Selasa, 30 Juni 2026

Kemenhub Perkuat Kualitas Lulusan Diklat Kepelautan Selaraskan Kebutuhan Industri Pelayaran


MPN News, JAKARTA (30/6) – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) maritim Indonesia melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Kualitas Lulusan Diklat Kepelautan Berbasis Kebutuhan Industri Maritim Tahun 2026 yang dilaksanakan di Jakarta pada Selasa (30/6). 

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan sistem pendidikan dan pelatihan kepelautan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan industri pelayaran nasional maupun internasional.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut yang diwakili Direktur Perkapalan dan Kepelautan Samsuddin, menegaskan bahwa forum tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga daya saing dan martabat pelaut Indonesia di tingkat global.

"Forum ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan manifestasi tanggung jawab kita bersama untuk terus menjaga dan meningkatkan martabat pelaut Indonesia di kancah internasional," ujar Samsuddin.

Ia menjelaskan bahwa sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki posisi geografis dan geopolitik yang sangat penting dalam sistem pelayaran internasional. Laut menjadi urat nadi konektivitas nasional sekaligus jalur utama perdagangan global yang membutuhkan SDM pelaut berkualitas.

Menurutnya, transformasi industri maritim global saat ini berlangsung sangat dinamis, yang ditandai dengan pergeseran paradigma dari konvensional menuju era digitalisasi dan implementasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), hingga regulasi ketat IMO terkait decarbonization dan green shipping.  

“Kondisi tersebut menuntut hadirnya pelaut yang tidak hanya memiliki sertifikat kompetensi, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi, tangguh, profesional, serta memiliki budaya keselamatan (safety culture) yang kuat,” imbuhnya.

Samsuddin menambahkan bahwa lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan memiliki peran strategis sebagai fondasi dalam mencetak SDM maritim unggul. Oleh karena itu, peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui sistem penjaminan mutu (quality assurance) yang kuat.

Dalam FGD tersebut, pembahasan difokuskan pada dua aspek utama. Pertama, evaluasi Ujian Keahlian Pelaut (UKP) agar menjadi instrumen penilaian yang semakin valid, objektif, transparan, dan akuntabel. Dengan demikian, setiap pelaut yang dinyatakan lulus benar-benar memiliki kompetensi sesuai standar nasional maupun internasional.

Kedua, harmonisasi bahan ajar diklat kepelautan agar selaras dengan kebutuhan industri maritim yang terus berkembang. Penyusunan kurikulum diharapkan tidak hanya mengikuti perkembangan regulasi, tetapi juga mengakomodasi kebutuhan nyata dunia usaha dan dunia industri sehingga lulusan memiliki kompetensi yang relevan dan mudah terserap di pasar kerja.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam menyusun rekomendasi peningkatan kualitas pendidikan kepelautan.

"Saya mengajak seluruh pihak untuk menyatukan visi dan komitmen. Setiap rekomendasi dan perubahan yang kita rumuskan hari ini akan menentukan kualitas, keselamatan, dan masa depan ribuan pelaut Indonesia yang bekerja di berbagai belahan dunia," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa dunia internasional melalui Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) telah menempatkan pelaut sebagai pekerja khusus atau Special Category of Workers, sehingga peningkatan kualitas dan kompetensi mereka merupakan bentuk penghormatan terhadap profesi yang memiliki peran vital dalam menjaga kelancaran perdagangan dunia.

Menutup sambutannya, Samsuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

"Saya menyampaikan apresiasi kepada INSA, Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, serta seluruh panitia dan peserta yang telah menginisiasi forum strategis ini. Saya berharap FGD ini menghasilkan rekomendasi yang implementatif dan mampu memperkuat kualitas lulusan diklat kepelautan Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat global," pungkasnya. 

Turut hadir Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Teknologi dan Energi, Capt. Antoni Arif Priadi, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut, Budi Rahardjo, Ketua Umum INSA, Carmelita Hartoto, jajaran Dewan Penguji Keahlian Pelaut (DPKP), para Pelaksana Ujian Keahlian Pelaut, para Direktur Politeknik Pelayaran dan Akademi Maritim serta para Praktisi Industri Maritim.



Sonny H. Sayangbati

Perkuat Layanan Keagenan Kapal, PELNI Gandeng Petani Lokal Dukung Pasok Pangan Maritim


 

MPN News, Jakarta, 30 Juni 2026 – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) terus memperkuat layanan keagenan kapal (shipping agency) melalui kerja sama strategis dengan PT Agrito Roman Bali (Plaga Farm). Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Vice President Keagenan PELNI Yusup Hanura dan Direktur PT Agrito Roman Bali I Gede Bingin Mustika pada Rabu (18/6) lalu.

Kolaborasi ini menjadi langkah PELNI dalam meningkatkan kualitas layanan keagenan kapal sekaligus mendukung pemberdayaan petani lokal melalui penguatan rantai pasok pangan maritim di Indonesia. Melalui sinergi ini, kedua belah pihak akan mengoptimalkan penyediaan kebutuhan pangan segar bagi kapal domestik maupun kapal internasional yang beroperasi dan singgah di pelabuhan-pelabuhan Indonesia.

Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda mengatakan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari transformasi layanan keagenan PELNI yang tidak hanya berfokus pada pelayanan operasional kapal, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi ekosistem maritim nasional.

"Sebagai perusahaan pelayaran nasional, PELNI terus mengembangkan layanan keagenan yang terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan kapal-kapal yang dilayani memperoleh pasokan bahan pangan segar dengan kualitas terbaik, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi produk pertanian lokal untuk masuk ke rantai pasok industri maritim," ujar Ditto.

Melalui kerja sama tersebut, PELNI akan mendukung penyediaan _fresh provisions_ berupa buah-buahan, sayur-sayuran, hingga produk daging yang memenuhi standar kualitas untuk kebutuhan kapal. Kehadiran rantai pasok yang lebih terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan keagenan sekaligus mendukung kelancaran operasional kapal selama berada di pelabuhan Indonesia.

Selain memperkuat layanan operasional, kolaborasi ini juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya petani lokal. Dengan memanfaatkan jaringan layanan keagenan dan armada PELNI, produk-produk agrikultur dalam negeri memiliki peluang yang lebih besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk kapal-kapal internasional yang beroperasi di Indonesia.

"Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi peningkatan kualitas layanan keagenan PELNI, tetapi juga bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kami ingin menciptakan ekosistem yang saling menguatkan antara sektor pelayaran dan sektor pertanian sehingga mampu menghasilkan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh pihak," tambah Ditto.

Kerja sama strategis ini mencakup optimalisasi operasional pelabuhan yang lebih efisien dan terintegrasi, penguatan rantai pasok pangan maritim, peningkatan kualitas pasokan pangan di atas kapal, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal melalui penyerapan hasil pertanian dalam negeri.

Melalui sinergi tersebut, PELNI berharap dapat terus memperkuat peran layanan keagenan sebagai bagian dari ekosistem logistik nasional, sekaligus menciptakan _multiplier effect_ bagi pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar domestik maupun internasional.


Sonny H. Sayangbati

Terminal Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat Melakukan Ekspor Perdana Peti Kema Produk Unggulan Kalbar Berupa Alumina Hydroxide



MPN News, Mempawah, 30 Juni 2026 - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, melepas ekspor perdana menggunakan peti kemas melalui Terminal Kijing, Kabupaten Mempawah, Senin (29/6). Pelepasan ini menjadi tonggak penting dalam optimalisasi Terminal Kijing sebagai pintu gerbang ekspor komoditas unggulan Kalimantan Barat sekaligus memperkuat konektivitas logistik nasional.

Pelepasan ekspor perdana tersebut ditandai dengan pengiriman peti kemas yang membawa berbagai komoditas unggulan Kalimantan Barat ke sejumlah negara tujuan. Dari Terminal Kijing, PT Borneo Alumina Indonesia mengekspor 12 peti kemas berisi Alumina Hydroxide dan PT Unicoco Industries Indonesia mengirimkan 2 peti kemas produk olahan kelapa menuju Pasir Gudang, Malaysia. 

Selain itu, PT Ferrindo mengekspor 10 peti kemas komoditas kelapa bulat menuju Yangpu, Tiongkok. Sementara dari kawasan Tayan, PT Indonesia Chemical Alumina mengirimkan 150 peti kemas menuju Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan. Momentum ini sekaligus menjadi tonggak dimulainya layanan ekspor peti kemas internasional melalui Terminal Kijing.

Ekspor perdana tersebut dilayani melalui fasilitas peti kemas yang disiapkan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 sebagai operator Terminal Kijing. Sebelumnya, pada 10 Juni 2026, terminal ini telah menerima kunjungan perdana kapal peti kemas sebagai bagian dari dimulainya layanan peti kemas di Kijing.

Kegiatan ekspor dilayani menggunakan MV WGM 256 T yang sandar di Dermaga PK 02 pada 28 Juni 2026, serta TK MMSS 2711/TB Megah 1611 yang melayani kegiatan operasional lanjutan pada 29 Juni 2026.

Gubernur mengapresiasi langkah Pelindo dalam mempercepat optimalisasi Terminal Kijing melalui penyediaan layanan peti kemas. Ia berharap Terminal Kijing berkembang menjadi sentra ekspor-impor baru yang mampu mendorong pertumbuhan investasi dan perekonomian Kalimantan Barat.

"Mari kita bersama-sama mendukung pengembangan Terminal Kijing. Pemerintah Provinsi juga terus mendorong percepatan pembangunan akses jalan menuju Kijing agar konektivitas logistik semakin baik dan investasi semakin cepat masuk ke Kalimantan Barat," kata Ria Norsan.

Di tempat yang sama, Direktur Komersial PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Farid Padang mengatakan, ekspor perdana melalui Terminal Kijing menjadi bukti bahwa pelabuhan tersebut mulai mendapat kepercayaan dari para pelaku usaha sebagai gerbang ekspor Kalimantan Barat. 

Pada pengiriman perdana ini, sebanyak 180 peti kemas diberangkatkan melalui Malaysia. Ke depan, Pelindo akan menyiapkan kapal-kapal berkapasitas lebih besar agar ekspor dapat dilakukan secara langsung ke negara-negara tujuan tanpa melalui pelabuhan transit.

"Ini menjadi langkah awal bagi kita semua. Ke depan, optimalisasi Terminal Kijing harus terus didukung melalui sinergi seluruh pihak, termasuk para pengguna jasa, dengan tetap memperhatikan mitigasi risiko operasional dan tata kelola pelabuhan agar pelayanan dapat berjalan semakin baik," katanya.

Sementara itu, Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, mengatakan ekspor perdana ini merupakan hasil sinergi antara Pelindo, pemerintah, regulator, perusahaan pelayaran, eksportir, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong optimalisasi Terminal Kijing.

"Ekspor perdana ini menjadi bukti bahwa Terminal Kijing mulai mendapatkan kepercayaan dari pelaku usaha. Kami telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk peralatan bongkar muat peti kemas, sehingga terminal ini siap memberikan layanan yang lebih efektif, efisien, dan berdaya saing," ujar Budi di Mempawah, Senin (29/6).

Menurutnya, keberadaan layanan peti kemas di Terminal Kijing diharapkan dapat memberikan alternatif bagi eksportir di Kalimantan Barat untuk mengirimkan produknya langsung melalui pelabuhan di daerah sehingga rantai distribusi menjadi lebih efisien dan biaya logistik dapat ditekan.

"Semakin banyak komoditas yang diekspor melalui Terminal Kijing, semakin besar nilai tambah yang akan dinikmati daerah. Pelabuhan tidak hanya menjadi tempat keluar masuk barang, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan daya saing wilayah. Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, regulator, perusahaan pelayaran, dan para pengguna jasa agar utilisasi Terminal Kijing terus meningkat," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Pontianak, Capt. Dwi Wahdiana, mengatakan dengan dimulainya layanan peti kemas, Terminal Kijing kini telah melayani berbagai jenis kegiatan kepelabuhanan, mulai dari curah kering, curah cair, multipurpose hingga peti kemas.

"Ini menjadi langkah awal yang baik. Ke depan seluruh pihak, termasuk pengguna jasa, perlu terus bersinergi untuk mengoptimalkan pelayanan dengan tetap memperhatikan mitigasi risiko operasional serta tata kelola pelabuhan yang semakin baik," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Mempawah, Erlina Ria Norsan, dalam beberapa kesempatan selalu mendukung optimalisasi Terminal Kijing. Karena, dengan optimalnya kinerja terminal ini, masyarakat Mempawah juga turut menuai hasil positif.

"Perekonomian di Mempawah juga akan berkembang, terlebih lagi soal peningkatan angkatan kerja dan kemudahan akses ekspor hasil bumi. Untuk itu, semua stakeholder perlu berkolaborasi, baik dari sisi operasional hingga infrastruktur penunjang," katanya. 

Dengan dimulainya layanan ekspor peti kemas ini, Terminal Kijing diharapkan semakin berperan sebagai gerbang perdagangan internasional bagi komoditas unggulan Kalimantan Barat sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan logistik maritim nasional.

Untuk mendukung kelancaran arus barang, Terminal Kijing menerapkan dua skema rute pelayaran yakni Direct Call yakni Layanan pengiriman langsung khusus untuk rute menuju Pasir Gudang, Malaysia.

Lalu ada Transshipment yaitu layanan transit melalui Pasir Gudang untuk mempercepat waktu pengiriman bagi komoditas yang menuju Tiongkok.

Hal ini kemudian menjadi babak baru dalam efisiensi logistik daerah dengan mencatatkan total nilai ekspor sebesar USD 1.206.388,36 atau setara dengan Rp21.485.153.084,45.



Sonny H. Sayangbati

Senin, 29 Juni 2026

PT Pelindo ( (Persero) Regional 2 Sunda Kelapa Melakukan Program Lestari Penghijauan Massal Di Daerah Penjaringan dan Sekitarnya


 

MPN News, Jakarta 29 Juni 2026 – PT Pelindo (Persero) Regional 2 Sunda Kelapa berkomitmen penuh dalam menjaga kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasionalnya. Langkah ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Program Lestari, sebuah inisiatif penghijauan massal yang diinstruksikan langsung oleh pihak Pelindo Regional.

Dalam program ini, Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa memfokuskan aksi penanaman pohon pada wilayah Ring 1 perusahaan, yang diarahkan langsung ke Kelurahan Penjaringan dan sekitarnya.

SDM Umum dan TJSL Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa, Andre, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sebanyak 250 bibit pohon untuk menghijaukan kawasan tersebut. Jenis pohon yang dipilih merupakan jenis pohon berkayu keras dan produktif, di antaranya adalah pohon mahoni, bungur, kaliptus, trembesi serta pohon mangga yang dapat memberikan manfaat lebih berupa buah-buahan.

"Nantinya, ratusan bibit pohon ini akan ditampung oleh pihak Kelurahan Penjaringan untuk kemudian didistribusikan ke area RW 04. Pemilihan lokasi ini terbilang strategis mengingat RW 04 merupakan wilayah yang memiliki Program Kampung Iklim (Proklim) dan kerap mengikuti berbagai perlombaan lingkungan," ujarnya, Senin (28/06/2026).

Andre mengatakan, pihak RW 04 juga diwajibkan untuk memonitoring serta melaporkan perkembangan hasil penanaman tersebut kembali ke pihak Pelindo. 

"Melalui program penghijauan ini, Pelindo Sunda Kelapa berharap dapat berkontribusi nyata dalam penyerapan karbon di udara, sekaligus menciptakan lingkungan Ring 1 yang lebih asri, hijau, dan sehat seiring dengan pertumbuhan pohon-pohon keras tersebut," imbuhnya.

Selain fokus pada isu lingkungan, Pelindo Sunda Kelapa juga tengah bersiap menunaikan tanggung jawab sosialnya di bidang inklusivitas.

Setelah sukses menggelar program serupa di area Penjaringan, Pelindo kini bersiap meluncurkan program pemberdayaan untuk penyandang disabilitas (difabel) di wilayah Kelurahan Ancol dan sekitarnya, seperti Pademangan.

Program yang rencananya akan dieksekusi pada bulan Juli mendatang ini mengalami peningkatan kuota penerima manfaat. Jika pada periode sebelumnya di Penjaringan hanya mendapat 5 orang peserta, kali ini Pelindo memperluas jangkauannya menjadi 8 orang penerima manfaat di wilayah Ancol dan Pademangan.



Sonny H. Sayangbati

Jumat, 26 Juni 2026

Pelindo Regional 2 Perkuat Kompetensi Insan Humas Hadapi Dinamika Komunikasi Digital


 


MPN News, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 menggelar Forum Kehumasan Regional 2 sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kapasitas insan humas dalam menghadapi perkembangan lanskap komunikasi yang semakin dinamis di era digital.

Kegiatan yang digelar di Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia, Ciawi 24-25 Juni  ini diikuti oleh perwakilan kehumasan dari seluruh cabang di lingkungan Pelindo Regional 2 tersebut menjadi sarana pembelajaran dan berbagi pengalaman dalam memperkuat fungsi komunikasi perusahaan.

Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, mengatakan bahwa peran humas saat ini semakin strategis karena tidak hanya bertugas menyampaikan informasi perusahaan, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang kredibel dan bernilai.

“Perkembangan teknologi digital membuat arus informasi bergerak semakin cepat. Karena itu, insan humas harus terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya agar mampu mengelola informasi secara profesional, akurat, dan relevan,” ujar Budi melalui keterangan tertulis, Kamis (25/6).

Menurutnya, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pola konsumsi informasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga efektivitas komunikasi perusahaan.

Budi menambahkan bahwa Pelindo Regional 2 berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan sumber daya manusia di bidang komunikasi sebagai bagian dari transformasi perusahaan.

“Kami ingin insan humas tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga mampu menjadi strategic communicator yang memahami isu, membaca dinamika publik, dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan,” tambahnya.

Melalui forum ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai tren komunikasi digital, pengelolaan isu, strategi komunikasi korporasi, serta penguatan kapasitas kehumasan dalam mendukung tujuan bisnis perusahaan.

Pelindo Regional 2 berharap forum tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran berkelanjutan untuk menciptakan insan komunikasi yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi tantangan komunikasi di masa depan.



Sonny H. Sayangbati 


Space Iklan Bawah Halaman 1

FORWAPINDO

FORWAPINDO
Forum Wartawan Pelabuhan Indonesia

Space Iklan Bawah Halaman 4