MPN News, PONTIANAK - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat
peningkatan kinerja operasional di Area Pontianak sepanjang tahun 2025
dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan menguatnya aktivitas perdagangan
dan distribusi barang di Provinsi Kalimantan Barat. Berdasarkan data
operasional IPC TPK, arus petikemas Terminal Petikemas Pontianak sepanjang
tahun 2025 (s.d. Desember) tercatat sebesar 283.045 TEUs, meningkat
dibandingkan realisasi tahun 2024 yang mencapai 263.391 TEUs. Dengan demikian, kinerja
Area Pontianak tumbuh sekitar 7,47% secara tahunan (year-on-year).
Peningkatan arus petikemas tersebut didorong oleh bertambahnya aktivitas
pelayaran dan volume muatan. Sepanjang Desember 2025, jumlah kunjungan kapal
(ship call) meningkat sebanyak 43 kapal dibandingkan bulan sebelumnya, yang
berdampak pada kenaikan arus petikemas sebesar 438 box atau 404 TEUs secara
bulanan.
Dari sisi pelayaran, pertumbuhan volume petikemas secara tahunan tercatat
pada sejumlah perusahaan pelayaran utama, antara lain Ganendra Catra Sakti yang
meningkat 2,82%, Indo Container Line yang tumbuh signifikan sebesar 40,55%,
serta Meratus Line yang mencatat lonjakan tertinggi dengan pertumbuhan mencapai
93,40% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, arus petikemas domestik Area
Pontianak juga menunjukkan pertumbuhan kuat sebesar 19,75% dibandingkan tahun
2024, mencerminkan meningkatnya aktivitas distribusi antar pulau di wilayah
Kalimantan Barat.
“Kinerja Area Pontianak yang terus tumbuh sepanjang tahun 2025
menunjukkan peran terminal yang semakin strategis dalam mendukung arus logistik
dan perdagangan regional,” ujar M. Loutfie Hidayat, Manager IPC TPK Area
Pontianak.
Kinerja operasional Terminal Petikemas Pontianak tersebut sejalan dengan
data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat yang menunjukkan
aktivitas perdagangan luar negeri tetap terjaga sepanjang tahun 2025. BPS
mencatat bahwa pada November 2025, nilai ekspor Kalimantan Barat mencapai
US$177,13 juta, sementara nilai impor tercatat sebesar US$51,02 juta, sehingga
neraca perdagangan berada pada posisi surplus.
Secara kumulatif, nilai perdagangan luar negeri Kalimantan Barat periode
Januari–November 2025 juga mencatat surplus sebesar sekitar US$1,13 miliar,
mencerminkan kuatnya kinerja ekspor daerah. Kondisi tersebut turut mendorong
kebutuhan layanan petikemas di Terminal Petikemas Pontianak sebagai salah satu
gerbang utama arus barang ekspor dan impor di Kalimantan Barat.
"Ke depan, IPC Terminal Petikemas akan terus berfokus pada
peningkatan keandalan layanan, efisiensi operasional, serta penguatan peran
Terminal Petikemas Pontianak dalam mendukung kelancaran arus barang dan
pertumbuhan ekonomi regional di Kalimantan Barat." tutup Loutfie.
(Redaksi MPN News).



0 comments:
Posting Komentar