MPN News, Jakarta 15 Februari 2025 -Pelabuhan Tanjung Priok merupakan pelabuhan terbesar dan tersibuk di Indonesia yang berperan penting dalam lalu lintas perdagangan nasional maupun internasional.
Terletak di Jakarta Utara, pelabuhan ini menjadi simpul utama aktivitas ekspor-impor dan telah melalui perjalanan sejarah panjang sejak era kolonial
Pembangunan Pelabuhan Tanjung Priok dimulai pada tahun 1883 atas inisiatif pemerintah kolonial Belanda untuk menggantikan fungsi Pelabuhan Sunda Kelapa yang kala itu sudah tidak memadai untuk mendukung pertumbuhan perdagangan.
Pembangunan ini berada di bawah kepemimpinan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Jenderal Johannes van den Bosch, dan selesai pada tahun 1886.
Saat pertama kali dibangun, pelabuhan ini dirancang dengan fasilitas yang lebih modern dibandingkan pelabuhan-pelabuhan sebelumnya, seperti kedalaman perairan yang memadai bagi kapal besar, serta dermaga dan gudang penyimpanan.
Hal ini menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan utama Hindia Belanda dan pusat distribusi berbagai komoditas penting seperti kopi, teh, rempah-rempah, serta barang-barang manufaktur.
Selama masa penjajahan Belanda, pelabuhan ini memainkan peran strategis sebagai jalur utama ekspor-impor.
Namun, pada masa Perang Dunia II, Pelabuhan Tanjung Priok mengalami kerusakan parah akibat serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan Sekutu, sehingga sempat mengganggu aktivitas logistik dan perdagangan secara signifikan.
Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, Pelabuhan Tanjung Priok menjadi bagian penting dari infrastruktur nasional yang menopang ekonomi negara yang baru berdiri. Pemerintah Indonesia melakukan berbagai langkah modernisasi, termasuk pembangunan fasilitas baru dan perbaikan infrastruktur, guna mendukung peningkatan volume perdagangan dan industrialisasi.
Memasuki abad ke-21, Pelabuhan Tanjung Priok terus dikembangkan secara bertahap untuk menjawab tantangan zaman.
Pada tahun 2010, pemerintah meluncurkan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), yang menempatkan pembangunan dan penguatan pelabuhan ini sebagai salah satu prioritas utama.
Saat ini, Pelabuhan Tanjung Priok dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, seperti terminal kontainer berteknologi tinggi, gudang distribusi, pusat logistik terpadu, serta sistem keamanan dan pengawasan digital. Pelabuhan ini mampu melayani jutaan TEUs (twenty-foot equivalent units) per tahun dan menjadi simpul penting dalam rantai pasok logistik global.
Melalui sejarah panjang yang mencerminkan transformasi Indonesia dari masa kolonial hingga era globalisasi ini, Pelabuhan Tanjung Priok tidak hanya menjadi saksi sejarah, namun juga menjadi simbol kekuatan ekonomi maritim nasional. Keberadaan dan perkembangan pelabuhan ini akan terus menjadi bagian vital dalam mendukung visi Indonesia sebagai poros maritim dunia.
Pembangunan ini berada di bawah kepemimpinan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Jenderal Johannes van den Bosch, dan selesai pada tahun 1886.
Saat pertama kali dibangun, pelabuhan ini dirancang dengan fasilitas yang lebih modern dibandingkan pelabuhan-pelabuhan sebelumnya, seperti kedalaman perairan yang memadai bagi kapal besar, serta dermaga dan gudang penyimpanan.
Hal ini menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan utama Hindia Belanda dan pusat distribusi berbagai komoditas penting seperti kopi, teh, rempah-rempah, serta barang-barang manufaktur.
Selama masa penjajahan Belanda, pelabuhan ini memainkan peran strategis sebagai jalur utama ekspor-impor.
Namun, pada masa Perang Dunia II, Pelabuhan Tanjung Priok mengalami kerusakan parah akibat serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan Sekutu, sehingga sempat mengganggu aktivitas logistik dan perdagangan secara signifikan.
Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, Pelabuhan Tanjung Priok menjadi bagian penting dari infrastruktur nasional yang menopang ekonomi negara yang baru berdiri. Pemerintah Indonesia melakukan berbagai langkah modernisasi, termasuk pembangunan fasilitas baru dan perbaikan infrastruktur, guna mendukung peningkatan volume perdagangan dan industrialisasi.
Memasuki abad ke-21, Pelabuhan Tanjung Priok terus dikembangkan secara bertahap untuk menjawab tantangan zaman.
Pada tahun 2010, pemerintah meluncurkan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), yang menempatkan pembangunan dan penguatan pelabuhan ini sebagai salah satu prioritas utama.
Saat ini, Pelabuhan Tanjung Priok dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, seperti terminal kontainer berteknologi tinggi, gudang distribusi, pusat logistik terpadu, serta sistem keamanan dan pengawasan digital. Pelabuhan ini mampu melayani jutaan TEUs (twenty-foot equivalent units) per tahun dan menjadi simpul penting dalam rantai pasok logistik global.
Melalui sejarah panjang yang mencerminkan transformasi Indonesia dari masa kolonial hingga era globalisasi ini, Pelabuhan Tanjung Priok tidak hanya menjadi saksi sejarah, namun juga menjadi simbol kekuatan ekonomi maritim nasional. Keberadaan dan perkembangan pelabuhan ini akan terus menjadi bagian vital dalam mendukung visi Indonesia sebagai poros maritim dunia.
--------------------
Disadur dari KBN Antara
Sumber Artikel dan Foto KBN Antara
Disalin kembali oleh redaksi MPN News



0 comments:
Posting Komentar