Senin, 22 Juni 2026

PT Pelindo Regional 2 Mencatat Kinerja Operasional Yang Positif Periode Mei 2026



MPN News, Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 mencatatkan kinerja operasional yang positif hingga periode Mei 2026. Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh indikator utama, mulai dari arus barang nonpetikemas, petikemas, hingga penumpang, yang secara umum berhasil melampaui target perusahaan maupun capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data operasional hingga Mei 2026, arus barang nonpetikemas di wilayah Pelindo Regional 2 dan anak usaha mencapai pertumbuhan sebesar 16,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, serta 9,10 persen di atas target RKAP.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan aktivitas bongkar muat di sejumlah cabang, antara lain Pontianak, Panjang, Cirebon, dan Teluk Bayur. Komoditas yang mendominasi antara lain crude palm oil (CPO), batu bara, pupuk, bahan baku industri, hingga komoditas ekspor dan impor untuk kebutuhan industri dan peternakan.

Sementara itu, arus petikemas juga menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, volume petikemas tercatat tumbuh 8,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan berada 1,80 persen di atas target RKAP.

Kinerja tersebut didorong oleh meningkatnya kunjungan kapal petikemas, pembukaan layanan baru, serta pertumbuhan aktivitas ekspor dan impor di sejumlah terminal yang dikelola Pelindo Regional 2.

Pada sektor pelayanan penumpang, Pelindo Regional 2 mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi. Jumlah penumpang hingga Mei 2026 meningkat 18,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan mencapai 20,33 persen di atas target RKAP.

Peningkatan ini antara lain didukung oleh tingginya mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026, termasuk di pelabuhan-pelabuhan yang melayani angkutan mudik dan balik di wilayah kerja Pelindo Regional 2.

Dari sisi pelayanan kapal, kinerja juga menunjukkan perbaikan yang signifikan. Realisasi Waiting Time for Pilot (WTP) di Cabang Tanjung Priok tercatat sebesar 0,22 jam, lebih baik dibandingkan target RKAP sebesar 0,50 jam, yang mencerminkan efektivitas perencanaan operasional dan kesiapan layanan pemanduan kapal.

Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, mengatakan bahwa capaian tersebut menunjukkan ketahanan sektor kepelabuhanan sekaligus efektivitas transformasi operasional yang terus dilakukan perusahaan.

“Kinerja positif hingga Mei 2026 ini menjadi indikator bahwa aktivitas logistik dan perdagangan di wilayah kerja Pelindo Regional 2 terus tumbuh. Peningkatan arus barang, petikemas, maupun penumpang mencerminkan semakin kuatnya peran pelabuhan sebagai penggerak konektivitas dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Budi melalui keterangan tertulis, Senin (22/06/2026).

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi antara Pelindo, regulator, pengguna jasa, operator logistik, dan seluruh pemangku kepentingan di sektor maritim.

“Kami terus fokus menjaga keandalan layanan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat digitalisasi dan integrasi proses bisnis agar pelabuhan dapat memberikan pelayanan yang semakin cepat, aman, dan kompetitif,” tambahnya.

Budi menegaskan bahwa Pelindo Regional 2 akan terus mendorong peningkatan kinerja di seluruh cabang guna mendukung kelancaran arus logistik nasional dan memperkuat daya saing Indonesia sebagai negara maritim.

“Kami optimistis tren pertumbuhan ini dapat terus dijaga hingga akhir tahun. Pelabuhan harus mampu menjadi enabler bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional melalui layanan yang semakin berkualitas dan berstandar global,” pungkasnya.



Sonny H. Sayangbati

ANCOL RESMIKAN GERBANG BARU ANCOL – JIS (Jakarta International Stadium) Integrasi Kawasan Menuju Ekosistem Destinasi Jakarta Utara



MPN News, Jakarta, 22 Juni 2026 – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk secara resmi mengoperasikan Gerbang Ancol–JIS, sebuah akses baru yang menghubungkan secara langsung kawasan wisata 

Ancol dengan Jakarta International Stadium (JIS). Peresmian ini menjadi bagian dari rangkaianprogram “Jakarta Terhubung” dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, bersama Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi.

Hadirnya Gerbang Ancol–JIS merupakan langkah strategis dalam mewujudkan konektivitas kawasan Jakarta Utara melalui integrasi antara transportasi publik, fasilitas olahraga, ruang terbuka publik, dan destinasi rekreasi. Akses baru ini terhubung secara langsung dengan JPO 

Bersama BTN sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank BTN, Stasiun KRL Jakarta International Stadium (JIS), serta kawasan wisata Ancol.

Dengan integrasi tersebut, masyarakat kini memiliki alternatif perjalanan yang lebih mudah, aman, nyaman, dan ramah lingkungan untuk mengakses kawasan JIS maupun Ancol menggunakan transportasi umum, khususnya KRL, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi serta membantu mengurangi kepadatan lalu lintas dan kebutuhan area parkir saat berlangsungnya kegiatan berskala besar di kawasan JIS.

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudrian Lubis, menyampaikan bahwa kehadiran Gerbang Ancol–JIS merupakan wujud nyata komitmen Ancol dalam mendukung pembangunan Jakarta yang semakin terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

"Kehadiran Gerbang Ancol–JIS adalah jawaban atas kebutuhan integrasi kawasan yang telah lama menjadi bagian dari visi pengembangan Jakarta Utara. Ancol tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga bertransformasi menjadi bagian dari ekosistem kota yang menghubungkan aktivitas rekreasi, olahraga, budaya, dan mobilitas masyarakat. Dengan terhubungnya Ancol, JPO 

Bersama BTN, dan Stasiun KRL JIS dalam satu koridor yang seamless, kami optimistis fasilitas ini akan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, mengoptimalkan penggunaan transportasi publik, serta menciptakan potensi pergerakan ekonomi dan pariwisata baru di kawasan Jakarta Utara," ujar Syahmudrian.

Keberadaan infrastruktur terpadu ini diharapkan dapat memberikan berbagai manfaat nyata, antara lain menjadi solusi pengelolaan mobilitas dan parkir pada penyelenggaraan acara besar di JIS, meningkatkan kemudahan masyarakat untuk menikmati fasilitas rekreasi di Ancol, serta memperkuat posisi Jakarta Utara sebagai pusat aktivitas olahraga, pariwisata, edukasi, dan hiburan yang saling terkoneksi.

Lebih dari sekadar akses penghubung, Gerbang Ancol–JIS menjadi simbol sinergi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, dan para pemangku kepentingan dalam membangun kota yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan.

Momentum ini sekaligus menjadi bagian dari langkah bersama menyambut Jakarta 500 Tahun sebagai kota global yang memiliki sistem transportasi, ruang publik, dan destinasi yang semakin terintegrasi.

Ke depan, Ancol akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta berbagai mitra strategis dalam menghadirkan inovasi kawasan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat, meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung, dan memperkuat daya saing Jakarta sebagai kota destinasi kelas dunia


Sonny H. Sayangbati 

Jumat, 19 Juni 2026

JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol - Hidupkan Kembali Rumah Kreativitas Jakarta Menuju 5 Abad Kota Jakarta



MPN News, Jakarta, 18 Juni 2026 – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menghadirkan JAKALCER FEST 2026 (Jakarta Art, Culture & Creative Festival) yang akan berlangsung pada 19–28 Juni 2026 di Pasar Seni Ancol. Festival ini merupakan bagian dari rangkaian program Menuju 5 Abad Kota Jakarta sekaligus upaya menghidupkan kembali Pasar Seni sebagai pusat aktivitas seni, budaya, dan ekonomi kreatif di Jakarta.

Mengusung tema “Seamphony of The Arts”, JAKALCER menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan seniman, komunitas kreatif, pelaku UMKM, generasi muda, dan masyarakat dalam satu harmoni kreativitas yang inklusif dan berkelanjutan.

Selama 10 hari penyelenggaraan, pengunjung dapat menikmati berbagai program yang terbagi dalam tiga pilar utama, yaitu Art Performing, Art Market, dan Art Kuliner. Beragam aktivitas menarik akan dihadirkan, mulai dari pertunjukan musik dan seni, pameran karya kreatif, bazar UMKM, workshop, hingga ragam kuliner Nusantara dan Betawi.

JAKALCER FEST 2026 juga menghadirkan berbagai kompetisi komunitas seperti Live Graffiti, Drummer Competition, Magician Competition, Pantomime Competition, Singing Competition, Rap Competition, Dance Competition, hingga Stand Up Comedy Competition sebagai wadah bagi talenta kreatif untuk menampilkan karya terbaiknya.

Sejumlah musisi dan komunitas turut meramaikan festival ini, di antaranya Efek Rumah Kaca, Magicpie, The Banery, Skandal, Biru Baru, dan Sukses Lancar Rejeki, serta kolaborasi bersama IMARINDO, Federasi Youth Band Indonesia (FYBI), Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PASKI), dan Lembaga Kebudayaan Betawi (Abang None Cilik).

Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Rahmaniar, mengatakan: "JAKALCER bukan sekadar festival, tetapi bagian dari upaya Ancol menghidupkan kembali Pasar Seni sebagai rumah kreativitas Jakarta. Melalui kolaborasi antara seniman, komunitas, pemerintah, dan masyarakat, kami berharap Pasar Seni dapat terus berkembang sebagai ruang yang mendukung pertumbuhan seni, budaya, dan ekonomi kreatif menuju 5 Abad Kota Jakarta."

Melalui penyelenggaraan JAKALCER FEST 2026, Ancol terus berkomitmen menghadirkan 

kawasan wisata yang tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga ruang tumbuh bagi kreativitas, pelestarian budaya, dan kolaborasi lintas generasi.



Sonny H. Sayangbati 


Kamis, 18 Juni 2026

RUPS 2025: Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara


MPN News Jakarta, 17 Juni 2026 – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memberikan kontribusi kepada negara sebesar Rp7,81 triliun sepanjang tahun buku 2025, meningkat 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi tersebut berasal dari setoran pajak, dividen, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta pembayaran konsesi. Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan pada Rabu (17/06/2026).

Sejalan dengan peningkatan kontribusi kepada negara, Pelindo juga membukukan kinerja usaha yang positif. Sepanjang tahun 2025, perusahaan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp35,48 triliun, tumbuh 9% dibandingkan tahun sebelumnya, yang ditopang oleh pertumbuhan aktivitas kepelabuhanan serta peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional di berbagai pelabuhan yang dikelola Pelindo.

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari transformasi yang terus dijalankan perusahaan untuk memperkuat daya saing pelabuhan nasional.

"Capaian ini merupakan hasil dari upaya transformasi yang terus dijalankan Pelindo untuk meningkatkan kualitas layanan, produktivitas operasional, serta memberikan nilai tambah yang lebih luas bagi negara dan masyarakat," ujar Achmad.

Pertumbuhan kinerja tersebut juga tercermin pada indikator operasional sepanjang tahun 2025. Arus peti kemas tercatat mencapai 19,8 juta TEUs, tumbuh 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, arus kapal mencapai 1,42 miliar GT dan arus penumpang mencapai 20,4 juta orang, masing-masing meningkat 1% dan 5% dibandingkan tahun lalu.

Momentum positif tersebut berlanjut pada tahun 2026. Hingga Mei 2026, Pelindo kembali mencatatkan pertumbuhan pada sejumlah indikator operasional dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Arus peti kemas hingga Mei 2026 mencapai 8,21 juta TEUs atau tumbuh 7% secara year-on-year (YoY). Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan arus peti kemas internasional sebesar 10%, sementara arus domestik tumbuh 4%.

Pada periode yang sama, kunjungan kapal tercatat mencapai 563 juta GT, meningkat 1%, sedangkan arus penumpang mencapai 9,45 juta orang, tumbuh 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Achmad, capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas logistik, perdagangan, dan mobilitas masyarakat melalui pelabuhan tetap terjaga positif di tengah dinamika ekonomi global dan perdagangan internasional.

"Pertumbuhan kinerja pada awal tahun 2026 menunjukkan bahwa transformasi Pelindo berada pada jalur yang tepat. Ke depan, kami akan terus memperkuat layanan, meningkatkan daya saing pelabuhan nasional, serta mendukung kelancaran rantai pasok dan pertumbuhan ekonomi Indonesia," tambahnya.

Melalui RUPST Tahun Buku 2025, Pelindo juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program strategis yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan kualitas layanan pelabuhan, digitalisasi proses bisnis, serta peningkatan konektivitas maritim.

Berbagai inisiatif tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat peran Pelindo sebagai penggerak konektivitas nasional, sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi negara, pengguna jasa, dan seluruh pemangku kepentingan.



Sonny H. Sayangbati 

Kemenhub Sinkronkan Aspek Teknis Penetapan Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Senayang


 

MPN News, BEKASI (18/6) – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melaksanakan Kegiatan Sinkronisasi Teknis Rencana Penetapan Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Senayang, Provinsi Kepulauan Riau, sebagai bagian dari proses penyiapan penetapan alur pelayaran guna meningkatkan keselamatan navigasi, menjamin keteraturan lalu lintas kapal, serta mendukung konektivitas wilayah kepulauan.

Kegiatan yang diselenggarakan di Bekasi pada Kamis (18/6) tersebut mempertemukan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait guna menyelaraskan data, hasil kajian, serta aspek teknis yang menjadi dasar penyusunan dokumen penetapan Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Senayang.

Direktur Kenavigasian, Hernadi Tri Cahyanto, mengatakan bahwa alur pelayaran merupakan salah satu instrumen utama dalam penyelenggaraan keselamatan navigasi pelayaran karena menjadi jalur utama pergerakan kapal yang harus didukung oleh perencanaan dan data teknis yang akurat.

“Pelabuhan Senayang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah Kepulauan Riau. Seiring meningkatnya aktivitas pelayaran, diperlukan alur pelayaran yang mampu memberikan kepastian navigasi sekaligus menjamin keselamatan pelayaran secara berkelanjutan,” ujar Hernadi.

Menurutnya, kualitas alur pelayaran sangat ditentukan oleh kualitas data dan perencanaan teknis yang digunakan. Oleh karena itu, sinkronisasi teknis diperlukan untuk memastikan seluruh data, kajian, dan rekomendasi yang menjadi dasar penetapan alur telah selaras dan memenuhi aspek keselamatan pelayaran.

“Penetapan alur pelayaran memberikan kepastian bagi pengguna jasa transportasi laut mengenai jalur yang aman untuk dilayari, sekaligus menjadi dasar dalam penataan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran serta pengelolaan lalu lintas kapal secara lebih efektif,” tambahnya.

Sebagai bagian dari proses penyusunan dokumen penetapan, Direktorat Kenavigasian bersama Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Tanjungpinang telah melaksanakan sejumlah tahapan teknis, antara lain survei hidro-oseanografi untuk memperoleh data kedalaman perairan, kondisi dasar laut, arus, pasang surut, dan karakteristik perairan lainnya, penyusunan desain teknis alur pelayaran sesuai kebutuhan operasional kapal, kajian risiko navigasi berbasis keselamatan pelayaran, serta penyelarasan rencana penyediaan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Hukum Kementerian Perhubungan, F. Budi Prayitno, menegaskan bahwa penetapan alur pelayaran tidak hanya membutuhkan dukungan aspek teknis dan operasional, tetapi juga harus memiliki dasar hukum yang kuat guna memberikan kepastian bagi pengguna jasa transportasi laut maupun instansi terkait.

“Penetapan alur pelayaran pada hakikatnya merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin keselamatan pelayaran. Melalui penetapan tersebut, negara memberikan kepastian mengenai ruang pelayaran yang dapat digunakan secara aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Menurut Kepala Biro Hukum, sinkronisasi teknis menjadi tahapan penting untuk memastikan bahwa penetapan alur pelayaran didukung oleh data yang akurat, kajian yang komprehensif, dan selaras dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ia berharap Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Senayang dapat segera ditetapkan sehingga mampu meningkatkan keselamatan pelayaran, memperlancar arus logistik, serta memperkuat konektivitas wilayah Kepulauan Riau.

Hasil sinkronisasi teknis ini akan menjadi salah satu bahan penyempurnaan dokumen usulan penetapan Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Senayang sebelum diajukan untuk proses penetapan sesuai ketentuan yang berlaku. Kementerian Perhubungan berharap proses tersebut dapat berjalan dengan baik sehingga alur pelayaran dimaksud dapat segera ditetapkan dan memberikan manfaat bagi keselamatan pelayaran, kelancaran distribusi logistik, serta konektivitas maritim di Kepulauan Riau.



Sonny H. Sayangbati


Space Iklan Bawah Halaman 1

FORWAPINDO

FORWAPINDO
Forum Wartawan Pelabuhan Indonesia

Space Iklan Bawah Halaman 4