Jumat, 20 Februari 2026

Kinerja Pelabuhan Awal 2026 Menggeliat, Arus Barang dan Peti Kemas Naik


 

MPN News, Jakarta 21 Februari 2026 - Kinerja kepelabuhanan di wilayah kerja Pelindo Regional 2 mencatatkan capaian positif pada awal tahun 2026. Hingga Januari 2026, arus kapal tercatat mencapai 2,18 persen dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), diikuti pertumbuhan arus barang dan peti kemas yang konsisten di sejumlah pelabuhan utama.


Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas logistik dan perdagangan, baik domestik maupun internasional, di berbagai wilayah.

“Mengawali tahun 2026 di bulan Januari, arus kapal telah mencapai 2,18 persen dari RKAP. Arus barang tumbuh 1,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan telah mencapai 7,35 persen dari target RKAP, sementara arus peti kemas meningkat 4,53 persen secara tahunan,” ujar Budi melalui keterangan tertulis, Jumat (13/2).

Ia menjelaskan, pertumbuhan arus kapal didorong oleh meningkatnya kunjungan kapal di sejumlah cabang. Di wilayah Banten, peningkatan terjadi di dermaga non-umum seiring bertambahnya trafik kapal dari kawasan industri Indah Kiat dan Bojonegara. 

Sementara di Palembang, lonjakan kunjungan kapal tercatat baik di dermaga umum akibat meningkatnya kapal luar negeri ber-GT besar, maupun di dermaga non-umum melalui aktivitas tongkang dan tug boat pengangkut batubara.

Di Pontianak, peningkatan arus kapal terjadi di Terminal Kijing, didorong oleh ekspor CPO dan turunannya ke Tiongkok, pergerakan alumina ke Kuala Tanjung, serta distribusi bauksit domestik. Aktivitas kapal roro domestik juga meningkat seiring tambahan call kapal pada rute Marunda.

Sejalan dengan itu, arus barang non-petikemas juga menunjukkan tren naik. Di Tanjung Priok, peningkatan didorong oleh curah kering di Kade Sarpindo dan Bogasari. 

Pontianak mencatat kenaikan signifikan pada komoditas bauksit, alumina, serta curah cair produk sawit dan bahan kimia. Sementara di Panjang, pertumbuhan berasal dari curah cair turunan CPO, FAME, molases, serta ekspor palm kernel expeller.

Adapun arus peti kemas tumbuh 4,53 persen dibandingkan Januari 2025. Peningkatan volume tercatat di Terminal NPCT1 melalui sejumlah layanan internasional, di TPK Koja dengan tambahan kapal adhoc dan kenaikan call kapal, serta di terminal-terminal peti kemas lainnya di Tanjung Priok yang ditopang pertumbuhan volume dari berbagai shipping line.

Dari sisi kualitas layanan, Pelindo Regional 2 juga mencatatkan perbaikan kinerja operasional. Waiting Time for Pilot di Cabang Tanjung Priok hingga Januari 2026 tercatat 0,40 jam, lebih baik dibandingkan target anggaran 0,50 jam, berkat perencanaan operasional yang optimal dan kesiapan pandu.

Selain itu, kinerja bongkar muat curah cair dan curah kering di sejumlah terminal berada dalam kategori “baik”, didukung kesiapan tangki timbun, kelancaran sistem pompa kapal, kecukupan armada truk, serta kesiapan kargo di stockpile. Budi menegaskan, capaian awal tahun ini menjadi sinyal positif bagi kinerja kepelabuhanan ke depan.

“Kami terus menjaga konsistensi layanan dan keandalan operasional agar pertumbuhan ini dapat berlanjut, sekaligus mendukung kelancaran arus logistik dan aktivitas perdagangan nasional,” tutupnya.



Sonny H. Sayangbati


Trafik Kapal Terminal Kijing Naik 15 Persen di 2025, Siap Perkuat Layanan Petikemas

 


MPN News, Pontianak, 20 Februari 2026 - Kinerja operasional Terminal Kijing sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren pertumbuhan positif. Tercatat sebanyak 741 kapal sandar di terminal yang dikelola oleh PT Pelindo ini, meningkat 15 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 643 kapal.


Dari total kunjungan kapal tersebut, sebanyak 74,5 persen merupakan kapal domestik, sementara 25,5 persen lainnya adalah kapal internasional. Peningkatan ini menjadi indikator semakin strategisnya peran Terminal Kijing dalam mendukung arus logistik dan perdagangan, baik di tingkat nasional maupun global.

Sepanjang tahun 2025, Terminal Kijing juga mencatatkan kinerja arus barang yang signifikan. Untuk komoditas curah cair, volume yang dilayani mencapai 1,5 juta ton. Sementara curah kering tercatat sebesar 2,5 juta ton, dan general cargo sebesar 116 ribu ton.

Dari sisi ekspor dan impor, data menunjukkan ekspor curah cair berupa CPO dan turunannya mencapai 460.988 ton. Sedangkan impor curah kering tercatat sebesar 392.181 ton. Angka ini menegaskan peran Terminal Kijing sebagai salah satu simpul penting distribusi komoditas unggulan Kalimantan Barat.

Di sisi infrastruktur pendukung, progres relokasi jalan nasional menuju kawasan terminal per 8 Februari 2026 telah mencapai 73,9 persen dan ditargetkan rampung pada Maret 2026. Penyelesaian akses jalan ini diharapkan semakin memperlancar konektivitas logistik dan menjamin aspek keselamatan transportasi barang.

Memasuki awal tahun 2026, Terminal Kijing juga bersiap memperkuat layanan petikemas. Dalam waktu dekat akan didatangkan satu unit Quay Container Crane (QCC) dan dua unit Rubber Tyred Gantry (RTG) untuk menunjang kegiatan bongkar muat kontainer. Sebelumnya, terminal ini telah dilengkapi dua unit Harbour Mobile Crane (HMC), dua unit reach stacker, serta dua unit head truck dan dua chasis 40 feet.

Sejak 13 Juni 2025, Terminal Kijing telah melakukan sosialisasi kepada perusahaan pelayaran dan menyatakan kesiapan untuk melayani kargo petikemas. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi layanan menuju pelabuhan multipurpose yang lebih kompetitif.

General Manager PT Pelindo Regional 2 Pontianak, Kalbar Yanto, menyampaikan bahwa peningkatan trafik kapal dan arus barang di Terminal Kijing merupakan hasil sinergi berbagai pihak.

“Kenaikan 15 persen kunjungan kapal di tahun 2025 menunjukkan kepercayaan pengguna jasa yang terus meningkat. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas layanan, termasuk kesiapan operasional petikemas yang akan segera berjalan optimal,” ujarnya.

Kalbar Yanto menambahkan, untuk merealisasikan operasional petikemas secara maksimal, dibutuhkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, terutama dalam memastikan kesiapan akses jalan yang memadai dan memenuhi unsur keselamatan.

“Kami berharap dukungan penuh dari seluruh pihak terkait agar pelayanan petikemas di Terminal Kijing dapat beroperasi secara optimal. Infrastruktur akses yang baik dan aman menjadi faktor kunci dalam mendukung kelancaran distribusi logistik,” tegasnya.

Dengan berbagai capaian dan penguatan fasilitas tersebut, Terminal Kijing diharapkan semakin berperan sebagai gerbang ekspor-impor strategis Kalimantan Barat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.



Sonny H. Sayangbati 


Kinerja Operasional 2025 Solid, Elnusa Perkuat Dukungan Strategis bagi Produksi Hulu Migas Pertamina

 



MPN News, Jakarta, 20 Februari 2026 – PT Elnusa Tbk (Elnusa) terus memperkuat kontribusinya sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina dalam mendukung aktivitas hulu migas Pertamina Group. Sejalan dengan tema perusahaan tahun 2026, “Rediscover Technology and Innovation Edge”, Elnusa menempatkan teknologi dan inovasi sebagai pengungkit utama dalam menjaga keandalan operasi dan keberlanjutan produksi migas nasional.

Pendekatan tersebut tercermin dari kinerja operasional Elnusa sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan capaian solid di berbagai lini layanan. Pada segmen geosains, Elnusa berhasil menyelesaikan survei seismik onshore seluas 596,6 km² sebagai bagian dari dukungan terhadap kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan migas. Dari sisi drilling services, Modular Rig Elnusa menuntaskan pengeboran 9 sumur di wilayah PHSS dengan kinerja operasi yang andal dan efisien.

Sementara itu, pada lini well services, Elnusa melaksanakan pengujian produksi pada 16.130 sumur serta mengoperasikan Hydraulic Workover Unit (HWU) pada 160 sumur guna menjaga keberlanjutan dan meningkatkan performa produksi. Skala operasi ini mencerminkan peran Elnusa dalam mendukung aktivitas produksi di berbagai wilayah kerja Pertamina Group.

Direktur Utama Elnusa, Litta Ariesca, menyampaikan bahwa kinerja tersebut merupakan hasil dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara volume pekerjaan dan kualitas pelaksanaan. “Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, Elnusa memiliki tanggung jawab strategis untuk memastikan setiap layanan mampu mendukung peningkatan produksi secara optimal. Kami tidak hanya berfokus pada volume pekerjaan, tetapi juga pada keandalan operasi, efisiensi biaya, dan keselamatan kerja,” ujar Litta.

Kinerja layanan intervensi dan logging juga menunjukkan kontribusi yang konsisten. Sepanjang tahun 2025, Elnusa merealisasikan Cementing Services (CMT) pada 453 sumur, Coiled Tubing Services (CTS) pada 875 sumur, serta 1.298 pekerjaan wireline logging di berbagai wilayah kerja. Dalam mendukung integritas fasilitas produksi, Elnusa turut melaksanakan inline inspection pada 8 jalur pipa di wilayah PHM guna memastikan keandalan aset serta keselamatan operasi hulu migas.

Selain capaian volume pekerjaan, Elnusa juga mencatatkan kinerja positif dari sisi ketepatan waktu dan efisiensi pelaksanaan proyek. Proyek Engineering Blanket di PHE Jambi Merang berhasil diselesaikan lima bulan lebih cepat dari jadwal, sementara Proyek EPC Booster Pump tuntas empat bulan lebih awal dari target. Pencapaian ini mencerminkan komitmen Elnusa dalam menghadirkan nilai tambah melalui pengelolaan proyek yang efektif dan disiplin.

Penguatan kinerja tersebut berjalan seiring dengan fokus Elnusa pada pemanfaatan teknologi dan inovasi. Implementasi Casing While Drilling dilakukan untuk meningkatkan efisiensi pengeboran, Chronoflux Technology dimanfaatkan sebagai solusi stimulasi kimia guna meningkatkan produktivitas sumur, sementara Dual Velocity String diterapkan untuk mendukung optimalisasi produksi minyak dan gas. “Pengembangan dan pemanfaatan teknologi ini merupakan bagian dari upaya Elnusa dalam menjawab kebutuhan lapangan yang dinamis, sekaligus mendukung strategi peningkatan produksi Pertamina Group,” ungkap Litta.

Melalui layanan yang terintegrasi, mulai dari survei seismik, drilling services, well intervention, engineering, inspeksi pipa, hingga production enhancement, Elnusa secara konsisten berkontribusi dalam mendukung target produksi migas nasional sebesar 1 juta barel minyak per hari (BOPD) yang ditetapkan pemerintah. Peran tersebut dijalankan melalui kolaborasi erat dengan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan Pertamina Group.

Komitmen ini menegaskan kesiapan Elnusa untuk terus mendampingi Pertamina Group melalui penyediaan solusi hulu migas yang aman, efisien, dan berbasis teknologi. Dengan semangat Rediscover Technology and Innovation Edge, penguatan kapabilitas berkelanjutan, serta penerapan budaya operational excellence secara konsisten, Elnusa berupaya memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Sekilas Elnusa (IDX: ELSA)

PT Elnusa Tbk (Elnusa) merupakan Anak Perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, bergerak dalam bidang jasa energi yang terintegrasi untuk memberikan solusi total. Ketangguhan dan inovasi telah menjadi karakter dasar Elnusa selama lebih dari 56 tahun dalam industri energi, memiliki kompetensi inti pada jasa hulu migas terintegrasi, penjualan barang dan jasa distribusi & logistik energi serta jasa penunjang migas. Lini jasa hulu migas terintegrasi meliputi jasa Geoscience & Reservoir (land, transition zone & marine serta data processing), jasa pengeboran & pemeliharaan lapangan migas (drilling & workover), jasa engineering, procurement, construction & operation maintenance (EPC-OM). Lini penjualan barang dan jasa distribusi & logistik energi meliputi jasa transportasi BBM, pengelolaan depot, dan penjualan chemical. Lini jasa penunjang migas meliputi jasa marine support, fabrikasi, hingga manajemen data. Elnusa terus berkomitmen menerapkan Tata Kelola Perusahaan sesuai dengan prinsip-prinsip GCG dan juga ESG untuk mewujudkan Perusahaan yang berdaya saing tinggi, terus tumbuh dan memberikan kebermanfaatan yang keberlanjutan untuk seluruh pemangku kepentingan. Informasi lebih lanjut dapat diakses 

pada www.elnusa.co.id



Sonny H. Sayangbati

Disaksikan Presiden RI Prabowo, Pertamina–Halliburton Teken MoU Pemulihan Lapangan Migas

 



MPN News, Washington D.C., 20 Februari 2026 – PT Pertamina (Persero) menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama pemulihan lapangan minyak (oilfield recovery) dengan Halliburton. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dan President Director PT Halliburton Indonesia Ankush Balla, serta disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Rabu (18/2).

Kesepakatan ini merupakan bagian dari 11 nota kesepahaman investasi yang dilakukan Pemerintah Indonesia bersama pelaku usaha dalam ajang Indonesia–US Business Summit yang digelar di U.S. Chamber of Commerce, Washington D.C, Amerika Serikat, pada Rabu (18/2) waktu setempat. 

Kerja sama ini menjadi langkah konkret penguatan kolaborasi strategis Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya di sektor energi.

Pada kesempatan US - Indonesia Exclusive Business Rountable, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan optimisme kuat terhadap masa depan hubungan Indonesia dan Amerika Serikat. Presiden menegaskan bahwa dalam kunjungannya ini, Pemerintah Indonesia membawa agenda strategis, termasuk penyelesaian perjanjian dagang besar antara kedua negara.

“Saya juga berada di sini untuk menyelesaikan sebuah perjanjian perdagangan besar antara kedua negara kita. Kita telah bernegosiasi sangat intens selama beberapa bulan terakhir, dan saya pikir kita telah mencapai kesepakatan yang solid dalam banyak isu,” ujar Presiden Prabowo.

Menurut Presiden Prabowo, perjanjian dagang ini diharapkan menjadi pendorong utama penguatan kemitraan ekonomi Indonesia–Amerika Serikat. Berbagai kesepakatan penting telah ditandatangani, baik antara institusi pemerintah maupun pelaku usaha kedua negara, termasuk tindak lanjut atas isu keseimbangan perdagangan.

“Saya menantikan perjanjian perdagangan ini sebagai dorongan besar bagi kelanjutan kemitraan ekonomi dan kerja sama ekonomi antara Amerika Serikat dan Indonesia,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa kerja sama dengan Halliburton merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui optimalisasi produksi migas dalam negeri.

“Oilfield recovery diharapkan dapat membantu Pertamina dalam memaksimalkan produksi minyak nasional khususnya lapangan-lapangan migas dalam negeri yang telah mengalami penurunan produksi secara alami atau natural decline,” ujar Simon.

Simon menambahkan, kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada transfer teknologi, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia, serta penerapan praktik operasi berstandar global. Menurutnya, sinergi dengan mitra bereputasi internasional akan mempercepat implementasi teknologi enhanced oil recovery (EOR) dan solusi pengeboran yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Kerja sama ini menjadi bagian dari transformasi berkelanjutan Pertamina untuk menjaga keberlanjutan produksi hulu, meningkatkan lifting nasional, serta memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat dan industri. Dengan dukungan teknologi dan pengalaman global, kami optimistis lapangan-lapangan mature dapat kembali memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi nasional,” tegas Simon.

Melalui kesepakatan ini, Pertamina menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda Pemerintah untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional, sekaligus memperluas kemitraan strategis internasional yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.



Sonny H. Sayangbati 


Space Iklan Bawah Halaman 1


Space Iklan Bawah Halaman 4