Jumat, 13 Februari 2026

Menengok kembali sejarah pembangunan Pelabuhan Tanjung Priok

 


MPN News, Jakarta 15 Februari 2025 -Pelabuhan Tanjung Priok merupakan pelabuhan terbesar dan tersibuk di Indonesia yang berperan penting dalam lalu lintas perdagangan nasional maupun internasional.

Terletak di Jakarta Utara, pelabuhan ini menjadi simpul utama aktivitas ekspor-impor dan telah melalui perjalanan sejarah panjang sejak era kolonial

Pembangunan Pelabuhan Tanjung Priok dimulai pada tahun 1883 atas inisiatif pemerintah kolonial Belanda untuk menggantikan fungsi Pelabuhan Sunda Kelapa yang kala itu sudah tidak memadai untuk mendukung pertumbuhan perdagangan.

Pembangunan ini berada di bawah kepemimpinan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Jenderal Johannes van den Bosch, dan selesai pada tahun 1886.

Saat pertama kali dibangun, pelabuhan ini dirancang dengan fasilitas yang lebih modern dibandingkan pelabuhan-pelabuhan sebelumnya, seperti kedalaman perairan yang memadai bagi kapal besar, serta dermaga dan gudang penyimpanan.

Hal ini menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan utama Hindia Belanda dan pusat distribusi berbagai komoditas penting seperti kopi, teh, rempah-rempah, serta barang-barang manufaktur.

Selama masa penjajahan Belanda, pelabuhan ini memainkan peran strategis sebagai jalur utama ekspor-impor.

Namun, pada masa Perang Dunia II, Pelabuhan Tanjung Priok mengalami kerusakan parah akibat serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan Sekutu, sehingga sempat mengganggu aktivitas logistik dan perdagangan secara signifikan.

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, Pelabuhan Tanjung Priok menjadi bagian penting dari infrastruktur nasional yang menopang ekonomi negara yang baru berdiri. Pemerintah Indonesia melakukan berbagai langkah modernisasi, termasuk pembangunan fasilitas baru dan perbaikan infrastruktur, guna mendukung peningkatan volume perdagangan dan industrialisasi.

Memasuki abad ke-21, Pelabuhan Tanjung Priok terus dikembangkan secara bertahap untuk menjawab tantangan zaman.

Pada tahun 2010, pemerintah meluncurkan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), yang menempatkan pembangunan dan penguatan pelabuhan ini sebagai salah satu prioritas utama.

Saat ini, Pelabuhan Tanjung Priok dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, seperti terminal kontainer berteknologi tinggi, gudang distribusi, pusat logistik terpadu, serta sistem keamanan dan pengawasan digital. Pelabuhan ini mampu melayani jutaan TEUs (twenty-foot equivalent units) per tahun dan menjadi simpul penting dalam rantai pasok logistik global.

Melalui sejarah panjang yang mencerminkan transformasi Indonesia dari masa kolonial hingga era globalisasi ini, Pelabuhan Tanjung Priok tidak hanya menjadi saksi sejarah, namun juga menjadi simbol kekuatan ekonomi maritim nasional. Keberadaan dan perkembangan pelabuhan ini akan terus menjadi bagian vital dalam mendukung visi Indonesia sebagai poros maritim dunia.



--------------------
Disadur dari KBN Antara 
Sumber Artikel dan Foto KBN Antara 
Disalin kembali oleh redaksi MPN News

Direktur Pertamina Paparkan Pertamina Beyond Energy, Wujud Kepemimpinan dalam Ketangguhan Energi dan Komitmen Lingkungan

 



MPN News, Jakarta, 13 Februari 2026 – Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri memaparkan komitmen Pertamina Beyond Energy pada ajang Green Leadership PROPER 2024-2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026. Komitmen ini mengandung makna sebagai kepemimpinan dalam transisi energi hijau dan ekonomi sirkular untuk ketahanan energi yang selaras dengan kelestarian lingkungan. 

“Prinsip keberlanjutan Pertamina diharapkan dapat menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Seluruh program Pertamina, baik operasional maupun sosial, dijalankan selaras dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), sebagai wujud komitmen Pertamina pada ketahanan energi, lingkungan hidup, dan kesejahteraan masyarakat,“ jelas Simon. 

Pertamina menerapkan strategi pertumbuhan ganda (Dual Growth Strategy), yakni memaksimalkan bisnis eksisting Pertamina untuk memenuhi keamanan energi nasional saat ini. Kedua, membangun bisnis rendah karbon atau energi hijau, untuk mendorong percepatan transisi energi dan ekosistemnya sebagai energi masa depan. 

Sejalan dengan strategi tersebut, Simon mengungkapkan, Pertamina juga mengutamakan upaya dekarbonisasi. Seperti pengembangan ekosistem green hydrogen, peningkatan energi baru dan terbarukan, serta proyek Carbon Capture Utilization and Storage (CCS/CCUS) dengan potensi penurunan emisi hingga 980 ribu ton CO₂e. Pertamina juga berinovasi dalam produk-produk ramah lingkungan, yaitu BBM rendah sulfur selaras dengan Peta Jalan Kementerian ESDM. Serta, Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang menjadi terobosan bahan bakar penerbangan berbahan baku minyak jelantah (Used Coconut Oil/UCO). 

“Ini adalah wujud kepemimpinan Pertamina dalam orkestrasi transisi energi nasional. Berbagai inisiatif menurunkan emisi transportasi sekaligus mendorong standar BBM yang lebih bersih di Indonesia,” jelas Simon.

Simon mengungkapkan, tantangan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga perlu solusi berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan pengelolaan sampah nasional dalam 151 program Pertamina yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari komunitas perkotaan, pedesaan, hingga pesisir.

“Salah satu inovasi unggulan Pertamina adalah WASTECO atau Waste to Energy for Community di Balikpapan. Sampah organik diolah menjadi gas metana, dialirkan langsung ke rumah warga dan UMKM di sekitar TPA Manggar untuk kebutuhan memasak, sehingga memberikan dampak nyata bagi ekonomi lokal,” ujarnya. 

Pertamina juga telah mengembangkan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Energi Berdikari (DEB) di 252 titik lokasi, yang mengintegrasikan pemanfaatan energi baru terbarukan dengan penguatan ekonomi desa. Melalui program DEB, pengelolaan sampah di tingkat masyarakat ditransformasikan menjadi sumber daya produktif, sekaligus membangun kemandirian energi dan ekonomi.

Di sisi lain, Pertamina menegaskan komitmennya dalam aspek kemanusiaan. Menurut Simon, setiap bencana harus dijawab dengan kehadiran nyata. Selama tahun 2025, Pertamina telah menyalurkan bantuan kebencanaan ke lebih dari 70 Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia. Pertamina bergerak menembus keterbatasan untuk menyalurkan energi, seperti Bright Gas, BBM dan Avtur tetap tersedia untuk kebutuhan dasar dan evakuasi, hingga mengalirkan air bersih yang sangat dinantikan para pengungsi.

“Sinergi antara program TJSL Pertamina yang berdampak dan bisnis, tidak hanya menyelamatkan lingkungan saat ini, tetapi juga membangun benteng pertahanan masyarakat agar tetap berdaya saat bencana melanda, selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Mari kita bersama-sama menciptakan Indonesia ASRI yang tidak hanya indah secara lingkungan, tetapi juga kokoh secara ketahanan energi,” tutupnya.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.



Sonny H. Sayangbati 

Pertamina Paparkan Strategi Swasembada Energi dan Penguatan Ekonomi Rakyat di DPR

 



MPN News, Jakarta, 14 Februari 2026 – PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya mendukung visi Pemerintah dalam Asta Cita, khususnya pencapaian swasembada energi dan penguatan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Direksi Pertamina dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, 11 Februari 2026, di Jakarta.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan, sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina terus meningkatkan layanan energi kepada masyarakat, termasuk melalui penguatan struktur bisnis.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah integrasi bisnis hilir melalui pembentukan Subholding Downstream guna memperkuat rantai pasok, meningkatkan efisiensi, serta memastikan ketahanan (resiliency) operasional jangka panjang.

“Melalui dukungan berbagai pihak dan setelah melalui pertimbangan yang matang, kami melakukan integrasi bisnis hilir melalui Subholding Downstream untuk memperkuat sistem distribusi energi nasional,” ujar Simon.

RDP juga membahas peran Pertamina dalam penanggulangan bencana hidrometeorologi di Sumatra serta partisipasi dalam Program Koperasi Desa Merah Putih. Dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem distribusi energi di desa dan memastikan akses energi yang merata.

“Pertamina melakukan koordinasi lintas pemangku kepentingan agar program berjalan tertib, tepat sasaran, dan memberi dampak langsung bagi masyarakat,” tambah Simon.

Keberlangsungan distribusi BBM subsidi turut menjadi sorotan dalam RDP. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid menyampaikan temuan lapangan saat melakukan inspeksi mendadak di SPBU KM 13, Kecamatan Balikpapan Utara. Di mana, ditemukan antrean truk beroda 10 hendak mengisi Solar Subsidi. 

Setelah ditelusuri, kendaraan tersebut seharusnya mengisi Solar Industri atau tidak mendapatkan subsidi. Berdasarkan regulasi, Solar Subsidi diperuntukkan bagi angkutan umum dan kendaraan pengangkut bahan pokok tertentu. 

“Antrean sengaja dilakukan bukan karena pasokan atau pelayanan Pertamina kurang, namun mereka sengaja mengantre untuk mengambil selisih dari harga solar subsidi. Sehingga, berapapun (Solar Subsidi) yang dikirim Pertamina, pasti akan habis,” ujar Nurdin.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengapresiasi gerak cepat Pertamina dalam menangani penyaluran energi di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

“Saya ucapkan terima kasih atas gerak cepat Pertamina membantu permasalahan bencana di Sumatra Barat, Aceh dan Sumatra Utara. Saya merasakan betul, pengiriman BBM direspon dengan cepat oleh Pertamina. Pertamina merupakan salah satu BUMN yang responsif,” ujar Andre.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.



Sonny H. Sayangbati

PT Pelita Air Service Rampungkan Reaktivasi Bandara Pinang Kampai Dumai


 

MPN News, Dumai, 14 Februari 2026 – PT Pelita Air Service, melalui lini bisnis airport management secara resmi telah merampungkan reaktivasi operasional Bandara Pinang Kampai Dumai. Langkah strategis ini mencakup kesiapan infrastruktur yakni landasan pacu sepanjang 1.800 meter untuk melayani penerbangan reguler dan charter dengan fokus rute domestik.

Direktur Utama PT Pelita Air Service, Dendy Kurniawan, menyampaikan bahwa reaktivasi Bandara Pinang Kampai merupakan manifestasi nyata dari komitmen Perusahaan dalam memperkuat ekosistem transportasi udara nasional melalui sinergi lintas pemangku kepentingan yang solid.

“Sinergi yang kami jalin dengan Pemerintah Kota Dumai, Kementerian Perhubungan, AirNav dan BMKG menjadi hal yang esensial dalam proyek reaktivasi Bandara Pinang Kampai. Kami dan seluruh pemangku kepentingan berada dalam komitmen yang sama untuk meningkatkan konektivitas udara nasional, khususnya di wilayah Sumatra,” ujar Dendy Kurniawan.

Dirinya turut menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Pemerintah Kota Dumai diarahkan pada keberlanjutan operasional bandara untuk jangka panjang.

"Pemerintah Kota Dumai telah menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi pembukaan rute-rute seperti Dumai–Padang, Dumai–Pekanbaru, Dumai–Medan, Dumai–Batam, Dumai–Jakarta, dan rute strategis lainnya bagi maskapai-maskapai yang berminat," ungkap Dendy.

Ia melanjutkan bahwa keberhasilan reaktivasi Bandara Pinang Kampai juga tak luput dari dukungan Kementerian Perhubungan, yakni melalui Direktorat Bandar Udara dan Direktorat Navigasi Penerbangan, serta AirNav Indonesia sebagai BUMN penyelenggara layanan navigasi penerbangan.

"Bandara Pinang Kampai dapat beroperasi kembali secara resmi tentunya berlandaskan Sertifikat Bandar Udara dan Sertifikat Pelayanan Navigasi dan Komunikasi Penerbangan yang diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan dan AirNav Indonesia, yang selaras dengan Civil Aviation Safety Regulations (CASR)," jelasnya.

Kemudian, dirinya juga mengatakan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga turut andil dalam mendukung reaktivasi bandara ini.

"Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga turut memberikan dukungan teknis melalui instalasi perangkat barometer untuk memastikan akurasi data di area bandara. Hal ini penting dalam menjamin keselamatan penerbangan," ucap Dendy.

Bandara Pinang Kampai Dumai merupakan aset milik PT Pertamina (Persero). Sebagai anak usaha Pertamina, PT Pelita Air Service dengan lini bisnis airport management yang dimilikinya, memastikan Bandara Pinang Kampai akan dikelola secara optimal. Perusahaan juga terus berupaya agar pengembangan bandara ini dapat senantiasa adaptif dengan kebutuhan masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan Dumai dan sekitarnya.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.



Sonny H. Sayangbati

Subholding PT Pelindo Solusi Logistik( SPSL) Resmi bertransformasi Menjadi PT Pelindo Sinergi Lokaseya


 

MNP News, Jakarta, 13 Februari 2026 – Subholding PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) resmi bertransformasi menjadi PT Pelindo Sinergi Lokaseva. Perubahan nama ini merupakan upaya untuk memperkuat representasi Perusahaan sebagai penyedia solusi layanan pendukung pelabuhan yang terintegrasi dengan kawasan di tengah dinamika lini bisnis dan perkembangan kebutuhan pelanggan. Hal ini juga untuk menajamkan arah korporasi dari berbagai aspek guna memastikan keselarasan dengan roadmap dan strategi Pelindo Group ke depan.

Sebagai upaya penguatan identitas Perusahaan, PT Pelindo Sinergi Lokaseva tidak hanya melakukan perubahan nama, tetapi juga memperkenalkan logo baru Perusahaan sebagai visualisasi yang menggambarkan semangat sinergi dalam memberikan solusi layanan.

Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Joko Noerhudha, mengungkapkan bahwa perubahan nama ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan identitas korporasi yang lebih tepat dalam mencerminkan peran dan portofolio bisnis Perusahaan.

“Nama Sinergi Lokaseva dinilai dapat dengan lebih tepat merepresentasikan posisi Perusahaan sebagai strategic holding yang memiliki dua portofolio utama, yaitu layanan pendukung pelabuhan dan pengembangan hinterland. Layanan terintegrasi yang diberikan entitas grup semakin menguat dalam menghubungkan ekosistem pelabuhan dengan rantai pasok nasional,” ungkapnya, Jumat (13/02/2026).

Joko Noerhudha menambahkan bahwa ke depan, PT Pelindo Sinergi Lokaseva akan mengoptimalkan pengembangan portofolio layanan pendukung pelabuhan sekaligus pengembangan hinterland, baik melalui konsep port-led industrial/logistic infrastructure maupun port-cities dynamic, guna menciptakan ekosistem pelabuhan dan kawasan/perkotaan yang terintegrasi, selaras dan berkelanjutan.

Nama Pelindo Sinergi Lokaseva sendiri memiliki filosofi yang kuat. Lokaseva merupakan serapan dari Bahasa Sansekerta, yang terdiri dari kata Loka yang berarti dunia atau wilayah, serta Seva yang berarti pelayanan. Secara makna, Lokaseva dapat diartikan sebagai layanan terpadu untuk berbagai wilayah.

Filosofi tersebut mencerminkan komitmen Perusahaan dalam menyediakan layanan pendukung pelabuhan tidak hanya pada pengelolaan arus barang, tetapi juga pada pengembangan kawasan pendukungnya sebagai bentuk sinergi ekosistem untuk menciptakan efisiensi, nilai tambah, dan efektivitas rantai pasok.

“Kami berharap, transformasi ini akan memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pelanggan, pemangku kepentingan, masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekosistem kepelabuhanan dan kawasan pendukungnya di Indonesia,” tutup Joko Noerhudha.


(Sonny H Sayangbati).



Space Iklan Bawah Halaman 1


Space Iklan Bawah Halaman 4