Sonny H. Sayangbati
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melalui subholdingnya, PT Pelindo Solusi Logistik, bersama mitra Marina Development Indonesia (MDI) meresmikan pengoperasian Dock B Bali Gapura Marina, Area Pengembangan 1 Pelabuhan Benoa, Bali.
PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM), anak usaha dari Pelindo Group yang bergerak di bidang jasa pemanduan dan penundaan kapal, kembali menegaskan posisinya sebagai penyedia layanan kepelabuhanan yang unggul melalui pencapaian pada ajang CSA Awards 2025.
IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Pontianak membukukan kenaikan kinerja operasi sebesar 14,3% pada Oktober 2025 dibanding periode yang sama di tahun 2024. Volume operasi mencapai 26.275 TEUs, naik dari 22.994 TEUs pada Oktober tahun lalu.
Sonny H. Sayangbati
MPN News, JAKARTA (21/4) – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memastikan penanganan cepat terhadap pelaut Warga Negara Indonesia (WNI) yang terdampak insiden kapal MV Gold Autumn di perairan Laut Arab, termasuk fasilitasi pemulangan ke Indonesia serta pemenuhan hak-hak pelaut.
Terdapat 3 (tiga) orang Pelaut WNI yang difasilitasi pemulangannya antara lain Adhelan Azhiz Fiqih, Robi Andika Saputra, dan Farhan Setio Budi. Ketiganya tiba di Indonesia pada Minggu, 19 April 2026 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan fasilitas penjemputan oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
Penjemputan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan perusahaan keagenan dan penempatan awak kapal beserta asosiasi pelaut.
Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin, menegaskan bahwa keselamatan pelaut Indonesia merupakan prioritas utama dalam setiap penanganan keadaan darurat di sektor pelayaran.
“Dalam situasi apapun, negara memastikan pelaut Indonesia tidak dibiarkan menghadapi risiko sendiri. Penanganan dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan menyeluruh,” ujarnya.
Pendampingan dan Proses Repatriasi
Pasca evakuasi, pelaut WNI yang selamat dibawa ke Karachi, Pakistan, dan mendapat pendampingan dari perusahaan pengelola kapal, yaitu SHANGHAI DEFENG SHIPPING CO., LTD.
Seluruh dokumen perjalanan yang hilang akibat insiden tersebut kemudian diterbitkan kembali melalui koordinasi antara perwakilan RI dan pihak terkait guna memastikan kelancaran proses kepulangan ke Indonesia.
Penanganan kasus ini merupakan hasil koordinasi yang baik antara Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Perlindungan WNI, serta KJRI Karachi, yang berkomitmen dalam proses pemulangan, pemeriksaan kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar pelaut.
Rangkaian Insiden di Laut Arab
Insiden terjadi pada 8 April 2026 pukul 11.00 waktu setempat saat MV Gold Autumn berlayar di Laut Arab. Kapal mengalami serangan misil yang mengenai ruang muat nomor 4 dan memicu kebakaran pada muatan. Sekitar 15 hingga 20 menit kemudian, terjadi serangan lanjutan yang menyebabkan kerusakan pada area akomodasi serta kebakaran di anjungan.
Situasi yang semakin memburuk mendorong sebagian awak kapal melakukan evakuasi darurat menggunakan sekoci penyelamat, namun sekoci tersebut mengalami gangguan mesin sehingga awak kapal hanyut di laut terbuka.
Para awak kapal akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 19.30 waktu setempat oleh kapal MV Eunice dan dievakuasi dalam keadaan selamat.
Melihat insiden tersebut, Samsuddin menegaskan bahwa keselamatan pelaut Indonesia merupakan prioritas utama dalam setiap penanganan keadaan darurat di sektor pelayaran.
“Penanganan ini tidak hanya fokus pada evakuasi, tetapi juga memastikan seluruh hak pelaut terpenuhi, mulai dari aspek keselamatan, administrasi, hingga tanggung jawab pihak terkait,” tegas Samsuddin.
Lebih lanjut, Ditjen Perhubungan Laut menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat perlindungan pelaut Indonesia, khususnya dalam menghadapi dinamika risiko pelayaran di perairan internasional.
“Penguatan sistem perlindungan pelaut Warga Negara Indonesia (WNI) akan terus kami tingkatkan melalui pengawasan, koordinasi lintas sektor, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat,” tutupnya.
Sonny H. Sayangbati
MPN News, Subang, 21 April 2026 — Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Hermon Dekristo, bersama Kepala Kejaksaan Negeri Subang, Noordien Kusumanegara, meninjau langsung progres pembangunan Pelabuhan Patimban Fase I-2 di Kabupaten Subang, Senin (20/4).
Kunjungan tersebut diterima oleh Kepala Kantor KSOP Kelas II Patimban, Mohd Arief Agustian. Dalam peninjauan lapangan, rombongan melihat langsung pekerjaan konstruksi Terminal Kendaraan (Paket 5) dan Terminal Peti Kemas Nomor 2 (Paket 6).
Progres pembangunan kedua paket tersebut terus berjalan sesuai rencana, dengan target penyelesaian Juli 2026 untuk Paket 5 dan Oktober 2026 untuk Paket 6.
Kepala KSOP Patimban menyampaikan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui KSOP Patimban berkomitmen menyelesaikan pembangunan Pelabuhan Patimban sesuai target yang telah ditetapkan. Proyek ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diharapkan dapat memperkuat konektivitas logistik nasional.
“Penyelesaian pembangunan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kinerja operasional pelabuhan, khususnya dalam melayani ekspor-impor kendaraan, peti kemas, serta layanan kepelabuhanan lainnya,” ujar Arief.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menegaskan pentingnya pembangunan Pelabuhan Patimban dan jalan aksesnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Kejati Jawa Barat bersama Kejari Subang juga berkomitmen untuk terus mendukung dan mengawal penyelesaian proyek strategis nasional tersebut.
Sonny H. Sayangbati
MPN News, Jakarta, 21 April 2026 – Dalam industri pariwisata, peran perempuan semakin kuat sebagai penggerak
utama yang menghadirkan nilai, empati, dan inovasi. Di lingkungan Ancol Taman Impian, peran
perempuan semakin strategis dalam membentuk wajah pariwisata modern yang inklusif, berkelanjutan,
dan berdaya saing tinggi.
Di unit operasional, mulai dari pelayanan pengunjung, pengelolaan destinasi, pengembangan kreatifitas,
hingga kepemimpinan, perempuan menghadirkan perspektif yang memperkaya pengalaman wisata.
Inilah sejumlah peran kunci yang dijalankan oleh perempuan-perempuan hebat :
Dunia Fantasi Ancol : Seluruh petugas wahana akan diisi oleh perempuan yang akan
memberikan pelayanan ramah dan profesional demi pengalaman pengunjung yang
menyenangkan.
Sea World Ancol: Underwater Diver Kartini's Day - Penampilan diver perempuan (penyelaman
di Akuarium Raksasa) dengan profesionalisme dan ketangguhan.
Samudra Ancol : Para keeper perempuan akan memukau pengunjung dengan pertunjukan
mamalia laut yang edukatif dan menghibur.
Atlantis Water Adventure: Life guard perempuan akan bersiaga dan terlatih untuk menjaga
keselamatan pengunjung di seluruh wahana air.
Jakarta Bird Land: Keeper perempuan akan menjaga dan menampilkan satwa dengan penuh
kasih sayang dan profesionalisme.
Khusus di Hari Kartini ini, Ancol memberikan Promo Khusus untuk Kartini-Kartini Indonesia. Hanya
dengan 1 tiket harga Rp 121.000,- Pengunjung khusus Perempuan dapat menikmati semua unit rekreasi
(Dufan, Sea World Ancol, Samudra, Atlantis dan Jakarta Bird Land)
Syarat dan Ketentuan :
* 1 Tiket GRATIS ke SEMUA unit rekreasi (Dufan, Sea World Ancol, Samudra, Atlantis Ancol, Jakarta
Bird Land!)
* Promo ini khusus untuk para Perempuan
* Pembelian tiket secara Online: tanggal 21 - 26 April 2026 di ancol.com
* Pembelian tiket secara Offline hanya pada tanggal 26 April 2026
* Tiket digunakan untuk kunjungan tanggal 26 April 2026
* Harga belum termasuk tiket masuk gerbang Ancol (PGU) & tiket kendaraan.
Ke depan, Ancol Taman Impian berkomitmen untuk terus memperkuat kontribusi perempuan sebagai
pilar penting dalam transformasi industri wisata. Dengan semangat kolaborasi dan kesetaraan,
perempuan tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan Ancol, tetapi juga menjadi kekuatan yang
menentukan arah masa depan pariwisata Indonesia.
SELAMAT HARI KARTINI – Teruslah melayani dengan sepenuh hati dan tetaplah terseyum untuk Ancol
yang lebih baik!
Sonny H. Sayangbati
MPN News JAKARTA (21/4) — Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kualitas Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal Tahun Anggaran 2026 pada 20–22 April 2026 di Jakarta.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, kapasitas, dan kompetensi para Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal (Marine Inspector) dalam memastikan standar keselamatan pelayaran tetap terjaga sesuai ketentuan yang berlaku.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, dalam sambutannya saat membuka acara, menegaskan bahwa peran Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal sangat strategis dalam memastikan setiap kapal yang beroperasi telah memenuhi persyaratan teknis, kelaiklautan, serta standar keselamatan sesuai dengan regulasi nasional maupun konvensi internasional.
“Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal memiliki tanggung jawab penting dalam memastikan keselamatan pelayaran. Kompetensi dan integritas menjadi kunci utama agar setiap kapal yang berlayar benar-benar memenuhi standar kelaiklautan yang telah ditetapkan,” ujar Dirjen Masyhud di Jakarta, Senin (20/4).
Ia menambahkan, pelaksanaan Bimtek ini merupakan bagian dari komitmen Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk menjaga kualitas dan konsistensi pelaksanaan pemeriksaan keselamatan kapal di Indonesia.
“Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang profesional, transparan, dan berstandar tinggi demi keselamatan pelayaran Indonesia di masa mendatang,” tuturnya.
Lebih lanjut, Dirjen Masyhud menekankan pentingnya sikap adaptif dan responsif terhadap perubahan standar keselamatan kapal yang terus berkembang, guna mendukung terwujudnya visi Indonesia sebagai poros maritim dunia yang aman, selamat, dan berdaya saing tinggi.
“Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terhadap regulasi, prosedur, serta standar keselamatan yang berlaku, sekaligus mampu beradaptasi dengan dinamika dan perkembangan global di sektor maritim,” ungkapnya.
Dirjen Masyhud juga meminta seluruh jajaran Ditjen Perhubungan Laut untuk selalu menerapkan prinsip 3P dalam menjalankan tugas, yaitu Peduli Regulasi, Peduli Organisasi, dan Peduli SDM.
Sementara itu, Direktur Perkapalan dan Kepelautan Samsuddin, dalam laporannya mengungkapkan, tujuan dilaksanakannya Bimtek ini adalah untuk memberikan pembekalan teknis terkait perkembangan keselamatan kapal, baik di tingkat nasional maupun internasional guna meningkatkan profesionalisme para Marine Inspector.
“Diharapkan seluruh materi yang diperoleh dapat diimplementasikan secara optimal dalam pelaksanaan tugas pemeriksaan kapal di lapangan,” pungkasnya.
Adapun kegiatan ini diikuti oleh 385 orang perwakilan dari Direktorat Perkapalan dan Kepelautan dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut yang hadir secara luring maupun daring.
Bimtek ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran dan AMSAT, yang menyampaikan materi mengenai pengetahuan tentang update peraturan di bidang penyelenggaraan kelaiklautan kapal dan perkembangan informasi di bidang keselamatan kapal, baik nasional maupun internasional.
Sonny H. Sayangbati