Kamis, 26 Maret 2026

Arus Balik Ramai Lancar, 327,000 Penumpang dan 89,000 Kendaraan Kembali ke Jawa dari Sumatera

 



MPN, News, Bakauheni, 26 Maret 2026 – Pergerakan arus balik Lebaran 2026 dari Sumatera menuju Jawa mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan. Di tengah tingginya mobilitas masyarakat pascalibur Idulfitri, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan seluruh layanan penyeberangan tetap berjalan lancar, aman, dan terkendali.

Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran, secara akumulatif sejak 22 Maret hingga 25 Maret 2026 pukul 14:00 WIB (H hingga H+3), tercatat sebanyak 327,646 orang penumpang telah kembali ke Pulau Jawa. Angka ini mencapai 36,4% dibandingkan total penumpang saat arus mudik (H-10 hingga H) yang mencapai 898,864 orang.

Sementara itu, total kendaraan yang telah kembali dari Sumatera ke Jawa mencapai 89,389 unit atau sekitar 37% dibandingkan total kendaraan saat arus mudik yang tercatat sebanyak 239,920 unit. Data ini menunjukkan bahwa arus balik masih akan terus bergerak dan diperkirakan meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa perusahaan terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan arus balik serta mengoptimalkan seluruh aspek layanan. “Seiring dengan mulai terbentuknya trafik arus balik, kami memastikan operasional penyeberangan tetap berjalan lancar, baik dari sisi kesiapan armada maupun pelayanan kepada pengguna jasa. Koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar pergerakan penumpang dan kendaraan tetap terkendali,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan, ASDP telah menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari pengoperasian kapal yang disesuaikan dengan skema kepadatan, kesiapan contingency plan melalui penyediaan tugboat dan teknisi siaga 24 jam, hingga penerapan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) guna mempercepat waktu layanan saat kondisi padat.

Fasilitas Bermain Ramah Anak

Tidak hanya berfokus pada kelancaran operasional, ASDP juga menghadirkan kenyamanan tambahan bagi pengguna jasa di pelabuhan. Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa berbagai fasilitas telah disiapkan, mulai dari tenant makanan dan minuman, pusat oleh-oleh, ruang berpendingin, kursi pijat, sofa, vending machine, hingga area bermain anak.

“Kami juga menghadirkan program mudik ramah anak sebagai bentuk komitmen menghadirkan perjalanan yang lebih nyaman bagi keluarga. Di tenda layanan yang kami siapkan, penumpang anak-anak saat menunggu waktu boarding ke kapal dapat beristirahat atau bermain secara gratis dengan pendampingan petugas terlatih. Anak-anak dapat bermain games, aktivitas mewarnai gambar, bernyanyi, mendengarkan dongeng, serta mendapatkan bingkisan sebagai bentuk perhatian kami,” jelasnya. Hingga Rabu (25/3) pukul 19:00 WIB, tercatat sekitar 150 anak telah memanfaatkan program tersebut.

Pada periode H+2 Lebaran (24 Maret 2026), pergerakan dari Sumatera ke Jawa tercatat mencapai 128,821 orang atau naik 51% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total kendaraan mencapai 36,499 unit atau naik 63%. Sementara itu, pergerakan dari Jawa ke Sumatera tercatat sebanyak 47,052 penumpang atau naik 24,7%, dengan total kendaraan mencapai 10,110 unit atau naik 20,4%.

Dengan kesiapan operasional dan layanan yang terus dioptimalkan, ASDP berkomitmen menjaga kelancaran arus balik Lebaran agar setiap perjalanan pengguna jasa berjalan lancar, aman, nyaman, dan berkesan



Sonny H. Sayangbati 

Operasikan Pelabuhan 24 Jam, ASDP Perkuat Konektivitas dan Logistik di Kawasan Timur

 



MPN News, Ambon, 26 Maret 2026 – Di balik bentangan laut yang menghubungkan pulau-pulau di Indonesia Timur, terdapat denyut mobilitas masyarakat yang kian meningkat setiap musim mudik Lebaran. Dalam momentum ini, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) hadir bukan sekadar sebagai operator penyeberangan, tetapi sebagai penghubung utama yang memastikan kehidupan tetap bergerak, ekonomi terus berdenyut, dan masyarakat dapat pulang dengan aman dan nyaman.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa peningkatan pergerakan penumpang dan kendaraan di Wilayah Timur direspons dengan kesiapan yang adaptif, terintegrasi, dan berbasis kebutuhan lapangan. Kesiapan tersebut mencakup penguatan operasional, peningkatan layanan, hingga koordinasi erat dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Wilayah Timur memiliki peran strategis dalam menjaga konektivitas nasional, terutama saat mudik Lebaran. Kami memastikan tidak hanya kapasitas yang memadai, tetapi juga layanan yang responsif dan selaras dengan dinamika di lapangan,” ujar Heru.

Lebih dari itu, berbagai upaya peningkatan layanan yang dilakukan ASDP di wilayah cabang Timur telah memberikan dampak nyata. Salah satunya melalui penerapan operasional pelabuhan 24 jam selama periode Angkutan Lebaran, yang terbukti mampu meningkatkan kelancaran arus penumpang dan kendaraan, meminimalisir antrean, serta memberikan fleksibilitas waktu perjalanan bagi masyarakat. Kebijakan ini juga berkontribusi pada terjaganya distribusi logistik dan aktivitas ekonomi antarwilayah yang tetap berjalan optimal selama masa libur panjang.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan pola operasional 24 jam di sejumlah lintasan strategis. Di lintasan Hunimua–Waipirit, layanan penuh diberlakukan pada 17–18 Maret serta saat arus balik pada 28–29 Maret 2026. Langkah ini menjadi kunci dalam menjaga arus penyeberangan tetap tertib, lancar, dan terkendali di tengah lonjakan mobilitas.

Kelancaran Mobilitas

Data ASDP Cabang Ambon mencatat, sejak H-10 hingga H+2 Lebaran, lebih dari 102 ribu penumpang dan sekitar 25,000 unit kendaraan telah terlayani di lintasan tersebut, dengan dukungan operasional KMP Terubuk dan KMP Rokatenda. Angka ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat sekaligus menjadi indikator keberhasilan optimalisasi layanan yang berdampak langsung pada kelancaran mobilitas masyarakat.

Optimalisasi serupa juga dilakukan di lintasan Tampo–Torobulu. Dengan dukungan KMP Nuku, KMP Teluk Cendrawasih II, dan KMP Pulau Rubiah, layanan 24 jam diberlakukan untuk mengakomodasi sekitar 2,987 penumpang pejalan kaki dan 8,075 kendaraan sejak H-7 hingga H+2. Untuk menjaga kelancaran, dilakukan pula pengalihan operasional KMP Bahteramas II dari lintasan perintis Kamaru–Wanci ke lintasan komersial Labuan–Amolengo.

General Manager ASDP Cabang Baubau, Sullivan Ramadhana Miraza, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi antisipatif menghadapi arus balik. “Kami memproyeksikan lonjakan signifikan pada arus balik. Oleh karena itu, KMP Bahteramas II tetap dioperasikan di lintasan Labuan–Amolengo hingga H+5 sebelum kembali ke lintasan awal,” jelasnya.

Selain itu, pada lintasan Bastiong–Rum di Ternate, frekuensi layanan ditingkatkan dari tiga menjadi empat trip per hari sebagai langkah responsif dalam mengakomodasi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode mudik. Selanjutnya, pada lintasan Bastiong–Sofifi, penambahan frekuensi layanan juga dilakukan hingga sebanyak 60% dibandingkan periode sebelumnya, dengan total mobilisasi selama periode mudik sebanyak 1,747 penumpang pejalan kaki dan sekitar 823 unit kendaraan. Upaya ini dilakukan sebagai upaya strategis untuk memastikan kelancaran arus penyeberangan serta menjaga kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.

Melalui berbagai langkah tersebut, ASDP menegaskan komitmennya dalam menjaga kelancaran, ketertiban, dan kenyamanan layanan penyeberangan di Wilayah Timur. Operasional 24 jam tidak hanya menjadi strategi teknis, tetapi juga representasi kehadiran negara dalam memastikan konektivitas tetap terjaga, memperkuat integrasi wilayah, serta menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih pasti, aman, dan manusiawi bagi seluruh pengguna jasa.



Sonny H. Sayangbati 

Selasa, 24 Maret 2026

PT Pelindo Sinergi Lokaseva Lestarikan Budaya Inovasi untuk Perkuat Kinerja Berkelanjutan Lewat Program SPRINT

 


MPN News, Jakarta – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan perusahaan melalui penyelenggaraan ajang adu inovasi, SPSL Program of Innovation and Technology (SPRINT) 2025, yang mengusung tema “Ideas Built into Action”. Program inovasi tahunan tersebut mencapai puncaknya melalui tahapan final pitching dan awarding yang diselenggarakan pada 4 Maret 2026.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis SPSL, Retno Soelistianti, menegaskan bahwa SPRINT merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menumbuhkan budaya inovasi yang berorientasi pada kepuasan pelanggan, efisiensi proses bisnis serta pengembangan layanan/produk sehingga diharapkan dapat menjadi penguatan daya saing serta engine of growth Perusahaan kedepan.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa budaya inovasi semakin melekat di lingkungan kerja dengan tetap mengedepankan customer centricity, efisiensi proses bisnis serta pengembangan layanan/produk. Kami berharap lahir ide-ide yang semakin kreatif dan aplikatif, baik dalam pengembangan model bisnis, peningkatan efisiensi operasional maupun penguatan layanan. Setiap inovasi tersebut akan menjadi bagian penting dalam mendorong kinerja perusahaan serta memberikan nilai tambah bagi pelanggan,” ungkap Retno, Rabu (25/03/2026).

Inovasi Pekerja Jadi Katalisator Pertumbuhan SPRINT 2025 mencatat antusiasme yang sangat tinggi dari pekerja. Sepanjang pelaksanaan program, sebanyak 126 ide inovasi terkumpul dari SPSL dan Anak serta cucu Perusahaan. Dari ratusan ide tersebut, sebanyak 16 ide terbaik terpilih melaju ke tahap final pitching untuk dinilai jajaran Direksi.

Pada SPRINT 2025, kompetisi inovasi dibagi ke dalam tiga kategori utama, yaitu Innovation Ideation Open Category, Innovation Ideation Operational Category, dan Innovation Implementation Category. Ketiga kategori tersebut dirancang untuk menjaring gagasan inovatif yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki potensi implementasi serta mampu memberikan nilai tambah bagi peningkatan kinerja operasional maupun pengembangan bisnis Perusahaan secara berkelanjutan.

Dari tiga kategori tersebut, dua di antaranya merupakan kategori baru yang diperkenalkan pada penyelenggaraan SPRINT tahun ini, yaitu Innovation Ideation Operational Category dan Innovation Implementation Category. Innovation Ideation Operational Category difokuskan untuk mendorong ide-ide inovasi yang dapat meningkatkan layanan operasional sekaligus mendukung transformasi bisnis. Sementara untuk Innovation Implementation Category bertujuan mendorong implementasi inovasi secara mandiri dalam bentuk improvement maupun quick win di masing-masing unit kerja.

Retno menambahkan bahwa program SPRINT merupakan agenda tahunan perusahaan untuk mendorong lahirnya ide-ide inovatif yang dapat diimplementasikan serta memberikan dampak nyata bagi perusahaan.

“Memasuki penyelenggaraan yang keempat, SPRINT menjadi ruang bagi para pekerja untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya berhenti pada tahap gagasan, tetapi dapat dikembangkan hingga tahap implementasi. Melalui program ini, kami mendorong terwujudnya continuous improvement yang mampu mendukung peningkatan efisiensi operasional, kualitas layanan, serta pengembangan bisnis perusahaan. Ke depan, kami berharap SPRINT dapat memperkuat budaya inovasi yang semakin matang dan berkelanjutan di lingkungan SPSL,” tambahnya.

Komitmen manajemen terhadap program SPRINT diwujudkan melalui pendampingan dan pemantauan langsung terhadap sejumlah ide terpilih agar dapat dikembangkan dan diimplementasikan, baik di lingkungan SPSL maupun di seluruh anak dan cucu perusahaan. Inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita Bidang SDM, yaitu pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Perusahaan meyakini bahwa SDM merupakan kunci keberhasilan transformasi sekaligus penggerak pertumbuhan yang berkelanjutan.

Pada rangkaian puncak kegiatan SPRINT 2025, SPSL juga menghadirkan Sprint Talk dengan narasumber yang berpengalaman di bidang Digital Business agar para peserta mendapatkan wawasan mengenai pentingnya inovasi, adaptasi teknologi, serta pengembangan ekosistem digital dalam menghadapi dinamika bisnis yang semakin kompetitif.

Ke depan, program SPRINT diharapkan dapat semakin memperkuat budaya inovasi sekaligus mendukung transformasi bisnis perusahaan menuju Perusahaan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing dalam pengelolaan layanan pendukung kepelabuhanan dan pengembangan kawasan yang terintegrasi dengan Pelabuhan.



Sonny H. Sayangbati

Senin, 23 Maret 2026

KSOP Muara Angke Kerahkan 10 Personel, Multi Instansi Bersinergi Amankan Angkutan Laut Lebaran



MPN News, JAKARTA (23/3) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Muara Angke Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memperketat pengawasan angkutan laut selama periode libur Lebaran di Dermaga Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara. Langkah ini dilakukan guna memastikan perjalanan masyarakat menuju Kepulauan Seribu berlangsung aman, nyaman, dan kondusif di tengah meningkatnya mobilitas penumpang.

Di bawah koordinasi Kepala Kantor KSOP Kelas IV Muara Angke, Cahyo Eko Putranto, sebanyak 10 personel KSOP Muara Angke dikerahkan setiap hari dan bersinergi dengan berbagai instansi terkait dalam pelaksanaan pengawasan serta pengamanan aktivitas pelayaran.

Pengawasan difokuskan pada operasional kapal tradisional dan kapal milik Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta yang melayani penumpang dari dan menuju Kepulauan Seribu. Petugas gabungan melakukan pemantauan aktivitas penumpang, pengamanan alur pelayaran, serta pengawasan kelengkapan keselamatan kapal.

*Pemeriksaan kelaiklautan kapal yang beroperasi di Pelabuhan Muara Angke* 

Selain itu, KSOP Muara Angke melalui Marine Inspector juga secara rutin melaksanakan kegiatan rampcheck terhadap kapal-kapal yang akan beroperasi. Kegiatan ini meliputi pemeriksaan kelayakan kapal, kelengkapan dokumen, alat keselamatan seperti life jacket dan alat pemadam kebakaran, serta kesiapan awak kapal. Rampcheck dilakukan guna memastikan bahwa setiap kapal yang berlayar telah memenuhi persyaratan keselamatan dan laik laut, sehingga mampu meminimalisir risiko kecelakaan di perairan.

Skema dua trip dan pengamanan terpadu

Memperhatikan tingginya animo masyarakat yang hendak berkunjung ke Kepulauan Seribu, KSOP Muara Angke juga telah melakukan koordinasi dengan operator kapal, pemilik kapal, serta stakeholder terkait untuk membagi jadwal keberangkatan menjadi dua trip setiap hari. Skema ini telah diberlakukan sejak 22 Maret 2026 dan dinilai efektif dalam mengakomodir peningkatan jumlah penumpang, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan pelayaran, serta kenyamanan masyarakat.

Sinergi pengamanan ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok, Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok, Unit Penyelenggara Pelabuhan Daerah Dishub Provinsi DKI Jakarta, Unit Pengelola Angkutan Perairan Dishub Provinsi DKI Jakarta, Unit Pengelola Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Jakarta, Kelurahan Pluit, Polsek Kawasan Sunda Kelapa, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Kepulauan Seribu, Pos TNI AL Pantai Mutiara, Pos Polisi Air Muara Angke, Pos Polisi Subsektor Muara Angke, Pos Pemadam Kebakaran Muara Angke, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Tanjung Priok Wilayah Kerja Pelabuhan Muara Angke, PT Bank Jakarta, PT Asuransi Jasa Raharja Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta, PT Pelayaran Samudra Sumber Artha (PT SSA), serta PT Antar Pulau Seribu (PT APS).

Kepala Kantor KSOP Kelas IV Muara Angke, Cahyo Eko Putranto, menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara intensif melalui kolaborasi lintas instansi guna menjamin keselamatan penumpang selama periode libur Lebaran.

“KSOP Kelas IV Muara Angke bersama seluruh stakeholder mengerahkan personel setiap hari untuk memastikan pengawasan dan pengamanan angkutan laut berjalan optimal. Kami ingin memastikan operasional kapal tradisional maupun kapal milik Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dapat melayani masyarakat dengan aman, nyaman, dan tertib,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa koordinasi terpadu terus diperkuat, khususnya dalam pengawasan keselamatan pelayaran, pendataan penumpang, serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca.

“Kami mengimbau kepada operator kapal dan penumpang untuk selalu mematuhi aturan keselamatan, menggunakan alat keselamatan seperti life jacket, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran perjalanan,” tambahnya.

Selain melakukan pengawasan, petugas gabungan juga memberikan imbauan keselamatan kepada penumpang, termasuk larangan merokok di dalam kapal serta pentingnya mematuhi kapasitas angkut. Para nahkoda juga diingatkan untuk tidak memaksakan pelayaran apabila kondisi cuaca tidak mendukung.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di Dermaga Kali Adem terpantau aman dan kondusif tanpa adanya kejadian menonjol. Upaya pengawasan ini merupakan komitmen KSOP Kelas IV Muara Angke bersama seluruh stakeholder dalam memastikan angkutan laut Lebaran berjalan lancar dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.



Sonny H. Sayangbati

Mudik Lebaran Terkendali, ASDP Jaga Layanan Penyeberangan Tetap Prima


 

MPN News, Jakarta, 22 Maret 2026 – Di tengah tingginya mobilitas masyarakat pada Angkutan Lebaran 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan prima di 15 lintasan pantauan nasional. Dinamika arus mudik yang terus bergerak mampu dikelola secara terkendali melalui kesiapan operasional dan koordinasi lintas stakeholder yang solid.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga hari H, total penumpang mencapai 2,596,597 orang atau naik 5,4% dibandingkan tahun lalu sebanyak 2,463,910 orang. Total kendaraan tercatat 667,526 unit atau meningkat 7,2% dibandingkan 622,604 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode harian (H) tanggal 21 Maret 2026, total penumpang tercatat 156,838 orang atau naik 1,7% dari 154,237 orang tahun lalu. Sementara kendaraan mencapai 40,066 unit atau meningkat 0,6% dibandingkan 39,811 unit.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan layanan penyeberangan selama arus mudik berjalan lancar dan tetap terkendali, meskipun terjadi peningkatan signifikan mobilitas masyarakat. “Di tengah tingginya volume pergerakan pemudik, kami memastikan layanan tetap prima melalui peningkatan kapasitas operasional, penguatan layanan, serta koordinasi intensif lintas stakeholder, dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa,” ujarnya.

Lintasan Jawa–Sumatera–Bali tetap menjadi koridor tersibuk dan vital nasional. Untuk menjaga kelancaran, ASDP menerapkan penyesuaian pola operasi kapal, kesiapan personel, hingga rekayasa lalu lintas berupa pengalihan kendaraan dan delaying system di sejumlah buffer zone.

Pengalihan Layanan

Dalam rangka distribusi arus balik, ASDP juga mengoptimalkan pengalihan layanan melalui Pelabuhan BBJ Bojonegara untuk kendaraan golongan VIB, VII, VIII, dan IX mulai 23–29 Maret 2026. Sementara kendaraan lain, termasuk sepeda motor, tetap dilayani melalui Pelabuhan Merak.

Pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) diterapkan secara dinamis untuk mempercepat bongkar muat dan menjaga rotasi kapal. Selain itu, optimalisasi Port Operational Control Center di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk memperkuat kendali operasional berbasis real time.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyampaikan kesiapan arus balik terus diperkuat. Hingga H sampai H+10, ketersediaan tiket di lintasan Jawa–Sumatera dan Jawa–Bali masih mencapai 98,66%. “Masyarakat diimbau merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket melalui Ferizy sejak H-60, serta memastikan data penumpang sesuai dan datang ke pelabuhan tepat waktu,” jelasnya.

ASDP juga mengimbau masyarakat memanfaatkan program stimulus diskon tarif yang masih tersedia luas. Sejak 12 Maret 2026, program ini telah dimanfaatkan lebih dari 1,06 juta pengguna jasa, dengan potongan hingga 100% tarif jasa pelabuhan atau sekitar 21,9% dari total tarif.

Hingga 21 Maret 2026 pukul 23:59 WIB, realisasi penyerapan stimulus mencapai Rp14,5 miliar atau 40,84% dari target, dengan jumlah pengguna jasa mencapai 62,36%. Perbedaan persentase dipengaruhi variasi jenis kendaraan dan lintasan.

Program ini berlaku di 7 lintasan dan 14 pelabuhan, yakni Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, Lembar–Padangbai, Kupang–Rote, Kupang–Kalabahi, Kupang–Hansisi, serta Galala–Namlea.

Selain itu, kebijakan single tarif di Pelabuhan Bakauheni diberlakukan mulai 23 hingga 31 Maret 2026 guna menjaga kelancaran arus balik.

Dengan tingginya antusiasme masyarakat, ASDP menegaskan komitmennya menjaga layanan penyeberangan tetap lancar, aman, dan nyaman, khususnya pada periode arus balik Lebaran



Sonny H. Sayangbati 


Space Iklan Bawah Halaman 1


Space Iklan Bawah Halaman 4