Bali Gapura Marina Luncurkan Dock Pertama (Dock B), Siap Layani Puluhan Yacht
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melalui subholdingnya, PT Pelindo Solusi Logistik, bersama mitra Marina Development Indonesia (MDI) meresmikan pengoperasian Dock B Bali Gapura Marina, Area Pengembangan 1 Pelabuhan Benoa, Bali.
IPCM Raih PENGHARGAAN dan MASUK Ke PAPAN UTAMA : KEPERCAYAAN INVESTOR MENINGKAT
PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM), anak usaha dari Pelindo Group yang bergerak di bidang jasa pemanduan dan penundaan kapal, kembali menegaskan posisinya sebagai penyedia layanan kepelabuhanan yang unggul melalui pencapaian pada ajang CSA Awards 2025.
IPC Terminal Petikemas Cabang Pontianak Catat Peningkatan Kinerja 14,3% Sepanjang Oktober Tahun 2025
IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Pontianak membukukan kenaikan kinerja operasi sebesar 14,3% pada Oktober 2025 dibanding periode yang sama di tahun 2024. Volume operasi mencapai 26.275 TEUs, naik dari 22.994 TEUs pada Oktober tahun lalu.
Selasa, 10 Februari 2026
Mudik Gratis Bersama BUMN & Pelindo Group Tahun 2026
Debut INACRAFT 2026, UMKM Binaan Pertamina Bukukan Transaksi Rp10,4 Miliar
MPN News, Jakarta, 10 Februari 2026 – Keikutsertaan UMKM binaan PT Pertamina (Persero) dalam ajang INACRAFT 2026 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada 4–8 Februari 2026 mencatatkan capaian yang membanggakan. Dalam pameran tersebut, UMKM binaan Pertamina berhasil membukukan total transaksi sebesar Rp10,4 miliar, yang terdiri atas penjualan ritel senilai Rp6 miliar serta komitmen transaksi lanjutan (potential reorder) sebesar Rp4,4 miliar.
Salah satu kisah sukses datang dari Besolek, UMKM perhiasan batu alam khas Bengkulu milik Lidya, S.P., yang untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam ajang INACRAFT. Debut perdana ini langsung membuahkan hasil yang luar biasa. Produk perhiasan batu alam khas Bengkulu yang dipadukan dengan tembaga berhasil menarik perhatian dan mendapat sambutan hangat dari para pengunjung, baik domestik maupun mancanegara.
Dari seluruh produk yang dibawa langsung dari Bengkulu, lebih dari 80 persen berhasil terjual, menjadikannya capaian penjualan tertinggi yang pernah diraih Besolek sepanjang keikutsertaannya dalam pameran. Puncak transaksi terjadi pada akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu, dengan produk yang paling diminati berupa gelang batu dan bros batu.
Pemilik Besolek, Lidya, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan. Ia menyampaikan bahwa INACRAFT 2026 menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi Besolek. “Terima kasih kepada Pertamina atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. Ini menjadi langkah penting bagi kami untuk terus berkembang dan memperluas pasar ke depan,” ujarnya.
Capaian positif juga dirasakan oleh Batik Mosho, UMKM batik asal Kabupaten Berau yang digawangi Mochamad Shodik. Untuk pertama kalinya tampil di INACRAFT sebagai mitra binaan Pertamina, Batik Mosho menilai keikutsertaan ini sebagai pengalaman yang sangat berharga, khususnya dari sisi pembelajaran dan jejaring.
“Bisa berdampingan dengan UMKM senior di bidang fashion dan batik adalah sebuah kebanggaan sekaligus proses belajar yang luar biasa bagi kami. Meski dari sisi penjualan kami masih perlu banyak berproses, kesempatan bertemu dan berjejaring dengan orang-orang hebat adalah nilai yang jauh lebih berharga,” ungkap Mochamad Shodik.
Booth Batik Mosho juga mendapat kunjungan serta sesi berbagi langsung dari desainer ternama Musa Widiatmojo dan fashion image & colour consultant Amy Wirabudi. Keduanya memberikan wawasan berharga seputar teknik pewarnaan, penguatan citra produk, serta tren fesyen Jakarta. “Ilmu dan pengalaman ini menjadi bekal penting bagi kami untuk terus berbenah dan mempersiapkan diri dengan lebih baik ke depan,” tambahnya.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhamad Baron, menyampaikan bahwa capaian UMKM binaan di INACRAFT 2026 mencerminkan komitmen Perusahaan dalam mendorong UMKM naik kelas dan berdaya saing.
“Pertamina secara konsisten menghadirkan UMKM binaan ke panggung nasional dan internasional melalui pameran strategis seperti INACRAFT. Capaian transaksi serta komitmen transaksi lanjutan ini menjadi bukti bahwa produk UMKM Indonesia memiliki kualitas, daya saing, dan potensi pasar yang sangat besar,” ujar Baron.
Ia menambahkan bahwa pendampingan yang dilakukan Pertamina tidak hanya berfokus pada peningkatan penjualan, tetapi juga pada penguatan kapasitas pelaku usaha. “Kami ingin UMKM tidak hanya laku saat pameran, tetapi juga memperoleh jejaring, wawasan, serta kepercayaan diri untuk tumbuh secara berkelanjutan,” lanjutnya.
Para pelaku UMKM binaan pun menyampaikan apresiasi kepada PT Pertamina (Persero) atas kesempatan, kepercayaan, pendampingan, serta ruang pembelajaran yang diberikan melalui partisipasi dalam INACRAFT 2026. Mereka berharap pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi pijakan yang kuat untuk terus berkembang, sekaligus mempersiapkan diri berpartisipasi kembali dalam pameran berskala besar di masa mendatang.
“Bagi kami, ilmu dan pengalaman adalah investasi terpenting,” tutup Mochamad Shodik.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.
danantaraindonesia.co.id/.
Sonny H. Sayangbati
Senin, 09 Februari 2026
KSOP Kelas II Cirebon Fasilitasi PKL Diklat Penanggulangan Pencemaran TK. I
MPN News, Cirebon 9 Februari 2026 – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cirebon memfasilitasi Praktik Kerja Lapangan (PKL) Diklat Penyelenggaraan Penanggulangan Pencemaran TK. I yang diselenggarakan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BP2TL). Kepala Kantor KSOP Kelas II Cirebon Ferry Anggoro Hendianto menyambut baik kegiatan ini dan siap membantu kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan untuk kelancaran penyelenggaraan diklat tersebut.
“Tentunya kami menyambut baik diklat ini, KSOP Kelas II Cirebon siap membantu dan memfasilitasi kegiatan PKL ini,” ujar Ferry saat membuka kegiatan PKL tersebut, Senin (09/02/2026).
Lebih lanjut Ferry mengatakan, bahwa Diklat Penanggulangan Pencemaran TK. I sangatlah penting agar sumber daya manusia (SDM) yang ada di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dapat meningkat kompetensinya dalam penyelengaraan penanggulangan pencemaran.
“Saya mengapresiasi kegiatan diklat ini, seperti kita ketahui kompetensi SDM sangatlah penting agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi dalam penyelenggaraan transportasi laut,” ucap Ferry.
Ferry berharap kepada seluruh peserta diklat agar ilmu yang telah dipelajari dapat diterapkan langsung dengan baik agar penanggulangan pencemaran dapat berjalan dengan baik dan meningkat.
“Harapan saya para peserta dapat mengikuti diklat dengan baik dan lancar karena tentu PKL ini sangat penting agar para peserta dapat mengetahui bagaimana proses kerja selama berada di lapangan secara langsung,” harap Ferry.
Sebagai informasi kegiatan PKL Diklat ini di ikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari ASN di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Kegiatan berlangsung selama 3 hari dimulai pada tanggal 9 s.d. 11 Februari 2026. Sebelumnya para peserta diklat sudah mendapatkan materi yang diselenggarakan di BP2TL Jakarta.
Sonny H. Sayangbati
Hari Pers Nasional 2026, Pertamina Dorong Peran Media Lawan Hoaks dan Scam Digital
Jakarta, 9 Februari 2026 – Mendukung industri pers yang berkualitas, PT Pertamina (Persero) memahami pentingnya peran media massa sebagai garda terdepan dalam menjaga informasi yang akurat, faktual dan bertanggung jawab. Pada momentum Hari Pers Nasional 2026 bertema "Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat", Pertamina mendorong peran pers dalam menjaga kredibilitas informasi, menangkal hoax dan scam sehingga tercipta literasi masyarakat Indonesia yang kuat.
Pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Serang, Banten, pada Senin, 9 Februari 2026, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Abdul Muhaimin Iskandar menyampaikan bahwa di tengah derasnya arus teknologi, pers yang tidak didasari kualitas dan mutu, yang hanya mengandalkan kecepatan dan kecanggihan AI akan kehilangan maknanya.
"Tanpa sentuhan manusia jurnalisme berisiko akan kehilangan empati, tanpa adanya verifikasi dan etika, jurnalisme hanya akan melahirkan berita-berita halusinasi (hoax). Pers harus human centered, karena rakyat tidak hanya membutuhkan informasi yang cepat, tetapi membutuhkan yang akurat, jujur, dan membawa arah kebaikan," ujar Muhaimin yang akrab disapa Cak Imin.
Momentum HPN 2026 menjadi refleksi bagi insan pers untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk menghadapi tantangan disrupsi digital, maraknya disinformasi, serta perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengungkapkan, Pertamina secara konsisten mendukung keberlanjutan Media Pers dan kualitas Insan Pers. Melalui berbagai program kemitraan strategis, Pertamina aktif mendorong penguatan kapasitas jurnalis, literasi energi, serta penyediaan akses informasi yang transparan kepada publik.
"Pertamina mengapresiasi kiprah Insan Pers, terutama di era digital di mana Pers turut berkontribusi membangun pemahaman publik terhadap isu-isu strategis sektor energi. Pertamina juga memandang pers sebagai mitra strategis dalam menghadirkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus berperan aktif dalam melawan hoaks dan penipuan digital yang berpotensi merugikan masyarakat,” ujar Baron.
Selain itu, Pertamina secara berkelanjutan menjalin kolaborasi dengan media massa dalam menyampaikan edukasi mengenai ketahanan energi nasional, transisi energi, serta pembangunan berkelanjutan yang sekalian dengan semangat Asta Cita. Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam meningkatkan literasi masyarakat, sehingga seluruh pihak memahami pentingnya energi hingga membangun dukungan untuk mencapai ketahanan energi nasional.
"Pertamina menggandeng Media Massa untuk menjalankan peran "Energizing Indonesia". Hal ini diperlukan terutama dalam membangun sektor energi yang berkelanjutan, sebagai sumber energi bagi kemajuan bangsa dan masyarakat Indonesia," tambah Baron.
Baron menambahkan, pada beberapa waktu terakhir, Pertamina mencermati adanya berbagai informasi hoaks atau tidak benar, termasuk penipuan digital, penipuan lowongan kerja, info menyesatkan, hingga klaim kebijakan yang tidak benar seperti promo pada tanggal 30 Februari. Nama Pertamina seringkali muncul.
Pertamina, jelas Baron, mengajak Insan Pers dan seluruh pemangku kepentingan untuk berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat agar selalu memverifikasi sumber informasi, tidak mudah percaya pada pesan yang bersifat mendesak atau menjanjikan keuntungan tidak wajar, serta memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi perusahaan seperti website dan media sosial.
"Melalui sinergi yang kuat antara Pertamina dan Pers, Baron menambahkan, diharapkan tercipta ekosistem informasi yang kredibel, melindungi masyarakat dari hoaks dan scam digital, serta mendukung terwujudnya ketahanan energi, ekonomi yang berdaulat, dan bangsa yang semakin kuat," tutup Baron.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.da
nantaraindonesia.co.id/.
Sonny H. Sayangbati
Pertamina NRE dan Medco Jajaki Potensi Pengembangan Biodiesel HACPO dan Bioetanol
MPN News, Jakarta, 9 Februari 2026 – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dan PT Medco Energi Internasional Tbk melalui afiliasinya PT Medco Intidinamika (MI) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), yang ditandatangani oleh Norman Ginting, PTH Direktur Perencanaan Strategis & Pengembangan Bisnis Pertamina NRE dan Aradea Z. Arifin, Direktur PT Medco Intidinamika di Griya Arifin Panigoro pada Selasa, (27/01/26). Penandatanganan ini menjadi langkah awal dalam menjajaki dan mengembangkan proyek Energi Baru dan Terbarukan (EBT), khususnya pada pengembangan biodiesel berbasis High Acid Crude Palm Oil (HACPO) dan bioetanol.
Ruang lingkup kerja sama mencakup studi dan kajian kelayakan dari aspek teknis, ekonomi, pasar, lingkungan, hingga diskusi strategis dan pemanfaatan fasilitas yang dimiliki para pihak. MoU ini juga membuka peluang pertukaran pengetahuan dan teknologi dalam pengembangan biofuel, termasuk biodiesel berbasis HACPO, Used Cooking Oil (UCO), dan Palm Oil Mill Effluent (POME), serta rencana reaktivasi pabrik bioetanol di Lampung milik PT Medco Ethanol Lampung (MEL).
Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, menyampaikan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat pengembangan ekosistem bioenergi nasional yang berkelanjutan.
“Kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi Pertamina NRE dalam memperluas portofolio energi terbarukan, khususnya biofuel. Pengembangan biodiesel berbasis HACPO dan bioetanol tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga mengoptimalkan potensi sumber daya biofuel yang ada di Indonesia,” ujar John.
Dalam rangka memperkaya penjajakan kerja sama ini, Pertamina NRE dan Medco juga menggali potensi teknologi bioenergi yang tersedia secara global. Salah satunya melalui Envien Group, perusahaan bioenergi global yang memiliki rekam jejak kuat dalam pengembangan biodiesel dan bioetanol di berbagai negara. Penjajakan dengan Envien Group sebagai calon mitra strategis dan technology partner, diharapkan dapat memperkaya perspektif teknologi, operasional, serta best practice internasional dalam pengembangan proyek bioenergi di Indonesia.
Hilmi Panigoro, selaku Direktur Utama Medco Energi turut mengutarakan harapan serta visi dari penandatanganan nota kesepahaman ini.
"Kami berharap dapat membangun sinergi yang konstruktif dalam menjajaki peluang pengembangan bioenergi. Sinergi dengan Pertamina NRE kami pandang sebagai langkah positif dan komitmen untuk membangun kemitraan jangka panjang yang mendukung ketahanan energi dan keberlanjutan,” ujar Hilmi.
Kerja sama ini menjadi wujud nyata komitmen Pertamina NRE dalam mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan melalui kolaborasi strategis lintas pemangku kepentingan, guna memperkuat ketahanan energi nasional yang berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah bagi pengembangan ekosistem bioenergi nasional, sekaligus memperkuat sinergi antar pelaku industri dalam mendukung transisi energi dan bauran energi bersih Indonesia.
“Kami berharap melalui kerja sama ini dapat menghasilkan capaian yang positif serta mengoptimalkan potensi yang ada. Pertamina NRE bersama para pemangku kepentingan akan bergerak selaras untuk memastikan setiap tahapan pengembangan dilakukan secara terukur, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi ketahanan energi nasional,” tutup John.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danant
araindonesia.co.id/.
Sonny H. Sayangbati






