Rabu, 01 April 2026

DJP BERSAMA BEA CUKAI AWASI KAPAL WISATA ASING DI KEPULAUAN SERIBU

 


MPN News  Jakarta 2/4/26 – Direktorat Jenderal Pajak melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jakarta Utara bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melaksanakan kegiatan pengawasan bersama terhadap kapal wisata asing di Pulau H Kepulauan Seribu. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam rangka menggali potensi penerimaan negara.

Pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan gabungan yang dipimpin oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Jakarta bersama Kanwil DJP Jakarta Utara. Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan patroli dan pemeriksaan langsung terhadap kapal wisata asing yang berada di Pulau H Kepulauan Seribu.

Sonny Agustinus Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kantor Wilayah DJP Jakarta Utara mengatakan, Kanwil DJP Jakarta Utara turut melakukan pendalaman dari aspek perpajakan, khususnya untuk memastikan status kepemilikan aset kapal, apakah merupakan milik pribadi atau badan usaha, serta memastikan bahwa aset dimaksud telah dilaporkan secara benar dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan, baik dalam SPT Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi maupun SPT Tahunan Badan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Sebagaimana diketahui, kapal wisata asing yang masuk ke wilayah Indonesia dapat memperoleh 

fasilitas pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor, dengan ketentuan digunakan untuk kegiatan wisata oleh wisatawan asing. Namun demikian, berdasarkan hasil pengawasan awal, terdapat indikasi bahwa sebagian kapal tersebut tidak digunakan sesuai peruntukannya," ujarnya Sonny dalam keterangannya Selasa (31/03/2026)

Ia juga menegaskan modus pelanggaran yang teridentifikasi antara lain berupa penyewaan kapal kepada pihak lain serta pemindahtanganan kepemilikan kepada pihak di dalam negeri, sehingga berpotensi menimbulkan kewajiban perpajakan dan kepabeanan yang tidak dipenuhi.

"Dalam pelaksanaan kegiatan ini, petugas juga melakukan tindakan pengamanan berupa penyegelan terhadap kapal yang diduga melanggar ketentuan, dengan jumlah sementara sekitar 4 hingga 5 kapal yang saat ini masih dalam proses penelitian lebih lanjut," jalasnya.

Lebih lanjut Sonny menambahkan dari sisi potensi penerimaan negara, akan dilakukan pengembangan dan analisis untuk mengidentifikasi potensi pelanggaran kepabeanan dan perpajakan, sekaligus mengumpulkan data dan informasi guna menentukan tindak lanjut yang terukur. Kanwil DJP Jakarta Utara menegaskan bahwa apabila ditemukan adanya kegiatan usaha tanpa Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau indikasi pelanggaran lainnya, maka penanganan akan dilakukan sesuai ketentuan perundangundangan, baik melalui penegakan administratif maupun proses hukum pidana berdasarkan hasil penelitian lebih lanjut.

"Melalui kegiatan pengawasan ini sekaligus mencerminkan sinergi antarunit di lingkungan Kementerian Keuangan dalam menjaga kepatuhan serta mengamankan penerimaan negara. Ke depan, pengawasan akan terus ditingkatkan, termasuk menjangkau wilayah pulau-pulau di sekitar Pulau H Kepulauan Seribu guna mengantisipasi berbagai modus pelanggaran," pungkasnya.

Direktorat Jenderal Pajak mengimbau kepada seluruh pihak untuk mematuhi ketentuan perpajakan dan kepabeanan yang berlaku, serta menggunakan fasilitas yang diberikan secara tepat sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.



Sonny H Sayangbati 

Selasa, 31 Maret 2026

Perkuat Kolaborasi Maritim Indonesia–Jepang, KSOP Patimban dan Yokohama City Teken MoU Bidang Kepelabuhanan

 



MPN News, Yokohama (31 Maret 2026) — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Port and Harbor Bureau, Yokohama City sebagai langkah strategis dalam memperkuat kerja sama di bidang kepelabuhanan.

Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan pada 27 Maret 2026 di Yokohama Industrial Trade Center Building, Jepang, dan difasilitasi oleh Japan International Cooperation Agency (JICA). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat kolaborasi Indonesia–Jepang dalam pengembangan pelabuhan yang efisien, modern, dan berkelanjutan.

MoU ditandatangani oleh Kepala Kantor KSOP Kelas II Patimban, Muhammad Arief Agustian, dan Director General Port and Harbor Bureau Yokohama City, Yasuhiro Shinbo, serta disaksikan oleh Direktur Utama PT Pelabuhan Patimban Internasional, Fuad Rizal,

President Yokohama Kawasaki International Port Corporation (YKIP), Takuji Nakai, dan President Yokohama Port Corporation (YPC), Hisataka Uematsu.

Nota Kesepahaman ini menjadi landasan kerja sama jangka panjang yang mencakup berbagai aspek strategis, antara lain promosi perdagangan dan kerja sama maritim, optimalisasi pengelolaan serta operasional pelabuhan, pengembangan sumber daya manusia, hingga implementasi konsep pelabuhan ramah lingkungan (green port initiative).

Kepala Kantor KSOP Kelas II Patimban, Muhammad Arief Agustian, berharap kerja sama ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung pengembangan Pelabuhan Patimban sebagai pelabuhan bertaraf internasional.

“Kami berharap Pelabuhan Patimban dapat terus berkembang sebagai pelabuhan bertaraf internasional dengan memanfaatkan pengalaman dan praktik terbaik dari Pelabuhan Yokohama, yang memiliki sejarah panjang serta peran strategis dalam jaringan logistik global,” ujar Arief.

Lebih lanjut, ia meyakini bahwa sinergi ini akan mendorong peningkatan kinerja pelabuhan melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik, sekaligus memperkuat konektivitas logistik antara Indonesia dan Jepang.

“Melalui kerja sama ini, Pelabuhan Patimban diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pelabuhan internasional yang kompetitif, serta turut mendukung efisiensi sistem logistik nasional dan pengembangan jaringan logistik global yang lebih terintegrasi,” pungkasnya.



Sonny H  Sayangbati

Sabtu, 28 Maret 2026

Arus Balik di Pelabuhan Makassar Kondusif, Pergerakan Penumpang Capai 79 Ribu Hingga H+7 Lebaran

 


MPN News, MAKASSAR (28/3) – Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran di Pelabuhan Makassar hingga H+7 Lebaran berjalan lancar dan kondusif. Berdasarkan data Posko Angkutan Laut Lebaran KSOP Utama Makassar tanggal 28 Maret 2026 pukul 08.00 WIB, tercatat jumlah pergerakan penumpang sejak H-15 hingga H+7 Lebaran mencapai 79.477 orang dengan 81 kunjungan kapal. 

Tim Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan yang dipimpin Kasubdit Keselamatan Kapal Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Maltus Jackline Kapistrano, melakukan monitoring langsung untuk mengawasi dan memastikan ketertiban, kenyamanan, keselamatan dan keamanan khususnya pada periode arus balik lebaran di Pelabuhan Makassar.

Pihaknya juga memastikan kesiapan petugas di lapangan dalam memberikan pelayanan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang baik di pelabuhan maupun di atas kapal dengan tetap mengedepankan prinsip zero compromise for safety, tidak ada kompromi untuk keselamatan.

Berdasarkan hasil pemantauan, secara umum, seluruh proses penyelenggaraan angkutan laut lebaran di Palabuhan Makassar berjalan lancar dan kondisi di lapangan terpantau aman terkendali. Harapannya seluruh penumpang dapat terlayani dengan baik serta tingkat kenyamanan dan standar pelayanan minimun dapat tepenuhi. 

Kepala Kantor KSOP Utama Makassar, Jon Kenedi, mengungkapkan, arus balik di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar masih cukup tinggi. Untuk itu, KSOP Utama Makassar akan terus memastikan layanan aman dan lancar serta tetap mengutamakan keselamatan.  

“Hingga H+7 arus balik penumpang masih cukup tinggi sehingga kami terus memantau pergerakan penumpang di seluruh terminal untuk memastikan pelayanan berjalan lancar,” ujar Jon Kenedi.

Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh penumpang untuk merencanakan perjalannya dengan baik serta mematuhi aturan yang berlaku. 

“Kami mengimbau seluruh penumpang untuk menaati aturan dan arahan petugas serta menjaga barang bawaannya demi kenyamanan bersama selama masa arus balik lebaran,” pungkasnya.

Adapun pergerakan penumpang di Pelabuhan Makassar masih didominasi dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Baubau, Parepare, Labuan Bajo, Batulicin dan Selayar. Hal ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat, khususnya di kawasan timur Indonesia, yang masih mengandalkan transportasi laut sebagai moda utama selama periode mudik Lebaran 2026.



Sonny H. Sayangbati 

Jumat, 27 Maret 2026

Pelindo Perkuat Koordinasi Pengaturan Lalu Lintas Pasca Idulfitri di Pelabuhan Tanjung Priok


 


MPN News, Jakarta, 26 Maret 2026 - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) atau Pelindo bersama sejumlah pemangku kepentingan kepelabuhanan menggelar Rapat Koordinasi Pengaturan Traffic Pascamudik Idulfitri 2026 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Kegiatan ini bertujuan memastikan kelancaran arus kendaraan dan distribusi logistik pasca periode arus mudik dan balik Lebaran.

Rapat koordinasi tersebut melibatkan berbagai instansi terkait, antara lain otoritas pelabuhan, kepolisian, pemerintah daerah, operator terminal, serta pengguna jasa, guna menyelaraskan langkah strategis dalam pengaturan lalu lintas di kawasan pelabuhan dan wilayah sekitarnya.

Wakil Direktur Utama Pelindo, Drajat Sulistyo, menyampaikan bahwa fase pascamudik merupakan periode krusial yang memerlukan perhatian serius, terutama dalam menjaga keseimbangan antara arus kendaraan logistik dan lalu lintas umum.

“Pasca Idulfitri, aktivitas di pelabuhan akan kembali meningkat seiring normalisasi kegiatan industri dan logistik. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan traffic yang terintegrasi dan kolaboratif agar arus barang tetap lancar tanpa menimbulkan kepadatan di kawasan pelabuhan,” ujar Drajat.

Ia menegaskan bahwa Tanjung Priok sebagai simpul utama logistik nasional memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran distribusi barang, sehingga setiap potensi hambatan harus diantisipasi secara bersama-sama.

Dalam rapat tersebut, dibahas sejumlah langkah penguatan, antara lain optimalisasi pengaturan arus kendaraan masuk dan keluar pelabuhan, penyesuaian pola operasional terminal, serta peningkatan koordinasi di lapangan antara seluruh pihak terkait. Pelindo juga mendorong pemanfaatan sistem digital dan pengaturan berbasis waktu guna menghindari penumpukan kendaraan di titik-titik krusial, sekaligus memastikan aktivitas bongkar muat tetap berjalan efisien.

“Prinsip yang kami dorong adalah kolaborasi. Pengelolaan traffic di kawasan pelabuhan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari regulator, operator, hingga pengguna jasa,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Capt. Heru Susanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah pengendalian operasional untuk memastikan kelancaran arus kendaraan dan aktivitas logistik pasca Lebaran.

Menurutnya, strategi yang diterapkan mencakup pengendalian kuota gate pass aktif harian secara bertahap, sinkronisasi antar terminal, serta pengaturan jadwal sandar kapal agar tidak terjadi penumpukan di dalam kawasan pelabuhan.

“Pengaturan ini kami lakukan secara terukur dan bertahap, dengan tetap memperhatikan keseimbangan antara kelancaran distribusi logistik dan kondisi lalu lintas di kawasan pelabuhan,” jelas Heru.

Selain itu, penguatan koordinasi lintas operator terminal juga dilakukan untuk memastikan pengaturan arus kendaraan masuk dan keluar pelabuhan berjalan selaras dan terkendali.



Sonny H. Sayangbati

Kamis, 26 Maret 2026

Arus Balik Ramai Lancar, 327,000 Penumpang dan 89,000 Kendaraan Kembali ke Jawa dari Sumatera

 



MPN, News, Bakauheni, 26 Maret 2026 – Pergerakan arus balik Lebaran 2026 dari Sumatera menuju Jawa mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan. Di tengah tingginya mobilitas masyarakat pascalibur Idulfitri, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan seluruh layanan penyeberangan tetap berjalan lancar, aman, dan terkendali.

Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran, secara akumulatif sejak 22 Maret hingga 25 Maret 2026 pukul 14:00 WIB (H hingga H+3), tercatat sebanyak 327,646 orang penumpang telah kembali ke Pulau Jawa. Angka ini mencapai 36,4% dibandingkan total penumpang saat arus mudik (H-10 hingga H) yang mencapai 898,864 orang.

Sementara itu, total kendaraan yang telah kembali dari Sumatera ke Jawa mencapai 89,389 unit atau sekitar 37% dibandingkan total kendaraan saat arus mudik yang tercatat sebanyak 239,920 unit. Data ini menunjukkan bahwa arus balik masih akan terus bergerak dan diperkirakan meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa perusahaan terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan arus balik serta mengoptimalkan seluruh aspek layanan. “Seiring dengan mulai terbentuknya trafik arus balik, kami memastikan operasional penyeberangan tetap berjalan lancar, baik dari sisi kesiapan armada maupun pelayanan kepada pengguna jasa. Koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar pergerakan penumpang dan kendaraan tetap terkendali,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan, ASDP telah menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari pengoperasian kapal yang disesuaikan dengan skema kepadatan, kesiapan contingency plan melalui penyediaan tugboat dan teknisi siaga 24 jam, hingga penerapan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) guna mempercepat waktu layanan saat kondisi padat.

Fasilitas Bermain Ramah Anak

Tidak hanya berfokus pada kelancaran operasional, ASDP juga menghadirkan kenyamanan tambahan bagi pengguna jasa di pelabuhan. Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa berbagai fasilitas telah disiapkan, mulai dari tenant makanan dan minuman, pusat oleh-oleh, ruang berpendingin, kursi pijat, sofa, vending machine, hingga area bermain anak.

“Kami juga menghadirkan program mudik ramah anak sebagai bentuk komitmen menghadirkan perjalanan yang lebih nyaman bagi keluarga. Di tenda layanan yang kami siapkan, penumpang anak-anak saat menunggu waktu boarding ke kapal dapat beristirahat atau bermain secara gratis dengan pendampingan petugas terlatih. Anak-anak dapat bermain games, aktivitas mewarnai gambar, bernyanyi, mendengarkan dongeng, serta mendapatkan bingkisan sebagai bentuk perhatian kami,” jelasnya. Hingga Rabu (25/3) pukul 19:00 WIB, tercatat sekitar 150 anak telah memanfaatkan program tersebut.

Pada periode H+2 Lebaran (24 Maret 2026), pergerakan dari Sumatera ke Jawa tercatat mencapai 128,821 orang atau naik 51% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total kendaraan mencapai 36,499 unit atau naik 63%. Sementara itu, pergerakan dari Jawa ke Sumatera tercatat sebanyak 47,052 penumpang atau naik 24,7%, dengan total kendaraan mencapai 10,110 unit atau naik 20,4%.

Dengan kesiapan operasional dan layanan yang terus dioptimalkan, ASDP berkomitmen menjaga kelancaran arus balik Lebaran agar setiap perjalanan pengguna jasa berjalan lancar, aman, nyaman, dan berkesan



Sonny H. Sayangbati 


Space Iklan Bawah Halaman 1


Space Iklan Bawah Halaman 4