Sabtu, 23 Mei 2026

Kolaborasi Penyusuan DED oleh Pemprov Papua bersama KUPP Korido, Perkuat Konektivitas 3TP & Kedaulatan Maritim Utara Papua di Pasifik



MPN News, Korido (23/5) – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Korido melakukan penguatan proses pengembangan pelabuhan dengan berkolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Papua dalam penyusunan Detail Engineering Design atau DED Pelabuhan Korido oleh Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang serta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah.

Kolaborasi tersebut dilakukan guna memperkuat layanan distribusi logistik dan kepelabuhanan di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP) melalui Pengembangan Jangka Pendek Pelabuhan Korido yang meliputi studi dan analisis perpanjangan dermaga, area walkway, terminal penumpang, kantin dan area komersil untuk tahun anggaran 2027.

Langkah strategis ini ditandai penelitian teknis dan peninjauan lapangan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri bersama Tim Teknis dari Dinas Perhubungan, Dinas PUPR dan Baperida di dermaga dan area komersil serta Kantor UPP Korido, di Distrik Supiori Selatan, Supiori, Jumat (22/5/2026).

Gubernur Papua, Fakhiri sampaikan bahwa kerja sama ini merupakan momentum bersejarah karena menjadi kolaborasi pertama di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua dalam penyusunan DED pengembangan suatu pelabuhan yaitu Pelabuhan Korido untuk memperkuat jalur disribusi logistik dan pergerakan angkutan laut di Papua khususnya di Supiori yang masuk wilayah 3TP.

"Untuk itu saya mengajak kita semua untuk mendukung pembangunan Pelabuhan Korido di tanah ini, supaya terus berkembang dan menjadi pelabuhan yang maju, profesional dan membanggakan, ungkapnya.

Tambah Fakhiri, karena dari pelabuhan yang produktif akan terbangun konektivitas yang hebat sehingga pertumbuhan ekonomi terus berkembangan dan berkelanjutan demi masa depan generasi mendatang melalui kemaritiman yang handal untuk Papua cerdas, sejahtera dan harmoni.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Korido Willem Thobias Fofid, menyampaikan, Pelabuhan Korido memiliki peran strategis di Kawasan Pasifik sebagai pintu gerbang logistik dan penggerak ekonomi bagi seluruh wilayah kepulauan di utara Papua. 

“Tantangan geografis seringkali menjadi kendala dalam aksesbilitas dan konektivitas, sehingga dengan pengembangan Pelabuhan Korido yaitu dengan adanya perpanjang dermaga dapat menambah kapasitas operasional pelabuhan dalam melayani kapal-kapal dengan berukuran besar dan pembangunan kantin, terminal penumpang serta area walkway dan area komersil dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat sebagai penumpang dan juga pelaku usaha masyarakat lokal,” jelasnya.

Menurut Willem, melalui sinergi ini dalam penyusunan dan finalisasi dokumen DED ini dapat memperkuat persyaratan dalam pengembangan pelabuhan kedepannya dan sinergi ini adalah jawaban atas tantangan keterbatasan infrastruktur di wilayah perbatasan.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Matius Wally yang juga merupakan Ketua Tim Teknis Penyusunan DED, menambahkan "sinergi dan kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan sinergitas layanan kepelabuhanan dan angkutan di perairan. Pemanfaatan teknologi operasional diharapkan mampu menghadirkan konektivitas layanan pelabuhan yang handal, terutama di wilayah yang selama ini sulit dijangkau oleh jaringan terestrial," ungkap Wally.

Lebih dari itu, ia menjelaskan bahwa penguatan kedaulatan maritim dengan adanya pengiriman komoditi unggulan daerah melalui Pelabuhan Korido menjadikan perekenomian semakin maju dan operasional pelabuhan, pergerakan kapal dan aktivitas pelabuhan, serta layanan angkutan laut merupakan aset strategis negara yang harus dikelola secara aman, terintegrasi, dan berdaulat. 

Lebih lanjut, Willem berharap kolaborasi ini dapat terus berkelanjutan dan sinergi dalam penyusunan DED, kami terus berkomitmen untuk menghadirkan solusi teknologi yang inklusif, berkelanjutan, dan dapat menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan. 

“Semoga kolaborasi ini berjalan lancar dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara, optimistis penguatan kedaulatan data pergerakan kapal dan aktivitas pelabuhan akan semakin aman dan terintegrasi, sekaligus memperkuat aspek pengawasan serta keselamatan pelayaran di wilayah timur Indonesia,” pungkasnya.



Sonny H. Sayangbati 




Rabu, 20 Mei 2026

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 menjadi momentum bagi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo


 

MPN News, Jakarta, 20 Mei 2026 – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 menjadi momentum bagi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo untuk menegaskan kembali pentingnya penguatan budaya kerja dan kualitas pelayanan dalam menghadapi tantangan industri kepelabuhanan dan logistik yang semakin dinamis.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Direktur Pelindo, Drajat Sulistyo, saat bertindak sebagai pembina upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 di Halaman Kantor Pelindo Regional 2, Rabu (20/5). Upacara tersebut diikuti oleh jajaran manajemen dan pekerja Pelindo.

Dalam amanatnya, Drajat menyampaikan bahwa tema Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, menjadi refleksi penting bagi seluruh pekerja Pelindo untuk terus menjaga semangat kebangsaan melalui kontribusi nyata di bidang pelayanan kepelabuhanan.

“Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 menjadi momentum bagi insan Pelindo untuk memperkuat semangat persatuan, kolaborasi, dan inovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan pengguna jasa pelabuhan. Semangat kebangkitan harus tercermin melalui peningkatan kinerja, transformasi berkelanjutan, serta kontribusi nyata Pelindo dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Drajat dalam amanatnya.

Lebih lanjut, Drajat menegaskan bahwa transformasi Pelindo tidak hanya berfokus pada aspek bisnis dan operasional, tetapi juga pada penguatan budaya kerja yang adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan.


Melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional, Pelindo mendorong seluruh pekerja untuk terus menjaga semangat gotong royong, optimisme, dan profesionalisme dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. Semangat tersebut diharapkan dapat memperkuat peran Pelindo sebagai penggerak konektivitas dan logistik nasional.



Sonny H. Sayangbati 

PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) terus berupaya memperkuat implementasi Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, Kerja dan Lingkungan (K3L)


 

 

MPN News, Jakarta, 20 Mei 2026 – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) terus berupaya memperkuat implementasi Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, Kerja dan Lingkungan (K3L) di seluruh area operasional group perusahaan sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung pengembangan ekosistem kepelabuhan yang sehat, aman dan berkelanjutan.

Direktur Strategi & Pengembangan Bisnis PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Retno Soelistianti, mengatakan sebagai Subholding yang bergerak di bidang layanan pendukung kepelabuhan serta pengembangan kawasan yang terintegrasi dengan pelabuhan, PT Pelindo Sinergi Lokaseva memandang budaya Keamanan,Keselamatan, Kesehatan Kerja & Lingkungan (K3L) sebagai fondasi penting dalam membangun & menjaga keandalan operasional guna mendukung trasnsformasi bisnis Perusahaan kedepan.

"Seiring transformasi bisnis group perusahaan, kami terus memastikan agar anak-anak usaha operasional kami secara bertahap membangun aspek keselamatan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari setiap operasional dan pengembangan kawasan yang dijalankan. Kami ingin menghadirkan layanan yang tidak hanya terintegrasi, tetapi juga sehat,aman dan berkelanjutan dalam mendukung ekosistem kepelabuhanan nasional," ujar Retno.

Perkuat Budaya Keselamatan Secara Berkelanjutan

Sebagai bentuk implementasi komitmen tersebut, PT Pelindo Sinergi Lokaseva secara konsisten menjalankan berbagai program peningkatan awareness K3L secara berkala melalui pelaksanaan Safety Induction, Drill & Exercise, serta Safety Forum di berbagai area operasional group perusahaan. Program ini bertujuan memperkuat pemahaman baik pekerja internal maupun eksternal serta mitra kerja terhadap aspek K3L guna bersama-sama menciptakan lingkungan kerja yang kondusif untuk mendukung peningkatan kinerja operasional perusahaan.

Perusahaan juga berupaya melakukan langkah preventif melalui pelaksanaan Safety Briefing, Management Walkthrough, dan Safety Patrol yang dilakukan secara rutin guna memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja serta mengidentifikasi potensi risiko sejak dini di area operasional. Guna memastikan seluruh inisiatif tersebut berjalan efektif, Perusahaan secara rutin melakukan monitoring dan rapat evaluasi atas implementasi program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) setiap bulannya.

Selain itu, SPSL terus melakukan berbagai improvement implementasi K3L agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika operasional di lapangan, salah satunya melalui penerapan metode Safety Induction secara online maupun mengoptimalkan penggunaan CCTV untuk melakukan monitoring pelaksanaan K3L di lapangan secara lebih efektif dan efisien. Perusahaan juga telah melakukan inisiatif perdana pemberianSafety Induction Card bagi pengemudi yang memasuki area operasional wilayah kerja Pontianak sebagai pengingat terhadap standar keselamatan yang wajib dipatuhi.

Ke depan, SPSL akan terus memperkuat implementasinya melalui peningkatan standar operasional, penguatan budaya K3L serta inovasi berkelanjutan di seluruh lini bisnis perusahaan guna menciptakan ekosistem layanan pendukung kepelabuhanan yang semakin sehat, aman, dan berdaya saing.



Sonny H. Sayangbati



Selasa, 19 Mei 2026

Kapal Patroli KPLP KN. Damaru Kawal KMP Mutiara Persada III Hingga Tiba dengan Aman di Pelabuhan Panjang


 

MPN News, LAMPUNG (19/5) - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut kembali menunjukkan respons cepat dengan mengerahkan kapal patroli KPLP KN. Damaru-P.214 untuk melakukan pengawasan dan pengawalan terhadap KMP Mutiara Persada III yang mengalami gangguan mesin di perairan menuju Pelabuhan Panjang, Lampung, pada 18 Mei 2026.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, melalui Plt. Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Triono, segera melakukan koordinasi intensif dengan KSOP Kelas I Panjang dan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok untuk mengerahkan unsur patroli KPLP guna memberikan pengawalan terhadap kapal hingga tiba dengan aman di Pelabuhan Panjang.

“Keselamatan pelayaran merupakan prioritas utama. Kami langsung mengerahkan KN. Damaru-P.214 untuk melakukan pengawalan KMP Mutiara Persada III dan memastikan seluruh penumpang serta awak kapal dapat tiba dengan selamat di Pelabuhan Panjang,” ujar Triono.

Ia menambahkan bahwa kehadiran unsur patroli KPLP di lapangan merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat pengguna jasa transportasi laut.

“Koordinasi cepat antarunit menjadi kunci dalam penanganan situasi seperti ini. Kami memastikan proses pengawasan, pengamanan, dan pengawalan berjalan optimal demi menjaga keselamatan jiwa di laut,” tambahnya.

KMP Mutiara Persada III diketahui mengangkut sebanyak 144 orang penumpang serta 93 unit kendaraan. Berkat pengawalan KN. Damaru dan koordinasi seluruh pihak terkait, kapal berhasil melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Panjang dengan aman dan terkendali. 



Sonny H. Sayangbati

Kapal Patroli KPLP KN. Damaru Kawal KMP Mutiara Persada III Hingga Tiba dengan Aman di Pelabuhan Panjang


 


MPN News, LAMPUNG (19/5) - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut kembali menunjukkan respons cepat dengan mengerahkan kapal patroli KPLP KN. Damaru-P.214 untuk melakukan pengawasan dan pengawalan terhadap KMP Mutiara Persada III yang mengalami gangguan mesin di perairan menuju Pelabuhan Panjang, Lampung, pada 18 Mei 2026.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, melalui Plt. Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Triono, segera melakukan koordinasi intensif dengan KSOP Kelas I Panjang dan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok untuk mengerahkan unsur patroli KPLP guna memberikan pengawalan terhadap kapal hingga tiba dengan aman di Pelabuhan Panjang.

“Keselamatan pelayaran merupakan prioritas utama. Kami langsung mengerahkan KN. Damaru-P.214 untuk melakukan pengawalan KMP Mutiara Persada III dan memastikan seluruh penumpang serta awak kapal dapat tiba dengan selamat di Pelabuhan Panjang,” ujar Triono.

Ia menambahkan bahwa kehadiran unsur patroli KPLP di lapangan merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat pengguna jasa transportasi laut.

“Koordinasi cepat antarunit menjadi kunci dalam penanganan situasi seperti ini. Kami memastikan proses pengawasan, pengamanan, dan pengawalan berjalan optimal demi menjaga keselamatan jiwa di laut,” tambahnya.

KMP Mutiara Persada III diketahui mengangkut sebanyak 144 orang penumpang serta 93 unit kendaraan. Berkat pengawalan KN. Damaru dan koordinasi seluruh pihak terkait, kapal berhasil melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Panjang dengan aman dan terkendali. 



Sonny H. Sayangbati


Space Iklan Bawah Halaman 1


Space Iklan Bawah Halaman 4