MPN News, Surabaya, (10/2) – Kota Surabaya diproyeksikan akan menikmati multiplier effect yang signifikan seiring penunjukan PT PAL Indonesia sebagai Lead konsolidasi galangan kapal nasional. Mandat strategis ini dinilai tidak hanya memperkuat pertahanan maritim, tetapi juga menjadikan Surabaya sebagai tempat PT PAL Indonesia menjadi poros utama perputaran ekonomi industri perkapalan di Indonesia yang akan diikuti pertumbuhan ekonomi di kota lainnya.
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengatakan peran PT PAL sebagai Lead konsolidasi galangan nasional akan memicu tumbuhnya industri-industri pendukung di Indonesia. Menurutnya aktivitas pembangunan kapal nasional berpotensi meningkatkan permintaan komponen pendukung, jasa logistik, hingga penyerapan tenaga kerja terampil.
“Surabaya akan menjadi titik sentral pergerakan industri maritim nasional, mulai dari manufaktur, rantai pasok, hingga penyerapan tenaga kerja,” kata Kaharuddin.Ia menegaskan, mandat yang diterima PT PAL harus dimaknai sebagai langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan industri nasional sekaligus menggerakkan ekosistem industri dalam negeri. Dalam konsolidasi ini, PT PAL tidak diposisikan sebagai kompetitor, melainkan sebagai penggerak kolaborasi galangan kapal nasional. “Kami bukan menjadi kompetitor, melainkan orkestrator bagi 22 galangan kapal nasional yang potensial, baik BUMN maupun swasta,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Kaharuddin memastikan PT PAL akan melakukan supervisi dan standarisasi kapabilitas galangan nasional. Transformasi industri yang dijalankan PT PAL akan menjadi rujukan bagi galangan kapal lain di Indonesia. “Tujuannya agar seluruh industri nasional memiliki standar kompetensi yang sama dan mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.Seperti diberitakan, pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara memberikan mandat kepada PT PAL Indonesia untuk memimpin konsolidasi galangan kapal nasional guna memenuhi kebutuhan armada kapal dalam negeri. Penguatan peran tersebut ditegaskan dalam Diskusi Strategis Industri Maritim yang digelar PT PAL Indonesia, Kamis (5/2), di Jakarta.
Diskusi tersebut dihadiri para pemangku kepentingan utama sektor maritim, industri pendukung, serta perwakilan 22 galangan kapal nasional. Keterlibatan lintas pelaku industri ini menandai pendekatan terintegrasi dalam membangun kapasitas galangan kapal nasional.Dalam kesempatan itu, Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara Sigit Puji Santoso menyampaikan bahwa kebutuhan kapal nasional yang mencapai ribuan unit menuntut pendekatan industri yang terkoordinasi dan berkelanjutan.“Dengan potensi kebutuhan kapal yang sangat besar, PT PAL diposisikan sebagai anchor dan orkestrator yang akan bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari BUMN, BUMS, hingga manufaktur lokal di berbagai wilayah,” ujar Sigit.
Sonny H. Sayangbati



0 comments:
Posting Komentar