Selasa, 10 Maret 2026

Pencapaian Solid 2025, Pertagas Fokus Pengembangan Infrastruktur Energi Nasional Berkelanjutan

 




MPN News, Jakarta, 10 Maret 2026 – PT Pertamina Gas (“Pertagas”), bagian dari Subholding Gas PT Pertamina (Persero), membukukan kinerja operasional yang solid sepanjang 2025 dengan pertumbuhan di seluruh lini bisnis utama. Peningkatan kinerja tercermin pada segmen transportasi gas, transportasi minyak, regasifikasi, serta transportasi LPG yang masing-masing mencatatkan kenaikan volume penyaluran dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian ini didorong oleh konsistensi perusahaan dalam memperkuat konektivitas jaringan pipa dengan sumber pasokan gas utama, pengembangan infrastruktur distribusi energi yang terintegrasi di sepanjang rantai bisnis, serta peningkatan kualitas layanan bagi pelanggan di berbagai sektor industri dan komersial di Indonesia.

Sepanjang 2025, lini bisnis transportasi gas mencatatkan volume penyaluran lebih dari 1.500 MMSCFD, meningkat sekitar 4 persen dibandingkan realisasi 2024. Sementara itu, transportasi minyak mencatatkan volume penyaluran lebih dari 174 ribu BOPD, atau tumbuh sekitar 8 persen, seiring meningkatnya aktivitas hulu migas dan tambahan pasokan dari sejumlah wilayah produksi.

Pada segmen regasifikasi, volume tercatat sekitar 155 BBTUD atau meningkat sekitar 6 persen, sedangkan produksi LPG mencatatkan pertumbuhan sekitar 5 persen dengan volume penyaluran lebih dari 450 ton per hari sepanjang 2025. Pertumbuhan di seluruh lini bisnis tersebut menegaskan peran Pertagas sebagai operator infrastruktur energi midstream yang semakin strategis dalam mendukung distribusi energi nasional secara efisien dan andal.

Direktur Utama Pertagas, Indra Sembiring, mengatakan kinerja positif perusahaan juga didukung oleh ekspansi basis pelanggan di berbagai sektor, mulai dari industri strategis hingga segmen rumah tangga dan UMKM. Saat ini layanan Pertagas menjangkau lebih dari 60 pelanggan industri strategis di sektor kelistrikan, pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, dan kaca, serta lebih dari 250 ribu sambungan rumah tangga dan pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.

“Sebagai perusahaan infrastruktur midstream, Pertagas berkomitmen memastikan pasokan energi yang andal dari sumber produksi hingga ke berbagai sektor strategis nasional, mulai dari pembangkit listrik dan industri hingga kebutuhan energi rumah tangga masyarakat,” ujar Indra. Ia menambahkan bahwa distribusi energi yang efisien dan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mendukung operasional industri sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional.

Saat ini Pertagas mengoperasikan jaringan pipa gas bumi sepanjang sekitar 2.930 kilometer serta pipa transmisi minyak bumi sepanjang 605 kilometer. Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung distribusi energi bagi berbagai sektor strategis nasional. Perusahaan terus memastikan keandalan operasional jaringan tersebut melalui penguatan sistem operasi, program pemeliharaan berkelanjutan, serta optimalisasi pengelolaan aset untuk menjaga stabilitas pasokan energi.

Dari sisi kinerja keuangan, sepanjang 2025 secara konsolidasi Pertagas mencatatkan pendapatan sebesar USD 861,51 juta dengan kontribusi utama dari bidang usaha transportasi dan niaga gas bumi serta transportasi minyak bumi. Kemudian EBITDA tercatat sebesar USD 427,46 juta atau mengalami kenaikan 15,90% dan laba bersih mencatat kenaikan 21,43% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini mencerminkan fundamental perusahaan yang solid dan operasional yang efisien, namun tetap mengutamakan keandalan dan keamanan operasi.

Memasuki 2026, Pertagas menargetkan peningkatan kinerja operasional pada lini bisnis utama, di antaranya volume transportasi gas mencapai sekitar 1.600 MMSCFD serta transportasi minyak sebesar 175 ribu BOPD. Untuk mencapai target tersebut, Pertagas akan melaksanakan berbagai inisiatif yang menopang pertumbuhan volume dan pelanggan. Kemudian sebagai upaya mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan maka tahun ini nilai capex direncanakan sekitar USD 75 juta untuk pengembangan infrastruktur energi dan peningkatan keandalan jaringan di beberapa wilayah operasi. 

Salah satu proyek utama yang tengah dikembangkan adalah pembangunan pipanisasi BBM Cikampek–Plumpang sepanjang 96 kilometer, yang diharapkan dapat memperkuat sistem logistik energi nasional, menurunkan biaya distribusi, serta mengurangi emisi dari transportasi darat di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Selain itu, pasca rampungnya revitalisasi tangki F-6004 LNG Arun di Aceh, Pertagas juga akan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas tersebut guna memperkuat pasokan gas bagi sektor industri dan kelistrikan sekaligus meningkatkan peran Indonesia dalam jaringan energi regional.

“Inisiatif strategis perusahaan pada 2026 difokuskan pada penguatan infrastruktur energi, peningkatan keandalan operasional, serta optimalisasi pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih dan efisien. Melalui langkah ini, Pertagas berupaya menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Indra.

Ke depan, Pertagas juga mendorong pengembangan peluang bisnis baru melalui peningkatan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG, penguatan efisiensi operasional rantai pasok, serta pengembangan energi masa depan seperti hidrogen dan biomethane. Inisiatif tersebut diharapkan dapat memperkuat portofolio bisnis energi perusahaan sekaligus mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.

Sebagai perusahaan infrastruktur energi terintegrasi, Pertagas optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan kinerja sekaligus memperluas kontribusi dalam mendukung ketahanan energi nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di berbagai sektor yang selaras dengan Asta Cita Pemerintah.


-----------------------------


Sekilas PT Pertamina Gas (Pertagas)

Pertagas merupakan bagian dari Subholding Gas Pertamina yang didirikan pada 23 Februari 2007 untuk memenuhi ketentuan UU No. 22 tahun 2001 dan peningkatan kebutuhan komoditas gas di Indonesia. Pertagas bergerak di sektor midstream dan downstream industri energi di Indonesia yang secara berkelanjutan mengembangkan bisnisnya pada sektor energi baik gas, minyak maupun bentuk energi lainnya di seluruh Indonesia. Kegiatan usaha Pertagas didukung oleh 2 (dua) entitas Anak Usaha yaitu PT Pertagas Niaga dan PT Perta Arun Gas dan 2 (dua) entitas Joint Venture yaitu PT Perta Daya Gas dan PT Perta-Samtan Gas yang memiliki peran aktif dalam usaha Oil & Gas Transportation, Gas Sales, Terminal Usage, LPG Sales dan Facility Usage. Melalui tagline terbarunya Delivering Reliable Energy, Pertagas menggambarkan posisinya dalam bisnis transmisi dan distribusi energi di Indonesia yang telah bertransformasi sebagai penyalur sumber energi dengan memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun, dimiliki dan/atau dioperasikan oleh Pertagas dan afiliasin

ya. (www.pertagas.pertamina.com)



Sonny H. Sayangbati 

Jumat, 06 Maret 2026

Perkuat Efisiensi Layanan dan Penerimaan Negara, Kemenhub Teken Dua Perjanjian Konsesi Pengusahaan WTDP di Muara Sabak dan Sangatta

 




MPN News, JAKARTA (6/3) - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menandatangani dua Perjanjian Konsesi Pengusahaan pada Wilayah Tertentu di Perairan (WTDP) yang berfungsi sebagai pelabuhan, masing-masing di Perairan Muara Sabak, Provinsi Jambi, dan Perairan Sangatta, Provinsi Kalimantan Timur.

Penandatanganan dilaksanakan oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Muara Sabak, Boyke Aries Sonatha dengan Direktur PT Sepakat Sejahtera Selamanya, Tito Suprianto serta Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Sangatta, Herman dengan Direktur PT Bumi Laut Biru, Mas Hengky Irawan bertempat di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (06/03/2026).

Penandatanganan perjanjian tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan kepelabuhanan melalui keterlibatan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) dengan tetap mengedepankan aspek pengawasan pemerintah serta peningkatan penerimaan negara.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan pelabuhan sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional maupun daerah.

“Kami mengapresiasi penandatanganan perjanjian konsesi ini sebagai upaya meningkatkan kuantitas, kualitas, efisiensi pengelolaan dan pemeliharaan kegiatan kepelabuhanan, baik di Perairan Muara Sabak maupun di Sangatta. Kami berharap kerja sama ini memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional dan daerah serta turut mendorong pelibatan dan pemberdayaan masyarakat sekitar," ujar Dirjen Masyhud.

Dirjen Masyhud menjelaskan bahwa pemberian konsesi kepada Badan Usaha Pelabuhan merupakan mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan pelabuhan.

Ia menambahkan bahwa proses pemberian konsesi dilakukan secara transparan dan akuntabel, termasuk melalui tahapan evaluasi dan reviu dari lembaga pengawasan.

“Penandatanganan kedua perjanjian konsesi ini telah melalui berbagai tahapan, termasuk proses pelelangan serta reviu dari BPKP untuk memastikan tata kelola yang baik dan akuntabel,” jelasnya.

Untuk pengusahaan wilayah perairan yang berfungsi sebagai pelabuhan di Muara Sabak, Provinsi Jambi, konsesi diberikan kepada PT Sepakat Sejahtera Selamanya melalui mekanisme pelelangan dengan jangka waktu konsesi selama 27 tahun. Dalam skema ini, perusahaan akan memberikan kontribusi pendapatan konsesi sebesar 5 persen dari pendapatan kotor kepada negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Sementara itu, pengusahaan wilayah perairan yang berfungsi sebagai pelabuhan di Sangatta, Provinsi Kalimantan Timur, diberikan kepada PT Bumi Laut Biru, juga melalui mekanisme pelelangan, dengan jangka waktu konsesi selama 24 tahun dan pendapatan konsesi sebesar 5 persen dari pendapatan kotor. 

*Dorong Efisiensi Layanan dan Daya Saing Pelabuhan*

Dirjen Masyhud menegaskan bahwa skema konsesi ini tidak hanya berdampak pada optimalisasi pengelolaan pelabuhan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi pengguna jasa pelabuhan.

“Dengan ditandatanganinya kedua perjanjian konsesi ini, kami berharap pelayanan kepada pengguna jasa dapat semakin efisien dan berdaya saing, sekaligus menjamin terciptanya keselamatan dan keamanan pelayaran,” ujar Dirjen Masyhud.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi antara Badan Usaha Pelabuhan dengan penyelenggara pelabuhan agar operasional berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami juga meminta agar Badan Usaha Pelabuhan senantiasa berkoordinasi aktif dengan penyelenggara pelabuhan untuk memastikan seluruh persyaratan operasional dan keselamatan dapat terpenuhi dengan baik,” imbuhnya.

Pengembangan pelabuhan melalui skema konsesi merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran beserta peraturan turunannya, yang mendorong peran serta badan usaha dalam pengembangan infrastruktur maritim nasional.

“Kami berharap perjanjian konsesi ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan amanat peraturan perundang-undangan di bidang kepelabuhanan, sehingga dapat memberikan manfaat optimal bagi sektor transportasi laut dan pembangunan ekonomi nasional,” tutup Dirjen Masyhud.

Penandatanganan perjanjian konsesi tersebut turut dihadiri oleh pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, perwakilan unit kerja di Kementerian Perhubungan, serta para pihak terkait dari Badan Usaha Pelabuhan dan penyelenggara pelabuhan.



Sonny H. Sayangbati 

Kamis, 05 Maret 2026

Pendapatan Usaha Elnusa Tembus Rp14,5 Triliun di 2025, Transformasi Bisnis Berbuah Penguatan Fundamental dan Kepercayaan Pasar

 



MPN News, Jakarta, 6 Maret 2026 – PT Elnusa Tbk (Elnusa), perusahaan jasa energi terintegrasi dalam Subholding Upstream Pertamina, membukukan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 dengan pendapatan usaha mencapai Rp14,5 triliun, tumbuh sekitar 8% dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini mencerminkan konsistensi transformasi bisnis yang dijalankan Perseroan melalui penguatan operasional, efisiensi berkelanjutan, serta pengelolaan risiko yang disiplin di tengah dinamika industri energi.

Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti oleh kinerja profitabilitas yang solid. Sepanjang 2025, Elnusa mencatatkan EBITDA sebesar Rp1,5 triliun dan laba bersih Rp718 miliar, menunjukkan kemampuan Perseroan menjaga kualitas pertumbuhan sekaligus memperkuat fundamental bisnis secara berkelanjutan.

Direktur Utama Elnusa, Litta Ariesca, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari strategi transformasi yang berfokus pada penguatan kapabilitas layanan, efisiensi operasional, serta peningkatan nilai tambah bagi pelanggan. “Dalam beberapa tahun terakhir, Elnusa secara konsisten memperkuat fondasi bisnis melalui peningkatan kapabilitas teknologi, optimalisasi portofolio layanan, serta disiplin operasional. Upaya tersebut menjadi kunci dalam menjaga kinerja yang sehat sekaligus memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap arah pertumbuhan Perseroan,” ujarnya.

Kinerja Elnusa didukung oleh portofolio bisnis yang terintegrasi, meliputi Jasa Hulu Migas Terintegrasi, Penjualan Barang dan Jasa Distribusi & Logistik Energi, serta Jasa Penunjang Migas. Sepanjang 2025, segmen Penjualan Barang dan Jasa Distribusi dan Logistik Energi menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 60% dari total pendapatan, diikuti Jasa Hulu Migas Terintegrasi sebesar 28%, serta Jasa Penunjang Migas sebesar 12%. Komposisi ini mencerminkan ketahanan model bisnis Elnusa yang mampu menghadirkan layanan terintegrasi dari hulu hingga hilir industri energi.

Dari sisi posisi keuangan, Perseroan mencatatkan total aset sebesar Rp10,9 triliun dan ekuitas Rp5,3 triliun, dengan arus kas operasi Rp1,7 triliun. Perseroan juga mampu menjaga Net Profit Margin di level 5,0%, yang menunjukkan kemampuan mempertahankan profitabilitas di tengah dinamika industri energi.

Kepercayaan pasar terhadap fundamental dan arah transformasi Elnusa turut tercermin pada kinerja saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia. Hingga awal Maret 2026, saham ELSA mencatatkan kenaikan signifikan secara tahunan serta mencapai level harga tertinggi sejak Perseroan melantai di bursa pada 2008. Pergerakan tersebut mencerminkan meningkatnya perhatian investor terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan Elnusa.

Penguatan persepsi pasar juga didukung oleh peningkatan peringkat kredit Perseroan oleh PEFINDO menjadi idAA+ pada 2025, Sebagai perusahaan terbuka, Elnusa terus menjunjung tinggi tata kelola perusahaan yang baik, transparansi informasi, serta komunikasi yang terbuka dengan investor dan pemangku kepentingan, sesuai dengan ketentuan regulator pasar modal.

Ke depan, Elnusa akan melanjutkan transformasi melalui penguatan inovasi, kapabilitas teknologi, serta optimalisasi sinergi dalam ekosistem Pertamina Group guna memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional. “Elnusa akan terus berfokus pada penguatan fundamental perusahaan, peningkatan kapabilitas teknologi, serta operational excellence agar dapat menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi industri energi Indonesia,” tutup Litta.**


Sekilas Elnusa (IDX: ELSA)

PT Elnusa Tbk (Elnusa) merupakan Anak Perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, bergerak dalam bidang jasa energi yang terintegrasi untuk memberikan solusi total. Ketangguhan dan inovasi telah menjadi karakter dasar Elnusa selama lebih dari 56 tahun dalam industri energi, memiliki kompetensi inti pada jasa hulu migas terintegrasi, penjualan barang dan jasa distribusi & logistik energi serta jasa penunjang migas. Lini jasa hulu migas terintegrasi meliputi jasa Geoscience & Reservoir (land, transition zone & marine serta data processing), jasa pengeboran & pemeliharaan lapangan migas (drilling & workover), jasa engineering, procurement, construction & operation maintenance (EPC-OM). Lini penjualan barang dan jasa distribusi & logistik energi meliputi jasa transportasi BBM, pengelolaan depot, dan penjualan chemical. Lini jasa penunjang migas meliputi jasa marine support, fabrikasi, hingga manajemen data. Elnusa terus berkomitmen menerapkan Tata Kelola Perusahaan sesuai dengan prinsip-prinsip GCG dan juga ESG untuk mewujudkan Perusahaan yang berdaya saing tinggi, terus tumbuh dan memberikan kebermanfaatan yang keberlanjutan untuk seluruh pemangku kepentingan. Informasi lebih lanjut dapat diakses pada www.elnusa.co.id



Sonny H. Sayangbati 

Pertamina Jaga Pasokan Energi Nasional, Perkuat Monitoring lewat Pertamina Digital Hub

 



MPN News, Jakarta, 5 Maret 2026 – PT Pertamina (Persero) menjaga pasokan energi nasional, terutama momen Ramadan dan Idulfitri 2026 dengan berbagai langkah penguatan (build-up) pasokan energi seperti BBM dan LPG. Monitoring pasokan ini dilakukan secara ketat melalui Pertamina Digital Hub, sistem pengawasan dan pengendalian pasokan energi Pertamina yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. 

Pertamina Digital Hub juga menjadi salah satu strategi Pertamina untuk menjaga level cadangan energi, supaya secara konsisten tersedia setiap waktu. 

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron menjelaskan, pemanfaatan teknologi tinggi menjadi salah satu cara Pertamina dalam mengawasi pengelolaan energi secara real time. Pertamina Digital Hub sudah terkoneksi dengan seluruh bisnis Pertamina, sehingga semua aktivitas maupun proses bisnis terpantau dengan jelas. 

“Pada fasilitas ini, Pertamina mampu memetakan kondisi pasokan dan cadangan energi di setiap rantai pasok secara kontinyu, mulai dari sektor hulu, pengolahan, pengapalan dan pengangkutan, hingga distribusi ke SPBU-SPBU Pertamina. Kami memiliki akses terhadap data dan kamera pengawasan, bahkan pergerakannya setiap detik,” jelas Baron. 

Pada sektor hulu, operasional dipastikan berjalan sesuai standar, sehingga target operasional dari masing-masing entitas dapat terjaga. 

Sementara itu, pada sektor hilir, Pertamina mampu memonitor pergerakan kapal yang membawa produk ataupun minyak mentah, atau proyeksi ketibaan pengadaan produk atau minyak mentah tersebut, untuk kemudian diolah di enam kilang Pertamina. Optimalisasi operasional kilang dalam negeri terus dilakukan guna mendukung ketahanan energi nasional. 

Penggunaan teknologi tinggi juga memudahkan Pertamina dalam memonitor ketersediaan produk di outlet penjualan, seperti BBM di SPBU. Pertamina mampu memonitor awak mobil tangki dalam proses distribusi ke SPBU, hingga memonitor jumlah stok di masing-masing SPBU. 

“Melalui satu dashboard terpadu, Pertamina dapat mengidentifikasi pergerakan konsumsi BBM dan LPG di setiap wilayah, sehingga langkah antisipatif dapat dilakukan lebih dini apabila terjadi peningkatan permintaan, kondisi cuaca ekstrem, maupun dinamika global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi,” ujarnya. 

Baron menambahkan, transformasi digital Pertamina menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Sesuai dengan aturan Pemerintah, Pertamina telah mengamankan cadangan energi nasional di atas level minimum, yakni berkisar 21 – 23 hari. Bahkan, pada produk tertentu cadangannya hingga 35 hari. 

"Acuan cadangan Pemerintah menjadi ambang batas pengamanan yang harus selalu dipertahankan. Selama distribusi dan suplai berjalan normal, stok terus mengalami pergerakan, sehingga Pertamina terus menjaga cadangan di atas level minimum. Ini menjadi langkah mitigasi risiko dan bentuk komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi," jelas Baron.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.



Sonny H. Sayangbati 

Pertamina Patra Niaga Siagakan 345 Armada Kapal, Jaga Pasokan Energi Aman Selama Ramadan Idulfitri 2026


 


MPN News, Jakarta, 5 Maret 2026 – PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Downstream Pertamina memastikan kesiapan penuh dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional selama periode Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026. Sebanyak 345 armada kapal disiagakan untuk mengamankan pasokan energi dari Indonesia Timur hingga Barat, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dan sektor industri.

Dari total armada tersebut, 266 kapal melayani pengangkutan BBM dan Avtur, 27 kapal mengangkut Crude Oil, 45 unit melayani distribusi LPG, serta 7 unit mendukung pengangkutan Petrochemical dan berperan juga sebagai Floating Storage. Armada ini mendistribusikan berbagai produk strategis seperti Pertalite, Pertamax, Pertadex, B40, Avtur, LPG, minyak mentah, hingga produk petrokimia guna memastikan kebutuhan transportasi, penerbangan, industri, dan rumah tangga tetap terpenuhi selama periode peningkatan konsumsi energi.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo menjelaskan bahwa selama Ramadan dan Idulfitri, upaya untuk menyediakan energia melalui laut ini adalah bagian dari strategi penguatan distribusi energi pada momentum nasional Ramadhan dan Idulfitri.

"Sebagai negara kepulauan, transportasi laut memegang peranan vital dalam rantai pasok energi nasional. Karena itu, kesiapan armada menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas pasokan di seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.

Sementara itu Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga, Arif Yunianto, menambahkan bahwa operasional pengangkutan melalui laut dilakukan melalui perencanaan pelayaran yang disiplin, pengawasan distribusi secara real time, serta penerapan standar HSSE yang ketat. 

“Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama Ramadan dan Idulfitri, kami menyiagakan 345 armada kapal yang beroperasi dari Indonesia Timur hingga Barat. Armada ini menjadi tulang punggung distribusi BBM, LPG, crude oil, dan produk energi lainnya agar pasokan tetap aman dan tepat waktu,” ujar Arif Yunianto.

Selain penguatan jumlah armada, Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan langkah mitigasi risiko operasional, termasuk antisipasi dinamika cuaca, pengaturan ulang rute pelayaran apabila diperlukan, serta optimalisasi terminal bongkar muat guna mempercepat suplai tambahan di wilayah dengan kebutuhan tinggi.

Dalam pelaksanaannya, Pertamina Patra Niaga turut memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Kementerian Perhubungan, termasuk otoritas pelabuhan, Kepolisian Republik Indonesia, serta instansi terkait lainnya untuk memastikan kelancaran operasional distribusi energi selama periode Satgas Ramadan dan Idulfitri.

Arif menambahkan, kesiapsiagaan tersebut merupakan bagian dari komitmen Subholding Downstream dalam menjaga ketahanan energi nasional.

“Kami memastikan seluruh armada, sistem monitoring, dan dukungan operasional bekerja optimal selama periode Satgas Ramadan dan Idulfitri. Dengan koordinasi yang solid dan pengawasan berkelanjutan, kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan tenang,” tutup Arif Yunianto.

Melalui sinergi operasional yang kuat dan kesiapsiagaan menyeluruh, Pertamina Patra Niaga terus menjaga aliran energi negeri tetap andal, aman, dan tepat waktu di seluruh penjuru Nusantara.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.



Sonny H. Sayangbati


Space Iklan Bawah Halaman 1


Space Iklan Bawah Halaman 4