Kamis, 12 Maret 2026

Pelindo Perkuat Koordinasi Lintas Instansi Jelang Puncak Arus Mudik Lebaran 2026

 



MPN News, Jakarta, 11 Maret 2026 - Menjelang Lebaran 2026, Pelindo memperkuat koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan guna mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas, khususnya di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Koordinasi tersebut melibatkan Polda Metro Jaya, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Priok, serta asosiasi-asosiasi terkait.

Langkah ini dilakukan menyusul prediksi meningkatnya mobilitas kendaraan dibandingkan tahun lalu selama periode mudik dan arus balik Lebaran yang berpotensi berdampak pada kelancaran lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama serta kawasan pelabuhan sebagai salah satu simpul penting distribusi logistik nasional. 

Direktur Lalu Lintas Polda Metrojaya, Kombes. Pol. Komarudin, S.I.K,. M.M, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan simulasi rekayasa lalu lintas jelang hari raya Idulfitri.

“Kami telah menyiapkan berbagai langkah rekayasa lalu lintas serta pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang guna memastikan arus mudik dan balik dapat berjalan dengan aman dan lancar, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya, termasuk akses menuju kawasan Pelabuhan Tanjung Priok,” ujar Komarudin.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Capt. Heru Susanto mengatakan, koordinasi lintas sektoral antara Pelindo dengan asosiasi harus selalu terjaga, terutama jika dikaitkan dengan antisipasi arus barang yang akan dikeluarkan jelang hari raya Idulfitri.

"Koordinasi lintas sektor dan stakeholder terus kami galakan terutama dengan rekan-rekan asosiasi yang berkegiatan di kawasan pelabuhan, agar pengaturan arus barang tetap terjaga selama periode arus mudik dan balik," kata Heru.

Dukungan juga disampaikan oleh pelaku usaha angkutan barang, Suwarna Chiu dari Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) Jakarta menyebut pihaknya berkomitmen untuk bersinergi mendukung langkah-langkah yang sudah ditetapkan demi kelancaran arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Untuk kami, kelancaran adalah faktor utama. Jadi, kami tentunya mendukung tiap keputusan yang dibuat, dan kami selalu siap berkoordinasi, baik dengan regulator maupun operator pelabuhan," jelas Suwarna.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Hubungan Kelembagaan Pelindo, Hendri Ginting menyampaikan bahwa Pelabuhan Tanjung Priok memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran arus logistik selama periode Lebaran.

“Berbagai langkah antisipatif telah disiapkan untuk memastikan operasional pelabuhan tetap optimal di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat,” ungkap Hendri.

Hendri kemudian menambahkan bahwa pihaknya menyiapkan sejumlah strategi, antara lain pengelolaan traffic dan kapasitas terminal untuk mengendalikan tingkat penumpukan peti kemas, pengaturan jadwal sandar kapal, serta optimalisasi operasional terminal dengan menyiapkan sejumlah buffer area atau area penyangga bagi kendaraan logistik yang menunggu giliran masuk ke kawasan pelabuhan, di antaranya di kawasan Ex Inggom, Ex JICT 2, inner road pelabuhan, serta kawasan Tanah Merdeka.

Di samping itu, Pelindo juga mengoptimalkan pemanfaatan Terminal Booking System (TBS) untuk mengatur jadwal kedatangan kendaraan logistik secara lebih tertib dan efisien, serta mengaktifkan Crisis Management Center (CMC) dan Business Continuity Management System (BCMS) guna memastikan keberlangsungan operasional selama periode angkutan Lebaran.

“Seluruh langkah ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan arus logistik tetap berjalan lancar sekaligus mendukung kelancaran lalu lintas di kawasan sekitar pelabuhan selama masa angkutan Lebaran,” tutup Hendri.



Sonny H. Sayangbati 

Tingkatkan Pengawasan, KSOP Cirebon Lakukan Penandatanganan Kesepakatan Bersama Dengan Kejaksaan Negeri Kota Cirebon

 




MPN News, CIREBON (12/3) - Dalam upaya memperkuat pengawasan serta memastikan kepastian hukum dalam pelaksanaan tugas di lingkungan pelabuhan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cirebon melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan Kejaksaan Negeri Kota Cirebon. Penandatanganan tersebut dilakukan pada hari Rabu (11/3).

Penandatanganan kesepakatan bersama tersebut dilakukan oleh Kepala Kantor KSOP Kelas II Cirebon, Ferry Anggoro Hendianto, bersama Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon, Alamsyah. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi, khususnya dalam penanganan permasalahan hukum di bidang perdata dan tata usaha negara.

Kepala Kantor KSOP Kelas II Cirebon, Ferry Anggoro Hendianto, menyampaikan bahwa kerjasama ini merupakan bagian dari komitmen untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik serta memperkuat pengawasan dalam pelaksanaan tugas di lingkungan pelabuhan.

“Penandatanganan kesepakatan bersama ini merupakan langkah penting dalam memperkuat koordinasi antara KSOP Cirebon dengan Kejaksaan Negeri Kota Cirebon, khususnya dalam penanganan persoalan hukum di bidang perdata dan tata usaha negara,” ujar Ferry.

Ia menambahkan bahwa dukungan dari Kejaksaan Negeri Kota Cirebon diharapkan dapat memberikan pendampingan hukum yang optimal bagi KSOP dalam menjalankan tugas dan fungsi kelembagaan.

“Kami sangat mengapresiasi terjalinnya kesepakatan bersama ini. Kolaborasi ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk memastikan setiap kebijakan dan langkah yang diambil berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Ferry.

Menurutnya, kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pelayanan di sektor kepelabuhanan.

“Dengan adanya sinergi ini, kami berharap pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan di lingkungan pelabuhan dapat semakin kuat, sehingga pelayanan kepada masyarakat dan pengguna jasa pelabuhan dapat berjalan dengan lebih baik,” lanjutnya.

Ferry juga menegaskan bahwa kolaborasi antara KSOP Cirebon dan Kejaksaan Negeri Kota Cirebon tidak berhenti pada penandatanganan kesepakatan bersama semata, tetapi akan terus dikembangkan dalam berbagai bentuk kerja sama ke depan.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan semakin diperkuat ke depannya. Sinergi antarinstansi merupakan kunci penting dalam mendukung pembangunan nasional dan memajukan negara,” pungkasnya.




Sonny H. Sayangbati




PT PELINDO SINERGI LOKASEVA KEMBALI MENEBARKAN KE BERKAHAN DI BULAN RAMADHAN 1447 H/2026 M MENYALURKAN 4.000 PAKET BANTUAN KEPADA MASYARAKAT DI SEaKITR WILAYAH OPERASIONAL

 




MPN News, Jakarta – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (“SPSL”) beserta anak usaha kembali menebar keberkahan di bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M melalui rangkaian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan menyalurkan lebih dari 4.000 paket bantuan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif “Pelindo Berbagi Ramadhan” oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Melalui kegiatan tersebut, Perusahaan menyalurkan bantuan melalui tiga bentuk program, yaitu pembagian paket sembako, santunan anak yatim, serta berbagi takjil bagi tenaga kerja bongkar muat (TKBM), sopir truk dan masyarakat di sekitar kawasan operasional Perusahaan.

Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Dewi Fitriyani, mengatakan bahwa bulan Ramadhan menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Ramadhan selalu menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian. Melalui berbagai program berbagi ini, kami ingin memastikan kehadiran PT Pelindo Sinergi Lokaseva tidak hanya dirasakan melalui aktivitas bisnis, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Dewi, Kamis (12/03/2026).

Menebar Kepedulian Melalui Berbagi Kebutuhan Pokok dan Santunan

Dalam rangka membantu masyarakat memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadhan, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Group menyalurkan 1.965 paket sembako kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan keluarga, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Selain itu, perusahaan juga menyalurkan lebih dari 1.000 santunan kepada anak yatim yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas sosial di bulan suci Ramadhan. Program ini diharapkan dapat memberikan dukungan serta menghadirkan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.

Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Abdul Rahman, Ketua LMK Kalibaru, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan PT Pelindo Sinergi Lokaseva.

“Ramadhan menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan berbagi dengan sesama. Kami mengapresiasi dukungan PT Pelindo Sinergi Lokaseva dalam kegiatan santunan yang sangat berarti bagi masyarakat kami. Semoga program ini akan terus berjalan di tahun-tahun selanjutnya,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Dedi yang mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Alhamdulillah, bantuan sembako ini sangat berarti bagi kami. Semoga perusahaan semakin maju dan terus membawa manfaat bagi masyarakat. Terima kasih kepada PT Pelindo Sinergi Lokaseva dan Pelindo Group,” ungkapnya haru.

Berbagi Takjil, Menggerakkan UMKM LokalDalam rangka berbagi keberkahan di bulan suci Ramadhan, PT Pelindo Sinergi Lokaseva juga membagikan 1.060 paket takjil kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional Perusahaan. Pembagian takjil ini menyasar masyarakat yang berada maupun melintas di sekitar kawasan operasional perusahaan menjelang waktu berbuka puasa.

Kegiatan berbagi takjil ini juga melibatkan pekerja PT Pelindo Sinergi Lokaseva sebagai bagian dari semangat Employee Social Responsibility (ESR). Melalui keterlibatan tersebut, perusahaan mendorong partisipasi aktif karyawan dalam berbagai kegiatan sosial sekaligus menumbuhkan kepedulian dan semangat berbagi di lingkungan kerja.

Menariknya, penyediaan menu berbuka tersebut turut melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai mitra penyedia makanan, sehingga program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima takjil, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi pelaku usaha lokal.

Salah satu pelaku UMKM yang terlibat, E. Sabik, mengaku senang dapat berpartisipasi dalam program berbagi takjil yang diinisiasi oleh PT Pelindo Sinergi Lokaseva.

“Kami sangat senang bisa dilibatkan dalam program ini. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan menu berbuka, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi UMKM seperti kami untuk tumbuh,” ujarnya.

Sebagai bagian dari Pelindo Group, PT Pelindo Sinergi Lokaseva dan anak usaha berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program TJSL yang memberikan dampak sosial nyata bagi masyarakat.

“Bagi kami, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat kami berikan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar,” tutup Dewi Fitriyani.



Sonny H. Sayangbati 

Selasa, 10 Maret 2026

Pencapaian Solid 2025, Pertagas Fokus Pengembangan Infrastruktur Energi Nasional Berkelanjutan

 




MPN News, Jakarta, 10 Maret 2026 – PT Pertamina Gas (“Pertagas”), bagian dari Subholding Gas PT Pertamina (Persero), membukukan kinerja operasional yang solid sepanjang 2025 dengan pertumbuhan di seluruh lini bisnis utama. Peningkatan kinerja tercermin pada segmen transportasi gas, transportasi minyak, regasifikasi, serta transportasi LPG yang masing-masing mencatatkan kenaikan volume penyaluran dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian ini didorong oleh konsistensi perusahaan dalam memperkuat konektivitas jaringan pipa dengan sumber pasokan gas utama, pengembangan infrastruktur distribusi energi yang terintegrasi di sepanjang rantai bisnis, serta peningkatan kualitas layanan bagi pelanggan di berbagai sektor industri dan komersial di Indonesia.

Sepanjang 2025, lini bisnis transportasi gas mencatatkan volume penyaluran lebih dari 1.500 MMSCFD, meningkat sekitar 4 persen dibandingkan realisasi 2024. Sementara itu, transportasi minyak mencatatkan volume penyaluran lebih dari 174 ribu BOPD, atau tumbuh sekitar 8 persen, seiring meningkatnya aktivitas hulu migas dan tambahan pasokan dari sejumlah wilayah produksi.

Pada segmen regasifikasi, volume tercatat sekitar 155 BBTUD atau meningkat sekitar 6 persen, sedangkan produksi LPG mencatatkan pertumbuhan sekitar 5 persen dengan volume penyaluran lebih dari 450 ton per hari sepanjang 2025. Pertumbuhan di seluruh lini bisnis tersebut menegaskan peran Pertagas sebagai operator infrastruktur energi midstream yang semakin strategis dalam mendukung distribusi energi nasional secara efisien dan andal.

Direktur Utama Pertagas, Indra Sembiring, mengatakan kinerja positif perusahaan juga didukung oleh ekspansi basis pelanggan di berbagai sektor, mulai dari industri strategis hingga segmen rumah tangga dan UMKM. Saat ini layanan Pertagas menjangkau lebih dari 60 pelanggan industri strategis di sektor kelistrikan, pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, dan kaca, serta lebih dari 250 ribu sambungan rumah tangga dan pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.

“Sebagai perusahaan infrastruktur midstream, Pertagas berkomitmen memastikan pasokan energi yang andal dari sumber produksi hingga ke berbagai sektor strategis nasional, mulai dari pembangkit listrik dan industri hingga kebutuhan energi rumah tangga masyarakat,” ujar Indra. Ia menambahkan bahwa distribusi energi yang efisien dan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mendukung operasional industri sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional.

Saat ini Pertagas mengoperasikan jaringan pipa gas bumi sepanjang sekitar 2.930 kilometer serta pipa transmisi minyak bumi sepanjang 605 kilometer. Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung distribusi energi bagi berbagai sektor strategis nasional. Perusahaan terus memastikan keandalan operasional jaringan tersebut melalui penguatan sistem operasi, program pemeliharaan berkelanjutan, serta optimalisasi pengelolaan aset untuk menjaga stabilitas pasokan energi.

Dari sisi kinerja keuangan, sepanjang 2025 secara konsolidasi Pertagas mencatatkan pendapatan sebesar USD 861,51 juta dengan kontribusi utama dari bidang usaha transportasi dan niaga gas bumi serta transportasi minyak bumi. Kemudian EBITDA tercatat sebesar USD 427,46 juta atau mengalami kenaikan 15,90% dan laba bersih mencatat kenaikan 21,43% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini mencerminkan fundamental perusahaan yang solid dan operasional yang efisien, namun tetap mengutamakan keandalan dan keamanan operasi.

Memasuki 2026, Pertagas menargetkan peningkatan kinerja operasional pada lini bisnis utama, di antaranya volume transportasi gas mencapai sekitar 1.600 MMSCFD serta transportasi minyak sebesar 175 ribu BOPD. Untuk mencapai target tersebut, Pertagas akan melaksanakan berbagai inisiatif yang menopang pertumbuhan volume dan pelanggan. Kemudian sebagai upaya mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan maka tahun ini nilai capex direncanakan sekitar USD 75 juta untuk pengembangan infrastruktur energi dan peningkatan keandalan jaringan di beberapa wilayah operasi. 

Salah satu proyek utama yang tengah dikembangkan adalah pembangunan pipanisasi BBM Cikampek–Plumpang sepanjang 96 kilometer, yang diharapkan dapat memperkuat sistem logistik energi nasional, menurunkan biaya distribusi, serta mengurangi emisi dari transportasi darat di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Selain itu, pasca rampungnya revitalisasi tangki F-6004 LNG Arun di Aceh, Pertagas juga akan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas tersebut guna memperkuat pasokan gas bagi sektor industri dan kelistrikan sekaligus meningkatkan peran Indonesia dalam jaringan energi regional.

“Inisiatif strategis perusahaan pada 2026 difokuskan pada penguatan infrastruktur energi, peningkatan keandalan operasional, serta optimalisasi pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih dan efisien. Melalui langkah ini, Pertagas berupaya menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Indra.

Ke depan, Pertagas juga mendorong pengembangan peluang bisnis baru melalui peningkatan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG, penguatan efisiensi operasional rantai pasok, serta pengembangan energi masa depan seperti hidrogen dan biomethane. Inisiatif tersebut diharapkan dapat memperkuat portofolio bisnis energi perusahaan sekaligus mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.

Sebagai perusahaan infrastruktur energi terintegrasi, Pertagas optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan kinerja sekaligus memperluas kontribusi dalam mendukung ketahanan energi nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di berbagai sektor yang selaras dengan Asta Cita Pemerintah.


-----------------------------


Sekilas PT Pertamina Gas (Pertagas)

Pertagas merupakan bagian dari Subholding Gas Pertamina yang didirikan pada 23 Februari 2007 untuk memenuhi ketentuan UU No. 22 tahun 2001 dan peningkatan kebutuhan komoditas gas di Indonesia. Pertagas bergerak di sektor midstream dan downstream industri energi di Indonesia yang secara berkelanjutan mengembangkan bisnisnya pada sektor energi baik gas, minyak maupun bentuk energi lainnya di seluruh Indonesia. Kegiatan usaha Pertagas didukung oleh 2 (dua) entitas Anak Usaha yaitu PT Pertagas Niaga dan PT Perta Arun Gas dan 2 (dua) entitas Joint Venture yaitu PT Perta Daya Gas dan PT Perta-Samtan Gas yang memiliki peran aktif dalam usaha Oil & Gas Transportation, Gas Sales, Terminal Usage, LPG Sales dan Facility Usage. Melalui tagline terbarunya Delivering Reliable Energy, Pertagas menggambarkan posisinya dalam bisnis transmisi dan distribusi energi di Indonesia yang telah bertransformasi sebagai penyalur sumber energi dengan memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun, dimiliki dan/atau dioperasikan oleh Pertagas dan afiliasin

ya. (www.pertagas.pertamina.com)



Sonny H. Sayangbati 

Jumat, 06 Maret 2026

Perkuat Efisiensi Layanan dan Penerimaan Negara, Kemenhub Teken Dua Perjanjian Konsesi Pengusahaan WTDP di Muara Sabak dan Sangatta

 




MPN News, JAKARTA (6/3) - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menandatangani dua Perjanjian Konsesi Pengusahaan pada Wilayah Tertentu di Perairan (WTDP) yang berfungsi sebagai pelabuhan, masing-masing di Perairan Muara Sabak, Provinsi Jambi, dan Perairan Sangatta, Provinsi Kalimantan Timur.

Penandatanganan dilaksanakan oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Muara Sabak, Boyke Aries Sonatha dengan Direktur PT Sepakat Sejahtera Selamanya, Tito Suprianto serta Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Sangatta, Herman dengan Direktur PT Bumi Laut Biru, Mas Hengky Irawan bertempat di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (06/03/2026).

Penandatanganan perjanjian tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan kepelabuhanan melalui keterlibatan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) dengan tetap mengedepankan aspek pengawasan pemerintah serta peningkatan penerimaan negara.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan pelabuhan sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional maupun daerah.

“Kami mengapresiasi penandatanganan perjanjian konsesi ini sebagai upaya meningkatkan kuantitas, kualitas, efisiensi pengelolaan dan pemeliharaan kegiatan kepelabuhanan, baik di Perairan Muara Sabak maupun di Sangatta. Kami berharap kerja sama ini memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional dan daerah serta turut mendorong pelibatan dan pemberdayaan masyarakat sekitar," ujar Dirjen Masyhud.

Dirjen Masyhud menjelaskan bahwa pemberian konsesi kepada Badan Usaha Pelabuhan merupakan mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan pelabuhan.

Ia menambahkan bahwa proses pemberian konsesi dilakukan secara transparan dan akuntabel, termasuk melalui tahapan evaluasi dan reviu dari lembaga pengawasan.

“Penandatanganan kedua perjanjian konsesi ini telah melalui berbagai tahapan, termasuk proses pelelangan serta reviu dari BPKP untuk memastikan tata kelola yang baik dan akuntabel,” jelasnya.

Untuk pengusahaan wilayah perairan yang berfungsi sebagai pelabuhan di Muara Sabak, Provinsi Jambi, konsesi diberikan kepada PT Sepakat Sejahtera Selamanya melalui mekanisme pelelangan dengan jangka waktu konsesi selama 27 tahun. Dalam skema ini, perusahaan akan memberikan kontribusi pendapatan konsesi sebesar 5 persen dari pendapatan kotor kepada negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Sementara itu, pengusahaan wilayah perairan yang berfungsi sebagai pelabuhan di Sangatta, Provinsi Kalimantan Timur, diberikan kepada PT Bumi Laut Biru, juga melalui mekanisme pelelangan, dengan jangka waktu konsesi selama 24 tahun dan pendapatan konsesi sebesar 5 persen dari pendapatan kotor. 

*Dorong Efisiensi Layanan dan Daya Saing Pelabuhan*

Dirjen Masyhud menegaskan bahwa skema konsesi ini tidak hanya berdampak pada optimalisasi pengelolaan pelabuhan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi pengguna jasa pelabuhan.

“Dengan ditandatanganinya kedua perjanjian konsesi ini, kami berharap pelayanan kepada pengguna jasa dapat semakin efisien dan berdaya saing, sekaligus menjamin terciptanya keselamatan dan keamanan pelayaran,” ujar Dirjen Masyhud.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi antara Badan Usaha Pelabuhan dengan penyelenggara pelabuhan agar operasional berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami juga meminta agar Badan Usaha Pelabuhan senantiasa berkoordinasi aktif dengan penyelenggara pelabuhan untuk memastikan seluruh persyaratan operasional dan keselamatan dapat terpenuhi dengan baik,” imbuhnya.

Pengembangan pelabuhan melalui skema konsesi merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran beserta peraturan turunannya, yang mendorong peran serta badan usaha dalam pengembangan infrastruktur maritim nasional.

“Kami berharap perjanjian konsesi ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan amanat peraturan perundang-undangan di bidang kepelabuhanan, sehingga dapat memberikan manfaat optimal bagi sektor transportasi laut dan pembangunan ekonomi nasional,” tutup Dirjen Masyhud.

Penandatanganan perjanjian konsesi tersebut turut dihadiri oleh pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, perwakilan unit kerja di Kementerian Perhubungan, serta para pihak terkait dari Badan Usaha Pelabuhan dan penyelenggara pelabuhan.



Sonny H. Sayangbati 


Space Iklan Bawah Halaman 1


Space Iklan Bawah Halaman 4