Senin, 02 Februari 2026


Minggu, 01 Februari 2026

Jantung Energi Jawa Barat : Rahasia Integrated Terminal Balongan Jaga Kualitas BBM Tetap Prima!


MPN News, Indramayu, 1 Februari 2026 – PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Balongan menjaga setiap liter BBM yang disalurkan ke SPBU telah melewati rangkaian pengujian kualitas yang ketat, berlapis, dan berkelanjutan. IT Balongan menjadi salah satu fasilitas hilir Pertamina, menopang distribusi energi terutama ke wilayah Jawa Barat melingkupi Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning), serta sebagian wilayah di Jawa Tengah. Selain itu, pasokan Avtur ke beberapa Depot Pengisian Pesawat Udara di wilayah Bandung dan Jakarta. 


Superintendent Fuel Receiving, Storage, and Distribution IT Balongan, Firman Nugroho, menjelaskan bahwa pengawasan mutu produk di IT Balongan dilakukan sejak awal hingga akhir proses distribusi. Setiap tahapan pergerakan diawasi melalui pengujian laboratorium guna memastikan kualitas produk tetap terjaga.


IT Balongan memiliki produk Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Bakar Khusus (BBK), yakni Pertamax, Pertamax Turbo, Biosolar, Solar, Pertadex, Avtur, serta LPG. Fasilitas ini mendapatkan suplai produk dari berbagai sumber, termasuk Refinery Unit Balongan, Cilacap, Dumai, Plaju. Produk Integrated Terminal, akan didistribusikan ke fasilitas penjualan produk Pertamina melalui lebih dari 50 mobil tangki BBM dan 90 mobil tangki LPG.  


“Setiap kali BBM berpindah, kami selalu melakukan uji laboratorium. Mulai dari sebelum produk diterima dari kilang, setelah diterima di terminal, hingga saat BBM disalurkan ke mobil tangki. Dengan cara ini, kualitas BBM terus kami pastikan,” jelas Firman Nugroho, di sela kegiatan Pertamina Media Visit di Integrated Terminal Balongan, Jumat (30/1).


Tahap pertama pengujian dilakukan sebelum BBM dikirim dari kilang-kilang Pertamina ke IT Balongan. Sampel BBM diuji oleh tim laboratorium sesuai parameter mutu yang telah ditetapkan. Setelah sampai di IT Balongan, BBM kembali diuji untuk memastikan kualitas tetap terjaga. 


Selanjutnya, saat BBM yang tersimpan dalam tangki penyimpanan IT Balongan akan dimuat dalam mobil tangki untuk pendistribusian ke SPBU, IT Balongan kembali melakukan pengambilan sampel dan uji laboratorium. Hal ini dilakukan secara rutin setiap harinya. 


Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengungkapkan, Integrated Terminal Balongan yang merupakan penopang distribusi energi di wilayah Jawa Bagian Barat, menjadi salah satu sample dari fasilitas hilir Pertamina yang tersebar di seluruh Indonesia. Komitmen Pertamina dalam menjaga kualitas dan melayani kebutuhan masyarakat menjadi semangat Perusahaan untuk terus beroperasi secara optimal. 


“Pertamina menyadari pentingnya kualitas produk. Melalui pengujian berlapis yang diterapkan pada setiap titik serah produk, kami berharap bisa menjaga kualitas produk Pertamina dan memaksimalkan pelayanan Pertamina kepada masyarakat,” tutup Baron.


Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.



Sonny H. Sayangbati

Sabtu, 31 Januari 2026

Kenal Lebih Dekat, Terminal Khusus Kilang Balongan, Penopang Distribusi Energi Indonesia


MPN News, Indramayu, Jawa Barat, 31 Januari 2025 – Di balik terjaganya pasokan energi hingga ke berbagai wilayah Indonesia, terdapat proses rantai pasok yang terencana, terukur dan berlapis. Salah satu peran penting tersebut dijalankan melalui Terminal Khusus (Tersus) atau Jetty Kilang Balongan, fasilitas milik PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) VI Balongan, yang menjadi simpul strategis penyaluran produk energi nasional, yakni Bahan Bakar Minyak (BBM), Bahan Bakar Khusus (BBK), Non BBM dan Petrokimia. 


Dari Jetty ini, pasokan energi nasional didistribusi ke beberapa wilayah di Indonesia, khususnya untuk wilayah Jakarta, Banten dan sebagian besar Jawa Bagian Barat.


Terminal Khusus Kilang Balongan berfungsi sebagai terminal sekaligus pelabuhan khusus untuk pemuatan dan distribusi produk hasil olahan kilang. Salah satu aktivitas rutin yang dilakukan adalah pemuatan produk migas ke kapal tanker, seperti proses pemuatan Avtur ke kapal Pertamina International Shipping (PIS) Cinta yang berlangsung pada Kamis (29/1).


Section Head Supply Chain & Distribution KPI RU VI Balongan, Ahmad Reza, menjelaskan, pendistribusian Avtur produksi Kilang Balongan dilakukan ke berbagai wilayah di Indonesia. Selain Jakarta dan sekitarnya juga untuk memenuhi kebutuhan kota lain, yakni Pontianak, Banjarmasin, Kotabaru, serta sejumlah daerah di kawasan Indonesia Timur, sesuai dengan kebutuhan dan perencanaan.


“Proses distribusi dimulai dari perencanaan kebutuhan, dilanjutkan dengan pemuatan sebagian produk di Terminal Khusus Balongan. Kemudian setelah seluruh proses selesai, kapal diberangkatkan ke wilayah tujuan. Seluruh tahapan kami pastikan berjalan aman dan sesuai standar operasional,” ujar Ahmad Reza.


Kilang Balongan saat ini merupakan Unit Pengolahan Minyak Mentah dengan kompleksitas tertinggi di Indonesia. Kapasitas pengolahan kilang saat ini mencapai 150 ribu barel per hari (KBPD), dengan produk hasil pengolahan yakni Gasoline, Gasoil, Avtur dan Non BBM seperti Propylene dan LPG.  


Kilang ini menjadi jantung pengolahan minyak mentah terutama di wilayah Jawa bagian Barat, karena hingga 82% hasil produksi digunakan ke Jakarta dan Jawa Barat, sisanya untuk wilayah Indonesia lainnya dan ekspor produk Decant Oil. 


Kilang Balongan juga dilengkapi dengan fasilitas Single Point Mooring (SPM) yang berada sekitar 18 kilometer dari daratan. Fasilitas ini berfungsi sebagai titik sandar kapal tanker pengangkut minyak mentah dan sebagian produk, yang selanjutnya disalurkan ke dan dari kilang melalui pipa bawah laut.


Terdapat tiga fasilitas SPM dengan kapasitas berbeda, yang mampu melayani kapal tanker berukuran mulai dari 17.500 Dead Weight Ton (DWT) hingga 165.000 DWT. Bahkan, SPM terbesar dapat menerima kapal tanker dengan muatan hingga sekitar satu juta barel, yang menjadi tulang punggung pasokan bahan baku Kilang Balongan.


Faktor cuaca dan kondisi laut menjadi perhatian utama dalam proses distribusi. Seluruh pergerakan kapal dipantau melalui sistem pelacakan GPS guna memastikan distribusi berjalan tepat waktu dan meminimalkan potensi keterlambatan.


“Setiap tahapan distribusi kami lakukan dengan pengawasan dan verifikasi berlapis, agar produk energi yang dikirim dapat sampai ke daerah tujuan dengan aman, tepat waktu, dan berkualitas,” tutup Ahmad Reza.


Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengungkapkan, Kilang Unit Balongan merupakan salah satu fasilitas hilir Pertamina. Berlokasi di Kabupaten Indramayu, kilang ini memiliki nilai strategis karena berdekatan dengan fasilitas Pertamina lainnya. 


Yakni, lapangan migas Pertamina EP dan Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) yang merupakan salah satu sumber bahan baku pengolahan di kilang. Serta, konsumen hasil pengolahan kilang Balongan seperti PT Polytama Propindo, serta Integrated Terminal Balongan yang menjadi salah satu pintu distribusi BBM dan LPG ke masyarakat. 


“Pertamina sebagai perusahaan energi terintegrasi memiliki fasilitas-fasilitas yang saling terkait yakni sektor hilir sebagai produsen migas dan sektor hilir sebagai pengolahan dan distribusi. Hal ini merupakan upaya optimalisasi infrastruktur Pertamina, sebagai wujud komitmen kami dalam melayani masyarakat Indonesia,” jelas Baron.


Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.



Sonny H. Sayangbati

Laboratorium Kilang Balongan Jadi Garda Terdepan Penjamin Kualitas BBM Pertamina


MPN News, Indramayu, Jawa Barat, 31 Januari 2025 – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) VI Balongan terus memastikan kualitas produk bahan bakar minyak (BBM) yang dihasilkan sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan. Salah satu peran kunci dalam proses tersebut dijalankan oleh Laboratorium Kilang Balongan yang berfungsi sebagai penjamin mutu (quality assurance) seluruh produk sebelum didistribusikan ke konsumen.


Tester I CFR & Aviation RU VI Balongan, Zaeturohmah Febriyanti, menjelaskan bahwa laboratorium berperan sebagai Quality Control (QC) sekaligus Quality Assurance (QA) untuk seluruh produk kilang, dengan pengujian yang mengacu pada spesifikasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas).


“Di laboratorium, kami melakukan pengujian lebih dari 20 parameter untuk setiap produk. Parameter tersebut tidak hanya mencakup RON atau angka oktan, tetapi juga distilasi, viskositas, stabilitas oksidasi, dan parameter teknis lainnya. Seluruhnya harus memenuhi spesifikasi agar produk dinyatakan on-spec dan layak disalurkan ke konsumen,” jelas Zeturohmah, di Kilang Balongan, Jumat (30/1). 


Laboratorium Kilang Balongan melakukan pengujian terhadap berbagai produk BBM, antara lain Pertamax, Pertamax Turbo, Pertalite, Pertamina Dex, serta produk aviasi dan turunan lainnya.


Proses pengujian dimulai sejak penerimaan crude oil (minyak mentah) yang datang melalui kapal. Crude tersebut tidak langsung diolah, melainkan terlebih dahulu diuji untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi yang ditetapkan. Setelah hasil pengujian dinyatakan memenuhi standar, data disampaikan kepada bagian Refinery Business Optimization (RBO) sebagai dasar perencanaan pengolahan.


“Setelah diolah di unit proses, produk jadi kembali diuji di laboratorium untuk memastikan seluruh parameternya tetap sesuai standar sebelum didistribusikan. Selain itu, dilakukan pula monitoring secara kontinyu saat proses pengolahan terjadi untuk mendapatkan produk yang sesuai dengan spesifikasi” tambahnya.


Untuk menjamin akurasi hasil uji, Laboratorium Kilang Balongan memastikan seluruh peralatan pengujian dalam kondisi terkalibrasi, menggunakan metode uji terbaru yang mengacu pada standar internasional seperti ASTM dan UOP, serta didukung oleh personel yang tersertifikasi dan kompeten. Evaluasi metode pengujian dilakukan secara berkala setiap bulan.


Terkait pengembangan produk seperti Diesel X, laboratorium berperan sebagai penjamin kualitas, bukan sebagai tempat riset. Seluruh hasil riset dari tim process engineer diverifikasi melalui pengujian laboratorium, khususnya untuk memastikan parameter penting seperti kandungan sulfur rendah (low sulfur) telah sesuai spesifikasi. 


“Laboratorium memastikan setiap produk yang dilepas telah memenuhi standar melalui penerbitan Certificate of Quality (CoQ). Ini menjadi bukti bahwa produk benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan,” ujar Zeturohmah.


Vice President Corporate Communication Muhammad Baron mengungkapkan, dengan peran tersebut, Laboratorium Kilang Balongan menjadi garda terdepan dalam menjaga mutu dan keandalan produk BBM khususnya yang diproduksi di Kilang Balongan. 


"Keberadaan laboratorium di fasilitas Pertamina merupakan aspek penting untuk tempat inovasi dan menjaga kualitas produk. Hal ini sekaligus mendukung kelancaran distribusi energi nasional yang aman dan berkualitas bagi masyarakat," tambah Baron.


Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.



Sonny H. Sayangbati

Buktikan Komitmen Ketahanan Energi, Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Lapangan Aljazair ke Tanah Air


MPN News, Jakarta, 31 Januari 2026 – PT Pertamina (Persero) kembali membuktikan komitmennya dalam memperkuat ketahanan energi nasional dengan merealisasikan pengiriman 1 juta Barel minyak mentah dari Aljazair, Afrika Utara, menuju Indonesia. Hal ini ditandai dengan suksesnya MT Spyros bersandar di Samudra Indonesia, atau tepatnya di perairan selatan Cilacap.


Minyak mentah tersebut, berasal dari Wilayah Kerja (WK) Migas yang dikelola oleh Pertamina Internasional Eksplorasi & Produksi (PIEP) yang berada di bawah naungan Subholding Upstream Pertamina. 


Pengapalan minyak mentah ini menjadi bukti solidnya kinerja operasional PIEP dalam menghadapi tantangan teknis dan logistik di wilayah Afrika Utara.


Kapal pengangkut minyak mentah dari lapangan minyak Pertamina di Aljazair ini menuntaskan pelayaran laut lebih dari satu bulan sejak 24 Desember 2025, sebelum akhirnya bersandar di Cilacap untuk proses unloading. Saat sandar, kapal terhubung langsung dengan Control Room RU IV Cilacap, memastikan seluruh proses berjalan terpantau dan terintegrasi. Kehadiran kapal ini menjadi bukti nyata kesiapan infrastruktur Pertamina dalam menerima serta mengolah pasokan minyak mentah secara andal dan profesional.


Kegiatan penerimaan kargo perdana ini disaksikan dari tiga lokasi yang terhubung langsung, yakni Grha Pertamina di Jakarta, Control Room Refinery Unit (RU) IV Cilacap, dan lokasi operasional di Aljazair.


Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menegaskan pentingnya pengiriman minyak mentah ini sebagai babak baru operasi Pertamina di wilayah Afrika Utara setelah perpanjangan Kontrak Bagi Hasil Produksi Blok 405A yang menjamin kelangsungan operasional 25 tahun ke depan.


“Bersandarnya kapal yang telah mengarungi samudera sebulan lebih ini menjadi harapan untuk visi ketahanan energi nasional. Ini merupakan bukti nyata Pertamina dalam mewujudkan amanah Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Simon dalam sambutannya di Grha Pertamina, Jakarta.


Simon menekankan pentingnya semangat kolaborasi antar-entitas untuk memperkuat operasional dan mencapai target bersama. Menurutnya, pengapalan minyak mentah ini mencerminkan adanya sinergi antar entitas di tubuh Pertamina, melibatkan PT Pertamina Internasional EP sebagai produsen, Pertamina International Shipping sebagai pelaksana proses pengapalan, dan Kilang Pertamina Internasional sebagai pembeli dan pengelola kilang dalam negeri.


“Sinergi ini telah mampu memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok energi global, membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di kaki sendiri,” tambah Simon.

 

Pada kesempatan tersebut, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan menyampaikan bahwa kesuksesan perjalanan minyak mentah dari Aljazair ke Indonesia tidak lepas dari keringat dan kerja keras seluruh Perwira Pertamina yang berdedikasi tinggi dan berbakti kepada Tanah Air. 


“Seluruh jajaran komisaris akan terus memberikan dukungan untuk mengawal proses di Pertamina hingga minyak mentah ini mampu menjadi produk-produk yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” tegas Iriawan.


Menurutnya, peristiwa ini menunjukkan keseriusan Pertamina untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.


“Saya ucapkan selamat dan apresiasi kepada Perwira yang sudah bekerja dengan penuh dedikasi dan mengimbau agar terus melanjutkan kerja dengan produktif dan memerhatikan rambu-rambu HSSE sebagai bagian dari prinsip dan budaya kerja Pertamina,” pungkas Iriawan.


Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.



Sonny H. Sayangbati


Space Iklan Bawah Halaman 1


Space Iklan Bawah Halaman 4