Iklan Periode Satu Tahun Tayang

Jumat, 09 Januari 2026

Potensi Cuaca Ekstrem







MPN News, Jakarta 9 Januari 2026 - Potensi cuaca ekstrem (hujan sedang, hujan lebat, hujan sangat lebat, dan angin kencang) yang terjadi di wilayah Indonesia  sebagai berikut:



1 Aceh

Hujan Sedang-Lebat

Angin Kencang

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Sedang-Lebat


2 Bali

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Sedang-Lebat


3 Banten

Hujan Lebat-Sangat Lebat

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Sedang-Lebat


4 Bengkulu

Hujan Lebat-Sangat Lebat

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Sedang-Lebat


5 DKI Jakarta

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Lebat-Sangat Lebat


6 Daerah Istimewa Yogyakarta

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Lebat-Sangat Lebat


7 Jambi

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Sedang-Lebat

-


8 Jawa Barat

Hujan Lebat-Sangat Lebat

Angin Kencang

Hujan Lebat-Sangat Lebat

Hujan Sedang-Lebat

Angin Kencang


9 Jawa Tengah

Hujan Lebat-Sangat Lebat

Angin Kencang

Hujan Lebat-Sangat Lebat

Angin Kencang

Hujan Lebat-Sangat Lebat


10 Jawa Timur

Hujan Lebat-Sangat Lebat

Angin Kencang

Hujan Lebat-Sangat Lebat

Angin Kencang

Hujan Lebat-Sangat Lebat

Angin Kencang


11 Kalimantan Barat

Hujan Lebat-Sangat Lebat

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Sedang-Lebat


12 Kalimantan Selatan

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Sedang-Lebat

Angin Kencang

Hujan Sedang-Lebat


13 Kalimantan Tengah

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Sedang-Lebat


14 Kalimantan Timur

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Sedang-Lebat

-


15 Kalimantan Utara

Hujan Sedang-Lebat

- -


16 Kepulauan Bangka Belitung

Hujan Lebat-Sangat Lebat

Hujan Lebat-Sangat Lebat

Angin Kencang

Hujan Sedang-Lebat

Angin Kencang


17 Kepulauan Riau

Hujan Sedang-Lebat

Angin Kencang

Angin Kencang

Hujan Sedang-Lebat

Angin Kencang


18 Lampung

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Sedang-Lebat

Angin Kencang

Hujan Sedang-Lebat


19 Maluku

Hujan Sedang-Lebat

Angin Kencang

Hujan Sedang-Lebat

Angin Kencang

Hujan Sedang-Lebat

Angin Kencang


20 Maluku Utara

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Sedang-Lebat


21 Nusa Tenggara Barat

Hujan Lebat-Sangat Lebat

Hujan Lebat-Sangat Lebat

Hujan Lebat-Sangat Lebat


22 Nusa Tenggara Timur

Hujan Lebat-Sangat Lebat

Hujan Lebat-Sangat Lebat

Hujan Lebat-Sangat Lebat


23 Papua

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Sedang-Lebat


24 Papua Barat

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Sedang-Lebat


25 Papua Barat Daya - -

Hujan Sedang-Lebat


26 Papua Pegunungan -

Hujan Sedang-Lebat

-


27 Papua Selatan

Hujan Lebat-Sangat Lebat

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Sedang-Lebat


28 Papua Tengah

Hujan Sedang-Lebat

- -


29 Riau

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Sedang-Lebat

-


30 Sulawesi Barat

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Sedang-Lebat

-


31 Sulawesi Selatan

Hujan Lebat-Sangat Lebat

Angin Kencang

Hujan Sedang-Lebat

Angin Kencang

Hujan Sedang-Lebat

Angin Kencang


32 Sulawesi Tengah -

Hujan Sedang-Lebat

-


33 Sulawesi Tenggara

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Sedang-Lebat

Angin Kencang

Hujan Sedang-Lebat


34 Sulawesi Utara -

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Sedang-Lebat


35 Sumatera Barat

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Sedang-Lebat


36 Sumatera Selatan

Hujan Lebat-Sangat Lebat

Hujan Sedang-Lebat

Hujan Sedang-Lebat


37 Sumatera Utara

Hujan Sedang-Lebat



 *Sonny H. Sayangbati* 



 

ASDP Hadir sebagai Jembatan Harapan di Tengah Banjir Bandang Pulau Siau* l

 







 *MPN News* , Siau-Sulawesi Utara, 8 Januari 2026— Hujan deras yang turun tanpa henti sejak dini hari mengubah keseharian warga Pulau Siau, wilayah kepulauan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara. Aliran air bercampur lumpur menerjang permukiman, memutus akses, dan memaksa masyarakat bertahan di tengah keterbatasan. Di saat seperti inilah, kehadiran dan kepedulian menjadi sangat berarti.


Menjawab kondisi tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) hadir tidak hanya sebagai penyedia layanan penyeberangan, tetapi juga sebagai mitra kemanusiaan yang berdiri bersama masyarakat terdampak banjir bandang di Pulau Siau.


Bencana banjir bandang yang diduga dipicu tingginya curah hujan sejak Senin (5/1) ini berdampak pada empat kecamatan di wilayah Pulau Siau, yakni Siau Timur, Siau Timur Selatan, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan, dengan cakupan wilayah terdampak meliputi dua kelurahan dan enam desa. Aktivitas masyarakat terganggu, sementara kebutuhan dasar menjadi prioritas utama dalam masa tanggap darurat.


Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), ASDP bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan. Berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan terkait, ASDP Cabang Bitung memberangkatkan bantuan menggunakan KPLP Bitung KN Gandiwa pada Rabu (7/1). 


Bantuan tersebut meliputi beras, makanan siap saji dan instan, biskuit dan makanan ringan, susu UHT, air minum dalam kemasan, serta ikan kaleng guna membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak di Pulau Siau


 *Kebutuhan Dasar Masyarakat* 


Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa kehadiran perusahaan di tengah bencana merupakan bagian dari komitmen ASDP sebagai BUMN yang mengedepankan kepedulian sosial.


“Kami menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak. ASDP hadir tidak hanya menjaga konektivitas antarpulau, tetapi juga menjalankan tanggung jawab sosial dengan memberikan dukungan nyata bagi masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban, menumbuhkan semangat, dan menjadi bagian dari proses pemulihan Pulau Siau,” ujar Heru.


Sebagai unit kerja yang berada paling dekat dengan wilayah terdampak, ASDP Cabang Bitung berperan langsung dalam penyaluran bantuan ke Pulau Siau. General Manager ASDP Cabang Bitung, Rudy Mahmudi, menyampaikan bahwa kehadiran ASDP di lapangan dilakukan secara terukur dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.


“Sebagai cabang yang beroperasi paling dekat dengan Pulau Siau, kami bergerak cepat menyalurkan bantuan secara langsung kepada masyarakat terdampak. Kami memastikan bantuan mencakup kebutuhan dasar, mulai dari pangan, sandang, hingga perlengkapan kesehatan, guna mendukung kondisi masyarakat selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan pascabencana,” jelas Rudy.


Langkah kemanusiaan ini sejalan dengan komitmen ASDP dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 2 Tanpa Kelaparan melalui pemenuhan pangan, SDGs 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui dukungan kesehatan pascabencana, serta SDGs 11 Kota dan Permukiman Berkelanjutan dengan memperkuat ketahanan masyarakat dan mempercepat pemulihan wilayah terdampak.


Melalui pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Pulau Siau, ASDP tidak hanya merespons kondisi darurat, tetapi juga menegaskan perannya sebagai BUMN yang hadir dengan kepedulian nyata. Ke depan, ASDP berkomitmen untuk terus menjaga konektivitas antarpulau sekaligus menghadirkan kontribusi sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.



.

 *Sonny H. Sayangbati* 



 L



Pembangunan 65 Kampung Nelayan Merah Putih Serap 17.550 Tenaga Kerja*




 *MPN News, JAKARTA,* (8/1) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat pembangunan kampung nelayan merah putih (KNMP) di 65 lokasi telah menyerap sebanyak 17.550 tenaga kerja dengan rata-rata di tiap daerah sebanyak 270 orang. 


Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Lotharia Latif mengungkapkan, tenaga kerja yang terserap mulai dari tenaga kerja konstruksi, tenaga kerja nelayan hingga tenaga kerja operasional KNMP. Nantinya tenaga kerja akan terus bertambah seiring dikelolanya fasilitas, logistik perikanan hingga dukungan layanan hulu dan hilir.


“Peningkatan tenaga kerja ini menjadi mandat Presiden RI yang tertuang dalam asta cita, khususnya khususnya dalam penciptaan lapangan kerja dan kemandirian ekonomi lokal,” ujarnya dalam keterangan resmi KKP di Jakarta, Rabu (7/1).


Latif menambahkan pembangunan KNMP menjadi bagian dari prioritas nasional untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan perluasan lapangan kerja. Bukan sekadar membangun infrastruktur fisik, tetapi juga model pemberdayaan ekonomi pesisir yang inklusif melalui social engineering.


“Program ini hadir bukan hanya membangun fasilitas seperti dermaga, cold storage, atau pabrik es. Lebih dari itu, ini adalah kesempatan nyata bagi masyarakat pesisir untuk bangkit secara ekonomi dan sosial,” tegasnya.


Pembangunan KNMP pada tahap I menyasar 65 titik yang tersebar di seluruh pesisir Indonesia. Kemudian akan menyusul 35 titik tahap kedua yang rencananya dilanjutkan menjadi 1.000 titik pembangunan.


Dengan adanya KNMP ini, pemerintah ingin menciptakan lapangan kerja di daerah dan menumbuhkan perekonomian dan peningkatan kesejahteraan. “Masyarakat juga menyambut antusias program KNMP ini karena membawa dampak positif yang nyata di daerah," imbuh Latif.


Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan program KNMP yang mendapat dukungan penuh dari Presiden Prabowo sebagai bagiandari komitmen jangka panjang pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir, melalui peran koperasi desa.



 *Sonny H. Sayangbati* 




 

KKP Terbitkan 292 Sertifikat CoA Jaga Geliat Ekspor Rajungan ke AS*

 



 *MPN News, JAKARTA* , (8/1) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menerbitkan sebanyak 292 dokumen Certificate of Admissible (CoA) untuk memfasilitasi para pelaku usaha melakukan ekspor produk perikanan rajungan ke Amerika Serikat.


Tanpa adanya COA, produk rajungan Indonesia tidak akan bisa dijual dan diterima di negara tujuan ekspor seiring diberlakukannya ketentuan US Marine Mammal Protection Act (MMPA) pada produk perikanan. 


KKP sendiri sudah menerbitkan Petunjuk Teknis Penerbitan COA hasil perikanan dari penangkapan ikan pada November 2025. Setelah juknis diterbitkan, KKP bekerja sama dengan Asosiasi Perikanan Rajungan Indonesia (APRI) dan pihak terkait melakukan sosialisasi dan ratusan sertifikat telah terbit di 17 pelabuhan perikanan. 


“Ini jadi bukti bahwa persyaratan tersebut sudah menjadi kewajiban yang harus dipatuhi para pelaku usaha dalam pemanfaatan komoditas rajungan yang memiliki nilai ekonomis tinggi,” ungkap Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Lotharia Latif dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis (8/1).


Latif menambahkan, langkah KKP ini menunjukkan kehadiran negara dalam mengatur serta memperjuangkan hasil produk perikanan nelayan kecil untuk bisa memenuhi pasar ekspor. Hal ini juga menjadi komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan akses pasar ekspor produk perikanan Indonesia. 


“Selain itu juga menjadi bentuk transparansi serta mendukung pelaku usaha agar produk perikanan Indonesia terus berdaya saing di pasar global. Semuanya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan Indonesia,” imbuhnya.


Dokumen COA menjadi syarat dan krusial dalam memastikan rajungan di Indonesia ditangkap menggunakan alat penangkapan ikan jenis bubu yang ramah lingkungan yang dipersyaratkan oleh buyer (pembeli), serta memastikan kegiatan penangkapan ikan tidak mengancam mamalia laut.


“Silakan para nelayan mengikuti arahan dan bimbingan yang dilakukan KKP untuk bisa memiliki akses pasar baik regional maupun International. Kita juga masih menyayangkan masih adanya oknum atau pihak tertentu yang masih melakukan penolakan kebijakan tata kelola penangkapan ikan yang baik, benar dan ramah lingkungan, sementara saat ini persaingan penjualan produk perikanan dunia makin ketat dan selektif. Kalau seperti ini terus maka hasil nelayan Indonesia bisa kalah bersaing dengan negara lain yang semakit tertib dan baik tata kelola perikanannya. Akibatnya nelayan Indonesia sulit menjadi sejahtera," tegas Latif.


Di sisi lain, Ketua Asosiasi Pengelolaan Rajungan Indonesia Kuncoro Catur Nugroho mengungkapkan sebagai mitra KKP, pihaknya terus melakukan pendekatan ke nelayan binannya agar dapat mematuhi ketentuan agar dokumen COA dapat diterbitkan.


“Dua bulan terakhir ini kami gencar melakukan pendataan, sosialisasi serta gerai dan register buku kapal nelayan penangkap rajungan. Selain itu juga memberikan bantuan para nelayan alat penangkapan ikan ramah lingkungan bubu,” terangnya.


Sebanyak 10.000 unit bubu lipat telah didistribusikan oleh APRI di 7 lokasi (Rembang, Pamekasan, Gresik, Lamongan, Cirebon, Pasuruan, Bekasi) dan 1 lokasi (Lampung) akan dilakukan pendistribusian pada Januari 2026.


Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan ekspor perikanan Indonesia adalah fondasi penting bagi penguatan ekonomi biru, peningkatan kesejahteraan pelaku usaha, serta perluasan daya saing produk kita di pasar global. KKP berkomitmen untuk menjaga kualitas, memperkuat standar, dan memastikan keberlanjutan sumber daya perikanan.




 *Sonny H. Sayangbati* 



 

TPK Semarang Torehkan Sejarah: Capai 1 Juta TEUs Pertama*

 






 *MPN News* , Semarang 8 Januari 2026 - Semarang (07/01) – TPK Semarang menorehkan tonggak sejarah penting dalam perjalanan operasionalnya dengan berhasil mencapai arus petikemas kumulatif 1 juta TEUs pada 25 Desember 2025. Capaian ini menjadi milestone pertama bagi TPK Semarang sejak beroperasi, sekaligus menandai peningkatan kinerja dan daya saing terminal secara berkelanjutan di tengah dinamika pertumbuhan industri logistik serta tantangan kepadatan arus petikemas pada awal tahun 2025.


Sepanjang tahun 2025, kinerja operasional TPK Semarang menunjukkan tren pertumbuhan positif dibandingkan tahun 2024. Arus petikemas tercatat tumbuh sekitar ±15%, disertai dengan peningkatan produktivitas bongkar muat, perbaikan efektivitas waktu pelayanan kapal dibandingkan berthing time, serta perbaikan kinerja yard occupancy ratio. Lonjakan tersebut sejalan dengan pertumbuhan aktivitas industri, peningkatan arus ekspor-impor, serta meningkatnya pergerakan logistik domestik melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus momentum bagi TPK Semarang untuk melakukan percepatan perbaikan operasional sejak awal tahun 2025.


Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan terminal yang didukung oleh transformasi operasional yang konsisten.

“Pencapaian 1 juta TEUs ini merupakan tonggak sejarah bagi TPK Semarang. Ini adalah hasil dari transformasi operasional yang kami jalankan sejak awal 2025, penguatan perencanaan dan pengendalian operasi, serta optimalisasi pemanfaatan fasilitas dan peralatan terminal. Di tengah berbagai tantangan eksternal, kami bersyukur TPK Semarang mampu mencatatkan kinerja yang terus bertumbuh,” ujar I Nyoman Sutrisna.


Pencapaian arus kumulatif 1 juta TEUs yang diraih TPK Semarang mendapat apresiasi dari para pelaku usaha. Ketua Badan Pengurus Daerah Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (BPD GINSI) Jawa Tengah, Budiatmoko, menilai capaian tersebut sebagai bukti peningkatan kinerja dan keandalan layanan terminal dalam mendukung kelancaran arus logistik di Jawa Tengah.

“Kami dari BPD Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Tengah dengan bangga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Terminal Petikemas Semarang atas pencapaian luar biasa berupa arus kumulatif 1 juta TEUs. Kami akan terus menjalin sinergi yang baik dengan TPK Semarang. Kami berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional di masa depan,” ujar Budiatmoko


Ke depan, pengembangan TPK Semarang akan difokuskan pada penguatan kapasitas, peningkatan efisiensi, dan akselerasi digitalisasi layanan. Pada tahun 2026, TPK Semarang akan memulai peninggian dermaga dan area container yard, modernisasi peralatan bongkar muat melalui penambahan 27 unit Head Truck dan Chasis, serta pengadaan 4 unit Quay Container Crane (QCC) yang memiliki kapasitas full twin-lift serta jangkauan yang lebih jauh hingga 16 row dibandingkan QCC existing saat ini. Selain itu, pada tahun 2026 sebanyak 3 unit RTG akan diselesaikan proses elektrifikasinya hingga 100%. Penguatan sistem teknologi informasi terintegrasi dan peningkatan kompetensi SDM juga akan terus dilakukan sejalan dengan transformasi terminal berbasis Planning & Control.


Dalam mendukung kelancaran arus logistik darat, TPK Semarang telah mengimplementasikan Terminal Booking System (TBS) sejak tahun 2022 dan terus menyempurnakannya. Pendekatan menyeluruh yang mencakup kesiapan sistem, proses bisnis, SDM, serta partisipasi aktif pengguna jasa menjadikan TBS TPK Semarang sebagai percontohan implementasi di lingkungan pelabuhan. Sejak April 2025, TPK Semarang juga menghadirkan Waiting Area yang berfungsi sebagai one stop solution bagi para pengemudi dengan fasilitas istirahat dan layanan administrasi terminal. Keberadaan waiting area ini memberikan manfaat signifikan, antara lain mengurangi antrean di dalam dan sekitar terminal, meningkatkan keselamatan kerja, menekan potensi kecelakaan lalu lintas operasional, serta memberikan kenyamanan dan kepastian layanan bagi pengemudi truk. Dengan pendekatan ini, TPK Semarang tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menjadikan aspek keselamatan dan ketertiban sebagai prioritas utama.


Seperti terminal lainnya, TPK Semarang masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain fluktuasi volume pada periode tertentu, kepatuhan pengguna jasa terhadap sistem, serta faktor eksternal seperti cuaca, rob, dan penurunan tanah di beberapa area. Namun demikian, manajemen secara konsisten melakukan mitigasi melalui penguatan perencanaan, koordinasi lintas instansi, serta penyempurnaan sistem dan prosedur operasional.


I Nyoman Sutrisna menambahkan, “Kami berharap TPK Semarang dapat terus tumbuh menjadi terminal petikemas yang andalan, efisien, dan berdaya saing, seiring dengan pertumbuhan industri di Jawa Tengah. Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan dan dukungan berkelanjutan, TPK Semarang diharapkan mampu berkontribusi optimal terhadap kelancaran logistik nasional.”


Pencapaian 1 juta TEUs ini menegaskan komitmen TPK Semarang untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional maupun nasional secara berkelanjutan. Ke depan,TPK Semarang akan terus melanjutkan program pengembangan kapasitas, peningkatan efisiensi operasional, penguatan budaya K3, serta implementasi  prinsip ESG secara konsisten guna memastikan terminal tetap handal, kompetitif, dan berkelanjutan.


Capaian 1 juta TEUs ini sekaligus menegaskan posisi TPK Semarang sebagai terminal strategis yang berperan penting dalam mendukung kelancaran arus logistik dan pertumbuhan ekonomi regional maupun nasional.




 *Sonny H. Sayangbati* 




 




Space Iklan Bawah Halaman 1


Space Iklan Bawah Halaman 4