Senin, 20 April 2026

Perkuat Kompetensi Marine Inspector, Ditjen Hubla Gelar Bimtek Pemeriksa Keselamatan Kapal

 

 

MPN News JAKARTA (21/4) — Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kualitas Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal Tahun Anggaran 2026 pada 20–22 April 2026 di Jakarta.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, kapasitas, dan kompetensi para Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal (Marine Inspector) dalam memastikan standar keselamatan pelayaran tetap terjaga sesuai ketentuan yang berlaku.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, dalam sambutannya saat membuka acara, menegaskan bahwa peran Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal sangat strategis dalam memastikan setiap kapal yang beroperasi telah memenuhi persyaratan teknis, kelaiklautan, serta standar keselamatan sesuai dengan regulasi nasional maupun konvensi internasional.

“Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal memiliki tanggung jawab penting dalam memastikan keselamatan pelayaran. Kompetensi dan integritas menjadi kunci utama agar setiap kapal yang berlayar benar-benar memenuhi standar kelaiklautan yang telah ditetapkan,” ujar Dirjen Masyhud di Jakarta, Senin (20/4).

Ia menambahkan, pelaksanaan Bimtek ini merupakan bagian dari komitmen Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk menjaga kualitas dan konsistensi pelaksanaan pemeriksaan keselamatan kapal di Indonesia.

“Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang profesional, transparan, dan berstandar tinggi demi keselamatan pelayaran Indonesia di masa mendatang,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dirjen Masyhud menekankan pentingnya sikap adaptif dan responsif terhadap perubahan standar keselamatan kapal yang terus berkembang, guna mendukung terwujudnya visi Indonesia sebagai poros maritim dunia yang aman, selamat, dan berdaya saing tinggi.

“Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terhadap regulasi, prosedur, serta standar keselamatan yang berlaku, sekaligus mampu beradaptasi dengan dinamika dan perkembangan global di sektor maritim,” ungkapnya.

Dirjen Masyhud juga meminta seluruh jajaran Ditjen Perhubungan Laut untuk selalu menerapkan prinsip 3P dalam menjalankan tugas, yaitu Peduli Regulasi, Peduli Organisasi, dan Peduli SDM.

Sementara itu, Direktur Perkapalan dan Kepelautan Samsuddin, dalam laporannya mengungkapkan, tujuan dilaksanakannya Bimtek ini adalah untuk memberikan pembekalan teknis terkait perkembangan keselamatan kapal, baik di tingkat nasional maupun internasional guna meningkatkan profesionalisme para Marine Inspector.

“Diharapkan seluruh materi yang diperoleh dapat diimplementasikan secara optimal dalam pelaksanaan tugas pemeriksaan kapal di lapangan,” pungkasnya.

Adapun kegiatan ini diikuti oleh 385 orang perwakilan dari Direktorat Perkapalan dan Kepelautan dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut yang hadir secara luring maupun daring.

Bimtek ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran dan AMSAT, yang menyampaikan materi mengenai pengetahuan tentang update peraturan di bidang penyelenggaraan kelaiklautan kapal dan perkembangan informasi di bidang keselamatan kapal, baik nasional maupun internasional.



Sonny H. Sayangbati

PTP Nonpetikemas Pangkalbalam pasang "oil boom" antisipasi pencemaran lingkungan

 


MPN News, Pangkalpinang 20 April 2026 - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Nonpetikemas Cabang Pangkalbalam, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), memasang perangkat oil boom, guna mengantisipasi pencemaran lingkungan akibat tumpahan minyak di pelabuhan tersebut.

"Ini merupakan komitmen kami untuk menjaga lingkungan sungai dan laut di lingkungan Pelabuhan ini," kata Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Pangkalbalam Alamsyah di Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengatakan PTP Nonpetikemas Cabang Pangkalbalam pada tahun ini lebih memfokuskan layanan bongkar muat minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan turunannya, guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah itu.

"Bongkar muat CPO dan turunannya di Pelabuhan Pangkalbalam ini sangat tinggi, sehingga kami telah menyiapkan oil boom beserta kapalnya untuk mengatasi pencemaran lingkungan apabila terjadi tumpahan minyak CPO di Pelabuhan ini," ujarnya.

Ia menyatakan saat ini sudah ada empat segmen oil boom. Satu segmen oil boom ini memiliki jangkauan 20 meter, sehingga total kemampuan perangkat oil boom untuk memblokir tumpahan minyak ini mencapai 80 meter.

"Kami bisa memblokir 80 meter jika terjadi tumpahan CPO dari kapal di air," katanya.

Menurut dia, oil boom merupakan perangkat terapung yang dirancang khusus untuk mengurai dan memisahkan antara minyak dengan air, sehingga sangat efektif dalam penanggulangan tumpahan minyak sebelum proses pembersihan lebih lanjut.

"Kami sudah dua kali melakukan uji coba oil boom dan Alhamdulillah kami berhasil menanggulangi tumpahan CPO di kolam pelabuhan ini," katanya.

Ia menambahkan pemasangan oil boom ini seiring dengan bongkar muat pada tahun 2025 di Pelabuhan Pangkalbalam yang mencapai 1,6 juta ton dengan dominasi curah cair berupa CPO sebesar 33,24 persen.

Sementara itu PTP Nonpetikemas Cabang Pangkalbalam pada triwulan I tahun 2026 telah melayani bongkar muat sebesar 391.624 ton CPO, dengan porsi curah cair  mencapai 35,18 persen.

"Oil boom ini penting agar aktivitas bongkar muat CPO yang tinggi ini tidak mengakibatkan pencemaran lingkungan di pelabuhan ini," kata Alamsyah.


Sumber Berita dan Foto : LKBN Antara



Space Iklan Bawah Halaman 1


Space Iklan Bawah Halaman 4