Jumat, 06 Februari 2026

KKP Fasilitasi Tambak Garam Rakyat Teknologi Tunnel - SWRO Hadapi Tantangan Cuaca

 

 

MPN News, JAKARTA, (6/2) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat upaya peningkatan produksi dan kualitas garam nasional melalui penerapan Teknologi Evaporasi Pergaraman Tunnel-Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Teknologi ini merupakan inovasi terintegrasi antara tunnel garam dan mesin SWRO yang memungkinkan produksi garam berkualitas tinggi berlangsung sepanjang tahun, baik pada musim kemarau maupun musim hujan. 

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara, saat meninjau penerapan teknologi tersebut di Kabupaten Indramayu, menyampaikan bahwa penggunaan SWRO di sektor pergaraman merupakan yang pertama di Indonesia. Selain meningkatkan efisiensi dan konsistensi produksi, teknologi ini juga menghasilkan air bersih sebagai produk sampingan, yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi keterbatasan air tawar di wilayah pesisir.

Koswara menjelaskan, teknologi SWRO bekerja dengan menyaring air laut melalui proses pemisahan air tawar, senyawa garam, serta zat lain yang tidak diperlukan atau berpotensi berbahaya. Proses ini menghasilkan air laut bersih dengan kandungan natrium klorida (NaCl) murni dan tingkat kepekatan mencapai 15 derajat Baume (BE), sehingga sangat ideal untuk langsung memasuki tahap kristalisasi garam.

“Dengan kualitas bahan baku seperti ini, proses kristalisasi garam dapat berlangsung lebih singkat, sekitar tiga hingga lima hari dalam kondisi normal. Produksi menjadi lebih efisien, hasilnya pun lebih konsisten dan bermutu,” ujar Koswara dalam siaran resmi di Jakarta, Rabu (4/2).

Penerapan sistem tunnel yang terintegrasi dengan teknologi SWRO dinilai sebagai solusi tepat untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas garam nasional. Inovasi ini juga mendukung keberlanjutan usaha pergaraman rakyat, terutama dalam menghadapi tantangan cuaca yang selama ini menjadi kendala utama produksi.

Sementara itu, Ketua Koperasi Produsen Sae Nalendra Darma Raga, Kabupaten Indramayu, Carmadi, menyampaikan bahwa bantuan teknologi SWRO sangat membantu petambak garam, khususnya saat musim hujan. Menurutnya, dengan teknologi tersebut, proses produksi tetap dapat berjalan tanpa bergantung sepenuhnya pada kondisi cuaca.

“Dengan sistem tunnel dan penggunaan geomembran, garam yang dihasilkan lebih putih, bersih, dan memenuhi standar industri. Dalam waktu sekitar lima hari, kami sudah bisa memanen,” kata Carmadi.

Ia berharap dukungan teknologi ini dapat mendorong semangat petambak untuk berproduksi sepanjang tahun, sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.

Penerapan teknologi Tunnel-SWRO ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang menekankan penguatan produksi dalam negeri melalui modernisasi teknologi, peningkatan kualitas, dan pemberdayaan petambak garam. Melalui inovasi yang adaptif dan berkelanjutan, KKP optimistis swasembada garam nasional dapat tercapai dengan tetap berpihak pada kesejahteraan masyarakat pesisir.



Sonny H. Sayangbati


ASDP Perkuat Konektivitas Wakatobi untuk Wisata dan Ekonomi

MPN News,  Bau-Bau, 04 Februari 2026 – Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan kekayaan alam dan laut yang memikat dunia. Di antara ribuan pulau yang membentang dari barat hingga timur, Kepulauan Wakatobi hadir sebagai salah satu permata bahari nusantara yang terus menarik perhatian wisatawan serta menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.

Seiring potensi tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melalui Cabang Bau-Bau mengambil peran strategis dalam memperkuat konektivitas antarwilayah melalui layanan penyeberangan yang andal. Kehadiran layanan ini tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka akses distribusi barang serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah kepulauan secara berkelanjutan.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan penguatan layanan penyeberangan di lintasan Bau-Bau merupakan bagian komitmen perusahaan menghadirkan konektivitas laut optimal, khususnya bagi wilayah kepulauan 3T, yakni Tertinggal, Terdepan, dan Terluar. Menurutnya, kapal penyeberangan bukan sekadar sarana transportasi, tetapi jembatan ekonomi yang menghubungkan potensi daerah dengan peluang pasar yang lebih luas. “Kami tidak hanya menghubungkan pulau ke pulau, tetapi juga membuka peluang ekonomi masyarakat. Lintasan menuju Wakatobi menjadi contoh bagaimana konektivitas laut mampu mendukung pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Heru.

Wakatobi sendiri dikenal sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia yang berada di jantung Coral Triangle dengan kekayaan terumbu karang dan biodiversitas laut yang luar biasa. Gugusan pulau seperti Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, hingga Hoga menawarkan pengalaman wisata autentik melalui aktivitas snorkeling dan diving yang menampilkan pesona bawah laut Indonesia, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal berbasis pariwisata.

Sumber Daya Pangan

Di sisi lain, Wakatobi juga memiliki potensi sumber daya pangan yang menopang ekonomi masyarakat. Komoditas hasil laut menjadi andalan, disertai produksi pangan lokal seperti ubi kayu, jagung, dan sagu yang dikelola berkelanjutan. Kelancaran transportasi laut menjadi kunci penting dalam menjaga distribusi barang, stabilitas harga, dan kesinambungan aktivitas ekonomi di kawasan kepulauan.

General Manager ASDP Cabang Bau-Bau, Zullivan Ramadhana, menjelaskan saat ini pihaknya mengelola lima lintasan komersial dan empat belas lintasan perintis dengan dukungan empat belas unit kapal. KMP Bahteramas II dan KMP Sultan Murhum II menjadi tulang punggung layanan menuju Wakatobi melalui rute strategis Kamaru–Wanci serta Kamaru–Kaledupa–Wanci–Tomia–Binongko.

Sepanjang tahun 2025, layanan penyeberangan menuju wilayah Wakatobi telah melayani lebih dari 14 ribu penumpang serta mengangkut sekitar 10 ribu kendaraan. Capaian ini mencerminkan tingginya kebutuhan konektivitas sekaligus mempertegas peran strategis layanan penyeberangan dalam mendukung aktivitas pariwisata dan ekonomi kepulauan.

Dengan kesiapan armada dan layanan lintasan yang terus diperkuat, ASDP berkomitmen mempertegas perannya membangun konektivitas laut yang inklusif dan merata guna memperluas akses ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kesinambungan pariwisata bahari Indonesia sebagai kebanggaan nasional.


Sonny H. Sayangbati


KPK periksa eks Dirut Pertamina, Wadirut Pelindo, dan Sesmen BUMN



MPN News, 5 Februari 2026 - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Elia Massa Manik, mantan Wakil Dirut PT Pelindo (Persero) Hambra, hingga mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara Imam Apriyanto Putro sebagai saksi.

"Pemeriksaan bertempat di Gedung Merah Putih KPK atas nama EMM selaku Dirut Pertamina periode 16 Maret 2017-20 April 2018, HAM selaku mantan Wadirut Pelindo, dan IAP selaku Sesmen BUMN periode 2013-2019," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Rabu.

Budi mengatakan pemeriksaan terhadap tiga saksi tersebut untuk kebutuhan penyidikan kasus dugaan korupsi dalam kerja sama jual beli gas antara PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dengan PT Inti Alasindo Energy (IAE) tahun 2017-2021.

Berdasarkan catatan KPK, Elia Manik, Hambra, hingga Imam Apriyanto telah tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada pukul 10.04 WIB.

Sementara itu, Budi mengatakan KPK juga memanggil tiga orang saksi lainnya untuk diperiksa dalam penyidikan kasus tersebut.

Mereka adalah LS selaku Dirut PT Pertagas Niaga tahun 2016-Oktober 2021, ER selaku Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi periode 2021-2025, serta MFA selaku Kepala BPH Migas periode 2017-2021.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mereka adalah Linda Sunarti, Erika Retnowati (ER), dan M. Fanshurullah Asa (MFA).

Sebelumnya, kasus dugaan korupsi jual beli gas tersebut bermula dari pengesahan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) PT PGN Tahun 2017 pada tanggal 19 Desember 2016.

Dalam RKAP itu, tidak terdapat rencana PT PGN untuk membeli gas dari PT IAE. Namun pada tanggal 2 November 2017, terjadi penandatanganan dokumen kerja sama antara kedua perusahaan tersebut setelah melalui beberapa tahapan.

Pada tanggal 9 November 2017, PT PGN membayar uang muka sebesar 15 juta dolar Amerika Serikat.

Oleh sebab itu, dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua orang tersangka, yakni Komisaris PT IAE pada tahun 2006–2023 Iswan Ibrahim dan Direktur Komersial PT PGN periode 2016-2019 Danny Praditya.

KPK kemudian pada 1 Oktober 2025, mengumumkan mantan Dirut PT PGN Hendi Prio Santoso sebagai tersangka, dan langsung menahannya.

Pada 21 Oktober 2025, KPK mengumumkan status tersangka Komisaris Utama PT IAE Arso Sadewo, dan juga langsung menahan yang bersangkutan.

Sementara berdasarkan laporan hasil pemeriksaan investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, kerugian negara dalam tindakan tersebut mencapai 15 juta dolar AS.




Sonny H. Sayangbati



Sumber : Artikel + Foto LKBN Antara 5/1/26

Kamis, 05 Februari 2026

DJP Bongkar Dugaan Pelanggaran Pajak Tiga Wajib Pajak Industri Baja di Tangerang


MPN News
, Jakarta, 5 Februari 2026 — Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui Kanwil DJP Banten melaksanakan kegiatan penyidikan atas dugaan tindak pidana di bidang perpajakan yang melibatkan tiga Wajib Pajak badan, yaitu PT PSI, PT PSM, dan PT VPM. Ketiganya memiliki hubungan afiliasi melalui kesamaan pengurus dan/atau pemegang saham.

Penyidikan dilakukan berdasarkan hasil analisis data dan pengembangan perkara yang mengindikasikan adanya dugaan pelanggaran Pasal 39 ayat (1) huruf d Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, yaitu dengan sengaja menyampaikan Surat Pemberitahuan dan/atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap. Jenis pajak yang terkait adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada kurun waktu 2016 s.d. 2019.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, ditemukan beberapa modus operandi antara lain menggunakan rekening pribadi karyawan, pengurus, dan/atau pemegang saham untuk menyembunyikan omzet penjualan, tidak melaporkan identitas supplier yang sebenarnya dalam pelaporan pajak, serta memanipulasi dokumen penawaran barang baik dengan maupun tanpa PPN guna menghindari pemungutan PPN.

Potensi kerugian negara dari dugaan tindak pidana perpajakan yang sedang disidik tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp583,36 miliar. Nilai tersebut masih bersifat sementara dan akan terus dikembangkan seiring dengan proses penyidikan serta pengumpulan alat bukti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam proses penyidikan, DJP telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik), menyampaikan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Wajib Pajak dan Kejaksaan, serta mengajukan permohonan izin penggeledahan kepada Pengadilan Negeri Tangerang. Selanjutnya, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) DJP telah melaksanakan tindakan penggeledahan berdasarkan Surat Perintah tertanggal 28 Januari2026.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Rosmauli, menegaskan bahwa setiap proses penegakan hukum di bidang perpajakan dilaksanakan secara profesional, objektif, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, serta tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Ia juga mengimbau seluruh Wajib Pajak untuk melaksanakan kewajiban perpajakan secara benar, lengkap, dan jelas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.



Sonny H. Sayangbati

INACRAFT 2026 Dibuka, UMKM Pertamina Langsung Bukukan Penjualan Rp1,9 Miliar

MPN News, Jakarta, 5 Februari 2026 – Hari pertama penyelenggaraan The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) Februari 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) mencatat capaian membanggakan bagi UMKM binaan PT Pertamina (Persero). Dalam satu hari pembukaan, total penjualan UMKM binaan Pertamina mencapai Rp1,9 miliar, menegaskan daya saing produk UMKM nasional di pasar ritel dan bisnis.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari pembinaan UMKM yang konsisten, terarah, dan berkelanjutan.

“Penjualan senilai Rp1,9 miliar di hari pertama INACRAFT 2026 menjadi bukti bahwa UMKM binaan Pertamina memiliki kualitas produk yang kuat, mampu bersaing, serta relevan dengan kebutuhan pasar nasional maupun global. Harapannya target pameran tahun ini pencapaian UMKM akan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Baron.

Momentum ini diharapkan menjadi gerbang bagi UMKM untuk memperluas pasar, baik domestik maupun internasional. Saat ini, tercatat sekitar 200 UMKM mitra binaan Pertamina telah berhasil menembus pasar global (Go Global).

Ia menambahkan bahwa kehadiran UMKM binaan Pertamina di INACRAFT tidak semata berorientasi pada transaksi penjualan, tetapi juga pada penciptaan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan, termasuk pemberdayaan para wirausaha perempuan.

“Sesuai dengan tema INACRAFT tahun ini Exploring and Celebrating Womanpreneurs in Craft, mayoritas mitra binaan yang ikut serta dalam pameran adalah perempuan. Keterlibatan mereka adalah bentuk dukungan inklusif. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, kami melihat tren transaksi yang terus meningkat setiap tahunnya,” ujar Baron.

Salah satu contoh sukses wirausaha perempuan adalah Novita Hermawan, pemilik usaha Agrominafiber Handicraft asal Kebumen. Agrominafiber memproduksi home decor dari serat alam seperti eceng gondok dan pelepah pisang yang kini telah rutin diekspor ke Amerika Serikat.

“Ini kali kedua saya diajak Pertamina ke INACRAFT. Dampaknya sangat nyata pada networking, branding, hingga omzet kami. Pertamina benar-benar hadir memberikan dukungan nyata bagi kami pelaku usaha kecil,”ungkap Novita.

Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, saat membuka acara menyatakan bahwa INACRAFT adalah ruang strategis di mana tradisi bertemu inovasi. 

Tema yang diusung pada Inacraft 2026 ini menjadi refleksi akan peran strategis perempuan dalam subsektor kriya tanah air. Subsektor kriya memiliki posisi yang sangat strategis bagi perkembangan ekonomi Indonesia.

Data BPS tahun 2025 menunjukkan subsektor kriya merupakan kontributor ekspor terbesar kedua di ekonomi kreatif Indonesia dengan nilai 12,03 miliar USD (Januari-November 2025).

“Capaian ini menunjukkan bahwa kriya bukan hanya ekspresi budaya, tetapi penggerak perdagangan dan nilai tambah ekonomi nasional,” pungkasnya.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/



Sonny H. Sayangbati



Space Iklan Bawah Halaman 1


Space Iklan Bawah Halaman 4