Jumat, 02 Januari 2026

Pastikan Layanan Laut Tetap Berjalan, Kemenhub Teken Kerja Sama Terpadu Pelayaran Perintis dan PSO 2026

 





MPN News, Jakarta (2/1-26) - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menandatangani Perjanjian Terpadu Kerja Sama Pelayaran Perintis dan Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik (Public Service Obligation/PSO) Bidang Angkutan Laut Penumpang Kelas Ekonomi Tahun Anggaran 2026. Penandatanganan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin keberlanjutan layanan transportasi laut, khususnya bagi masyarakat di daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan (T3P).


Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Panjaitan, menegaskan bahwa pelayaran perintis dan PSO merupakan amanat undang-undang Pelayaran sekaligus instrumen penting pemerataan pembangunan nasional.


“Penyelenggaraan pelayaran perintis dan kewajiban pelayanan publik ini adalah amanat Undang-Undang Pelayaran yang harus kita jalankan secara konsisten untuk menjamin konektivitas antarwilayah dan kehadiran negara bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Lollan.


Lebih lanjut Lollan mengungkapkan, Ditjen Hubla selama ini menyelenggarakan berbagai jenis pelayaran perintis, mulai dari angkutan penumpang, angkutan barang Tol Laut, angkutan khusus ternak, hingga kapal rede di perairan pelabuhan. Program tersebut bertujuan meningkatkan konektivitas wilayah T3P, menekan disparitas harga, menjamin ketersediaan barang pokok dan penting, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


Selain pelayaran perintis, pemerintah juga memberikan subsidi PSO angkutan laut penumpang kelas ekonomi agar masyarakat dapat menikmati layanan transportasi laut dengan tarif terjangkau dan tetap mengutamakan aspek keselamatan.


“Pemerintah hadir melalui skema PSO untuk memastikan masyarakat di seluruh pelosok tanah air mendapatkan layanan angkutan laut yang aman, selamat, dan terjangkau,” ungkapnya.


Pada Tahun Anggaran 2026, Ditjen Hubla akan menyelenggarakan PSO Bidang Angkutan Laut untuk Penumpang Kelas Ekonomi dan Pelayaran Perintis dengan cakupan yang luas, antara lain 107 trayek pelayaran perintis penumpang, 41 trayek Tol Laut, 6 trayek kapal ternak, 18 trayek kapal rede, serta 25 trayek PSO kapal penumpang kelas ekonomi yang pelaksanaannya dilakukan dengan  mekanisme penugasan BUMN dan perusahan angkutan laut nasional melalui proses pemilihan penyedia jasa lainnya.


Penandatanganan perjanjian yang dilakukan lebih awal ini menjadi langkah strategis untuk mencegah kekosongan layanan, khususnya dalam mendukung mobilisasi masyarakat pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, distribusi barang pokok ke wilayah T3P, serta distribusi ternak ke daerah sentra konsumsi.


“Dengan penandatanganan terpadu ini, kami memastikan tidak ada kekosongan pelayanan. Transportasi laut harus terus berjalan demi kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional,” tegas Lollan.


Pihaknya berpesan kepada seluruh operator pelaksana agar menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab. 


“Saya meminta seluruh operator memberikan pelayanan yang prima, efektif, dan efisien dengan tetap mengutamakan keselamatan, serta terus berkolaborasi untuk mengoptimalkan layanan transportasi laut bagi masyarakat Indonesia,” tutupnya. 




 *Sonny H. Sayangbati* 



 

Tahun Baru, Menhub Dudy Pantau Arus Lalu Lintas di Jalur Tol Keluar-Masuk Jakarta

 




 *MPN News* , Bekasi (2/1-26) - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memantau arus lalu lintas di sejumlah titik strategis jalur tol keluar-masuk Jakarta di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC), Bekasi, Jawa Barat, Kamis (1/1) malam. Menurut Menhub, pergerakan kendaraan di titik-tersebut hingga saat ini masih terpantau lancar.


“Pada hari tahun baru, 1 Januari 2026 ini, pergerakan kendaraan di sejumlah ruas tol keluar-masuk Jakarta masih terpantau lancar dan terkendali. Saya harap kondisi seperti ini dapat terus berlangsung hingga puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 2 Januari 2026,” ujar Menhub Dudy.


Berdasarkan data PT. Jasa Marga, kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek mengalami peningkatan sepanjang libur akhir tahun. Sejak 30 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, kendaraan yang meninggalkan Jabotabek di empat gerbang tol (GT) utama, yakni GT Cikupa, GT Ciawi, GT Cikampek Utama, dan GT Kalihurip Utama mencapai 311.545 kendaraan. Jumlah ini naik 13,81 persen jika dibandingkan lalu lintas normal yakni sebanyak 273.741 kendaraan.


Kemudian, kendaraan yang kembali ke wilayah Jabotabek pada 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 di empat GT Utama mencapai 150.067 kendaraan. Jumlah ini naik 7,45 persen dari lalu lintas normal yakni sebanyak 139.668 kendaraan.


Adapun secara keseluruhan, sebanyak 2.344.052 kendaraan tercatat telah meninggalkan wilayah Jabotabek sejak 18 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Sementara kendaraan yang menuju Jabotabek pada periode yang sama tercatat mencapai 2.147.976 kendaraan.


Menhub Dudy mengapresiasi pihak PT. Jasa Marga dan seluruh stakeholder terkait yang telah mengelola arus lalu lintas dengan baik, khususnya di jalan tol hingga saat ini. Ia pun menginstruksikan seluruh stakeholder untuk meningkatkan koordinasi guna menghadapi puncak arus balik, terutama dalam hal mengantisipasi lonjakan volume kendaraan di titik-titik rawan kemacetan.


“Koordinasi dan kolaborasi antar seluruh stakeholder sangat penting untuk memastikan perjalanan masyarakat dapat berlangsung aman, nyaman, serta lancar. Dengan sinergi yang intensif, saya optimistis pergerakan kendaraan pada arus balik dapat terkendali dengan baik,” ungkapnya.


Kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan kembali ke kota asal, Menhub Dudy mengimbau untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. “Selalu jaga kesehatan, pastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, dan yang tak kalah penting beristirahat jika lelah. Bagi yang menggunakan kendaraan umum, pastikan armada yang dipilih telah menjalani uji keselamatan,” tutupnya.


Turut hadir dalam pemantauan ini Dirjen Perhubungan Darat Aan Suhanan dan Direktur Utama PT. Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono.




 *Sonny H. Sayangbati* 



 

Ancol Telah Donasikan 10% Penjualan Tiket untuk Korban Bencana di Sumatra*



 *MPN News* , Jakarta, 2 Januari 2026 — PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk telah mendonasikan sebesar 

Rp. 150.000.000 (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah) dari hasil penjualan tiket masuk orang 

Pintu Gerbang Utama khusus kunjungan pada tanggal 31 Desember 2025 untuk Bantuan 

Pemulihan Masyarakat terdampak Bencana di Sumatra.


Donasi terdiri dari hasil penjualan tiket online di www.ancol.com dan penjualan tiket offline 

(on the spot) di loket Pintu Gerbang Utama pada tanggal 31 Desember 2025 sebanyak 41.597 

orang dengan omset/pendapatan Rp1.450.345.500 sehingga didonasikan 10% dari 

penjualan tiket tersebut sebesar Rp145.034.550 (Seratus Empat Puluh Lima Juta Tiga Puluh 

Empat Ribu Lima Ratus Lima Puluh Rupiah) dan digenapkan donasinya menjadi 

Rp 150.000.000 (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah)


Donasi tersebut telah disalurkan ke Baznas Bazis DKI Jakarta yang akan digunakan pada 

bantuan kemanusiaan dan pemulihan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana di 

Sumatra. Bantuan kemanusiaan ini sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab sosial 

perusahaan (Corporate Social Responsibility).


Kami percaya, dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, masyarakat yang terdampak 

bencana di Sumatra akan mampu bangkit kembali. Kami berdiri bersama para korban, 

menyatukan doa dan harapan, serta berkomitmen untuk terus mendukung upaya 

kemanusiaan demi meringankan beban saudara-saudara kita.


 *Sonny H. Sayangbati* 


 

Arus Balik Bali–Jawa dan Sumatera-Jawa Lancar Terkendali, ASDP Jaga Konektivitas Nasional*

 




 *MPN News* , Banyuwangi (2/1-26) - Memasuki awal tahun 2026, arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mulai terbentuk. Pergerakan penumpang dan kendaraan dari Bali menuju Jawa maupun dari Sumatera ke Jawa terpantau ramai, namun tetap terkendali. Di tengah dinamika tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry memastikan layanan penyeberangan berjalan aman, lancar, dan terukur.


Pada Kamis (1/1) atau H+7 Nataru, tercatat 30.600 penumpang dan 7.190 kendaraan menyeberang dari Bali ke Jawa melalui lintasan Ketapang–Gilimanuk. Pada hari yang sama, arus balik dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu tercatat mencapai 33.767 penumpang dan 9.043 kendaraan. Data ini mencerminkan kembalinya masyarakat pascalibur Natal dan Tahun Baru, seiring mulai bergeraknya kembali aktivitas ekonomi di awal tahun.


Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan bahwa perusahaan terus menjaga kesiapsiagaan operasional untuk mengantisipasi potensi peningkatan arus balik pada akhir pekan. Menurutnya, awal Januari tidak hanya diwarnai arus balik wisatawan, tetapi juga mulai meningkatnya pergerakan angkutan logistik menuju wilayah Jawa.


“Kami memastikan kesiapan armada, optimalisasi pola operasi, serta penguatan layanan di lintasan utama, termasuk Ketapang–Gilimanuk dan Merak–Bakauheni, agar arus kendaraan tetap terkendali, khususnya pada puncak arus balik Natal dan Tahun Baru,” ujar Heru.


Secara kumulatif sejak H-10 hingga H+7 Nataru, total penumpang dari Bali ke Jawa tercatat 427.910 orang atau turun 4,7 persen, dengan total kendaraan 121.364 unit atau naik 1,8 persen. Sementara itu, total penumpang dari Jawa ke Bali mencapai 413.839 orang atau turun 4,5 persen, dengan kendaraan 110.193 unit atau naik 0,9 persen.


Pada periode yang sama, lintasan Jawa–Sumatera mencatat total 654.493 penumpang atau naik 2,7 persen, dengan total kendaraan 144.756 unit. Adapun lintasan Sumatera–Jawa mencatat 582.382 penumpang dengan total kendaraan 146.110 unit, atau meningkat 3,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.



 *Beli Tiket Online* 


Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan bahwa berdasarkan data kumulatif Posko Angkutan Nataru 2025/2026, tingkat pemanfaatan kuota lintasan Bali–Jawa dan Sumatera–Jawa masih berada di kisaran 21,80 persen. Kondisi ini menunjukkan kapasitas penyeberangan relatif longgar, sehingga arus balik dapat berlangsung lebih merata dan terkendali.


Sejalan dengan itu, ASDP mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik Natal dan Tahun Baru agar merencanakan perjalanan sejak dini melalui pemanfaatan sistem tiket online Ferizy. "Saat ini tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan, dan tiket penyeberangan telah tersedia sejak H-60 sebelum keberangkatan. Pengguna jasa diminta memastikan telah bertiket sebelum tiba di pelabuhan serta datang sesuai jadwal keberangkatan," ujarnya mengingatkan.


Windy menegaskan bahwa kedisiplinan terhadap jadwal, kesiapan perjalanan, serta kepatuhan terhadap arahan petugas menjadi kunci kelancaran arus balik Nataru. Pengguna jasa juga diimbau mewaspadai potensi cuaca ekstrem di sejumlah lintasan demi keselamatan bersama.


Dengan pengelolaan operasi yang adaptif dan berbasis data, ASDP terus menjaga perannya sebagai jembatan konektivitas nasional, mengawal mobilitas masyarakat agar arus balik Natal dan Tahun Baru 2025/2026 tetap berjalan aman, lancar, dan terkendali.




 *Sonny H. Sayangbati* 




Penyidikan Tenggelamnya KM Putri Sakinah Terus Berjalan, Alat Bukti Dikumpulkan dan Gelar Perkara Disiapkan

 






 *MPN News* , Labuan Bajo (2/1-26) - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur melalui Polres Manggarai Barat terus mendalami kasus kecelakaan laut yang menimpa kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo. Proses penyidikan kini memasuki tahap analisis dan evaluasi (anev) guna memastikan penyebab pasti insiden yang merenggut korban jiwa tersebut.


Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, menjelaskan bahwa penyidik Satreskrim dan Satpolairud Polres Manggarai Barat telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang berada di kapal saat kejadian.


“Penyidikan difokuskan pada dugaan kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dunia. Penyidik telah mengumpulkan keterangan saksi serta dokumen pendukung sebagai bagian dari alat bukti,” ujar Henry, Jumat (2/1/2025).


Menurutnya, para saksi yang diperiksa mencakup awak kapal serta pihak yang terlibat langsung dalam operasional pelayaran dan pelayanan wisata. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui secara rinci tanggung jawab masing-masing pihak selama pelayaran, termasuk aspek pengendalian kapal, kondisi mesin, hingga prosedur keselamatan saat keadaan darurat.


Selain keterangan saksi, penyidik juga telah mengantongi alat bukti. Alat bukti tersebut akan dianalisis secara menyeluruh sebelum dilakukan penetapan status hukum lebih lanjut.


“Proses ini dilakukan secara profesional dan objektif. Penetapan tersangka akan dilakukan setelah penyidik memiliki alat bukti yang cukup sesuai ketentuan hukum,” tegas Kabid Humas.


Lebih lanjut, Polda NTT melalui Polres Manggarai Barat pada Hari ini Jumat (2/1/2026) merencanakan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap sejumlah pihak terkait. Penyidik juga akan melakukan penyitaan dokumen kapal dan menyiapkan bahan gelar perkara sebagai tahapan penting dalam proses penyidikan.


Kabid Humas Polda NTT menegaskan bahwa penegakan hukum ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi korban serta keluarga, sekaligus menjadi langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang di kawasan wisata bahari.


“Keselamatan pelayaran adalah hal utama. Kami berharap proses hukum ini menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh pelaku usaha wisata laut agar selalu mengutamakan aspek keselamatan di atas segalanya,” tegas Henry.


Polda NTT memastikan akan menyampaikan perkembangan penyidikan secara terbuka dan transparan kepada publik sesuai dengan tahapan hukum yang berlaku.




 *Sonny H. Sayangbati* 


 


Space Iklan Bawah Halaman 1


Space Iklan Bawah Halaman 4