MPN News, JAKARTA (14/3) – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban terus mendorong percepatan pengembangan Pelabuhan Patimban sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Seminar Penyampaian Hasil Tenant Demand Survey dan Diskusi Investasi (Market Sounding Tahap Awal) terkait pengembangan dan pemanfaatan Backup Area Pelabuhan Patimban yang dilaksanakan di Jakarta, Jumat (13/3).
Kegiatan ini bertujuan memaparkan hasil survei kebutuhan tenant yang disusun oleh tim Japan International Cooperation Agency (JICA) sekaligus menjadi forum dialog strategis antara pemerintah dengan para calon investor serta pelaku usaha di sektor logistik dan kepelabuhanan.
Mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Panjaitan, menyampaikan bahwa pengembangan backup area merupakan bagian integral dari ekosistem Pelabuhan Patimban yang akan memperkuat sistem logistik nasional.
"Kementerian Perhubungan berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif di sektor kepelabuhanan. Keberhasilan pengembangan kawasan ini tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kemitraan yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan mitra strategis," ujar Lollan.
Menurutnya, forum market sounding ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan pandangan antara pemerintah dan sektor swasta dalam pengembangan kawasan pendukung pelabuhan.
"Masukan dari para calon tenant dan investor sangat penting sebagai bahan penyempurnaan konsep pengembangan kawasan sehingga langkah tindak lanjut yang disusun dapat lebih terarah dan berkelanjutan," tambahnya.
Pelabuhan Patimban diproyeksikan menjadi salah satu simpul utama logistik nasional yang mendukung kegiatan ekspor, khususnya sektor otomotif, serta distribusi barang di kawasan Jawa Barat dan sekitarnya.
Pengembangan backup area yang terintegrasi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi logistik sekaligus memperkuat daya saing pelabuhan di tingkat regional dan global.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan JICA, pejabat di lingkungan Kementerian Perhubungan, pengurus KADIN Provinsi Jawa Barat, serta para direksi perusahaan dan pimpinan asosiasi di bidang logistik dan kepelabuhanan.
Sonny H. Sayangbati
.jpg)





