Selasa, 23 Desember 2025

Catat Sejarah Baru Riset Kelautan, BRIN-IOCAS Berhasil Angkat Mooring Laut Dalam Berfrekuensi Tinggi

 




MPN News, Jakarta 23 Desember 2025 - Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Institute of Oceanology, Chinese Academy of Sciences (IOCAS) menorehkan sejarah baru dalam riset kelautan Indonesia.


Untuk pertama kalinya, kedua institusi berhasil mengangkat mooring laut dalam berfrekuensi tinggi dalam ekspedisi ilmiah Indonesia Maritime and Pacific Ocean Longterm Scientific Expedition (IMPOLSE) 2025, yang berlangsung sejak 25 November dan direncanakan berakhir pada 30 Desember 2025.


Keberhasilan ini menandai babak baru dalam observasi oseanografi nasional dengan resolusi waktu tinggi, khususnya untuk mempelajari fenomena dinamika laut cepat seperti internal solitary wave (gelombang internal soliter), yang selama ini sulit teramati secara detail dengan instrumen konvensional.


IMPOLSE 2025 merupakan ekspedisi kolaborasi ke delapan antara BRIN dan IOCAS sejak dimulai pada 2014. Keunikan ekspedisi tahun ini terletak pada penggunaan mooring dengan periode sampling berfrekuensi tinggi yang telah terpasang sejak November 2023. Sistem ini menggantikan mooring generasi sebelumnya yang masih menggunakan frekuensi rendah, sehingga mampu merekam variabilitas laut dengan tingkat ketelitian yang jauh lebih tinggi.


Koordinator Kerja Sama IMPOLSE dari BRIN, Adi Purwandana, menjelaskan bahwa pendekatan ini krusial untuk menjawab tantangan ilmiah yang selama ini belum terpecahkan.


“Dari data awal di Laut Maluku, amplitudo gelombang internal soliter yang sebelumnya diperkirakan 40-80 meter berdasarkan citra satelit, ternyata dapat mencapai lebih dari 100 meter menurut data mooring. Nilai ini sebanding dengan amplitudo maksimum yang teramati di Selat Lombok,” ujarnya, Senin (22/12).


Sementara itu, peneliti IOCAS, Zheng Wang menekankan makna strategis kolaborasi ini bagi penguatan riset kelautan regional. Menurutnya, kerja sama BRIN dan IOCAS merupakan implementasi nyata visi Indonesia Emas 2045 dan Belt and Road Initiative, sekaligus menempatkan Indonesia dan Tiongkok di garda terdepan penelitian Arus Lintas Indonesia (Indonesian Throughflow) di tingkat global.


Ekspedisi IMPOLSE 2025 menggunakan Kapal Survei Geomarin III milik Balai Besar Survei dan Pemetaan Geologi Kelautan (BBSPGL), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kegiatan ini terbagi dalam dua etape.


Etape pertama difokuskan pada pengangkatan mooring di perairan utara Selat Lombok, Kanal Labani, serta Laut Maluku bagian barat. Selanjutnya, etape kedua melanjutkan pengambilan data di Laut Maluku bagian timur dan celah Lifamatola, yang dilengkapi dengan pengukuran menggunakan Vertical Microstructure Profiler (VMP) dan Conductivity Temperature Depth (CTD).


Selain pengangkatan mooring, tim ekspedisi juga memanfaatkan VMP, satu-satunya instrumen sejenis di Asia Tenggara untuk mengukur turbulensi vertikal yang berperan penting dalam fluks nutrisi di kolom air. IMPOLSE 2025 juga mengintegrasikan kajian lintas disiplin, meliputi penelitian mikroplastik, biofouling, serta mikrobiologi degradator mikroplastik.


Dalam aspek penguatan sumber daya manusia, sejumlah mahasiswa dari University of Chinese Academy of Sciences (UCAS), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) turut terlibat dalam ekspedisi ini sebagai bagian dari komitmen capacity building dan alih pengetahuan.


Melalui IMPOLSE 2025, BRIN dan IOCAS berharap dapat menghasilkan data observasi laut dalam beresolusi tinggi yang menjadi landasan ilmiah bagi pengembangan ilmu kelautan, pemodelan iklim, serta pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan di Indonesia dan kawasan Asia.


Sonny H. Sayangbati

0 comments:

Posting Komentar


Space Iklan Bawah Halaman 1


Space Iklan Bawah Halaman 4