Senin, 26 Januari 2026

Arus Petikemas IPC TPK Pontianak Tumbuh 7,47% Sepanjang 2025

 



MPN News, PONTIANAK -  IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat peningkatan kinerja operasional di Area Pontianak sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan menguatnya aktivitas perdagangan dan distribusi barang di Provinsi Kalimantan Barat. Berdasarkan data operasional IPC TPK, arus petikemas Terminal Petikemas Pontianak sepanjang tahun 2025 (s.d. Desember) tercatat sebesar 283.045 TEUs, meningkat dibandingkan realisasi tahun 2024 yang mencapai 263.391 TEUs. Dengan demikian, kinerja Area Pontianak tumbuh sekitar 7,47% secara tahunan (year-on-year).


Peningkatan arus petikemas tersebut didorong oleh bertambahnya aktivitas pelayaran dan volume muatan. Sepanjang Desember 2025, jumlah kunjungan kapal (ship call) meningkat sebanyak 43 kapal dibandingkan bulan sebelumnya, yang berdampak pada kenaikan arus petikemas sebesar 438 box atau 404 TEUs secara bulanan.


Dari sisi pelayaran, pertumbuhan volume petikemas secara tahunan tercatat pada sejumlah perusahaan pelayaran utama, antara lain Ganendra Catra Sakti yang meningkat 2,82%, Indo Container Line yang tumbuh signifikan sebesar 40,55%, serta Meratus Line yang mencatat lonjakan tertinggi dengan pertumbuhan mencapai 93,40% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, arus petikemas domestik Area Pontianak juga menunjukkan pertumbuhan kuat sebesar 19,75% dibandingkan tahun 2024, mencerminkan meningkatnya aktivitas distribusi antar pulau di wilayah Kalimantan Barat.


“Kinerja Area Pontianak yang terus tumbuh sepanjang tahun 2025 menunjukkan peran terminal yang semakin strategis dalam mendukung arus logistik dan perdagangan regional,” ujar M. Loutfie Hidayat, Manager IPC TPK Area Pontianak.


Kinerja operasional Terminal Petikemas Pontianak tersebut sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat yang menunjukkan aktivitas perdagangan luar negeri tetap terjaga sepanjang tahun 2025. BPS mencatat bahwa pada November 2025, nilai ekspor Kalimantan Barat mencapai US$177,13 juta, sementara nilai impor tercatat sebesar US$51,02 juta, sehingga neraca perdagangan berada pada posisi surplus.


Secara kumulatif, nilai perdagangan luar negeri Kalimantan Barat periode Januari–November 2025 juga mencatat surplus sebesar sekitar US$1,13 miliar, mencerminkan kuatnya kinerja ekspor daerah. Kondisi tersebut turut mendorong kebutuhan layanan petikemas di Terminal Petikemas Pontianak sebagai salah satu gerbang utama arus barang ekspor dan impor di Kalimantan Barat.


"Ke depan, IPC Terminal Petikemas akan terus berfokus pada peningkatan keandalan layanan, efisiensi operasional, serta penguatan peran Terminal Petikemas Pontianak dalam mendukung kelancaran arus barang dan pertumbuhan ekonomi regional di Kalimantan Barat." tutup Loutfie.


(Redaksi MPN News).

 

 

SPJM CANANGKAN EKSPANSI BISNIS DI 2026



MPN News, MAKASSAR PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) sebagai salah satu subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services, Dredging dan Shipyard (MEPS) mencatatkan kinerja cemerlang dengan laba bersih unaudited 2025 lebih besar 50,80% dibandingkan dengan tahun 2024 dan mencapai sebesar 123,79% dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2025


Hingga Desember 2025 kinerja unaudited menunjukkan peningkatan yang signifikan, pendapatan usaha SPJM mencapai sebesar 8.743,41 Miliar, naik 20,29% secara Year on Year (YoY) dan terealisasi 109,84% melebihi target RKAP Tahun 2025. Selaras dengan itu, Laba Usaha SPJM juga mengalami kenaikan 24,56 % secara YoY dan melampaui target RKAP Tahun 2025 sebesar 46,35% atau Rp. 249,28 Miliar dengan laba bersih sebesar Rp. 497,31 Miliar.


“Pencapaian tahun 2025 ini cukup luar biasa karena SPJM masih mampu terus menunjukkan performa cemerlang dengan pelampauan target yang telah ditetapkan hingga akhir tahun. Kepercayaan pelanggan yang tercermin dari peningkatan trafik dan cakupan layanan serta inovasi perbaikan layanan untuk keunggulan operasional merupakan faktor kunci pencapaian kinerja Tahun 2025 ini,” terang SVP Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick.


Performa keuangan yang meningkat tentunya sejalan dengan kinerja operasional pelayanan SPJM yang juga menunjukkan trend positif. Kinerja Operasional layanan pemanduan, penundaan, docking, pengelolaan alur, distribusi BBM dan gas, layanan listrik, waste management, layanan oil spill response (OSR), dan equipment terealisasi mencapai lebih dari target RKAP.


Secara Grup, Layanan Pemanduan SPJM meningkat 106,47% secara YoY sebanyak 3.547.282.627 gerakan, melebihi RKAP 110,80%. Selaras dengan itu, layanan penundaan mencapai 5.363.069.712 GT Jam, atau 114,88% terhadap RKAP 2025 dan mencapai 107.68% YoY. Layanan Docking terealisasi sebanyak 53 Unit, 155,88% dari RKAP 2025 yaitu 34 unit dan naik 108,16% YoY. Di lini pengerukan, terjadi peningkatan 293, 91% secara YoY, yaitu realisasi sebesar 1.949.002 M3.


Pengelolaan Alur mencapai 27.963.542 Ton, naik 102,42% YoY dan mencapai 117,58% dari RKAP. Dari lini port services atau layanan Pelabuhan, distribusi BBM mencapai 67.660 KL, naik 108,85% YoY. Sedangkan distribusi gas naik 109,69% YoY dengan realisasi 15.326.239 MMBTU, 186,62% dari RKAP 2025.


Penyediaan air bersih pada tahun 2025 mencapai 2.935.281 Ton, naik 112,06% YoY. Penyediaan Listrik naik 104,37% YoY, dan mencapai 110,68% terhadap RKAP 2025, sebesar 215.091.855 KwH. Layanan Waste Management 100% mencapai RKAP, dengan realisasi 240.700 Kg. Layanan OSR melebihi RKAP 135,36% dengan angka 15.619.268 ton, atau naik 130,93% secara YoY.


Untuk lini Bisnis equipment atau peralatan SPJM juga menunjukkan kinerja yang positif. Availability atau ketersediaan alat mencapai 90,22%, atau melebihi target RKAP dengan realisasi sebesar 106,14%. Mean Time To Repair (MTTR) realisasinya melebihi RKAP sebesar 124,56% dengan realisasi 4,01 jam, naik 387,37% secara YoY. Sedangkan Mean Time Between Failure (MTBF), naik 121,09% secara YoY dengan realisasi 452,42% terhadap RKAP 2025 di angka 135,73 jam.


“Kami sangat berterima kasih atas dukungan seluruh pihak, utamanya para pelanggan yang senantiasa memberikan kepercayaan untuk menggunakan layanan SPJM Grup serta kerja keras seluruh personil SPJM disetiap lini. Kinerja 2025 ini akan menjadi landasan untuk rencana program ekspansi bisnis ditahun 2026. Kami akan terus menjaga stabilitas bisnis, peningkatan coverage wilayah, optimalisasi standarisasi, dan mengedepankan inisiasi strategic partnership dengan mitra potensial untuk penguatan pangsa pasar dan cakupan layanan SPJM Grup, ujar Tubagus.


(Andi Roesman Rola/Red. WMI).

 


Space Iklan Bawah Halaman 1


Space Iklan Bawah Halaman 4