Jumat, 03 Juli 2026

GRATIS MASUK KENDARAAN ANCOL UNTUK SELURUH MOTOR YAMAHA


 


MPN News, Jakarta, 2 Juli 2026 – Ancol bersama Yamaha Indonesia menghadirkan program spesial bagi para pengguna sepeda motor Yamaha. Dalam rangka memeriahkan Event Yamaha Family Day 2026, kendaraan roda dua Yamaha dapat menikmati gratis masuk ke kawasan Ancol pada tanggal 3, 4, dan 5 Juli 2026.

Perlu diperhatikan program ini berlaku khusus untuk tiket kendaraan. Pengendara maupun penumpang tetap dikenakan tiket masuk orang sesuai tarif yang berlaku.

Adapun ketentuan program sebagai berikut:

 Gratis masuk kendaraan roda dua Yamaha ke kawasan Ancol pada 3–5 Juli 2026, berlaku untuk seluruh tipe sepeda motor Yamaha.

 Tiket masuk orang (pengendara maupun penumpang) tetap dikenakan biaya sesuai ketentuan yang berlaku.

 Verifikasi kendaraan dilakukan oleh petugas di pintu gerbang sesuai identifikasi merk dan tipe motor.

 Khusus tanggal 4 Juli 2026 : area Ecopark Ancol yang digunakan untuk acara Yamaha 

Family Day (YFD) 2026 bersifat tertutup dan hanya dapat diakses oleh peserta yang memiliki undangan/tiket resmi dari Yamaha Indonesia. Pengunjung umum tanpa undangan tidak dapat memasuki area acara tersebut, namun tetap daapt menikmati destinasi Ancol lainnya di luar area acara.

Ancol terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis untuk menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat. Melalui program-program seperti ini, Ancol berharap semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati pengalaman rekreasi berkualitas sekaligus memperkuat posisi Ancol sebagai destinasi wisata unggulan yang inklusif, mudah diakses, dan ramah bagi seluruh kalangan.

Mari manfaatkan kesempatan spesial ini untuk menikmati akhir pekan bersama keluarga, sahabat, maupun komunitas di berbagai destinasi favorit Ancol.

Informasi lebih lanjut mengenai program dan aktivitas di kawasan Ancol dapat diperoleh melalui situs resmi Ancol maupun akun media sosial @ancoltamanimpian



Sonny H. Sayangbati

Kamis, 02 Juli 2026

Dukung Pasokan Energi Nasional, PELNI Angkut Lebih dari 335 Ribu Ton Batubara pada Semester I 2026


 


MPN News, Jakarta, 2 Juli 2026 – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) terus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui layanan usaha barang komersial. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, PELNI berhasil mengangkut sebanyak 335.415 metrik ton (MT) batubara menuju sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di wilayah Jawa, Sumatera dan Papua guna membantu menjaga ketersediaan pasokan energi primer bagi sektor kelistrikan nasional.

Pengangkutan batubara menjadi salah satu layanan strategis dalam bisnis angkutan barang komersial PELNI. Distribusi yang dilakukan secara tepat waktu dan andal menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan operasional pembangkit listrik sehingga pasokan listrik bagi masyarakat maupun sektor industri tetap terjaga.

Direktur Utama PELNI Budi Setyawan Wijaya mengatakan bahwa penguatan layanan logistik maritim merupakan bagian dari transformasi bisnis perusahaan untuk mendukung distribusi berbagai komoditas strategis nasional.

"Selain melayani transportasi penumpang, PELNI terus mengembangkan layanan logistik sebagai salah satu pilar bisnis perusahaan. Melalui layanan usaha barang komersial, kami berkomitmen menghadirkan distribusi logistik yang aman, tepat waktu, dan andal guna mendukung kebutuhan berbagai sektor strategis nasional, termasuk pasokan energi bagi pembangkit listrik," ujar Budi.

Sepanjang Semester I 2026, PELNI berhasil menjaga keandalan layanan melalui tingkat ketepatan waktu pengiriman _(on-time delivery)_ yang tetap terjaga dengan mengedepankan budaya safety first dan zero accident dalam setiap kegiatan operasional. Kinerja tersebut turut mendorong pertumbuhan volume pengangkutan batubara yang meningkat signifikan hingga 505,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Budi, peningkatan kinerja tersebut menunjukkan semakin besarnya kepercayaan para pengguna jasa terhadap layanan logistik maritim PELNI sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai mitra strategis dalam distribusi komoditas nasional.

"Pertumbuhan volume pengangkutan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan logistik maritim. Ke depan, PELNI akan terus memperkuat kapabilitas operasional, menjaga keandalan layanan, serta memperluas kontribusi dalam mendukung kelancaran distribusi berbagai komoditas strategis yang menjadi penggerak perekonomian nasional," tambah Budi.

Melalui penguatan layanan usaha barang komersial, PELNI optimis dapat terus berkontribusi dalam menjaga kelancaran rantai pasok nasional, mendukung ketahanan energi, serta memperkuat peran transportasi laut sebagai tulang punggung distribusi logistik di Indonesia.


Sonny H. Sayangbati 

Selasa, 30 Juni 2026

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN untuk Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional


 

MPN News, Jakarta, 1 Juli 2026 – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melalui anak usahanya, PT Pelindo Sinergi Lokaseva, bersama sejumlah entitas logistik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melaksanakan penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan Konsolidasi Logistik BUMN di Pos Bloc Jakarta, Selasa (30/6). Langkah strategis ini merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah melalui BPI Danantara dalam mendorong transformasi sektor logistik nasional.

Melalui konsolidasi berbagai entitas logistik BUMN, diharapkan tercipta jaringan layanan yang lebih terintegrasi, memperluas konektivitas distribusi nasional, meningkatkan efisiensi operasional, serta memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan.

Senior Director Corporate Strategy PT Danantara Aset Manajemen, Aurelius Altius Rosimin, menyampaikan bahwa konsolidasi logistik BUMN merupakan langkah strategis yang sejalan dengan arahan strategis Presiden Prabowo Subianto untuk membangun perusahaan BUMN yang lebih fokus, efisien, sehat, dan berdaya saing.

“Melalui konsolidasi kapabilitas, aset, dan jaringan perusahaan, hasil penggabungan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi, meningkatkan kualitas layanan, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara,” ujar Aurelius.

Pada tahap awal konsolidasi, struktur kepemilikan saham perusahaan konsolidasi terdiri atas 74,47 persen Pelindo Group, 9,24 persen PT Pos Indonesia (Persero), 9,37 persen PT Krakatau Bandar Samudera, dan 6,92 persen entitas lainnya. Sebagai pemegang saham mayoritas pada tahap awal konsolidasi, Pelindo memegang peran strategis dalam mengawal proses integrasi hingga terbentuknya holding logistik nasional. Peran tersebut menjadi bagian dari komitmen Pelindo untuk memastikan proses transisi berjalan sesuai roadmap yang telah ditetapkan sekaligus memperkuat sinergi antarpelaku logistik BUMN.

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menyampaikan bahwa konsolidasi logistik BUMN merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing logistik nasional melalui sinergi antarpelaku logistik milik negara.

“Kami menyambut baik proses konsolidasi ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem logistik nasional yang lebih terintegrasi. Melalui kolaborasi yang semakin erat antar-BUMN, kami optimistis konektivitas rantai pasok nasional akan semakin kuat, biaya logistik dapat ditekan, serta layanan kepada pelanggan menjadi lebih efektif dan kompetitif,” kata Achmad.

Achmad menambahkan, Pelindo berkomitmen untuk mengawal proses transisi tersebut agar berjalan sesuai roadmap yang telah ditetapkan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia.

“Kami akan terus mendukung proses integrasi ini, termasuk melalui penguatan sinergi layanan kepelabuhanan dan logistik. Kami meyakini konsolidasi ini dapat menjadi fondasi penting dalam membangun sistem logistik nasional yang lebih efisien, terintegrasi, dan kompetitif,” tambah Achmad.

Prosesi penandatanganan dihadiri oleh jajaran pimpinan BPI Danantara, pemegang saham, Direksi BUMN, serta para pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses konsolidasi logistik nasional. Penandatanganan SHA dan Akta Penggabungan ini menjadi tahapan resmi yang menandai berlanjutnya implementasi konsolidasi sesuai roadmap yang telah ditetapkan.

Membangun Fondasi Holding Logistik Nasional

Sebagai bagian dari proses konsolidasi, tujuh entitas logistik BUMN akan bergabung dalam satu entitas sebagai fondasi pembentukan holding logistik nasional. Ketujuh entitas tersebut meliputi PT Multi Terminal Indonesia (MTI) dan PT Prima Indonesia Logistik (PIL) dari Pelindo Group, PT Pos Logistik Indonesia (POSLOG), PT Sarana Bandar Logistik (SBL), PT KBN Prima Logistik (KPL), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), serta PT Krakatau Jasa Logistik (KJL). Dalam proses tersebut, PT Multi Terminal Indonesia ditunjuk sebagai entitas penerima penggabungan atau surviving entity.

Sebagai bagian dari Pelindo Group, PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) mendukung penuh implementasi konsolidasi tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat integrasi layanan logistik nasional. Sejalan dengan fokus perusahaan sebagai penyedia solusi logistik terintegrasi dan pengelola kawasan, PSL memandang konsolidasi ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi layanan sekaligus memperluas konektivitas antara pelabuhan, kawasan industri, dan hinterland.

Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Faruq Hidayat, mengatakan bahwa sebagai bagian dari Pelindo Group dan pemegang saham PT MTI, PSL akan mengoptimalkan perannya dalam mendukung implementasi konsolidasi, khususnya melalui penguatan layanan port-related logistics dan konektivitas port-to-hinterland.

“Langkah konsolidasi ini membawa harapan besar bagi dunia logistik Indonesia, termasuk bagi PSL. Kami siap memperkuat sinergi layanan logistik melalui konektivitas yang semakin terintegrasi, mulai dari pelabuhan hingga kawasan hinterland. Dengan kolaborasi antarentitas BUMN, kami optimistis dapat menghadirkan solusi logistik yang lebih efisien dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan,” ujar Faruq.

Konsolidasi ini diharapkan dapat memperkuat jaringan distribusi nasional melalui integrasi layanan logistik BUMN dalam satu ekosistem yang lebih efisien dan saling terhubung. Sinergi tersebut juga mendorong optimalisasi aset dan operasional, sehingga dapat berkontribusi terhadap penurunan biaya logistik nasional, peningkatan daya saing dunia usaha, serta penerapan prinsip keberlanjutan melalui pemanfaatan sumber daya yang lebih efektif.

Ke depan, konsolidasi logistik BUMN diharapkan menjadi katalis dalam mewujudkan ekosistem logistik nasional yang semakin efisien, terintegrasi, dan kompetitif. Melalui sinergi yang semakin kuat antarentitas BUMN, Indonesia diharapkan memiliki sistem logistik yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat regional maupun global.



Sonny H. Sayangbati 

Kemenhub Perkuat Kualitas Lulusan Diklat Kepelautan Selaraskan Kebutuhan Industri Pelayaran


MPN News, JAKARTA (30/6) – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) maritim Indonesia melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Kualitas Lulusan Diklat Kepelautan Berbasis Kebutuhan Industri Maritim Tahun 2026 yang dilaksanakan di Jakarta pada Selasa (30/6). 

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan sistem pendidikan dan pelatihan kepelautan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan industri pelayaran nasional maupun internasional.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut yang diwakili Direktur Perkapalan dan Kepelautan Samsuddin, menegaskan bahwa forum tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga daya saing dan martabat pelaut Indonesia di tingkat global.

"Forum ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan manifestasi tanggung jawab kita bersama untuk terus menjaga dan meningkatkan martabat pelaut Indonesia di kancah internasional," ujar Samsuddin.

Ia menjelaskan bahwa sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki posisi geografis dan geopolitik yang sangat penting dalam sistem pelayaran internasional. Laut menjadi urat nadi konektivitas nasional sekaligus jalur utama perdagangan global yang membutuhkan SDM pelaut berkualitas.

Menurutnya, transformasi industri maritim global saat ini berlangsung sangat dinamis, yang ditandai dengan pergeseran paradigma dari konvensional menuju era digitalisasi dan implementasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), hingga regulasi ketat IMO terkait decarbonization dan green shipping.  

“Kondisi tersebut menuntut hadirnya pelaut yang tidak hanya memiliki sertifikat kompetensi, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi, tangguh, profesional, serta memiliki budaya keselamatan (safety culture) yang kuat,” imbuhnya.

Samsuddin menambahkan bahwa lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan memiliki peran strategis sebagai fondasi dalam mencetak SDM maritim unggul. Oleh karena itu, peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui sistem penjaminan mutu (quality assurance) yang kuat.

Dalam FGD tersebut, pembahasan difokuskan pada dua aspek utama. Pertama, evaluasi Ujian Keahlian Pelaut (UKP) agar menjadi instrumen penilaian yang semakin valid, objektif, transparan, dan akuntabel. Dengan demikian, setiap pelaut yang dinyatakan lulus benar-benar memiliki kompetensi sesuai standar nasional maupun internasional.

Kedua, harmonisasi bahan ajar diklat kepelautan agar selaras dengan kebutuhan industri maritim yang terus berkembang. Penyusunan kurikulum diharapkan tidak hanya mengikuti perkembangan regulasi, tetapi juga mengakomodasi kebutuhan nyata dunia usaha dan dunia industri sehingga lulusan memiliki kompetensi yang relevan dan mudah terserap di pasar kerja.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam menyusun rekomendasi peningkatan kualitas pendidikan kepelautan.

"Saya mengajak seluruh pihak untuk menyatukan visi dan komitmen. Setiap rekomendasi dan perubahan yang kita rumuskan hari ini akan menentukan kualitas, keselamatan, dan masa depan ribuan pelaut Indonesia yang bekerja di berbagai belahan dunia," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa dunia internasional melalui Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) telah menempatkan pelaut sebagai pekerja khusus atau Special Category of Workers, sehingga peningkatan kualitas dan kompetensi mereka merupakan bentuk penghormatan terhadap profesi yang memiliki peran vital dalam menjaga kelancaran perdagangan dunia.

Menutup sambutannya, Samsuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

"Saya menyampaikan apresiasi kepada INSA, Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, serta seluruh panitia dan peserta yang telah menginisiasi forum strategis ini. Saya berharap FGD ini menghasilkan rekomendasi yang implementatif dan mampu memperkuat kualitas lulusan diklat kepelautan Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat global," pungkasnya. 

Turut hadir Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Teknologi dan Energi, Capt. Antoni Arif Priadi, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut, Budi Rahardjo, Ketua Umum INSA, Carmelita Hartoto, jajaran Dewan Penguji Keahlian Pelaut (DPKP), para Pelaksana Ujian Keahlian Pelaut, para Direktur Politeknik Pelayaran dan Akademi Maritim serta para Praktisi Industri Maritim.



Sonny H. Sayangbati

Perkuat Layanan Keagenan Kapal, PELNI Gandeng Petani Lokal Dukung Pasok Pangan Maritim


 

MPN News, Jakarta, 30 Juni 2026 – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) terus memperkuat layanan keagenan kapal (shipping agency) melalui kerja sama strategis dengan PT Agrito Roman Bali (Plaga Farm). Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Vice President Keagenan PELNI Yusup Hanura dan Direktur PT Agrito Roman Bali I Gede Bingin Mustika pada Rabu (18/6) lalu.

Kolaborasi ini menjadi langkah PELNI dalam meningkatkan kualitas layanan keagenan kapal sekaligus mendukung pemberdayaan petani lokal melalui penguatan rantai pasok pangan maritim di Indonesia. Melalui sinergi ini, kedua belah pihak akan mengoptimalkan penyediaan kebutuhan pangan segar bagi kapal domestik maupun kapal internasional yang beroperasi dan singgah di pelabuhan-pelabuhan Indonesia.

Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda mengatakan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari transformasi layanan keagenan PELNI yang tidak hanya berfokus pada pelayanan operasional kapal, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi ekosistem maritim nasional.

"Sebagai perusahaan pelayaran nasional, PELNI terus mengembangkan layanan keagenan yang terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan kapal-kapal yang dilayani memperoleh pasokan bahan pangan segar dengan kualitas terbaik, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi produk pertanian lokal untuk masuk ke rantai pasok industri maritim," ujar Ditto.

Melalui kerja sama tersebut, PELNI akan mendukung penyediaan _fresh provisions_ berupa buah-buahan, sayur-sayuran, hingga produk daging yang memenuhi standar kualitas untuk kebutuhan kapal. Kehadiran rantai pasok yang lebih terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan keagenan sekaligus mendukung kelancaran operasional kapal selama berada di pelabuhan Indonesia.

Selain memperkuat layanan operasional, kolaborasi ini juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya petani lokal. Dengan memanfaatkan jaringan layanan keagenan dan armada PELNI, produk-produk agrikultur dalam negeri memiliki peluang yang lebih besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk kapal-kapal internasional yang beroperasi di Indonesia.

"Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi peningkatan kualitas layanan keagenan PELNI, tetapi juga bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kami ingin menciptakan ekosistem yang saling menguatkan antara sektor pelayaran dan sektor pertanian sehingga mampu menghasilkan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh pihak," tambah Ditto.

Kerja sama strategis ini mencakup optimalisasi operasional pelabuhan yang lebih efisien dan terintegrasi, penguatan rantai pasok pangan maritim, peningkatan kualitas pasokan pangan di atas kapal, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal melalui penyerapan hasil pertanian dalam negeri.

Melalui sinergi tersebut, PELNI berharap dapat terus memperkuat peran layanan keagenan sebagai bagian dari ekosistem logistik nasional, sekaligus menciptakan _multiplier effect_ bagi pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar domestik maupun internasional.


Sonny H. Sayangbati


Space Iklan Bawah Halaman 1

FORWAPINDO

FORWAPINDO
Forum Wartawan Pelabuhan Indonesia

Space Iklan Bawah Halaman 4