MPN News, Dompu 30 Januari 2026 – Rencana kelanjutan pembangunan Pelabuhan Nusantara di Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, kembali menemui titik terang. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia telah mengalokasikan anggaran untuk melanjutkan pembangunan pelabuhan yang direncanakan sejak tahun 2018 lalu.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Dompu, Fakhrurrazi, mengatakan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan telah menyiapkan pagu anggaran sebesar Rp91 miliar untuk kelanjutan pembangunan Pelabuhan Nusantara Kilo. “Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan fasilitas Pelabuhan Nusantara Kilo,” kata Fakhrurrazi, Senin, 27 Januari 2026.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Calabai, saat pertemuan dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Dompu, dari total pagu anggaran tersebut telah ditetapkan pemenang tender dengan nilai penawaran sekitar Rp85 miliar. Anggaran tersebut untuk digunakan membangun fasilitas darat dan fasilitas laut.
"Untuk rinciannya, kami belum mendapatkan apa saja yang dibangun. Tapi jika dilihat, fasilitas laut adalah dermaganya dan fasilitas darat adalah kantor dan ruang tunggu serta parkiran," katanya.
Fakhrurrazi menambahkan, proyek pembangunan Pelabuhan Nusantara Kilo direncanakan mulai dilaksanakan setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi. Salah satu tahapan yang saat ini masih dalam proses adalah pengurusan dokumen lingkungan, berupa Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.
“Dokumen KKPRL ini menjadi salah satu syarat utama sebelum pekerjaan fisik pelabuhan dapat dimulai,” ujarnya.
Pembangunan Pelabuhan Nusantara Kilo ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026. Sebelumnya pada tahun 2025, proyek ini dikerjakan dengan sistem multi year. Namun di tahun 2025 terjadi refocusing, maka disatukan pengerjaanya di tahun 2026.
Dengan alokasi anggaran tersebut, Kementrian Perhubungan RI, telah menuntaskan pwkerjaanya, tinggal Kabupaten Dompu, menyediakan fasilitas pendukungnya. "Akses jalan masuk menjadi tanggung jawab kita," katanya.
Informasinya, lanjut Fatkhurrazi, Dinas PUPR pernah membangun akses jalan Tanju menuju Kilo. Namun karena ada kendala soal teksture medan, proyek tersebut sempat dihentikan.
Pelabuhan ini diharapkan mampu menunjang konektivitas laut, memperlancar arus logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Dompu dan sekitarnya.
Sonny H. Sayangbati



0 comments:
Posting Komentar