Rabu, 11 Februari 2026

RUPS LB: TETAPKAN JAJARAN KOMISARIS BARU SPJM

 





MPN News, MAKASSAR 12/02/2026 - Pemegang saham PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM), subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services, Dredging dan Shipyard (MEPS) merombak jajaran Komisaris SPJM pada 9 Februari 2026.


Pemegang saham SPJM menunjuk Hermanto sebagai Komisaris Utama SPJM menggantikan Otto Ardianto, yang tetap menjadi salah satu anggota Dewan Komisaris SPJM. SPJM juga mengangkat Irma Rahayu Nasution menjadi jajaran Dewan Komisaris SPJM.


Perubahan jajaran Dewan Komisaris SPJM ini tertuang pada Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham di Luar Rapat Umum Pemegang Saham PT Pelindo Jasa Maritim Nomor KP.03/9/2/4/RKTK/UTMA/PLND-26 dan Nomor SK.03/9/2/3/SKPR/UTMA/PSD-26 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris PT Pelindo Jasa Maritim yang ditandatangani oleh Direktur SDM dan Umum PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan Direktur Utama PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) selaku kuasa pemegang saham SPJM.


Pada keputusan ini, para pemegang saham sekaligus memberhentikan secara hormat Neil Iskandar Daulay dan Achmad Idrus selaku anggota Dewan Komisaris sebelumnya.


“Pergantian ini merupakan penyegaran jajaran manajemen Perusahaan dimana peran Dewan Komisaris sangat krusial utamanya dalam pengawasan yang ketat terhadap jalannya operasional Perusahaan. Perubahan ini diharapkan dapat semakin memperkuat fungsi organ pengawas Perusahaan baik dari sisi kebijakan maupun pengurusan Perusahaan agar nantinya dapat membantu pencapaian visi dan misi perusahaan sebagai perusahaan maritim berkelas dunia” SVP Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick menjelaskan.


Dengan adanya keputusan ini, maka susunan anggota Dewan Komisaris PT Pelindo Jasa Maritim, berlaku mulai 9 Februari 2026 sebagai berikut:


Hermanto               : Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen


Otto Ardianto          : Komisaris


Irma Rahayu Nasution: Komisaris


Eris Herryanto          : Komisaris Independen


“Seluruh insan SPJM mengucapkan terima kasih atas seluruh kontribusi dan dedikasi Bapak Neil Iskandar Daulay dan Bapak Achmad Idrus selama menjabat sebagai komisaris SPJM sekaligus selamat kepada dewan komisaris terpilih. Semoga melalui konsistensi dan dedikasi terhadap penguatan tata kelola perusahaan, akselerasi transformasi bisnis, serta upaya mendorong kinerja, SPJM mampu menjamin service excellence kepada seluruh pengguna jasa dan bersaing dikancah dunia,” tegas Tubagus




Sonny H. Sayangbati

Konsolidasi Galangan Kapal Dipimpin PT PAL Indonesia,Suguhkan Efek Domino bagi Perekonomian Nasional

 



MPN News, Surabaya, (10/2) – Kota Surabaya diproyeksikan akan menikmati multiplier effect yang signifikan seiring penunjukan PT PAL Indonesia sebagai Lead konsolidasi galangan kapal nasional. Mandat strategis ini dinilai tidak hanya memperkuat pertahanan maritim, tetapi juga menjadikan Surabaya sebagai tempat PT PAL Indonesia menjadi poros utama perputaran ekonomi industri perkapalan di Indonesia yang akan diikuti pertumbuhan ekonomi di kota lainnya.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengatakan peran PT PAL sebagai Lead konsolidasi galangan nasional akan memicu tumbuhnya industri-industri pendukung di Indonesia. Menurutnya aktivitas pembangunan kapal nasional berpotensi meningkatkan permintaan komponen pendukung, jasa logistik, hingga penyerapan tenaga kerja terampil.

“Surabaya akan menjadi titik sentral pergerakan industri maritim nasional, mulai dari manufaktur, rantai pasok, hingga penyerapan tenaga kerja,” kata Kaharuddin.Ia menegaskan, mandat yang diterima PT PAL harus dimaknai sebagai langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan industri nasional sekaligus menggerakkan ekosistem industri dalam negeri. Dalam konsolidasi ini, PT PAL tidak diposisikan sebagai kompetitor, melainkan sebagai penggerak kolaborasi galangan kapal nasional. “Kami bukan menjadi kompetitor, melainkan orkestrator bagi 22 galangan kapal nasional yang potensial, baik BUMN maupun swasta,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kaharuddin memastikan PT PAL akan melakukan supervisi dan standarisasi kapabilitas galangan nasional. Transformasi industri yang dijalankan PT PAL akan menjadi rujukan bagi galangan kapal lain di Indonesia. “Tujuannya agar seluruh industri nasional memiliki standar kompetensi yang sama dan mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.Seperti diberitakan, pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara memberikan mandat kepada PT PAL Indonesia untuk memimpin konsolidasi galangan kapal nasional guna memenuhi kebutuhan armada kapal dalam negeri. Penguatan peran tersebut ditegaskan dalam Diskusi Strategis Industri Maritim yang digelar PT PAL Indonesia, Kamis (5/2), di Jakarta.

Diskusi tersebut dihadiri para pemangku kepentingan utama sektor maritim, industri pendukung, serta perwakilan 22 galangan kapal nasional. Keterlibatan lintas pelaku industri ini menandai pendekatan terintegrasi dalam membangun kapasitas galangan kapal nasional.Dalam kesempatan itu, Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara Sigit Puji Santoso menyampaikan bahwa kebutuhan kapal nasional yang mencapai ribuan unit menuntut pendekatan industri yang terkoordinasi dan berkelanjutan.“Dengan potensi kebutuhan kapal yang sangat besar, PT PAL diposisikan sebagai anchor dan orkestrator yang akan bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari BUMN, BUMS, hingga manufaktur lokal di berbagai wilayah,” ujar Sigit.



Sonny H. Sayangbati 


Pertamina Hadirkan Green Terminal, Perkuat Ketahanan Energi Rendah Karbon






MPN News, Cilegon, 11 Februari 2026 – PT Pertamina (Persero) memulai transformasi infrastruktur energi nasional melalui inisiasi Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten. Terminal strategis yang menyuplai sekitar 35%–40% kebutuhan LPG nasional ini kini menjadi proyek percontohan pengelolaan terminal berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus operasional rendah karbon.

Langkah ini menandai fase penting transformasi hilir Pertamina. Green Terminal tidak sekadar sertifikasi fasilitas, melainkan pendekatan menyeluruh terhadap tata kelola operasional yang mengintegrasikan delapan pilar keberlanjutan, mulai dari sistem manajemen lingkungan, digitalisasi operasional, pemanfaatan peralatan ramah lingkungan, penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan limbah, hingga penguatan kapasitas SDM melalui praktik terbaik lingkungan.

Direktur Transformasi & Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono mengatakan langkah ini merupakan upaya penguatan ketahanan dan swasembada energi yang lebih berkelanjutan. 

Dia menegaskan bahwa Green Terminal merupakan bagian dari implementasi Roadmap Net Zero Emission (NZE) 2060 Pertamina, sekaligus upaya memperkuat daya saing perusahaan di tengah tuntutan global terhadap praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab.

“Transformasi ini memastikan bahwa infrastruktur energi nasional tidak hanya andal secara operasional, tetapi juga relevan dengan standar keberlanjutan global. Dengan mengintegrasikan teknologi hijau dan tata kelola yang lebih baik, Pertamina memperkuat fondasi ketahanan energi sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan risiko jangka panjang,” ujarnya.

Terminal LPG Tanjung Sekong memiliki kapasitas penyimpanan mencapai 98.000 metrik ton dan dermaga yang mampu melayani kapal hingga 65.000 DWT. Perannya sangat krusial dalam menjaga stabilitas pasokan LPG rumah tangga nasional. Transformasi di fasilitas ini menunjukkan komitmen Pertamina bahwa agenda keberlanjutan dimulai dari infrastruktur inti yang menopang ketahanan energi Indonesia.

Salah satu terobosan utama dalam inisiatif ini adalah pengembangan ekosistem Green Hydrogen. Melalui sinergi antar entitas, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) memproduksi hidrogen hijau berbasis panas bumi dari Ulubelu, yang kemudian didistribusikan oleh PT Elnusa Petrofin dan dimanfaatkan oleh PT Pertamina Energy Terminal (PET) sebagai sumber listrik rendah karbon di Tanjung Sekong. Skema ini ditargetkan mampu memenuhi hingga 25% kebutuhan listrik operasional terminal, sekaligus menurunkan emisi Scope 2 secara signifikan.

Bagi investor, inisiatif Green Terminal mencerminkan pengelolaan risiko non-finansial yang semakin terukur. Dekarbonisasi operasional tidak hanya berdampak pada pengurangan emisi, tetapi juga meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi eksposur terhadap volatilitas biaya listrik konvensional di masa depan.

Agung menjelaskan, inisiatif ini juga mencerminkan pendekatan ESG yang semakin terintegrasi dalam strategi bisnis Pertamina. Aspek Environmental diwujudkan melalui penurunan emisi dan pemanfaatan energi baru terbarukan. Aspek Social diperkuat melalui komitmen terhadap keselamatan kerja, pemberdayaan masyarakat sekitar, serta jaminan pasokan energi rumah tangga. Sementara aspek Governance tercermin dari penyederhanaan proses, penguatan pengawasan operasional, serta transparansi dalam pengukuran kinerja keberlanjutan.

“Ke depan, model Green Terminal di Tanjung Sekong akan menjadi referensi pengembangan terminal energi lainnya dalam jaringan Pertamina. Transformasi ini menegaskan bahwa keberlanjutan bukan lagi agenda tambahan, melainkan bagian dari strategi inti perusahaan dalam menjaga kedaulatan energi nasional sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan,” pungkas Agung.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.



Sonny H. Sayangbati

Selasa, 10 Februari 2026

Festival Bandeng Rawa Belong 2026

 


MPN News, Jakarta 11 Februari 2026 - Festival Bandeng ini dirayakan tidak jauh dari perayaan Imlek. Dari zaman Belanda daerah Rawa Belong yang juga terkenal dengan Jawara Betawi dan Pasar Bunganya tiap tahun merayakan festival tersebut yang bermula dari berdagang ikan Bandeng dengan berbagai ukuran besar kecil di jajakan di sekitar Rawa Belong seperti daerah Kemanggisan, Kemandoran, Gang Salam, Sukabumi Hilir dan Kebon Jeruk ini sangat ramai sekali.

Banyak etnis tinggal di daerah sekitar Rawa Belong yang juga turut memeriahkan festival rakyat tersebut, banyak dari etnis Tionghoa/China dan pribumi Betawi yang membeli ikan Bandeng tersebut untuk diolah menjadi kudapan lezat seperti Pindang Bandeng khas Betawi atau sekedar di goreng atau dibakar dan lain-lain.

Jika Anda sedang berada di Jakarta berlibur atau sekedar lewat saja , jangan lupa untuk mampir di acara tersebut yang diadakan Hari Sabtu Tanggal 14 Februari 2026 jam 8.30 pagi wib, juga akan dihadiri berbagai tokoh Betawi, Dewan Adat dan pemuka masyarakat Betawi.


Redaksi MPN News

Mudik Gratis Bersama BUMN & Pelindo Group Tahun 2026


 


Sonny H. Sayangbati / Informasi Redaksi MPN News Group


Space Iklan Bawah Halaman 1


Space Iklan Bawah Halaman 4