Rabu, 31 Desember 2025

ASDP Perkuat Kesiapsiagaan Penyeberangan Kupang–Rote di Tengah Cuaca Ekstrem

 





MPN News, Kupang, 31 Desember 2025 - k

Menjelang akhir tahun, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat kesiapsiagaan layanan penyeberangan di berbagai wilayah, khususnya pada lintasan yang berhadapan langsung dengan dinamika cuaca ekstrem. Salah satu lintasan pantauan nasional yang menjadi perhatian adalah Kupang–Rote, seiring potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung sejak November 2025 hingga Februari 2026.


Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama yang senantiasa menjadi dasar dalam setiap pengambilan keputusan operasional, terutama di tengah kondisi cuaca yang bersifat dinamis dan sulit diprediksi.


“Dalam situasi cuaca ekstrem, ASDP mengedepankan prinsip kehati-hatian. Kesiapan kapal, fasilitas layanan, pemantauan informasi cuaca dari BMKG, serta koordinasi intensif dengan KSOP terus kami lakukan untuk memastikan setiap keputusan operasional mengutamakan keselamatan pengguna jasa,” ujar Heru.


Kondisi cuaca ekstrem turut berdampak pada operasional lintasan Kupang–Rote. Pada Senin (29/12), layanan penyeberangan di lintasan tersebut tidak dioperasikan sementara karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk pelayaran. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko demi menjaga keselamatan penumpang dan awak kapal.


Penghentian sementara tersebut merujuk pada Surat KSOP Nomor PU-KSOP.Kpg 2 Tahun 2025 yang meminta seluruh operator kapal di wilayah Perairan Utara Kupang–Rote untuk menghentikan operasional. Imbauan ini didasarkan pada informasi BMKG yang mencatat adanya angin kencang disertai potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter, sehingga berisiko terhadap keselamatan pelayaran.


 *Prioritas Utama* 


General Manager ASDP Cabang Kupang, Wijaya Santosa, menjelaskan bahwa langkah penghentian operasional sementara merupakan wujud komitmen ASDP dalam menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama sekaligus bentuk kepatuhan terhadap arahan regulator.


“Operasional penyeberangan akan kembali dijalankan setelah kondisi cuaca dinyatakan kondusif dan terdapat persetujuan dari regulator. Selama masa penghentian, ASDP telah menyiapkan langkah antisipatif berupa penyediaan lahan parkir berkapasitas 510 unit kendaraan di Pelabuhan Bolok dan 210 unit kendaraan di Pelabuhan Rote, guna meminimalisasi potensi kepadatan di area pelabuhan,” jelas Wijaya.


Sebagai bentuk perlindungan kepada pengguna jasa, ASDP juga menerapkan kebijakan reschedule dan refund melalui platform Ferizy. Kebijakan ini memberikan fleksibilitas bagi masyarakat apabila terjadi penghentian layanan sementara akibat faktor tertentu, termasuk kondisi cuaca ekstrem.


Dari sisi pergerakan penumpang dan kendaraan, lintasan Kupang–Rote menunjukkan dinamika sepanjang periode H-10 hingga H+4. Dari Pelabuhan Bolok menuju Rote, tercatat 10.957 penumpang, relatif stabil dengan penurunan tipis sebesar 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 11.085 penumpang. Sementara itu, jumlah kendaraan yang menyeberang tercatat 2.024 unit atau meningkat 12,26 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 1.803 unit.


Adapun dari Pelabuhan Rote menuju Kupang, total penumpang tercatat 2.903 orang atau naik 54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.883 orang. Jumlah kendaraan yang menyeberang juga mengalami peningkatan signifikan menjadi 549 unit atau tumbuh 51,24 persen dibandingkan realisasi sebelumnya sebanyak 363 unit.


Dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, ASDP berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan intensif serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap layanan penyeberangan tetap berjalan secara aman dan terkendali, sejalan dengan komitmen ASDP dalam menjaga keselamatan dan konektivitas antarwilayah, khususnya di tengah tantangan cuaca ekstrem.




 *Sonny H. Sayangbati*

Senin, 29 Desember 2025

47 kapal disiapkan layani penyebrangan Merak-Bakaheuni saat Nataru

 




MPN News, Jakarta 30 Desember 2025 - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur di daerahnya akan diperkuat dengan peningkatan konektivitas melalui kesiapan seluruh moda transportasi.


"Pembangunan infrastruktur yang dilakukan saat ini di Provinsi Lampung juga diperkuat dengan peningkatan konektivitas melalui moda transportasi darat, laut, udara," ujar Rahmat Mirzani Djausal berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Senin.


Ia mengatakan untuk konektivitas di jalur laut, lintasan penyeberangan Pelabuhan Bakauheni menuju Merak tetap menjadi urat nadi nasional dengan pergerakan penumpang dan kendaraan yang tinggi.


"Untuk mendukung kelancaran arus penyeberangan kapal laut, terutama pada masa libur Natal dan Tahun Baru. Sebanyak 47 kapal telah disiapkan untuk melayani penyeberangan dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni," katanya.


Menurut dia, ada pula kapal milik Pemerintah Provinsi Lampung yang dioperasikan yakni Kapal Dalom 1, armada itu dioperasikan oleh BUMD Provinsi Lampung bersama mitra operator.


"Di sektor udara, Pemerintah Provinsi Lampung juga memperkuat operasional Bandara Radin Inten II sebagai bandara internasional, sekaligus merealisasikan reaktivasi kembali Bandara Gatot Subroto di Kabupaten Way Kanan untuk mendukung moda transportasi udara," ucap dia.


Dia mengatakan bahwa selama tahun 2025 ini, menjadi tahun awal penguatan fondasi pembangunan, dengan fokus utama pada perbaikan infrastruktur jalan untuk mendukung konektivitas antar wilayah melalui moda transportasi darat.


"Permasalahan utama, terletak pada kebijakan pembangunan jalan yang sebelumnya lebih terfokus pada kawasan ekonomi tertentu, namun kurang memperhatikan kepadatan penduduk. Kami mengubah strategi itu, pembangunan jalan kini diprioritaskan pada wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi agar manfaatnya dirasakan lebih luas, baik untuk aktivitas ekonomi maupun sosial,” jelasnya

      

47 kapal disiapkan layani penyebrangan Merak-Bakaheuni saat Nataru

Ilustrasi- Penyeberangan melalui moda transportasi kapal laut dari Pelabuhan Bakauheni Lampung menuju Pelabuhan Merak. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur di daerahnya akan diperkuat dengan peningkatan konektivitas melalui kesiapan seluruh moda transportasi.


"Pembangunan infrastruktur yang dilakukan saat ini di Provinsi Lampung juga diperkuat dengan peningkatan konektivitas melalui moda transportasi darat, laut, udara," ujar Rahmat Mirzani Djausal berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Senin.


Ia mengatakan untuk konektivitas di jalur laut, lintasan penyeberangan Pelabuhan Bakauheni menuju Merak tetap menjadi urat nadi nasional dengan pergerakan penumpang dan kendaraan yang tinggi.


"Untuk mendukung kelancaran arus penyeberangan kapal laut, terutama pada masa libur Natal dan Tahun Baru. Sebanyak 47 kapal telah disiapkan untuk melayani penyeberangan dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni," katanya.


Menurut dia, ada pula kapal milik Pemerintah Provinsi Lampung yang dioperasikan yakni Kapal Dalom 1, armada itu dioperasikan oleh BUMD Provinsi Lampung bersama mitra operator.


"Di sektor udara, Pemerintah Provinsi Lampung juga memperkuat operasional Bandara Radin Inten II sebagai bandara internasional, sekaligus merealisasikan reaktivasi kembali Bandara Gatot Subroto di Kabupaten Way Kanan untuk mendukung moda transportasi udara," ucap dia.


Dia mengatakan bahwa selama tahun 2025 ini, menjadi tahun awal penguatan fondasi pembangunan, dengan fokus utama pada perbaikan infrastruktur jalan untuk mendukung konektivitas antar wilayah melalui moda transportasi darat.


"Permasalahan utama, terletak pada kebijakan pembangunan jalan yang sebelumnya lebih terfokus pada kawasan ekonomi tertentu, namun kurang memperhatikan kepadatan penduduk. Kami mengubah strategi itu, pembangunan jalan kini diprioritaskan pada wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi agar manfaatnya dirasakan lebih luas, baik untuk aktivitas ekonomi maupun sosial,” jelasnya.


Baca juga: H+3 Natal, lalin arah Jakarta di tiga GT tol Jabodetabek meningkat


Baca juga: H+3 Natal, volume lalin di empat ruas tol Regional Nusantara meningkat


Baca juga: Okupansi kereta Nataru di Daop 2 Bandung tembus 104,7 persen


Ia menjelaskan pada 2025 Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan Rp400 miliar untuk perbaikan jalan, yang dampaknya dirasakan oleh 4-5 juta orang penduduk.


"Fokus utama adalah memastikan jalan bebas dari lubang agar aman dan nyaman dilalui, meski belum semuanya mulus sehingga konektivitas antar daerah terbentuk," tambahnya.


(Sonny H. Sayangbati/Red.MPN News/***Antara).

Menhub Tinjau Gilimanuk, ASDP Perkuat Kesiapan Arus Balik Nataru

 




MPN News, Jakarta 30 Desember 2025 - Gilimanuk, Bali, 29 Desember 2025 — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Gilimanuk pada Senin (29/12) untuk memantau langsung kesiapan layanan penyeberangan dalam menghadapi pergerakan pasca Tahun Baru pada periode Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Kunjungan ini dilakukan seiring prediksi puncak pergerakan penumpang pada malam pergantian tahun, yakni Senin (29/12) dan Selasa (30/12), serta puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada Sabtu (3/1) dan Minggu (4/1) di lintasan strategis Gilimanuk–Ketapang.


Dalam peninjauan tersebut, Menhub yang juga didampingi Kakorlantas Agus Suryo dan Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono menyampaikan bahwa secara umum penyelenggaraan Angkutan Natal 2025 berjalan sesuai dengan yang diharapkan. “Layanan transportasi, termasuk penyeberangan Bali–Jawa, terpantau berlangsung lancar dan aman berkat kesiapan operator serta sinergi lintas pemangku kepentingan,” katanya. Menhub menekankan bahwa keberhasilan ini perlu terus dijaga hingga periode arus balik berakhir, mengingat tingginya mobilitas masyarakat pada libur akhir tahun.


Menhub secara khusus menyampaikan empat hal utama yang menjadi perhatian bagi ASDP dan seluruh pemangku kepentingan. Pertama, aspek keselamatan (safety) harus menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional. Kedua, pentingnya kolaborasi yang solid antar seluruh pihak terkait, mulai dari regulator, operator, aparat keamanan, hingga pemerintah daerah. 


Ketiga, perlunya memperhatikan detail-detail kecil sebagai pembelajaran dari insiden kecelakaan KMP Tunu pada Juli 2025 lalu agar tidak terulang kembali. Keempat, kewaspadaan tinggi terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi kapan saja dan berdampak langsung pada keselamatan pelayaran.


Sejalan dengan arahan tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kesiapan layanan penyeberangan lintasan Gilimanuk–Ketapang dalam menghadapi arus pergerakan Nataru. Berbagai langkah antisipatif disiapkan untuk menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jasa, seiring dinamika trafik yang terus dipantau secara intensif selama periode Nataru, baik pada arus berangkat maupun arus balik.




Tingginya Pergerakan Libur Akhir Tahun


Senior General Manager Regional III ASDP, Capt. Luthfi Adi Subarkah, menyampaikan bahwa kesiapan operasional didukung oleh ketersediaan armada dan infrastruktur pelabuhan yang memadai. "Di lintas Ketapang-Gilimanuk jumlah kapal yang siap operasi (standby) sebanyak 55 unit serta 17 unit dermaga di Ketapang dan Gilimanuk, dilengkapi buffer zone dan delaying system untuk mengantisipasi fluktuasi kepadatan kendaraan,” ujarnya. 


Sementara itu, berkoordinasi dengan regulator dan mitra kerja terkait, juga telah disiapkan skenario pola operasi kapal yang fleksibel sesuai tingkat kepadatan, mulai dari kondisi normal hingga sangat padat. Pada kondisi puncak, kapasitas angkut dapat dioptimalkan melalui pengoperasian hingga 32 kapal dengan dukungan dermaga alternatif Bulusan serta pola time based berthing (TBB) guna mempercepat proses bongkar muat kendaraan.


Dari sisi kinerja produksi, data Posko Nataru 2025 menunjukkan pergerakan penyeberangan di lintasan Gilimanuk–Ketapang tetap terjaga secara terkendali. Hingga periode H-10 sampai dengan H+2 Natal, realisasi penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk tercatat sebanyak 83.146 unit kendaraan atau tumbuh sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total penumpang mencapai 283.127 orang. 


Sementara itu, dari Pelabuhan Ketapang tercatat 81.916 unit kendaraan dengan total penumpang 302.181 orang. Secara kumulatif, total kendaraan yang dilayani pada kedua arah lintasan mencapai lebih dari 165 ribu unit dengan pergerakan penumpang sekitar 585 ribu orang, mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat pada momen libur akhir tahun.


Selain kesiapan sarana dan prasarana, ASDP juga memperkuat koordinasi lintas instansi yang terlibat dalam Posko Nataru, termasuk kepolisian, BPTD, KSOP, dan pemerintah daerah. Pemantauan data reservasi tiket Ferizy dilakukan secara berkala dan real time untuk memastikan distribusi trafik berjalan seimbang serta memungkinkan pengambilan keputusan cepat apabila terjadi peningkatan kepadatan.


“Fokus utama kami adalah keselamatan dan kelancaran layanan. Dengan dukungan personel operasional, fasilitas pelabuhan, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis layanan penyeberangan Gilimanuk–Ketapang selama Nataru dapat berjalan aman, tertib, dan terkendali,” ujar Capt Luthfi menandaskan.


Sonny H. Sayangbati

Rayakan Tahun Baru, Ancol Donasikan 10% Penjualan Tiket untuk Korban Bencana di Sumatra



MPN News, Jakarta, 29 Desember 2025 — Untuk membantu pemulihan korban bencana di Sumatra, 

Ancol akan mendonasikan 10% dari hasil penjualan tiket masuk orang Pintu Gerbang Utama 

di loket tiket dan www.ancol.com, khusus kunjungan pada tanggal 31 Desember 2025. 

Komitmen ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social 

Responsibility/CSR). Sebagai salah BUMD milik Pemprov DKI Jakarta, Ancol ingin hadir 

bukan hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang 

peduli dan saling membantu.

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Winarto menyampaikan bahwa 

kepedulian sosial merupakan nilai yang melekat dalam setiap langkah perusahaan.

“Kami percaya bahwa kebahagiaan yang dihadirkan melalui Ancol dapat berjalan seiring 

dengan kepedulian terhadap sesama. Melalui program ini, kami ingin mengajak masyarakat 

untuk bersama-sama berbagi dan menghadirkan harapan bagi saudara-saudara kita yang 

terdampak bencana di Sumatra,” ujarnya.

Dana donasi yang terkumpul akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan terpercaya, 

dengan fokus pada bantuan kemanusiaan dan pemulihan kebutuhan dasar masyarakat 

terdampak. Ancol berkomitmen untuk menyampaikan informasi penyaluran donasi secara 

terbuka dan bertanggung jawab kepada publik.

Melalui inisiatif ini, setiap tiket yang dibeli pada tanggal 31 Desember 2025 tidak hanya 

untuk menikmati Konser Gempita SCTV bersama Dewa 19, Drone Light Show di Pantai 

Lagoon dan Konser Dangdut di pantai Festival, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian 

dan harapan bagi mereka yang terdampak bencana.

Mari rayakan malam pergantian tahun sambil berbagi dan peduli untuk sesama!


Sonny H. Sayangbati

Melalui Program Pijar, PT Pelindo Solusi Logistik Memberdayakan 'Program Pijar Fase 2'





MPN News, Jakarta 29 Desember 2025 -  PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan dan kemandirian penyandang disabilitas melalui pelaksanaan Program PIJAR (Pijat Netra Berdikari) Vol. 2 atau Fase 2 Tahun 2025. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini dilaksanakan melalui kolaborasi bersama PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), PT Pelindo Regional 2, dan PT Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Senin (30/12/2025).


Pada fase kedua ini, Program PIJAR diperkuat melalui penyediaan fasilitas praktik pijat netra di Terminal Penumpang Nusantara Pelabuhan Tanjung Priok. Fasilitas tersebut dihadirkan sebagai upaya untuk meningkatkan aksesibilitas layanan, memperluas peluang praktik bagi penyandang tuna netra, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa pelabuhan.


Program PIJAR sendiri telah dimulai sejak tahun 2024 sebagai inisiatif TJSL SPSL yang berfokus pada pelatihan keterampilan pijat bagi penyandang tuna netra. Melalui kolaborasi dengan IPCC dan Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni), program ini memberikan pelatihan, sertifikasi pijat profesional, serta dukungan sarana dan prasarana penunjang guna mendorong kemandirian ekonomi para peserta.


Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Solusi Logistik, Dewi Fitriyani, menyampaikan bahwa keberlanjutan Program PIJAR mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan program TJSL yang berdampak nyata dan berkelanjutan.


“Program PIJAR bukan hanya tentang pelatihan, tetapi tentang membuka akses, menciptakan kesempatan, dan membangun kemandirian. Melalui penyediaan fasilitas praktik di ruang publik seperti terminal penumpang, kami ingin memastikan bahwa penyandang tuna netra memiliki ruang untuk berdaya, berkarya, dan diakui secara profesional,” ujar Dewi.


Terminal Penumpang Nusantara dipilih karena memiliki tingkat aktivitas yang tinggi, khususnya pada periode angkutan Natal dan Tahun Baru, di mana mobilitas penumpang kapal dan pekerja pelabuhan meningkat signifikan. Kehadiran layanan pijat netra diharapkan dapat menjadi bagian dari peningkatan kenyamanan penumpang, sekaligus membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi para penerima manfaat Program PIJAR.


Lebih lanjut, Dewi menambahkan bahwa sinergi antara SPSL, entitas Pelindo Group, pemangku kepentingan, serta komunitas menjadi kunci dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat.


Pelaksanaan Program PIJAR Vol. 2 mendapatkan sambutan positif dari para penerima manfaat. Basuki Mustofa (40), salah satu peserta Program PIJAR, mengungkapkan bahwa program ini memberikan peluang nyata bagi penyandang tuna netra untuk dapat lebih mandiri.


“Saya mewakili rekan-rekan penerima manfaat Program PIJAR mengucapkan terima kasih kepada Pelindo yang telah menggandeng kami, para penyandang disabilitas, untuk terlibat dalam program ini. Bagi kami, PIJAR bukan hanya pelatihan, tetapi juga kesempatan untuk bekerja, berusaha, dan dihargai. Kami berharap kemitraan ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak teman-teman tuna netra, khususnya di wilayah Jakarta Utara,” ujar Basuki.


Manfaat program ini juga dirasakan langsung oleh pengguna jasa pelabuhan. Sumitra (63), salah satu penumpang kapal yang memanfaatkan layanan pijat netra di Terminal Penumpang Nusantara, menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran layanan tersebut.


“Bagi kami yang akan melakukan perjalanan jauh, layanan pijat ini sangat membantu untuk merelaksasi tubuh sebelum berangkat. Pelayanannya baik dan membuat badan terasa lebih segar. Apalagi saat ini program ini gratis dan ada promo atau diskon untuk beberapa hari ke depan, sehingga sangat bermanfaat bagi penumpang,” tuturnya.


Program PIJAR Vol. 2 juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 1 tentang penghapusan kemiskinan, SDGs 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDGs 10 tentang pengurangan ketimpangan. Melalui keberlanjutan Program PIJAR, SPSL berharap dapat terus memperluas jangkauan program ke berbagai wilayah di Indonesia, sehingga semakin banyak penyandang tuna netra yang memperoleh manfaat dan kesempatan untuk hidup lebih mandiri dan bermartabat.


“Program PIJAR kami yakini dapat menjadi sebuah sinergi dan kolaborasi untuk bersama-sama membangun ekosistem yang inklusif dan berkeadilan, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang setara untuk tumbuh dan berkontribusi,” tutup Dewi.


Sonny H. Sayangbati

PNBP Ruang Laut Melonjak, KKP Catat Realisasi 155% dari Target

 






MPN News, Jakarta 29 Desember 2025 - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat kinerja positif dari sektor penataan ruang laut. Hingga 22 Desember 2025, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang bersumber dari persetujuan pemanfaatan ruang laut menembus Rp775,60 miliar, atau setara 155,12 persen dari target yang ditetapkan.


Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut (PRL) KKP, Kartika Listriana, menyebut capaian tersebut menunjukkan bahwa kebijakan penataan ruang laut tidak hanya menghadirkan kepastian hukum, tetapi juga berkontribusi nyata pada penerimaan negara.


“PNBP dari sektor penataan ruang laut setiap tahun menunjukkan tren peningkatan. Hingga 22 Desember 2025 nilainya mencapai Rp775,60 miliar,” ujar Kartika dalam konferensi pers Capaian Kinerja DJPRL di Jakarta, baru baru ini.


Kinerja Melebihi Target di Berbagai Indikator


Kartika memaparkan, sejumlah indikator kinerja Direktorat Jenderal PRL pada 2025 berhasil melampaui target, antara lain:


• Penataan ruang laut kewenangan pusat tercapai 122,23%


• Zonasi pesisir kewenangan daerah tercapai 100%


• PNBP Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) mencapai 155,12%


• Indeks kepatuhan pengendalian ruang laut berada di level 114,71%


• Efektivitas penyelenggaraan penataan ruang laut tercapai 100%


Menurut Kartika, KKPRL kini menjadi instrumen perizinan utama yang memastikan kegiatan ekonomi di laut berjalan tertib sekaligus menjaga ekosistem.


Sejak pemberlakuannya, tercatat 3.484 permohonan KKPRL yang masuk melalui OSS dan E-Sea. Tren penerbitan izin meningkat sejak 2022, dan pada 2025 saja telah terbit 773 KKPRL berupa persetujuan maupun konfirmasi.


Tata Ruang Terintegrasi Semakin Luas


KKP mencatat hingga kini terdapat 25 provinsi yang sudah memiliki Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) terintegrasi, termasuk Maluku, Papua Selatan, dan Sumatera Barat. Sementara 11 provinsi masih dalam proses integrasi, satu provinsi menyusun materi teknis, dan satu provinsi tidak memiliki wilayah laut.


Sejumlah pendampingan teknis juga dilakukan, mulai dari Jawa Barat, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, hingga Kalimantan. Di sisi lain, penyusunan Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional (KSN) terus berlanjut, termasuk pembaruan dokumen KSN Aceh dan Selat Sunda.


Kaltim Jadi Proyek Percontohan “Karbon Biru”


Salah satu program prioritas tahun ini adalah penyusunan dokumen zonasi KSN Karbon Biru Perairan Derawan di Kalimantan Timur, yang didorong menjadi percontohan nasional. Inisiatif ini diharapkan memperkuat perlindungan ekosistem sekaligus mendukung agenda pembangunan rendah karbon.


Pengawasan dan Kepatuhan Diperketat


Pengawasan terhadap pelaku usaha di ruang laut turut diperkuat. Dari 138 subjek hukum yang dinilai:


• 51% dinyatakan taat,


• 36% taat dengan catatan, dan


• 13% masih tidak taat.


Laporan tahunan melalui sistem e-SEA juga meningkat dengan 2.008 laporan yang seluruhnya telah dinilai. KKP melakukan penilaian realisasi tata ruang di 10 lokasi dan memberikan insentif kepada 71 pihak yang patuh.


Selain itu, peningkatan kapasitas dilakukan melalui pelatihan bagi 100 peserta dan sosialisasi penataan ruang laut di berbagai wilayah pesisir.


“Melalui pembinaan ini, KKP memastikan perencanaan ruang laut berjalan terintegrasi, berbasis data, dan berkelanjutan,” tegas Kartika.


Bukan Sekadar Izin, Tapi Instrumen Fiskal Negara


Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menekankan bahwa penataan ruang laut tidak hanya menjadi alat pengendalian aktivitas ekonomi, namun juga bagian penting dalam memperkuat arsitektur fiskal negara melalui PNBP, sambil tetap menjaga keberlanjutan ekosistem.


Dengan pencapaian yang melampaui target, sektor kelautan kembali membuktikan potensinya sebagai sumber penerimaan negara yang strategis tanpa mengorbankan kelestarian laut Indonesia.



Sonny H. Sayangbati

Minggu, 28 Desember 2025

Jelang Puncak Arus Tahun Baru, ASDP Pastikan Layanan Jawa–Bali Prima

 



MPN News, Banyuwangi, 28 Desember 2025 — Arus penyeberangan di lintasan Jawa–Bali mulai menunjukkan peningkatan menjelang puncak libur akhir tahun. Data operasional PT ASDP Indonesia Ferry mencatat pergerakan arus balik dari Jawa menuju Bali mulai menguat sejak H+2 Natal, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan fleksibilitas perjalanan menjelang malam Tahun Baru 2026.


Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan tren kenaikan arus balik mulai terlihat lebih merata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang berlaku pada 29–31 Desember 2025 dinilai memberi ruang bagi masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan secara lebih fleksibel, sehingga tidak terkonsentrasi pada satu periode tertentu. Kondisi ini membantu pengelolaan arus penyeberangan tetap lancar, aman dan terkendali.


Berdasarkan data Posko Ketapang pada Jumat (27/12) atau H+2, tercatat sebanyak 226 trip penyeberangan dari Jawa menuju Bali. Total penumpang mencapai 26.441 orang, meningkat 0,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 26.417 orang. Meski kenaikannya relatif tipis, angka ini menunjukkan mulai terbentuknya pola arus balik menjelang pergantian tahun.


Peningkatan juga terjadi pada volume kendaraan. Total kendaraan yang menyeberang tercatat 6.593 unit, atau naik 1,4 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 6.504 unit. Kendaraan roda empat mendominasi arus dengan 2.975 unit, disusul truk logistik sebanyak 1.686 unit, menandakan mobilitas masyarakat dan distribusi barang tetap berjalan beriringan di akhir tahun.


Sementara itu, pergerakan dari Bali menuju Jawa menunjukkan dinamika berbeda. Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan bahwa jumlah penumpang dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Jawa tercatat 27.090 orang, turun 0,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, dari sisi kendaraan justru mengalami peningkatan menjadi 7.530 unit, atau naik 1,6 persen dibandingkan realisasi sebelumnya.


Untuk menjaga kelancaran layanan di tengah fluktuasi arus tersebut, ASDP menerapkan pola operasional adaptif di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Pada kondisi normal, dioperasikan 28 kapal, dan jumlahnya ditingkatkan hingga 34 kapal saat terjadi kepadatan tinggi. Pengaturan ini dilakukan untuk meminimalkan antrean serta menjaga ritme layanan tetap stabil.


Dari sisi infrastruktur, Pelabuhan Ketapang memiliki kapasitas tampung hingga 2.370 kendaraan kecil, sementara Pelabuhan Gilimanuk mampu menampung 1.335 kendaraan kecil. Operasional di lapangan diperkuat dengan kesiapsiagaan personel, masing-masing sekitar 350 petugas di Ketapang dan 250 petugas di Gilimanuk, guna memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa tetap terjaga.


Secara kumulatif, sejak H-10 hingga H+2, total penumpang dari Bali ke Jawa tercatat 283.267 orang, turun 5,3 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 299.241 orang, sementara total kendaraan meningkat menjadi 80.886 unit atau naik 2,6 persen. Adapun dari Jawa ke Bali, total penumpang tercatat 303.595 orang, turun 5,3 persen, dengan total kendaraan mencapai 81.795 unit atau naik 0,6 persen dibandingkan tahun lalu.


Dengan tren arus balik yang mulai terbentuk dan puncak malam Tahun Baru di depan mata, ASDP memastikan seluruh layanan penyeberangan Jawa–Bali tetap berjalan prima, aman, dan terkendali, seiring komitmen menjaga konektivitas nasional di momen krusial akhir tahun.




Sonny H. Sayangbati

Jelang Tahun Baru, Arus Merak–Bakauheni Tetap Lancar

 




MPN News, Merak, 28 Desember 2025 — Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat jelang pergantian tahun, layanan penyeberangan Merak–Bakauheni—jalur ferry tersibuk di Indonesia—terpantau berjalan aman, lancar, dan terkendali. Data operasional PT ASDP Indonesia Ferry pada H+2 Natal menunjukkan arus kendaraan mengalir stabil tanpa penumpukan signifikan, menandai kesiapan layanan menghadapi puncak libur Tahun Baru 2026.


Pemantauan Posko Merak memperlihatkan pergerakan kendaraan dari Jawa menuju Sumatera masih didominasi kendaraan roda empat dan bus. Tren ini mencerminkan pola perjalanan keluarga dan rombongan wisata yang mulai bergerak lebih awal untuk menghindari kepadatan di hari puncak. Secara agregat, trafik tercatat meningkat 2,6 persen dan diperkirakan terus bergerak hingga akhir Desember.


Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan peningkatan tersebut masih berada dalam koridor aman. “Sebagai jalur penyeberangan tersibuk nasional, Merak–Bakauheni kami pastikan tetap terkendali. Puncak arus mudik libur Tahun Baru diprediksi terjadi pada 30–31 Desember 2025, namun seluruh skema operasional telah disiapkan agar layanan berjalan lancar dan tertib,” ujar Heru.


Data Posko Merak mencatat, pada H+2 Natal jumlah kendaraan roda empat yang menyeberang dari Jawa menuju Sumatera mencapai 3.998 unit, naik 0,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 3.980 unit. Sementara jumlah bus tercatat 357 unit, meningkat 2,6 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 348 unit. Kenaikan ini terjadi tanpa mengganggu ritme layanan, didukung pengaturan jadwal kapal dan kesiapan dermaga.


Kelancaran di lapangan turut diperkuat oleh pengendalian operasional yang konsisten. General Manager ASDP Cabang Merak Umar Imran Batubara menegaskan bahwa kesiapsiagaan petugas menjadi faktor kunci. “Kami menjaga alur kendaraan tetap mengalir, mulai dari akses masuk hingga proses bongkar muat. Petugas disiagakan di seluruh titik pelayanan untuk memastikan standar keselamatan dan kenyamanan tetap terjaga,” kata Umar.


Sementara itu, dari sisi Pelabuhan Bakauheni, arus kendaraan dari Sumatera menuju Jawa menunjukkan dinamika berbeda. Kendaraan roda dua masih mendominasi dengan lonjakan signifikan. Tercatat 1.459 unit sepeda motor menyeberang pada H+2, meningkat 67,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 872 unit. Adapun kendaraan roda empat tercatat 3.460 unit, mencerminkan arus balik bertahap yang tetap terkendali.


Untuk kendaraan logistik dan angkutan umum, data Posko Bakauheni mencatat 2.770 unit truk menyeberang dari Sumatera ke Jawa, naik 1,7 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 2.724 unit. Jumlah bus mencapai 351 unit, meningkat 3,2 persen dari realisasi tahun lalu sebanyak 340 unit. Secara keseluruhan, total kendaraan dari Sumatera ke Jawa pada H+2 tercatat 8.040 unit, atau naik 8,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


Cegah Kepadatan


Mengantisipasi potensi lonjakan menjelang malam Tahun Baru, ASDP menyiapkan contingency plan melalui pengaktifan buffer zone dan delaying system di sejumlah titik strategis menuju Merak dan Bakauheni. Pengaturan ini ditujukan untuk menjaga kelancaran arus dan mencegah kepadatan di area pelabuhan.


ASDP mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan baik, membeli tiket melalui kanal resmi, serta datang ke pelabuhan sesuai jadwal. Koordinasi dengan BMKG juga terus dilakukan untuk memantau kondisi cuaca. Dengan kesiapan tersebut, layanan penyeberangan Merak–Bakauheni diharapkan tetap berjalan aman, lancar, dan terkendali hingga puncak libur akhir tahun.




Sonny H. Sayangbati

Utilisasi Kuota Masih Longgar, ASDP Dorong Perencanaan Arus Balik Sejak Dini

 



MPN News, Ketapang-Banyuwang, 27 Desember 2025 --- Pasca perayaan Hari Raya Natal 2025, pergerakan masyarakat di jalur penyeberangan utama nasional terpantau masih terkendali. Di tengah mulai terbentuknya arus balik libur Tahun Baru 2026, tingkat pemanfaatan kuota penyeberangan dinilai belum tinggi, sehingga masyarakat masih memiliki ruang untuk merencanakan perjalanan ferry secara lebih fleksibel dan terukur.


Berdasarkan data Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 per Jumat (17/12) pukul 08.00 WIB, tingkat pemanfaatan kuota tiket lintasan Jawa–Sumatera dan Jawa–Bali hingga Hari Raya Natal tercatat baru mencapai sekitar 31,83 persen, sementara pemesanan untuk periode pasca-Natal hingga awal Tahun Baru masih berada pada kisaran 4,32 persen. Kondisi ini menunjukkan kuota penyeberangan secara umum masih relatif longgar.


Direktur Utama Heru Widodo mengatakan, situasi tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengatur perjalanan dari jauh hari. “Kami mengimbau pengguna jasa agar tidak menunggu puncak arus balik. Dengan kuota yang masih tersedia, masyarakat dapat memilih waktu perjalanan yang lebih nyaman dan terhindar dari kepadatan,” ujarnya. Ia menegaskan operasional penyeberangan dilaksanakan mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan, dengan ASDP berfokus pada kesiapan layanan bagi pengguna jasa.


Pada puncak pergerakan pasca-Natal yang terjadi pada 26 Desember 2025 atau H+1, tingkat pemanfaatan kuota di sejumlah pelabuhan menunjukkan variasi. Di lintasan Jawa–Sumatera, Pelabuhan Merak mencatat tingkat keterisian sekitar 16,49 persen, Pelabuhan Ciwandan 62,47 persen, dan Pelabuhan Bakauheni 22,52 persen. Sementara di lintasan Jawa–Bali, Pelabuhan Ketapang mencatat 48,65 persen dan Pelabuhan Gilimanuk mencapai 69,09 persen. Tingginya pemanfaatan kuota di pelabuhan alternatif mencerminkan pola perjalanan yang mulai menyebar dan tidak terpusat di satu titik.


Pada H+1 Natal, data Posko Merak yang mencakup Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara mencatat 123 trip kapal beroperasi selama 24 jam. Total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 33.910 orang, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pergerakan kendaraan secara keseluruhan relatif stabil, dengan pertumbuhan paling menonjol terjadi pada segmen bus.


Sejalan dengan itu, ASDP kembali mengingatkan masyarakat agar mempersiapkan perjalanan sejak jauh hari melalui pemanfaatan sistem tiket online Ferizy. Saat ini tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan, dan tiket penyeberangan telah tersedia sejak H-60 sebelum keberangkatan. Pengguna jasa diminta membeli tiket secara daring, memastikan telah bertiket sebelum tiba di pelabuhan, serta datang sesuai jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket.


Corporate Secretary Windy Andale menambahkan, disiplin terhadap jadwal dan kesiapan perjalanan menjadi kunci kelancaran arus balik. “Kami mengimbau masyarakat untuk memantau informasi resmi, memastikan tiket telah dimiliki sebelum tiba di pelabuhan, serta mengatur waktu perjalanan dengan baik. Selain itu, pengguna jasa diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem di sejumlah lintasan dan selalu mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama,” ujarnya.


Dengan tingkat pemanfaatan kuota yang masih relatif longgar di sejumlah lintasan serta arus balik yang mulai terbentuk secara bertahap, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mendorong masyarakat memanfaatkan kesempatan ini untuk merencanakan perjalanan ferry sejak dini agar layanan penyeberangan tetap lancar, aman, dan terkendali hingga puncak libur Tahun Baru 2026.




Sonny H. Sayangbati

Jumat, 26 Desember 2025

PTP Nonpetikemas Pastikan Pelayanan Operasional Pelabuhan Tetap Optimal di Periode Natal dan Tahun Baru

 


MPN News, Jakarta  - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memastikan seluruh layanan operasional pelabuhan tetap berjalan optimal selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Komitmen ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kelancaran arus barang serta mendukung kesinambungan rantai logistik nasional.


Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PTP Nonpetikemas, Dwi Rahmad Toto, menyampaikan bahwa perusahaan telah menyiagakan sumber daya manusia, peralatan, serta sistem pendukung operasional di seluruh cabang yang tersebar di 11 pelabuhan di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan bongkar muat, receiving, dan delivery tetap berjalan aman, lancar, dan sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan.


“Momentum pergantian tahun tidak mengurangi komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jasa. Seluruh terminal nonpetikemas PTP Nonpetikemas siap beroperasi dengan pengaturan jadwal kerja dan pengamanan yang telah disesuaikan,” ujar Toto.


Selama periode Natal dan Tahun Baru, PTP Nonpetikemas juga memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk otoritas pelabuhan, aparat keamanan, dan mitra kerja, guna mengantisipasi potensi peningkatan aktivitas maupun kendala operasional di lapangan.


Selain kesiapan operasional, perusahaan turut mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan kerja (K3) serta kepatuhan terhadap prosedur operasional standar di seluruh lini pelayanan. Pengawasan dilakukan secara berlapis untuk memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai ketentuan.


Dengan kesiapan melayani sepenuh hati, PTP Nonpetikemas berharap dapat terus menjadi mitra terpercaya bagi pengguna jasa dalam mendukung kelancaran distribusi logistik nasional, sekaligus membuka tahun 2026 dengan kinerja operasional yang andal dan berkelanjutan.


(Redaksi MPM News).

Kamis, 25 Desember 2025

TIRT Lanjutkan Transformasi ke Bisnis Angkutan Laut Babak Baru Perseroan untuk Peroleh Pendapatan Berkelanjutan

 



MPN News, Jakarta, 17 Desember 2025PT Tirta Mahakam Resources Tbk (“TIRT”), emiten di sektor angkutan laut dalam negeri, melanjutkan transformasi bisnis dengan memfokuskan kegiatan usahanya pada layanan angkutan laut guna memastikan kegiatan operasional berjalan secara lancar, efektif, dan efisien.

 

Sebagai bagian dari transformasi, Perseroan melakukan penguatan struktur operasional dan tata kelola perusahaan melalui optimalisasi aset, peningkatan efisiensi, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam setiap pengambilan keputusan bisnis, guna menjaga kinerja yang berkelanjutan.

 

Saat ini, seluruh armada Perseroan yang berjumlah 20 kapal beroperasi penuh (fully occupied) dengan fokus pada pemenuhan kontrak berjalan dengan wilayah operasional di Kendawangan, Kalimantan Barat, dan Berau, Kalimantan Timur. Perseroan masih menghadapi defisiensi modal yang cukup besar, sehingga langkah perbaikan kondisi keuangan akan dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi global serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

“Perseroan memandang bisnis angkutan laut dapat memberikan pendapatan yang berkesinambungan. Fokus operasional saat ini diarahkan pada pemenuhan kontrak yang telah diperoleh dengan mengoptimalkan utilitas armada yang dimiliki,” ujar Presiden Direktur PT Tirta Mahakam Resources Tbk, Tham Arvin Setyanto, sambil menutup acara Paparan Publik.


(Redaksi  MPN News Jkt). 

Rabu, 24 Desember 2025

Nelayan Purworejo Optimistis KNMP Akan Sejahterakan Desa

 


MPN News,  PURWOREJO 24 Desember 2025 - Dua lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah terus menunjukkan progres di kisaran 70 - 80 persen. Para nelayan sudah tak sabar menantikan operasional program prioritas KKP tersebut yang diprediksi akan selesai pembangunannya di awal tahun 2026.


Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Menko Pangan Zulkifli Hasan meninjau langsung lokasi pembangunan KNMP di Desa Kertojayan, Kecamatan Grabag, dan Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi. Pembangunan di dua lokasi menyerap lebih dari 150 pekerja yang berasal dari warga sekitar serta pekerja konstruksi dari wilayah lain di Pulau Jawa.


“Fasilitas yang disiapkan lengkap sekali disini, ada gudang beku, sampai bengkel kapal juga. Ini nanti kalau sudah beroperasi harus benar-benar bisa dimanfaatkan ya,” ujar Zulkifli Hasan di lokasi, Selasa (23/12).


KKP menggelontorkan dana lebih dari Rp 40 miliar untuk pembangunan dua KNMP di Kabupaten Purworejo. Fasilitas perikanan yang disiapkan mulai dari kantor pengelola, kios perbekalan melaut, bengkel kapal, gudang beku, bale pelatihan, shelter coldbox, shelter perbaikan jaring, rumah genset, kios kuliner, hingga menyiapkan 10 unit kapal beserta mesinnya di masing-masing titik untuk membantu para nelayan. 


Di KNMP Jatimalang, KKP membangun pabrik slurry ice yang siap menghasilkan butiran es super halus untuk dibawa nelayan melaut. Es jenis ini dibuat menggunakan air laut, dan dinginnya lebih kuat sehingga mutu ikan benar-bener terjaga selama nelayan berada di laut dari pagi hingga siang hari.


Selain itu, KNMP Jatimalang sudah terintegrasi dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Sembari pembangunan berjalan, KKP juga menyiapkan fasiltas pelengkap yang dibutuhkan seperti mobil thermo king, peralatan bengkel, hingga alat-alat kantor seperti laptop dan printer yang akan digunakan oleh koperasi dalam mengelola fasilitas KNMP nantinya.


“Kita ingin teman-teman nelayan ini punya hasil produksi yang maksimal sehingga ikan-ikan yang dihasilkan punya daya saing, dengan begitu penghasilan mereka juga meningkat. Dan program ini tidak sebatas meningkatkan produksi tapi mengajak teman-teman juga agar mampu meningkatkan skala usaha,” ungkap Menteri Trenggono.


Beragam fasilitas perikanan yang disiapkan memang sangat diharapkan oleh nelayan setempat. Selama ini, nelayan mengandalkan es yang dibeli dari luar daerah saat akan melaut. Hasil-hasil tangkapan juga langsung dijual meski harga sedang turun ketika musim tangkap datang. Padahal jika ada cold storage ikan dapat disimpan lebih dulu tanpa khawatir kualitasnya menurun.


“Insya Allah nanti desa ini bisa maju, ibaratnya di sini jadi bisa jalan semua, ada pabrik es, komplitlah. Ini bisa mencukup nelayan, kami pulang ada es ikan enggak busuk, ada pasarnya juga. Desa ini harapan kami bisa lebih maju, dan lebih ramai, apalagi jalan sekarang sudah bagus dibangun KNMP,” ungkap Jumari, nelayan Kertojayan.


Senada disampaikan Warsito, nelayan di Desa Jatimalang. Menurutnya, nelayan selama ini punya keinginan untuk maju dan modern. Program KNMP diharapkannya menjadi pendukung tercapainya harapan tersebut. 


“Ke depannya kalau hasil tangkapan melimpah sudah aman karena ada cold storage. Kemarin-kemarin kami harus mencari es sampai keluar supaya ikan tetap bagus, tapi sekarang di sini sudah ada pabrik sendiri, cold storage sendiri jadi cepat penanganannya,” beber Warsito.





Sonny H. Sayangbati

PNBP Penataan Ruang Laut Tembus Rp 775 Miliar Lebih

 




MPN News, JAKARTA, (24/12) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil mengoptimalkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berasal dari penataan ruang laut. Nilainya menembus angka Rp 775,60 miliar atau 155,12% dari target.


“PNBP dari sektor penataan ruang laut setiap tahun mengalami peningkatan. Hingga 22 Desember 2025 nilainya mencapai Rp 775,60 miliar,” ujar Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut Kartika Listriana saat Konferensi Pers Capaian Kinerja DJPRL yang berlangsung di Jakarta, pada Selasa (23/12).


Sebagai informasi, capaian kinerja Ditjen PRL mencakup : (1) Penataan ruang laut kewenangan pemerintah pusat mencapai 122,23% dari target (realisasi 10,38%); (2) Zonasi pesisir kewenangan Pemerintah Daerah tercapai 100% sesuai target; (3) PNBP Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut mencapai 155,12%, menunjukkan peningkatan kepastian pemanfaatan ruang dan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara; (4) Indeks Kepatuhan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Laut mencapai 114,71%, mencerminkan penguatan pengendalian dan kepatuhan pemanfaatan ruang laut; dan (5) Nilai Efektivitas Penyelenggaraan Penataan Ruang Laut tercapai 100%, menunjukkan tata kelola berjalan efektif.


Kartika menyampaikan, penyelenggaraan KKPRL merupakan instrumen perizinan utama dalam pemanfaatan ruang laut yang memberikan kepastian hukum berusaha sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut.


“Secara kumulatif hingga tahun 2025, telah diterima 3.484 permohonan KKPRL, baik melalui OSS maupun E-Sea dengan lingkup sektor yang dominan adalah perikanan, kepelabuhan dan pertambangan. Tren penerbitan KKPRL meningkat signifikan sejak 2022. Pada tahun 2025, tercatat 773 KKPRL, baik persetujuan maupun konfirmasi, hal ini didukung oleh layanan pra-pendaftaran yang semakin intensif,” jelas Kartika.


Dari sisi kinerja pelayanan publik, survei kepuasan masyarakt terhadap pelayanan KKPRL menunjukkan peningkatan kepuasan secara konsisten dan hasil evaluasi kinerja pelayanan publik KKPRL berada pada kategori sangat baik.


Kartika menegaskan, capaian ini mencerminkan penguatan tata kelola perizinan ruang laut yang efektif, akuntabel dan berdampak nyata terhadap pelayanan publik serta penerimaan negara.


“Terdapat 25 provinsi yang telah menetapkan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) terintegrasi, diantaranya 3 Perda RTRW Provinsi terbit di Prov Maluku, Prov Papua Selatan dan Prov Sumatera Barat. Secara nasional, hingga saat ini 25 provinsi telah memiliki Perda RTRW terintegrasi, 11 provinsi masih dalam proses integrasi, 1 provinsi dalam tahap penyusunan materi teknis, dan 1 provinsi tidak memiliki wilayah laut,” imbuh Kartika.


Capaian lain tahun 2025 ini diantaranya : Pendampingan peninjauan kembali dokumen RTRW Provinsi Jawa Barat dan Kalimantan Timur, sudah terbit Perda RTRW Provinsi Sumatera Barat Nomor 2 Tahun 2025, sudah terbit Perda RTRW Provinsi Maluku Nomor 2 Tahun 2025, sudah terbit Perda RTRW Provinsi Papua Selatan Nomor 3 Tahun 2025, pendampingan proses evaluasi Kementerian Dalam Negeri Dokumen RTRW Provinsi Bangka Belitung, pendampingan pasca lintas sektor Dokumen RTRW Provinsi Sulawesi Utara, pendampingan lintas sektor Dokumen RTRW Provinsi Sulawesi Barat, pendampingan pra lintas sektor Dokumen RTRW Provinsi Sumatera Utara dan Kalimantan Utara, pendampingan proses integrasi Dokumen RTRW Provinsi Kepulauan Riau, persetujuan teknis tentang MTPP Provinsi Papua Tengah Nomor B.1193/MEN-KP/XI/2025 dan pendampingan penyusunan dokumen final MTPP Provinsi Papua Barat Daya.


Sementara dalam Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional (KSN), pada tahun 2025 ini, capaian utama meliputi pembaharuan dokumen KSN Aceh dan KSN Selat Sunda serta tindak lanjut rencana zonasi pada KSN strategis seperti Maminasata, Batam–Bintan–Karimun, Taman Nasional Ujung Kulon dan Teluk Bintuni.


Selain itu, capaian utama juga difokuskan pada penyusunan Dokumen Rencana Zonasi KSN Karbon Biru Perairan Derawan dan sekitarnya di Provinsi Kalimantan Timur, sebagai proyek percontohan untuk penguatan kebijakan penataan ruang laut, perlindungan ekosistem strategis serta dukungan terhadap agenda pembangunan rendah karbon nasional.


Dalam hal pengendalian pemanfaatan ruang laut, telah dilakukan penilaian pelaksanaan KKPRL terhadap 138 subjek hukum, tingkat kepatuhan menunjukkan 51% taat, 36% taat dengan catatan dan 13% tidak taat. Pelaporan tahunan KKPRL melalui sistem e-SEA terus meningkat, dengan 2.008 laporan masuk dan 2.008 laporan telah dinilai hingga pertengahan Desember 2025. Telah dilakukan pula penilaian perwujudan RTR dan RZ di 10 lokasi serta pemberian insentif kepada 71 subjek hukum sebagai bagian dari penghargaan dalam penegakan kepatuhan.


Sedangkan pada aspek penguatan kapasitas, telah dilaksanakan peningkatan kompetensi bagi 100 peserta di Jakarta, Gorontalo, dan Jawa Tengah, serta sosialisasi penataan ruang laut di 10 lokasi, khususnya di wilayah pesisir Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.


“Melalui pembinaan ini, KKP memastikan terwujudnya perencanaan ruang laut yang terintegrasi, berbasis data dan berkelanjutan,” tutup Kartika.


Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan pentingnya penataan ruang laut. Selain untuk memberi kepastian hukum terhadap setiap kegiatan menetap di ruang laut, penataan ruang laut juga menjaga keberlanjutan ekosistemnya.





 *Sonny H. Sayangbati*

KSOP Cirebon dengan PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) Perkuat Kerja Sama Pemanfaatan Wilayah Perairan

 






MPN News, Cirebon 24 Desember 2025 - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cirebon melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) Galangan Cirebon tentang Penggunaan Wilayah Perairan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) Galangan Cirebon. Penandatanganan tersebut dilakukan di Aula Kantor KSOP Kelas II Cirebon, Rabu (24/12/2025).


Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilaksanakan oleh Ferry Anggoro Hendianto selaku Kepala Kantor KSOP Kelas II Cirebon dan Mochamad Sjamsul Arif selaku General Manager PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) Galangan Cirebon.


Kepala Kantor KSOP Kelas II Cirebon, Ferry Anggoro Hendianto, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola pemanfaatan wilayah perairan pelabuhan yang tertib, legal, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


“Penandatanganan perjanjian ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan pemanfaatan wilayah perairan yang tertib, aman, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujar Ferry.


Lebih lanjut, Ferry menjelaskan bahwa kerja sama penggunaan wilayah perairan ini memiliki dampak positif terhadap penerimaan negara.


“Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) bagi negara, sekaligus mendukung keberlanjutan kegiatan usaha kepelabuhanan,” jelasnya.


Berdasarkan perjanjian tersebut, luas penggunaan wilayah perairan oleh PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) Galangan Cirebon adalah 16.283 m² (enam belas ribu dua ratus delapan puluh tiga meter persegi).


Ferry juga menegaskan bahwa KSOP Cirebon terus mendorong sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan pelabuhan.


“Kami mengapresiasi terjalinnya kerja sama ini karena dapat memperkuat hubungan dan sinergi antara KSOP Cirebon dengan para stakeholder di lingkungan pelabuhan,” ungkap Ferry.


Menurutnya, kolaborasi yang baik antara regulator dan badan usaha sangat penting untuk mendukung kelancaran operasional pelabuhan.


“Melalui kerja sama ini, kami berharap tercipta pelayanan kepelabuhanan yang semakin optimal, profesional, serta memberikan manfaat bagi dunia usaha dan masyarakat,” pungkas Ferry Anggoro Hendianto.


KSOP Kelas II Cirebon berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan, pelayanan, dan pembinaan guna mendukung terciptanya keselamatan pelayaran dan kelancaran arus barang di wilayah Pelabuhan Cirebon.


 *Sonny H. Sayangbati*





Selasa, 23 Desember 2025

H-3, 32.533 Penumpang dan 7.131 Kendaraan Tinggalkan Jawa menuju Sumatera

 





MPN News, Merak, 23 Desember 2025 — Pergerakan penumpang dan kendaraan dari Jawa menuju Sumatera terpantau ramai lancar seiring mendekatnya puncak arus berangkat Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 yang diprediksi terjadi pada Selasa (23/12) dan Rabu (24/12). PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan seluruh kesiapan operasional untuk menjaga layanan penyeberangan tetap aman, tertib, dan lancar, sembari mengimbau masyarakat agar mempersiapkan perjalanan dengan baik.


Berdasarkan data Posko Merak (Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara) selama 24 jam pada periode 22 Desember 2025 pukul 00.00–23.59 WIB atau H-3, tercatat sebanyak 32.533 penumpang dan 7.131 unit kendaraan telah menyeberang dari Jawa menuju Sumatera. Pergerakan tersebut masih terpantau relatif terkendali menjelang lonjakan yang diperkirakan terjadi dalam dua hari ke depan.


Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan bahwa kesiapan layanan Nataru dilakukan secara terpadu dengan seluruh pemangku kepentingan. ASDP berperan memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan dan kelancaran layanan, sementara pengaturan operasional dan jadwal kapal dilakukan melalui mekanisme yang ditetapkan regulator.


“Kami terus berkoordinasi secara intens dengan BPTD selaku regulator serta operator kapal untuk memastikan pengaturan jadwal dan operasional kapal berjalan optimal sesuai kebutuhan lalu lintas penyeberangan. Kami juga mengimbau pengguna jasa untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan sudah bertiket sebelum berangkat, serta datang ke pelabuhan sesuai jadwal yang tertera di tiket,” ujar Heru.


Dalam mendukung kelancaran penyeberangan dari Jawa ke Sumatera, ASDP memastikan kesiapan infrastruktur pelabuhan dan fasilitas pendukung, sehingga operasional kapal yang dijadwalkan oleh regulator dan dijalankan operator dapat berjalan efektif. Pada kondisi normal, operasional kapal berlangsung sesuai penugasan, dan saat kepadatan meningkat dilakukan penyesuaian jumlah kapal yang beroperasi dengan kapasitas layanan hingga sekitar 31.039 kendaraan kecil per hari, guna menekan potensi antrean di pelabuhan.


Pengaturan operasional tersebut dilaksanakan secara dinamis berdasarkan kondisi lapangan, evaluasi posko, serta keputusan regulator bersama operator kapal. Dari sisi layanan, ASDP juga memperkuat fasilitas pendukung, antara lain layanan Express II, penyediaan customer service 24 jam, penambahan toilet portable, serta optimalisasi penerangan dan pasokan listrik di area pelabuhan, demi meningkatkan kenyamanan pengguna jasa.


Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas menuju pelabuhan, ASDP bersama kepolisian menerapkan delaying system di sejumlah buffer zone seperti Rest Area KM 43 dan KM 68, guna menjaga kelancaran arus kendaraan menuju kawasan pelabuhan.


ASDP turut mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi pelayaran. Pengguna jasa diimbau untuk mengikuti arahan petugas, memantau informasi resmi, dan menyesuaikan waktu perjalanan demi keselamatan bersama.




H-3 Nataru, Pergerakan Masih Terkendali


Pada H-3, tercatat 117 trip kapal beroperasi dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara. Jumlah penumpang dari Jawa ke Sumatera mencapai 32.533 orang, turun 26,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 44.358 orang.


Realisasi kendaraan roda dua tercatat 799 unit (turun 48,9%), kendaraan roda empat 3.745 unit (turun 27,8%), truk 2.197 unit (turun 30,9%), dan bus 390 unit (turun 12,6%). Total kendaraan mencapai 7.131 unit, turun 31,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-3, penumpang dari Jawa ke Sumatera tercatat 271.994 orang (turun 0,4%) dan kendaraan 64.360 unit (turun 3,5%).


Sementara itu, berdasarkan data Posko Bakauheni (Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu), pada H-3 tercatat 104 trip kapal beroperasi. Penumpang dari Sumatera ke Jawa mencapai 34.481 orang, turun 15,2% dibandingkan tahun lalu, dengan total kendaraan 7.547 unit atau turun 21,6%. Secara kumulatif H-10 hingga H-3, penumpang tercatat 246.928 orang (turun 2,6%) dan kendaraan 61.635 unit, naik 1,3%.


Sonny H. Sayangbati

Dirjen Laut: Pentingnya Koordinasi yang Solid untuk Kelancaran Layanan Penyeberangan selama Nataru

 


MPN News, 

Merak, 23 Desember 2024 – Memasuki H-2 Natal 2024, trafik penumpang dan kendaraan yang menyeberang dari Jawa menuju Sumatera maupun sebaliknya terpantau ramai lancar. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menegaskan pentingnya koordinasi yang solid untuk memastikan kelancaran layanan penyeberangan selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).


Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antoni Arif Priadi, menyatakan bahwa pemerintah telah melakukan evaluasi bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kesiapan layanan. “Ini adalah bentuk nyata upaya pemerintah melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Pengaturan lintas pelabuhan dan kendaraan telah kami siapkan untuk memberikan kenyamanan serta mengantisipasi antrian,” ungkapnya.


Berdasarkan data Posko Merak selama 24 jam pada H-3 (22 Desember 2024 pukul 00.00 hingga 23.59 WIB), tercatat 32 kapal beroperasi dengan realisasi: total penumpang 45.644 orang atau turun 25% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 60.553 orang. Diikuti kendaraan roda dua 1.563 unit atau turun 37% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 2.486 unit. Kendaraan roda empat sebanyak 5.185 unit atau turun 30% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 7.428 unit.


Total kendaraan sebanyak 10.121 unit atau turun 27% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 13.891 unit. Adapun total penumpang dari Jawa ke Sumatera mulai dari H-7 hingga H-3 sebanyak 205.777 orang atau turun 23% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 268.871 orang. Lalu, total kendaraan dari Jawa ke Sumatera sebanyak 48.758 unit atau turun 23% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 63.249 unit.


Sebaliknya, berdasarkan data Posko Bakauheni selama 24 jam pada H-3 (22 Desember 2024 pukul 00.00 hingga 23.59 WIB), tercatat 32 kapal beroperasi dengan realisasi: total penumpang sebanyak 41.477 orang atau turun 4% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 43.007 orang. 


Diikuti kendaraan roda dua sebanyak 1.264 unit atau naik 51% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 836 unit. Diikuti kendaraan roda empat sebanyak 4.555 unit atau turun 13% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 5.230 unit. Sehingga total kendaraan sebanyak 9.659 unit, naik 2% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 9.473 unit.


Selanjutnya, trafik kumulatif H-7 hingga H-3 untuk total penumpang dari Sumatera ke Jawa sebanyak 163.453 orang atau turun 8% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 177.737 orang. Diikuti total kendaraan dari Sumatera ke Jawa: 39.129 unit, turun 7% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 41.903 unit.


Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Maricano, menyatakan kesiapan ASDP untuk memastikan operasional tetap lancar. “Kami menyambut dengan hangat pengguna jasa dan memastikan kelancaran arus penyeberangan. ASDP akan terus berkoordinasi dengan stakeholder untuk memantau trafik dan memastikan kenyamanan serta keselamatan pengguna jasa,” ujarnya.


Sebelumya, puncak arus mudik Natal 2024 diprediksi terjadi pada 22-23 Desember. Dengan demikian, ASDP bersama stakeholder masih mewaspadai peningkatan jumlah pengguna jasa pada hari Senin ini.


ASDP juga mengimbau pengguna jasa untuk mematuhi arahan petugas, terutama jika terjadi cuaca ekstrem. “Keselamatan menjadi prioritas utama kami. Mari bersama-sama menjaga kelancaran dan kenyamanan perjalanan libur Nataru ini,” ujarnya menambahkan.


Sebelumnya Korlantas Polri memperkirakan peningkatan arus kendaraan sebesar 2,8% dibandingkan tahun lalu. Sebagai langkah antisipasi, dua strategi utama akan diterapkan, yakni delaying system dan sharing pelabuhan. Strategi ini diatur dalam Surat Keputusan Bersama antara Kementerian Perhubungan dan Polri untuk memastikan distribusi arus kendaraan yang lebih efektif.


Delaying system akan mengatur penampungan sementara kendaraan di buffer zone seperti rest area KM 43 dan KM 68 tol Tangerang-Merak, sementara pembagian pelabuhan akan diarahkan berdasarkan golongan kendaraan. Adapun pelabuhan perbantuan yang dioperasikan untuk memecah kepadatan kendaraan pada periode Nataru ini adalah Pelabuhan Ciwandan, Banten dan juga Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) yang melayani angkutan barang. 


Sonny H. Sayangbati

Kemenhub Percepat Penyelesaian Pelabuhan Wanam, Perkuat Logistik dan Ketahanan Pangan Nasional di Papua Selatan





MPN News, Jakarta 23 Desember 2025 - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mempercepat penyelesaian pembangunan Pelabuhan Wanam di Provinsi Papua Selatan guna memperkuat konektivitas laut dan ketahanan logistik nasional.


Percepatan tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak pengadaan barang hasil pekerjaan pembangunan pelabuhan hingga selesai 100 persen, di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (23/12/2025).


Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud menegaskan bahwa Pelabuhan Wanam memiliki posisi strategis sebagai simpul logistik utama dalam mendukung Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional di Papua Selatan. Keberadaan pelabuhan ini dinilai krusial untuk menjamin kelancaran distribusi logistik sekaligus memperkuat ketahanan nasional.


“Pelabuhan Wanam merupakan investasi jangka panjang negara untuk memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air nasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Papua Selatan,” ujar Masyhud.


Hingga 12 Desember 2025, progres fisik pembangunan Pelabuhan Wanam sisi laut telah mencapai 87,39 persen. Penandatanganan kontrak ini menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan dapat diselesaikan secara menyeluruh hingga mencapai target 100 persen.


Dalam rangka percepatan penyelesaian pekerjaan, Ditjen Perhubungan Laut melakukan penunjukan langsung kepada PT Dua Samudera Perkasa sebagai pelaksana pekerjaan. Langkah tersebut dilakukan sesuai ketentuan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 tentang perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 mengenai Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.


Masyhud menekankan bahwa percepatan pembangunan harus dibarengi dengan penerapan tata kelola yang baik. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat menjaga kualitas pekerjaan dan menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas.


“Seluruh proses pelaksanaan kontrak harus dilaksanakan dengan prinsip tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya, serta transparan dan akuntabel sesuai peraturan perundang-undangan,” tegasnya.


Lebih lanjut, Masyhud menyampaikan bahwa percepatan pembangunan Pelabuhan Wanam selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya agenda swasembada pangan dan penguatan infrastruktur nasional sebagai pilar kedaulatan ekonomi. Di sisi lain, proyek ini juga menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan, terutama di wilayah timur Indonesia dan kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).


Kementerian Perhubungan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat infrastruktur transportasi laut sebagai tulang punggung konektivitas nasional. Pelabuhan yang andal dinilai menjadi prasyarat penting dalam menciptakan sistem logistik yang efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan.


Dengan dipercepatnya penyelesaian Pelabuhan Wanam, konektivitas laut di Papua Selatan diharapkan semakin kuat, distribusi barang dan kebutuhan pokok lebih efisien, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal sekaligus mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan.


Sonny H. Sayangbati

Pelabuhan Bajoe Antisipasi Lonjakan Pengunjung Malam Tahun Baru





MPN News, Bone 23 Desember 2025 - Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Bajoe mengantisipasi potensi lonjakan pengunjung nonpenumpang yang datang ke area pelabuhan pada malam pergantian tahun 2025. Plh Kepala UPP Kelas II Bajoe, Muhammad Taufan, mengatakan lonjakan pengunjung pada momen Tahun Baru biasanya bukan berasal dari penumpang kapal, melainkan masyarakat yang datang untuk berekreasi dan berfoto di kawasan pelabuhan.


“Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, yang perlu diantisipasi justru masyarakat yang datang untuk tamasya. Karena spot pelabuhan cukup menarik,” ujarnya.


Menurutnya, situasi ini berbeda dengan masa Idulfitri yang didominasi lonjakan penumpang kapal. Meski demikian, pengawasan tetap ditingkatkan, terutama pada malam hari di atas pukul 22.00 Wita.

UPP Bajoe juga telah mendirikan Posko Angkutan Laut Nataru sejak sepekan sebelum Natal untuk memantau pergerakan penumpang, kendaraan, serta aktivitas masyarakat di area pelabuhan.


“Kami lakukan pendataan harian dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar aktivitas masyarakat tetap tertib dan tidak mengganggu operasional pelayaran,” jelasnya.


Ia mengimbau masyarakat yang berkunjung ke kawasan pelabuhan pada malam tahun baru agar tetap mematuhi aturan keselamatan. Pengunjung juga diharapkan tidak memasuki area terbatas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.




(Sonny H.Sayangbati/mpnnews/ *** RRI.net)


Arus penumpang Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk





MPN News, Ketapang 22 Desember 2025 - Sejumlah penumpang berada di atas kapal penyeberangan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (22/12/2025). 


Data PT ASDP menunjukkan pada masa angkutan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 periode Minggu 21 Desember 2025 dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali telah menyeberangkan sebanyak 26.831 orang atau meningkat dibandingkan hari sebelumnya sebanyak 22.824 orang, sedangkan dari arah sebaliknya sebanyak 22.145 orang menyeberang atau turun dari hari sebelumnya sebanyak 23.748 orang.




 (Sonny H.Sayangbati/*** Antara).



Catat Sejarah Baru Riset Kelautan, BRIN-IOCAS Berhasil Angkat Mooring Laut Dalam Berfrekuensi Tinggi

 




MPN News, Jakarta 23 Desember 2025 - Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Institute of Oceanology, Chinese Academy of Sciences (IOCAS) menorehkan sejarah baru dalam riset kelautan Indonesia.


Untuk pertama kalinya, kedua institusi berhasil mengangkat mooring laut dalam berfrekuensi tinggi dalam ekspedisi ilmiah Indonesia Maritime and Pacific Ocean Longterm Scientific Expedition (IMPOLSE) 2025, yang berlangsung sejak 25 November dan direncanakan berakhir pada 30 Desember 2025.


Keberhasilan ini menandai babak baru dalam observasi oseanografi nasional dengan resolusi waktu tinggi, khususnya untuk mempelajari fenomena dinamika laut cepat seperti internal solitary wave (gelombang internal soliter), yang selama ini sulit teramati secara detail dengan instrumen konvensional.


IMPOLSE 2025 merupakan ekspedisi kolaborasi ke delapan antara BRIN dan IOCAS sejak dimulai pada 2014. Keunikan ekspedisi tahun ini terletak pada penggunaan mooring dengan periode sampling berfrekuensi tinggi yang telah terpasang sejak November 2023. Sistem ini menggantikan mooring generasi sebelumnya yang masih menggunakan frekuensi rendah, sehingga mampu merekam variabilitas laut dengan tingkat ketelitian yang jauh lebih tinggi.


Koordinator Kerja Sama IMPOLSE dari BRIN, Adi Purwandana, menjelaskan bahwa pendekatan ini krusial untuk menjawab tantangan ilmiah yang selama ini belum terpecahkan.


“Dari data awal di Laut Maluku, amplitudo gelombang internal soliter yang sebelumnya diperkirakan 40-80 meter berdasarkan citra satelit, ternyata dapat mencapai lebih dari 100 meter menurut data mooring. Nilai ini sebanding dengan amplitudo maksimum yang teramati di Selat Lombok,” ujarnya, Senin (22/12).


Sementara itu, peneliti IOCAS, Zheng Wang menekankan makna strategis kolaborasi ini bagi penguatan riset kelautan regional. Menurutnya, kerja sama BRIN dan IOCAS merupakan implementasi nyata visi Indonesia Emas 2045 dan Belt and Road Initiative, sekaligus menempatkan Indonesia dan Tiongkok di garda terdepan penelitian Arus Lintas Indonesia (Indonesian Throughflow) di tingkat global.


Ekspedisi IMPOLSE 2025 menggunakan Kapal Survei Geomarin III milik Balai Besar Survei dan Pemetaan Geologi Kelautan (BBSPGL), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kegiatan ini terbagi dalam dua etape.


Etape pertama difokuskan pada pengangkatan mooring di perairan utara Selat Lombok, Kanal Labani, serta Laut Maluku bagian barat. Selanjutnya, etape kedua melanjutkan pengambilan data di Laut Maluku bagian timur dan celah Lifamatola, yang dilengkapi dengan pengukuran menggunakan Vertical Microstructure Profiler (VMP) dan Conductivity Temperature Depth (CTD).


Selain pengangkatan mooring, tim ekspedisi juga memanfaatkan VMP, satu-satunya instrumen sejenis di Asia Tenggara untuk mengukur turbulensi vertikal yang berperan penting dalam fluks nutrisi di kolom air. IMPOLSE 2025 juga mengintegrasikan kajian lintas disiplin, meliputi penelitian mikroplastik, biofouling, serta mikrobiologi degradator mikroplastik.


Dalam aspek penguatan sumber daya manusia, sejumlah mahasiswa dari University of Chinese Academy of Sciences (UCAS), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) turut terlibat dalam ekspedisi ini sebagai bagian dari komitmen capacity building dan alih pengetahuan.


Melalui IMPOLSE 2025, BRIN dan IOCAS berharap dapat menghasilkan data observasi laut dalam beresolusi tinggi yang menjadi landasan ilmiah bagi pengembangan ilmu kelautan, pemodelan iklim, serta pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan di Indonesia dan kawasan Asia.


Sonny H. Sayangbati


Space Iklan Bawah Halaman 1


Space Iklan Bawah Halaman 4