Rabu, 04 Februari 2026

Perkokoh Ketersediaan Energi di Masyarakat, Pertamina Integrasikan Bisnis Hilir


MPN News, Jakarta, 4 Februari 2026 – Di tengah situasi geopolitik global dan volatilitas harga energi dunia, PT Pertamina (Persero) terus melanjutkan transformasi untuk memperkuat perannya sebagai BUMN Energi dalam menjaga ketahanan energi nasional dengan mengintegrasikan bisnis hilir ke dalam satu entitas terpadu.


Perseroan secara resmi menyatukan sub holding yang bergerak di sektor hilir yaitu PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan segmen bisnis PT Pertamina International Shipping (PIS), bergabung (merger) menjadi subholding downstream. PPN saat ini menjadi entitas penerima penggabungan. Penggabungan dimaksud dilakukan melalui proses evaluasi yang mendalam termasuk melalui tahapan benchmarking terhadap perusahaan oil company sejenis lainnya.


Penyatuan ini akan menciptakan ekosistem bisnis yang berkesinambungan, mengintegrasikan proses pengolahan bahan bakar di kilang, distribusi energi ke seluruh wilayah Indonesia, hingga pemasaran produk yang memenuhi kebutuhan masyarakat.


Dengan terintegrasinya rantai pasok hilir, Pertamina memastikan ketersediaan energi (Availability) yang lebih andal, aksesibilitas (Accessibility) yang menjangkau seluruh pelosok negeri, produk energi yang memenuhi kebutuhan masyarakat dan lingkungan (Acceptability), serta harga yang kompetitif (Affordability). Selain itu, integrasi ini mempercepat transisi energi melalui pengembangan portofolio bahan bakar rendah karbon (Sustainability).  


Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengungkapkan integrasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kepastian pasokan energi nasional, serta meningkatkan daya saing Perusahaan. Dengan sistem yang terintegrasi, koordinasi antarfungsi berjalan lebih cepat, pengambilan keputusan lebih efektif, dan investasi yang lebih optimal.


“Di tengah perubahan geopolitik, tuntutan transisi energi, dan persaingan global yang semakin ketat. Indonesia membutuhkan Pertamina yang lincah, kuat, dan terintegrasi. Ketika kilang, distribusi, dan logistik serta pemasaran bekerja sebagai satu sistem, kita dapat menghilangkan redundansi, mempercepat layanan, dan menghadirkan pasokan energi yang andal dari Sabang sampai Merauke,” ujar Simon.


Melalui Subholding Downstream, Pertamina menargetkan transformasi dalam lini bisnisnya, khususnya yang terkait dengan peningkatan pelayanan ke masyarakat. Integrasi yang dilakukan tidak akan mengganggu pelayanan terhadap masyarakat maupun terhadap mitra bisnis dan pekerja, sebaliknya menargetkan penyediaan energi yang semakin handal untuk masyarakat melalui peningkatan kolaborasi lintas divisi serta memberikan dampak yang lebih besar bagi bangsa dan generasi mendatang dengan semangat Energizing Indonesia. 


Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyatakan bahwa langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Pertamina dalam mengimplementasikan Asta Cita swasembada energi. 


"Integrasi bisnis hilir berlaku per 1 Februari 2026 ini bukan sekadar perubahan organisasi, melainkan upaya penguatan fondasi untuk menjadikan Pertamina sebagai soko guru bangsa dalam penyediaan energi. Dengan proses bisnis yang lebih efisien dan terintegrasi, kami memastikan pelayanan energi kepada masyarakat Indonesia semakin optimal dan tangguh dalam menghadapi tantangan global," tutup Baron.


Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.



Sonny H. Sayangbati

Jakarta Pertamina Enduro Siap Jalani Laga Kandang Pertama Proliga 2026, Menghadapi Jakarta Electric


MPN News, Malang, 4 Februari 2026 — Kota Malang kembali menjadi panggung persaingan Proliga. Tim voli putri Jakarta Pertamina Enduro (JPE) akan menjalani laga kandang pada lanjutan Proliga 2026 yang digelar di GOR Ken Arok, Malang, pada 5–8 Februari 2026. Pada seri ini, Jakarta Pertamina Enduro dijadwalkan menghadapi Jakarta Electric PLN Mobile pada Kamis (5/2) pukul 19.00 WIB, serta Medan Falcons pada Minggu (8/2) pukul 19.00 WIB. Dua pertandingan tersebut menjadi momen penting bagi JPE untuk menjaga persaingan di papan atas klasemen sementara. 


Sebagai salah satu kota yang kerap dipercaya menjadi tuan rumah Proliga, Malang dikenal memiliki atmosfer pertandingan yang kuat dan dukungan penonton yang meriah. Penyelenggaraan seri Proliga 2026 di Malang didukung penuh oleh Pertamina Group, mulai dari kesiapan venue dan operasional pertandingan, hingga berbagai aktivasi pendukung yang menghadirkan pengalaman menonton lebih dekat bagi penggemar voli.


Manager Corporate Brand PT Pertamina (Persero), Andar Titi Lestari, menyebut dukungan Pertamina terhadap Proliga merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam pengembangan olahraga nasional.


“Pertamina mendukung Proliga sebagai kompetisi voli tertinggi di Indonesia dan bagian dari pengembangan prestasi serta sportivitas. Melalui Jakarta Pertamina Enduro, kami ingin menghadirkan energi yang dekat dengan masyarakat, tidak hanya lewat pertandingan, tetapi juga melalui berbagai aktivitas yang menyertai Proliga di Malang,” ujar Andar.


Di luar pertandingan, berbagai aktivitas pendukung turut disiapkan Pertamina untuk membuat Proliga Malang terasa lebih menyenangkan untuk masyarakat.


“Kami membuka akses penjualan tiket secara luas, baik online melalui aplikasi MyPertamina sejak 3 Februari maupun offline di booth tiket GOR Ken Arok mulai 4 Februari, dengan harga Rp250.000 untuk VIP dan Rp100.000 untuk reguler. Di luar pertandingan, Pertamina juga menghadirkan booth interaktif serta melibatkan 22 UMKM, termasuk 10 UMKM mitra binaan kategori F&B, sebagai wujud dukungan nyata terhadap ekonomi lokal. Untuk memastikan kenyamanan penonton, pengamanan diperkuat hingga 100 personel gabungan TNI–Polri, dan seluruh sarana prasarana telah dipersiapkan maksimal hingga laga terakhir,” ujar Berno Syamsul Fisahwan, Ketua Pelaksana Tuan Rumah.


Chef de Mission Jakarta Pertamina Enduro, Werry Prayogi, menyebut performa JPE sejauh ini cukup solid dan menjanjikan di tengah persaingan ketat kompetisi Proliga 2026. “Dalam empat pekan awal, kami mencatat lima kemenangan. Posisi ini menunjukkan tim berada di jalur yang tepat, tapi setiap pertandingan tetap krusial. Bermain di Malang sebagai kandang sendiri tentu menjadi momentum penting bagi kami,” kata Werry.


Pelatih Jakarta Pertamina Enduro, Bülent KarslıoÄŸlu, mengatakan tim terus melakukan evaluasi dari seri ke seri. “Kami fokus pada konsistensi permainan, terutama di set-set penentuan, transisi defense ke offense, serta manajemen stamina pemain. Dukungan penonton di Malang akan menjadi energi tambahan, tapi disiplin permainan tetap jadi kunci,” ujarnya.


Kapten tim Jakarta Pertamina Enduro, Tisya Amallya Putri menilai laga kandang memberi atmosfer berbeda bagi para pemain. “Malang terasa spesial karena ini rumah kami. Tugas kami adalah berusaha untuk bisa tetap fokus, menjaga komunikasi, dan bermain solid sebagai satu tim untuk mencapai kemenangan bersama,” jelas Tisya.


Sementara itu, opposite hitter Megawati Hangestri Pertiwi menyebut posisi tim di papan atas membawa tanggung jawab yang besar di lapangan. “Peringkat dua di klasemen saat ini menjadi motivasi dan juga tanggung jawab. Saya dan teman-teman akan berusaha untuk mengeksekusi tiap peluang yang ada dengan baik, khususnya sebagai hitter,” ujarnya.


Jakarta Pertamina Enduro turut mendapat sejumlah dukungan dari Pertamina Group, meliputi PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), PT Pertamina Lubricants, PT Pertamina Gas Negara, PT Telkomsel (Telekomunikasi Selular), PT Patra Jasa, PT Patra Logistik, PT Pertamina Retail, PT Pelita Air Service, PT Pertamedika IHC, Speed Jersey PT SAB Indo Bandung, PT Mitra Tour & Travel, PT Pertamina Training & Consulting, serta J-connect Bank Jatim.


Melalui gelaran Proliga di Malang, Pertamina tak hanya menghadirkan hiburan olahraga berkualitas, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi, pemberdayaan UMKM, serta penyelenggaraan event yang aman.


Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.



Sonny H. Sayangbati

Senin, 02 Februari 2026

Terminal Petikemas Surabaya Perluas Dampak Sosial bagi Anak dan Lansia di Malang



MPN News, SURABAYA – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus berupaya menghadirkan peran sosial yang relevan dan berdampak melalui penyaluran bantuan kepada empat yayasan sosial yang menaungi anak-anak yatim, bayi terlantar, serta lansia di wilayah Malang. Kegiatan yang dilaksanakan pada akhir Januari ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) secara berkelanjutan, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dan peningkatan kualitas hidup kelompok rentan.


Bantuan yang disalurkan dirancang berdasarkan kebutuhan nyata masing-masing lembaga. Di Griya Lansia Kasih Anugerah, yang membina 16 lansia, dukungan TPS diarahkan untuk menciptakan lingkungan tinggal yang lebih layak dan nyaman. Penyediaan kursi lansia untuk aktivitas berjemur, kasur busa, serta perbaikan ruang bersama diharapkan dapat mendukung kesehatan fisik, kenyamanan, dan kesejahteraan psikologis para lansia dalam menjalani aktivitas sehari-hari.


Sementara itu, bagi Panti Asuhan Ar-Rahmah yang mengasuh 15 anak laki-laki dari keluarga dhuafa, bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pokok yang menopang aktivitas harian anak-anak. Dukungan ini diharapkan dapat membantu memastikan anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi, rasa aman, serta kenyamanan, sehingga dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik di tengah keterbatasan yang ada.


TPS juga menyalurkan bantuan kepada Panti Asuhan Yayasan Peduli Kasih yang menaungi 68 anak, mulai dari bayi hingga anak usia sekolah. Bantuan berupa susu bayi, perlengkapan kesehatan, bahan pangan, serta kebutuhan kebersihan rumah tangga ditujukan untuk mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini, menjaga kesehatan, serta menciptakan lingkungan pengasuhan yang lebih higienis dan aman.


Adapun di Panti Jompo Yayasan Peduli Kasih yang merawat 33 lansia dari berbagai daerah, bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan perawatan harian. Dukungan ini diharapkan dapat membantu pengelola panti dalam memberikan perawatan yang lebih layak, menjaga kesehatan, serta mempertahankan martabat para lansia dalam keseharian mereka.


Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini tidak semata-mata dilihat dari jumlah atau jenis bantuan, melainkan dari nilai kebermanfaatan yang dapat dirasakan secara langsung oleh para penerima. “Kami percaya bahwa dukungan yang tepat sasaran dapat memberikan dampak yang lebih bermakna. Melalui program TJSL, TPS berupaya menjadi mitra sosial yang peduli, mendengarkan kebutuhan, dan berkontribusi secara berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.


Erika menambahkan bahwa komitmen sosial TPS akan terus dijalankan secara konsisten sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menumbuhkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan keberlanjutan bersama masyarakat.




(Red. MPN News).


Minggu, 01 Februari 2026

Jantung Energi Jawa Barat : Rahasia Integrated Terminal Balongan Jaga Kualitas BBM Tetap Prima!


MPN News, Indramayu, 1 Februari 2026 – PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Balongan menjaga setiap liter BBM yang disalurkan ke SPBU telah melewati rangkaian pengujian kualitas yang ketat, berlapis, dan berkelanjutan. IT Balongan menjadi salah satu fasilitas hilir Pertamina, menopang distribusi energi terutama ke wilayah Jawa Barat melingkupi Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning), serta sebagian wilayah di Jawa Tengah. Selain itu, pasokan Avtur ke beberapa Depot Pengisian Pesawat Udara di wilayah Bandung dan Jakarta. 


Superintendent Fuel Receiving, Storage, and Distribution IT Balongan, Firman Nugroho, menjelaskan bahwa pengawasan mutu produk di IT Balongan dilakukan sejak awal hingga akhir proses distribusi. Setiap tahapan pergerakan diawasi melalui pengujian laboratorium guna memastikan kualitas produk tetap terjaga.


IT Balongan memiliki produk Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Bakar Khusus (BBK), yakni Pertamax, Pertamax Turbo, Biosolar, Solar, Pertadex, Avtur, serta LPG. Fasilitas ini mendapatkan suplai produk dari berbagai sumber, termasuk Refinery Unit Balongan, Cilacap, Dumai, Plaju. Produk Integrated Terminal, akan didistribusikan ke fasilitas penjualan produk Pertamina melalui lebih dari 50 mobil tangki BBM dan 90 mobil tangki LPG.  


“Setiap kali BBM berpindah, kami selalu melakukan uji laboratorium. Mulai dari sebelum produk diterima dari kilang, setelah diterima di terminal, hingga saat BBM disalurkan ke mobil tangki. Dengan cara ini, kualitas BBM terus kami pastikan,” jelas Firman Nugroho, di sela kegiatan Pertamina Media Visit di Integrated Terminal Balongan, Jumat (30/1).


Tahap pertama pengujian dilakukan sebelum BBM dikirim dari kilang-kilang Pertamina ke IT Balongan. Sampel BBM diuji oleh tim laboratorium sesuai parameter mutu yang telah ditetapkan. Setelah sampai di IT Balongan, BBM kembali diuji untuk memastikan kualitas tetap terjaga. 


Selanjutnya, saat BBM yang tersimpan dalam tangki penyimpanan IT Balongan akan dimuat dalam mobil tangki untuk pendistribusian ke SPBU, IT Balongan kembali melakukan pengambilan sampel dan uji laboratorium. Hal ini dilakukan secara rutin setiap harinya. 


Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengungkapkan, Integrated Terminal Balongan yang merupakan penopang distribusi energi di wilayah Jawa Bagian Barat, menjadi salah satu sample dari fasilitas hilir Pertamina yang tersebar di seluruh Indonesia. Komitmen Pertamina dalam menjaga kualitas dan melayani kebutuhan masyarakat menjadi semangat Perusahaan untuk terus beroperasi secara optimal. 


“Pertamina menyadari pentingnya kualitas produk. Melalui pengujian berlapis yang diterapkan pada setiap titik serah produk, kami berharap bisa menjaga kualitas produk Pertamina dan memaksimalkan pelayanan Pertamina kepada masyarakat,” tutup Baron.


Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.



Sonny H. Sayangbati

Sabtu, 31 Januari 2026

Kenal Lebih Dekat, Terminal Khusus Kilang Balongan, Penopang Distribusi Energi Indonesia


MPN News, Indramayu, Jawa Barat, 31 Januari 2025 – Di balik terjaganya pasokan energi hingga ke berbagai wilayah Indonesia, terdapat proses rantai pasok yang terencana, terukur dan berlapis. Salah satu peran penting tersebut dijalankan melalui Terminal Khusus (Tersus) atau Jetty Kilang Balongan, fasilitas milik PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) VI Balongan, yang menjadi simpul strategis penyaluran produk energi nasional, yakni Bahan Bakar Minyak (BBM), Bahan Bakar Khusus (BBK), Non BBM dan Petrokimia. 


Dari Jetty ini, pasokan energi nasional didistribusi ke beberapa wilayah di Indonesia, khususnya untuk wilayah Jakarta, Banten dan sebagian besar Jawa Bagian Barat.


Terminal Khusus Kilang Balongan berfungsi sebagai terminal sekaligus pelabuhan khusus untuk pemuatan dan distribusi produk hasil olahan kilang. Salah satu aktivitas rutin yang dilakukan adalah pemuatan produk migas ke kapal tanker, seperti proses pemuatan Avtur ke kapal Pertamina International Shipping (PIS) Cinta yang berlangsung pada Kamis (29/1).


Section Head Supply Chain & Distribution KPI RU VI Balongan, Ahmad Reza, menjelaskan, pendistribusian Avtur produksi Kilang Balongan dilakukan ke berbagai wilayah di Indonesia. Selain Jakarta dan sekitarnya juga untuk memenuhi kebutuhan kota lain, yakni Pontianak, Banjarmasin, Kotabaru, serta sejumlah daerah di kawasan Indonesia Timur, sesuai dengan kebutuhan dan perencanaan.


“Proses distribusi dimulai dari perencanaan kebutuhan, dilanjutkan dengan pemuatan sebagian produk di Terminal Khusus Balongan. Kemudian setelah seluruh proses selesai, kapal diberangkatkan ke wilayah tujuan. Seluruh tahapan kami pastikan berjalan aman dan sesuai standar operasional,” ujar Ahmad Reza.


Kilang Balongan saat ini merupakan Unit Pengolahan Minyak Mentah dengan kompleksitas tertinggi di Indonesia. Kapasitas pengolahan kilang saat ini mencapai 150 ribu barel per hari (KBPD), dengan produk hasil pengolahan yakni Gasoline, Gasoil, Avtur dan Non BBM seperti Propylene dan LPG.  


Kilang ini menjadi jantung pengolahan minyak mentah terutama di wilayah Jawa bagian Barat, karena hingga 82% hasil produksi digunakan ke Jakarta dan Jawa Barat, sisanya untuk wilayah Indonesia lainnya dan ekspor produk Decant Oil. 


Kilang Balongan juga dilengkapi dengan fasilitas Single Point Mooring (SPM) yang berada sekitar 18 kilometer dari daratan. Fasilitas ini berfungsi sebagai titik sandar kapal tanker pengangkut minyak mentah dan sebagian produk, yang selanjutnya disalurkan ke dan dari kilang melalui pipa bawah laut.


Terdapat tiga fasilitas SPM dengan kapasitas berbeda, yang mampu melayani kapal tanker berukuran mulai dari 17.500 Dead Weight Ton (DWT) hingga 165.000 DWT. Bahkan, SPM terbesar dapat menerima kapal tanker dengan muatan hingga sekitar satu juta barel, yang menjadi tulang punggung pasokan bahan baku Kilang Balongan.


Faktor cuaca dan kondisi laut menjadi perhatian utama dalam proses distribusi. Seluruh pergerakan kapal dipantau melalui sistem pelacakan GPS guna memastikan distribusi berjalan tepat waktu dan meminimalkan potensi keterlambatan.


“Setiap tahapan distribusi kami lakukan dengan pengawasan dan verifikasi berlapis, agar produk energi yang dikirim dapat sampai ke daerah tujuan dengan aman, tepat waktu, dan berkualitas,” tutup Ahmad Reza.


Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengungkapkan, Kilang Unit Balongan merupakan salah satu fasilitas hilir Pertamina. Berlokasi di Kabupaten Indramayu, kilang ini memiliki nilai strategis karena berdekatan dengan fasilitas Pertamina lainnya. 


Yakni, lapangan migas Pertamina EP dan Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) yang merupakan salah satu sumber bahan baku pengolahan di kilang. Serta, konsumen hasil pengolahan kilang Balongan seperti PT Polytama Propindo, serta Integrated Terminal Balongan yang menjadi salah satu pintu distribusi BBM dan LPG ke masyarakat. 


“Pertamina sebagai perusahaan energi terintegrasi memiliki fasilitas-fasilitas yang saling terkait yakni sektor hilir sebagai produsen migas dan sektor hilir sebagai pengolahan dan distribusi. Hal ini merupakan upaya optimalisasi infrastruktur Pertamina, sebagai wujud komitmen kami dalam melayani masyarakat Indonesia,” jelas Baron.


Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.



Sonny H. Sayangbati


Space Iklan Bawah Halaman 1


Space Iklan Bawah Halaman 4