Kamis, 26 Februari 2026

Inisiatif CSR PIEP Raih Pengakuan Global melalui Golden Peacock Global CSR Award 2025


 

MPN News, Mumbai, India, 26 Februari 2026 – PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) meraih Golden Peacock Global Award for Corporate Social Responsibility 2025 untuk dua program CSR yang berfokus pada pemberdayaan anak dan kelompok rentan.

Penghargaan diberikan dalam rangkaian acara yang diselenggarakan pada 19–20 Februari 2026 di Hotel Taj Lands End, Mumbai. Dua inisiatif CSR PIEP yang mendapatkan pengakuan global ini meliputi Program Sekolah Tari Gratis Sahabat Istimewa, termasuk subprogram Kakak Asuh dan Sahabat Istimewa in Action, serta Program Akselerasi Pendidikan Sanggar Bimbingan bagi Anak-anak Pekerja Migran Indonesia di Semenanjung Malaysia.

Pada kesempatan terpisah, Manager Relations PIEP Dhaneswari Retnowardhani menyampaikan bahwa penghargaan internasional ini sangat penting sebagai perusahaan yang diakui, serta membawa nama Pertamina di kancah global. “Kedua program tersebut dirancang untuk membuka akses belajar yang setara, memberikan ruang aman bagi anak-anak untuk tumbuh, serta mendorong kepercayaan diri melalui pendidikan dan seni budaya. Bagi PIEP, CSR tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban perusahaan, melainkan sebagai bentuk kehadiran dan kepedulian nyata terhadap komunitas yang tidak mendapat akses sosial dan pendidikan,“ tegas Dhaneswari.

Golden Peacock Global CSR Award sendiri merupakan ajang internasional yang memberikan penghargaan kepada perusahaan dari berbagai sektor industri dunia yang dinilai konsisten menghadirkan praktik tanggung jawab sosial yang berdampak dan berkelanjutan. PIEP menjadi salah satu perusahaan yang dinilai mampu menerjemahkan komitmen keberlanjutan tersebut ke dalam program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Keberhasilan ini mencerminkan pendekatan PIEP dalam mentransformasi tanggung jawab sosial perusahaan dari sekadar pemenuhan kepatuhan menjadi investasi sosial berbasis dampak, melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan dan komitmen terhadap keberlanjutan jangka panjang.

Disela kunjungan di Mumbai, India delegasi PIEP pun mendapat dukungan penuh Konsulat Jenderal Republik Indonesia, dan melanjutkan agenda pertemuan resmi dengan Eddy Wardoyo, Konsul Jenderal Republik Indonesia yang telah menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja PIEP yang menorehkan prestasi di tingkat global.

“Penghargaan ini menjadi pengingat bagi perusahaan Indonesia yang berkiprah di global bahwa CSR harus dijalankan dengan empati dan kolaborasi, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Eddy Wardoyo, Konsul Jendral, KJRI di Mumbai, India. 

Sekilas Perusahaan:

PIEP mengelola aset migas milik PT Pertamina (Persero) di luar negeri yang tersebar di 11 negara, yaitu Aljazair, Malaysia, Irak, Prancis, Italia, Tanzania, Gabon, Nigeria, Kolombia, Angola, dan Venezuela. Dengan fokus pada prinsip komersial yang kuat, PIEP terus mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional.



Sonny H. Sayangbati 

Di Balik Lepas Landas Pesawat, Aviation Fuel Terminal Pertamina Pastikan Pasokan dan Kualitas Avtur


 


MPN News, Jakarta, 26 Februari 2026 – PT Pertamina (Persero) berkomitmen menjaga keamanan pasokan dan kualitas bahan bakar penerbangan, atau Avtur, melalui kesiapan operasional Aviation Fuel Terminal (AFT). Salah satunya AFT Halim Perdanakusuma Jakarta, rutin melakukan uji sampling produk sehingga Avturnya dipercaya oleh beragam konsumen yakni TNI Angkatan Udara, pesawat komersial hingga pesawat charter. 

Pada acara Kunjungan Pimpinan Redaksi Media Massa ke AFT Halim, Jakarta, Rabu (25/2/2026), Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita menyampaikan, kegiatan kunjungan media menjadi bagian dari keterbukaan informasi Pertamina untuk menjelaskan upaya Pertamina menjaga pasokan energi. Khususnya, menjelang momen libur Idulfitri, terutama guna kebutuhan sektor aviasi. 

“Untuk keamanan pasokan pada momen Ramadan dan Idulfitri, kami memastikan kondisi stok Avtur dalam posisi aman. Bahkan sebelum periode Satgas Ramadan dan Idulfitri, Pertamina mulai melakukan build-up stok, atau meningkatkan ketersediaan pasokan, sehingga seluruh kebutuhan diharapkan terpenuhi dengan baik,” ujar Arya.

Arya menjelaskan, Pertamina memastikan kualitas Avtur tetap terjaga melalui proses pengawasan berlapis. Seluruh tahapan pemeriksaan dilakukan secara ketat dan sesuai standar yang berlaku.

“Pemeriksaan dilakukan sejak dari kilang pengolahan Pertamina, kemudian penerimaan di Aviation Fuel Terminal, selama masa penyimpanan, hingga sebelum pengisian ke pesawat udara. Seluruh tahapan itu dilaksanakan sesuai standar internasional untuk memastikan kualitas Avtur tetap prima,” tambahnya.

Aviation Fuel Terminal Manager Irine Yuliana menjelaskan, tahapan Quality Control pertama yakni Visual Appearance Check, yakni pemeriksaan Avtur dari partikel padat dan air tersuspensi secara visual (clear & Bright Test). Di samping itu, Visual Appearance Check dengan pengujian visual menggunakan Chemical Water Detector (CWD) untuk mendeteksi jika terdapat kandungan air dalam Avtur. 

Selanjutnya, Control Check atau Visual Appearance Check berupa pemeriksaan density untuk mendeteksi adanya kontaminasi fraksi lain, serta Membrane Test untuk mendeteksi kontaminan padat pada produk. Pada tahap ini, pengujian akan mendalami ada tidaknya kontaminasi benda lain dalam avtur. 

Terakhir yaitu tahap Conductivity Unit, untuk meninjau apakah bahan bakar mudah menghantarkan listrik. 

"Pertamina selalu melaksanakan quality control dengan ketat untuk menjaga kualitas produk yang akan digunakan oleh konsumen," jelasnya. 

Sementara itu, VP Aviation Fuel Business PT Pertamina Patra Niaga, Yosep Iswadi, menjelaskan bahwa AFT Halim merupakan salah satu dari 75 Aviation Fuel Terminal yang dikelola Pertamina secara nasional.

“Halim merupakan AFT terbesar kedua di Jawa Bagian Barat dan terbesar keenam secara nasional. Selain melayani penerbangan komersial, di Halim kami juga melayani kebutuhan khusus seperti TNI Angkatan Udara dan VVIP, dengan porsi layanan khusus lebih dari 30 persen,” jelas Yosep.

AFT Halim Perdanakusuma menjadi titik suplai bagi maskapai di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Fasilitas Pertamina ini memiliki empat tangki penyimpanan avtur berkapasitas maksimal hingga 8 ribu kilo liter (KL) dan tujuh mobil refueler untuk memenuhi kebutuhan maskapai penerbangan.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.dnantaraindonesia.co.id/.



Sonny H. Sayangbati


Space Iklan Bawah Halaman 1


Space Iklan Bawah Halaman 4