai pasok Used Cooking Oil (UCO). Kerja sama ini mencakup penjajakan penguatan rantai pasok UCO, peningkatan kapasitas pelaku usaha, penyusunan kerangka komersial, serta advokasi kebijakan bersama pemerintah untuk mendukung pertumbuhan industri biofuel nasional.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.



Sonny H. Sayangbati

TPK catat kinerja positif bongkar muat awal tahun 2026

 



MPN News, Jakarta - Anak usaha Pelindo Terminal Petikemas, PT IPC Terminal Petikemas (TPK), mencatatkan realisasi arus petikemas IPC TPK mencapai 299.891 TEUs (Twenty-foot Equivalent Unit) hingga akhir Januari 2026, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 280.743 TEUs atau tumbuh sekitar 6,82 persen.

"Pertumbuhan ini mencerminkan optimisme pelaku usaha dan efektivitas strategi operasional kami dalam merespons dinamika perdagangan global maupun domestik yang terus menguat,” ujar Corporate Secretary IPC TPK Pramestie Wulandary dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Selaras fokus strategis Pelindo tahun 2026 dalam memperkuat integrasi ekosistem kepelabuhanan, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan efisiensi rantai pasok nasional, IPC TPK terus mendorong optimalisasi operasional terminal petikemas melalui peningkatan produktivitas, keandalan layanan, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan guna memperkuat daya saing pelabuhan Indonesia.

“Capaian ini juga selaras dengan arah transformasi Pelindo dalam menciptakan layanan kepelabuhanan yang terintegrasi, andal, dan berdaya saing global," kata Pramestie.

Peningkatan kinerja IPC TPK dipengaruhi oleh pertumbuhan yang signifikan di beberapa area operasi. Area Panjang meraih peningkatan kinerja tertinggi yakni 16 persen dibanding tahun sebelumnya.

Disusul oleh Area Tanjung Priok 1 meningkat 10,2 persen dan Area Tanjung Priok 2 meningkat 8 persen. Capaian ini, lanjut dia, menunjukkan konsistensi IPC TPK dalam memperkuat kapasitas layanan terminal sekaligus mendukung kelancaran arus logistik di wilayah operasional utama.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia mencapai 282,91 miliar dolar AS selama tahun 2025.

Bila dibandingkan dengan periode yang sama sebelumnya, ekspor tumbuh 6,15 persen. Ekspor nonmigas yang menyokong pertumbuhan ekspor-impor Indonesia di tahun 2025 terbagi dalam tiga kelompok.

Pertama yaitu sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berkontribusi senilai 6,88 miliar dolar AS selama Januari–Desember 2025 atau tumbuh 21,01 persen dari posisi yang sama pada 2024.

Kedua, sektor pertambangan dan lainnya sebesar 35,86 miliar dolar AS selama tahun 2025 yang mengalami kontraksi sebesar 23 persen. Ketiga, industri pengolahan sebesar 227,1 miliar dolar AS selama tahun 2025 atau tumbuh sebesar 14,47 persen.

Sejalan dengan fokus IPC TPK di tahun 2026 dalam memperkuat operational excellence, digitalisasi layanan, serta peningkatan customer experience, perusahaan terus melakukan berbagai upaya peningkatan produktivitas dan optimalisasi fasilitas terminal guna memastikan kesiapan menghadapi potensi peningkatan arus perdagangan.

"IPC TPK terus berupaya menjaga momentum tersebut di awal 2026. Kami fokus memastikan layanan terminal siap memfasilitasi kenaikan volume perdagangan, memperkuat kolaborasi dengan stakeholder, serta mendukung integrasi layanan kepelabuhanan nasional demi menjaga efisiensi rantai pasok," ujar Pramestie.


Sumber : Berita dan foto disadur dari KBN Antara 15/02/26 - Redaksi MPN News

Program Hidroponik Dukung Inisiatif Green Terminal Tanjung Sekong

 




MPN News, Cilacap, 14 Februari 2026 – Di Kapling Baru 2, Kota Cilegon, Kecamatan Pulau Merak, sekelompok ibu rumah tangga kini memiliki aktivitas produktif yang ramah lingkungan. Melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) Wahid Sapa, mereka mengelola kebun hidroponik yang tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga simbol transformasi energi di tingkat masyarakat.

Program bertajuk "KreaSea Tumbuh" ini merupakan inisiatif CSR PT Pertamina Energy Terminal (PET) melalui Terminal LPG Tanjung Sekong. Program ini dirancang sebagai bagian dari pilar Green Terminal, yang mengintegrasikan aspek keberlanjutan lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat.  

Inovasi Energi Terbarukan dan Efisiensi

Selaras dengan visi Green Terminal, operasional rumah hidroponik ini telah beralih dari energi fosil ke energi bersih. Pertamina melakukan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 4,4 kWp sebagai sumber energi utama. Langkah ini memberikan dampak lingkungan nyata dengan estimasi penurunan emisi karbon mencapai 1,75 ton CO2 eq/tahun.  

Selain aspek energi, PET juga membantu mengatasi kendala teknis aliran air yang sebelumnya dikeluhkan anggota kelompok, dengan inovasi incremental. Yakni inovasi dengan pemasangan tangki tekan air yang berfungsi menstabilkan aliran air ke rak tanaman, serta double wall insulation untuk melindungi pipa dari lumut sehingga aliran air tetap efisien.

Transformasi Ekonomi dan Sosial

Dukungan PET telah mengubah sistem pertanian rumah tangga yang awalnya tidak terstruktur menjadi operasional yang tertata dan berkelanjutan. 

Sejak pembangunan rumah hidroponik pada September 2024, skala program meluas secara signifikan. Kegiatan yang awalnya hanya sebatas coba-coba, kini berkembang menjadi aktivitas rutin. Selain memperkuat ketahanan pangan, program hidroponik juga sudah mulai memberikan penghasilan tambahan bagi warga, seiring dengan meningkatnya partisipasi warga menjadi 30 orang dari sebelumnya yang hanya berjumlah 9 orang pada tahun 2023 lalu.

Ketua KWT Wahid Sapa, Ani Sosiawati menyampaikan awalnya program hidroponik dilakukan secara manual, namun setelah didukung bantuan rumah hidroponik dan pendampingan dari Pertamina, program hidroponik sekarang lebih tertata dan hasil panen lebih maksimal.

Lebih dari sekadar kegiatan bercocok tanam, kebun hidroponik ini juga menjadi ruang belajar dan pemberdayaan bagi ibu-ibu di lingkungan RW 06. Ani menilai manfaat yang dirasakan bukan hanya ekonomi, tetapi juga peningkatan keterampilan. “Dari yang awalnya tidak paham, sekarang kami bisa berbagi pengetahuan ke keluarga, teman-teman yang lain,” ujar Ani. Keuntungan panen disisihkan untuk dibagikan menjelang bulan puasa sebagai bentuk kebersamaan. “Keuntungan belum dibagi dulu, rencananya menjelang bulan puasa baru dibagikan untuk membantu kebutuhan ibu-ibu”, ujar Ani.

Ke depan, KWT Wahid Sapa berharap program ini dapat terus berkembang. “Harapan kami tidak hanya di sayuran, tapi program ini berkembang ke budidaya buah ,” ujar Ani.

Tak hanya dimanfaatkan anggota, hasil panen hidroponik KWT Wahid Sapa juga diminati warga sekitar. Mariana, pembeli yang datang dari Kapling Lama, mengaku rutin membeli sayuran setiap kali panen. “Saya sudah sering beli sayur di sini, biasanya setiap panen pasti beli. Soalnya bagus-bagus dan awet”, ujarnya. Mariana menilai kualitas sayur hidroponik Wahid Sapa lebih unggul dan lebih murah dibanding yang biasa ia beli di pasar”.

Mariana berharap produksi sayuran bisa semakin banyak dan melimpah. “Mudah-mudahan bisa lebih banyak lagi produksinya, jadi stoknya lebih banyak dan panennya lebih cepat,” ujar Mariana.

Program KreaSea Tumbuh menyasar kelompok rentan untuk meningkatkan kapabilitas individu. Selain 30 anggota KWT, program ini juga melibatkan kelompok Pemuda Berani Inovasi (PBI), keluarga penerima PKH, lansia, hingga pengangguran usia produktif untuk diberikan pelatihan keterampilan.  

Melalui integrasi antara teknologi ramah lingkungan (PLTS) dan pemberdayaan manusia, Pertamina Energy Terminal Tanjung Sekong membuktikan bahwa operasional terminal dapat berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi, sejalan dengan upaya menuju sertifikasi Green Terminal Tanjung Sekong.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https:/

/www.danantaraindonesia.co.id/.



Sonny H. Sayangbati


Space Iklan Bawah Halaman 1


Space Iklan Bawah Halaman 4