Sabtu, 31 Januari 2026

Kenal Lebih Dekat, Terminal Khusus Kilang Balongan, Penopang Distribusi Energi Indonesia


MPN News, Indramayu, Jawa Barat, 31 Januari 2025 – Di balik terjaganya pasokan energi hingga ke berbagai wilayah Indonesia, terdapat proses rantai pasok yang terencana, terukur dan berlapis. Salah satu peran penting tersebut dijalankan melalui Terminal Khusus (Tersus) atau Jetty Kilang Balongan, fasilitas milik PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) VI Balongan, yang menjadi simpul strategis penyaluran produk energi nasional, yakni Bahan Bakar Minyak (BBM), Bahan Bakar Khusus (BBK), Non BBM dan Petrokimia. 


Dari Jetty ini, pasokan energi nasional didistribusi ke beberapa wilayah di Indonesia, khususnya untuk wilayah Jakarta, Banten dan sebagian besar Jawa Bagian Barat.


Terminal Khusus Kilang Balongan berfungsi sebagai terminal sekaligus pelabuhan khusus untuk pemuatan dan distribusi produk hasil olahan kilang. Salah satu aktivitas rutin yang dilakukan adalah pemuatan produk migas ke kapal tanker, seperti proses pemuatan Avtur ke kapal Pertamina International Shipping (PIS) Cinta yang berlangsung pada Kamis (29/1).


Section Head Supply Chain & Distribution KPI RU VI Balongan, Ahmad Reza, menjelaskan, pendistribusian Avtur produksi Kilang Balongan dilakukan ke berbagai wilayah di Indonesia. Selain Jakarta dan sekitarnya juga untuk memenuhi kebutuhan kota lain, yakni Pontianak, Banjarmasin, Kotabaru, serta sejumlah daerah di kawasan Indonesia Timur, sesuai dengan kebutuhan dan perencanaan.


“Proses distribusi dimulai dari perencanaan kebutuhan, dilanjutkan dengan pemuatan sebagian produk di Terminal Khusus Balongan. Kemudian setelah seluruh proses selesai, kapal diberangkatkan ke wilayah tujuan. Seluruh tahapan kami pastikan berjalan aman dan sesuai standar operasional,” ujar Ahmad Reza.


Kilang Balongan saat ini merupakan Unit Pengolahan Minyak Mentah dengan kompleksitas tertinggi di Indonesia. Kapasitas pengolahan kilang saat ini mencapai 150 ribu barel per hari (KBPD), dengan produk hasil pengolahan yakni Gasoline, Gasoil, Avtur dan Non BBM seperti Propylene dan LPG.  


Kilang ini menjadi jantung pengolahan minyak mentah terutama di wilayah Jawa bagian Barat, karena hingga 82% hasil produksi digunakan ke Jakarta dan Jawa Barat, sisanya untuk wilayah Indonesia lainnya dan ekspor produk Decant Oil. 


Kilang Balongan juga dilengkapi dengan fasilitas Single Point Mooring (SPM) yang berada sekitar 18 kilometer dari daratan. Fasilitas ini berfungsi sebagai titik sandar kapal tanker pengangkut minyak mentah dan sebagian produk, yang selanjutnya disalurkan ke dan dari kilang melalui pipa bawah laut.


Terdapat tiga fasilitas SPM dengan kapasitas berbeda, yang mampu melayani kapal tanker berukuran mulai dari 17.500 Dead Weight Ton (DWT) hingga 165.000 DWT. Bahkan, SPM terbesar dapat menerima kapal tanker dengan muatan hingga sekitar satu juta barel, yang menjadi tulang punggung pasokan bahan baku Kilang Balongan.


Faktor cuaca dan kondisi laut menjadi perhatian utama dalam proses distribusi. Seluruh pergerakan kapal dipantau melalui sistem pelacakan GPS guna memastikan distribusi berjalan tepat waktu dan meminimalkan potensi keterlambatan.


“Setiap tahapan distribusi kami lakukan dengan pengawasan dan verifikasi berlapis, agar produk energi yang dikirim dapat sampai ke daerah tujuan dengan aman, tepat waktu, dan berkualitas,” tutup Ahmad Reza.


Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengungkapkan, Kilang Unit Balongan merupakan salah satu fasilitas hilir Pertamina. Berlokasi di Kabupaten Indramayu, kilang ini memiliki nilai strategis karena berdekatan dengan fasilitas Pertamina lainnya. 


Yakni, lapangan migas Pertamina EP dan Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) yang merupakan salah satu sumber bahan baku pengolahan di kilang. Serta, konsumen hasil pengolahan kilang Balongan seperti PT Polytama Propindo, serta Integrated Terminal Balongan yang menjadi salah satu pintu distribusi BBM dan LPG ke masyarakat. 


“Pertamina sebagai perusahaan energi terintegrasi memiliki fasilitas-fasilitas yang saling terkait yakni sektor hilir sebagai produsen migas dan sektor hilir sebagai pengolahan dan distribusi. Hal ini merupakan upaya optimalisasi infrastruktur Pertamina, sebagai wujud komitmen kami dalam melayani masyarakat Indonesia,” jelas Baron.


Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.



Sonny H. Sayangbati

Laboratorium Kilang Balongan Jadi Garda Terdepan Penjamin Kualitas BBM Pertamina


MPN News, Indramayu, Jawa Barat, 31 Januari 2025 – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) VI Balongan terus memastikan kualitas produk bahan bakar minyak (BBM) yang dihasilkan sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan. Salah satu peran kunci dalam proses tersebut dijalankan oleh Laboratorium Kilang Balongan yang berfungsi sebagai penjamin mutu (quality assurance) seluruh produk sebelum didistribusikan ke konsumen.


Tester I CFR & Aviation RU VI Balongan, Zaeturohmah Febriyanti, menjelaskan bahwa laboratorium berperan sebagai Quality Control (QC) sekaligus Quality Assurance (QA) untuk seluruh produk kilang, dengan pengujian yang mengacu pada spesifikasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas).


“Di laboratorium, kami melakukan pengujian lebih dari 20 parameter untuk setiap produk. Parameter tersebut tidak hanya mencakup RON atau angka oktan, tetapi juga distilasi, viskositas, stabilitas oksidasi, dan parameter teknis lainnya. Seluruhnya harus memenuhi spesifikasi agar produk dinyatakan on-spec dan layak disalurkan ke konsumen,” jelas Zeturohmah, di Kilang Balongan, Jumat (30/1). 


Laboratorium Kilang Balongan melakukan pengujian terhadap berbagai produk BBM, antara lain Pertamax, Pertamax Turbo, Pertalite, Pertamina Dex, serta produk aviasi dan turunan lainnya.


Proses pengujian dimulai sejak penerimaan crude oil (minyak mentah) yang datang melalui kapal. Crude tersebut tidak langsung diolah, melainkan terlebih dahulu diuji untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi yang ditetapkan. Setelah hasil pengujian dinyatakan memenuhi standar, data disampaikan kepada bagian Refinery Business Optimization (RBO) sebagai dasar perencanaan pengolahan.


“Setelah diolah di unit proses, produk jadi kembali diuji di laboratorium untuk memastikan seluruh parameternya tetap sesuai standar sebelum didistribusikan. Selain itu, dilakukan pula monitoring secara kontinyu saat proses pengolahan terjadi untuk mendapatkan produk yang sesuai dengan spesifikasi” tambahnya.


Untuk menjamin akurasi hasil uji, Laboratorium Kilang Balongan memastikan seluruh peralatan pengujian dalam kondisi terkalibrasi, menggunakan metode uji terbaru yang mengacu pada standar internasional seperti ASTM dan UOP, serta didukung oleh personel yang tersertifikasi dan kompeten. Evaluasi metode pengujian dilakukan secara berkala setiap bulan.


Terkait pengembangan produk seperti Diesel X, laboratorium berperan sebagai penjamin kualitas, bukan sebagai tempat riset. Seluruh hasil riset dari tim process engineer diverifikasi melalui pengujian laboratorium, khususnya untuk memastikan parameter penting seperti kandungan sulfur rendah (low sulfur) telah sesuai spesifikasi. 


“Laboratorium memastikan setiap produk yang dilepas telah memenuhi standar melalui penerbitan Certificate of Quality (CoQ). Ini menjadi bukti bahwa produk benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan,” ujar Zeturohmah.


Vice President Corporate Communication Muhammad Baron mengungkapkan, dengan peran tersebut, Laboratorium Kilang Balongan menjadi garda terdepan dalam menjaga mutu dan keandalan produk BBM khususnya yang diproduksi di Kilang Balongan. 


"Keberadaan laboratorium di fasilitas Pertamina merupakan aspek penting untuk tempat inovasi dan menjaga kualitas produk. Hal ini sekaligus mendukung kelancaran distribusi energi nasional yang aman dan berkualitas bagi masyarakat," tambah Baron.


Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.



Sonny H. Sayangbati

Buktikan Komitmen Ketahanan Energi, Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Lapangan Aljazair ke Tanah Air


MPN News, Jakarta, 31 Januari 2026 – PT Pertamina (Persero) kembali membuktikan komitmennya dalam memperkuat ketahanan energi nasional dengan merealisasikan pengiriman 1 juta Barel minyak mentah dari Aljazair, Afrika Utara, menuju Indonesia. Hal ini ditandai dengan suksesnya MT Spyros bersandar di Samudra Indonesia, atau tepatnya di perairan selatan Cilacap.


Minyak mentah tersebut, berasal dari Wilayah Kerja (WK) Migas yang dikelola oleh Pertamina Internasional Eksplorasi & Produksi (PIEP) yang berada di bawah naungan Subholding Upstream Pertamina. 


Pengapalan minyak mentah ini menjadi bukti solidnya kinerja operasional PIEP dalam menghadapi tantangan teknis dan logistik di wilayah Afrika Utara.


Kapal pengangkut minyak mentah dari lapangan minyak Pertamina di Aljazair ini menuntaskan pelayaran laut lebih dari satu bulan sejak 24 Desember 2025, sebelum akhirnya bersandar di Cilacap untuk proses unloading. Saat sandar, kapal terhubung langsung dengan Control Room RU IV Cilacap, memastikan seluruh proses berjalan terpantau dan terintegrasi. Kehadiran kapal ini menjadi bukti nyata kesiapan infrastruktur Pertamina dalam menerima serta mengolah pasokan minyak mentah secara andal dan profesional.


Kegiatan penerimaan kargo perdana ini disaksikan dari tiga lokasi yang terhubung langsung, yakni Grha Pertamina di Jakarta, Control Room Refinery Unit (RU) IV Cilacap, dan lokasi operasional di Aljazair.


Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menegaskan pentingnya pengiriman minyak mentah ini sebagai babak baru operasi Pertamina di wilayah Afrika Utara setelah perpanjangan Kontrak Bagi Hasil Produksi Blok 405A yang menjamin kelangsungan operasional 25 tahun ke depan.


“Bersandarnya kapal yang telah mengarungi samudera sebulan lebih ini menjadi harapan untuk visi ketahanan energi nasional. Ini merupakan bukti nyata Pertamina dalam mewujudkan amanah Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Simon dalam sambutannya di Grha Pertamina, Jakarta.


Simon menekankan pentingnya semangat kolaborasi antar-entitas untuk memperkuat operasional dan mencapai target bersama. Menurutnya, pengapalan minyak mentah ini mencerminkan adanya sinergi antar entitas di tubuh Pertamina, melibatkan PT Pertamina Internasional EP sebagai produsen, Pertamina International Shipping sebagai pelaksana proses pengapalan, dan Kilang Pertamina Internasional sebagai pembeli dan pengelola kilang dalam negeri.


“Sinergi ini telah mampu memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok energi global, membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di kaki sendiri,” tambah Simon.

 

Pada kesempatan tersebut, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan menyampaikan bahwa kesuksesan perjalanan minyak mentah dari Aljazair ke Indonesia tidak lepas dari keringat dan kerja keras seluruh Perwira Pertamina yang berdedikasi tinggi dan berbakti kepada Tanah Air. 


“Seluruh jajaran komisaris akan terus memberikan dukungan untuk mengawal proses di Pertamina hingga minyak mentah ini mampu menjadi produk-produk yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” tegas Iriawan.


Menurutnya, peristiwa ini menunjukkan keseriusan Pertamina untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.


“Saya ucapkan selamat dan apresiasi kepada Perwira yang sudah bekerja dengan penuh dedikasi dan mengimbau agar terus melanjutkan kerja dengan produktif dan memerhatikan rambu-rambu HSSE sebagai bagian dari prinsip dan budaya kerja Pertamina,” pungkas Iriawan.


Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.



Sonny H. Sayangbati

Jumat, 30 Januari 2026

UMKM Pertapreneur Aggregator Pertamina Gandeng Rutan Kebumen Berdayakan Warga Binaan


MPN News, Kebumen, 30 Januari 2026 — Komitmen PT Pertamina (Persero) dalam mendorong kesejahteraan masyarakat terus dikembangkan. Salah satunya, melalui Program Pertapreneur Aggregator (PAG) yang mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Pertamina untuk bersinergi dengan komunitas masyarakat.  


Praktik baik yang saat ini mendapat perhatian adalah kolaborasi antara UMKM binaan Pertamina PT Agrominafiber Java Indonesia dengan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kebumen.


Direktur PT Agrominafiber Java Indonesia, Novita, menjelaskan bahwa pada program ini fokus pada pengolahan limbah pelepah pisang menjadi serat alami bernilai ekonomi tinggi dan ramah lingkungan.


“Serat pelepah pisang punya potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku industri kerajinan dan material berkelanjutan yang diminati pasar ekspor. Kami ingin warga binaan lembaga pemasyarakatan terlibat langsung dalam rantai produksi yang nyata dan bernilai,” jelas Novita.


Sebagai bentuk komitmen, Agrominafiber telah menyalurkan sekitar satu ton bahan baku ke Rutan Kebumen hanya dalam waktu satu minggu setelah pelatihan perdana. Ke depan, sekitar 30 persen kebutuhan bahan baku Agrominafiber yang mencapai 15 ton direncanakan dipasok dari hasil produksi warga binaan.


Kolaborasi ini ditinjau langsung oleh Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina yang melakukan kunjungan ke Rutan Kebumen pekan lalu, Senin (26/1). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai standar, berkelanjutan, serta memberikan manfaat jangka panjang baik dari sisi bisnis maupun dampak sosial.


Kepala Rutan Kelas IIB Kebumen, Pramu Sapta, menyampaikan bahwa meskipun kerja sama ini masih tergolong baru, respons yang muncul sudah sangat positif.


“Alhamdulillah, walaupun belum genap satu bulan, laporan dari jajaran menunjukkan perkembangan yang baik. Dari sisi mitra usaha juga melihat prospeknya menjanjikan, baik secara bisnis maupun dampak sosialnya,” ujarnya.


Menurut Pramu, kehadiran Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina menjadi penguat bahwa program pembinaan kemandirian ini tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi diarahkan agar benar-benar berkelanjutan.


“Kami berharap program ini bisa menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan, tidak hanya selama menjalani masa pidana, tetapi juga bermanfaat ketika warga binaan kembali ke masyarakat,” tambahnya.


Pada hasil pelatihan awal, menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Warga binaan telah mampu menghasilkan serat pelepah pisang dengan kualitas yang terus meningkat. Target produksi mencapai sekitar 3 ton per bulan. Saat ini, sekitar 60 persen produk telah memenuhi standar kualitas perusahaan, sementara sisanya masih dalam tahap penyempurnaan teknik.


Selama proses pendampingan, tim Agrominafiber memberikan bimbingan langsung, mulai dari teknik produksi, peningkatan kerapian produk, hingga pengelolaan bahan baku berbasis prinsip zero waste.


Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina Bima menilai, sinergi antara Agrominafiber dan Rutan Kebumen sebagai langkah strategis dalam menjaga kesinambungan produksi dan ketersediaan bahan baku.


“Kolaborasi ini sangat potensial. Selain memperkuat pasokan bahan baku, hasilnya juga bisa terlihat relatif cepat. Fokus pendampingan ke depan adalah pada kualitas dan ketepatan waktu produksi,” jelas Bima.


Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengakui, Program ini merupakan hasil sinergi antara Rutan Kebumen PT Agrominafiber Java Indonesia dalam Program Pertapreneur Agregaotor. Fokus utama kerja sama diarahkan pada pemberdayaan warga binaan pemasyarakatan melalui pengolahan pelepah pisang menjadi serat alami ramah lingkungan yang memiliki nilai jual dan peluang pasar hingga skala global.


“Melalui pendampingan intensif selama enam bulan ke depan, Pertamina berharap model kolaborasi ini dapat menjadi contoh pengembangan UMKM berbasis agregasi yang tidak hanya berdaya saing secara bisnis, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan,” jelas Baron.


Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.



Sonny H. Sayangbati

Pembangunan Pelabuhan Nusantara Kilo Masuk Tahap Persiapan


MPN News, Dompu 30 Januari 2026 – Rencana kelanjutan pembangunan Pelabuhan Nusantara di Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, kembali menemui titik terang. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia telah mengalokasikan anggaran untuk melanjutkan pembangunan pelabuhan yang direncanakan sejak tahun 2018 lalu.


Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Dompu, Fakhrurrazi, mengatakan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan telah menyiapkan pagu anggaran sebesar Rp91 miliar untuk kelanjutan pembangunan Pelabuhan Nusantara Kilo. “Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan fasilitas Pelabuhan Nusantara Kilo,” kata Fakhrurrazi, Senin, 27 Januari 2026.


Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Calabai, saat pertemuan dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Dompu, dari total pagu anggaran tersebut telah ditetapkan pemenang tender dengan nilai penawaran sekitar Rp85 miliar. Anggaran tersebut untuk digunakan membangun fasilitas darat dan fasilitas laut.


"Untuk rinciannya, kami belum mendapatkan apa saja yang dibangun. Tapi jika dilihat, fasilitas laut adalah dermaganya dan fasilitas darat adalah kantor dan ruang tunggu serta parkiran," katanya.


Fakhrurrazi menambahkan, proyek pembangunan Pelabuhan Nusantara Kilo direncanakan mulai dilaksanakan setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi. Salah satu tahapan yang saat ini masih dalam proses adalah pengurusan dokumen lingkungan, berupa Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.


“Dokumen KKPRL ini menjadi salah satu syarat utama sebelum pekerjaan fisik pelabuhan dapat dimulai,” ujarnya.


Pembangunan Pelabuhan Nusantara Kilo ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026. Sebelumnya pada tahun 2025, proyek ini dikerjakan dengan sistem multi year. Namun di tahun 2025 terjadi refocusing, maka disatukan pengerjaanya di tahun 2026.


Dengan alokasi anggaran tersebut, Kementrian Perhubungan RI, telah menuntaskan pwkerjaanya, tinggal Kabupaten Dompu, menyediakan fasilitas pendukungnya. "Akses jalan masuk menjadi tanggung jawab kita," katanya.


Informasinya, lanjut Fatkhurrazi, Dinas PUPR pernah membangun akses jalan Tanju menuju Kilo. Namun karena ada kendala soal teksture medan, proyek tersebut sempat dihentikan.


Pelabuhan ini diharapkan mampu menunjang konektivitas laut, memperlancar arus logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Dompu dan sekitarnya.


Sonny H. Sayangbati

Kamis, 29 Januari 2026

Kemenhub Dorong Percepatan Penyusunan Rencana Induk Pelabuhan


MPN News, Jakarta, 29 Januari 2026 - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus mendorong percepatan penyusunan dan penetapan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) sebagai landasan strategis pengembangan pelabuhan nasional yang terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan.


Hal tersebut disampaikan Direktur Kepelabuhanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Muh. Anto Julianto, saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Induk Pelabuhan yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (29/01/2026).


Menurut Anto, sektor kepelabuhanan memegang peran yang semakin strategis dalam mendukung konektivitas nasional, kelancaran arus logistik, serta pertumbuhan ekonomi wilayah.


“Dinamika perdagangan, peningkatan volume arus barang dan penumpang, serta tuntutan pelayanan yang semakin efisien dan berdaya saing menuntut pengelolaan pelabuhan yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan,” ujar Anto.


Ia menambahkan, pengelolaan pelabuhan ke depan juga dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan kapasitas fasilitas, kebutuhan penataan ruang pelabuhan dan perairan, hingga integrasi dengan moda transportasi lain serta pemenuhan aspek keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan. 


“Kondisi ini semakin menegaskan pentingnya perencanaan kepelabuhanan yang komprehensif dan berbasis regulasi,” tegasnya.


Rencana Induk Pelabuhan merupakan dokumen perencanaan strategis yang menjadi acuan utama dalam pengembangan pelabuhan, baik dari aspek tata ruang, penyediaan fasilitas, maupun tahapan pembangunan, agar selaras dengan kebijakan nasional dan rencana tata ruang wilayah. 


Pengembangan pelabuhan secara nasional sendiri telah diatur dalam Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN) yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 432 Tahun 2017 dan terakhir diubah dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 217 Tahun 2022.


“Rencana Induk Pelabuhan pada masing-masing pelabuhan menjadi kerangka dasar pengembangan pelabuhan yang terintegrasi dengan kebijakan nasional dan daerah, sekaligus sebagai pedoman dalam meningkatkan efisiensi operasional dan menjawab tantangan sektor kemaritiman ke depan,” jelas Anto.


Anto mengungkapkan, berdasarkan data RIPN, dari 636 lokasi pelabuhan eksisting, hingga saat ini baru sekitar 76 persen yang memiliki dokumen Rencana Induk Pelabuhan dan sekitar 35 persen yang telah memperoleh penetapan. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan perlunya langkah strategis dan percepatan pemenuhan dokumen Rencana Induk Pelabuhan.


Sebagai bentuk komitmen percepatan tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menerbitkan Surat Edaran Nomor SE/DJPL 14 Tahun 2024 tentang Percepatan Penyusunan Rencana Induk Pelabuhan serta Surat Edaran Nomor SE-DJPL 27 Tahun 2025 tentang Penetapan Rencana Induk Pelabuhan, DLKR, dan DLKP oleh Penyelenggara Pelabuhan.


Selain itu, Ditjen Perhubungan Laut juga melakukan penguatan regulasi melalui revisi petunjuk teknis penyusunan Rencana Induk Pelabuhan sebagaimana tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor KPDJPL 598 Tahun 2025.


Dalam bimbingan teknis ini, peserta yang merupakan perwakilan dari Kantor UPT Ditjen Hubla dibekali materi terkait penyusunan Rencana Induk Pelabuhan yang terintegrasi dengan berbagai kebijakan dan regulasi, keterkaitannya dengan dokumen perencanaan lainnya, serta tata cara dan simulasi penyusunannya.


“Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta, kami optimistis dapat menghasilkan perencanaan pengembangan pelabuhan yang efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing,” kata Anto.


Kegiatan bimbingan teknis ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi penataan dan pengembangan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia. 


“Mari kita laksanakan kegiatan ini dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat guna mencapai hasil yang optimal,” tutup Anto.


Sebagai informasi, kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, antara lain Kepala Subdirektorat Perencanaan Kepelabuhanan, Direktur Perencanaan Ruang Perairan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kepala Subdirektorat Perencanaan Tata Ruang Nasional Kementerian ATR/BPN, Ketua Tim Pengamatan Laut Direktorat Navigasi, Penilik Kepelabuhanan pada Subdirektorat Perencanaan Kepelabuhanan, Ketua Tim Tarif Jasa Kepelabuhanan pada Subdirektorat Manajemen Informasi dan Operasional, serta Tenaga Ahli Penyusun RIP (Rencana Induk Pelabuhan).



Sonny H. Sayangbati

Uji Sandar Kapal di Pelabuhan Panarukan Sukses, Kemenhub Pastikan Kesiapan Operasional dan Keselamatan Pelayaran


MPN News, Situbondo, 29 Januari 2026 — Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memastikan kesiapan operasional Dermaga Pelabuhan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, melalui pelaksanaan uji sandar kapal sebagai tahapan akhir sebelum pelabuhan dioperasikan secara penuh, Kamis (29/01/2026).


Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, Herland Aprilyanto, menyampaikan bahwa uji sandar ini merupakan bagian penting dalam menjamin aspek teknis dan keselamatan pelayaran. 


Tidak hanya itu, memastikan kelancaran proses bongkar muat dan pelayanan kepada pengguna jasa transportasi laut menjadi salah satu faktor uji sandar ini dilakukan.


"Hari ini, kapal T.B. Medelin Delta dan T.B. Meiden Lucky milik PT. Pertamina Port & Logistics melakukan olah gerak sandar dan lepas untuk menguji kondisi konstruksi dermaga, sistem tambat, kekuatan fender, serta konektivitas dengan fasilitas darat,” ujar Herland.


Uji sandar tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, diantaranya perwakilan PT. Pertamina Patra Niaga, PT. Pertamina Trans Kontinental, dan PT. Pertamina Port & Logistics.


Selama proses berlangsung, kedua kapal berhasil melaksanakan manuver dengan aman dan lancar sesuai dengan standar operasional prosedur.


Pelabuhan Panarukan memiliki dimensi dermaga sepanjang 177,5 meter dengan lebar 10 meter, trestle sepanjang 452 meter dengan lebar 7 meter, serta causeway sepanjang 925 meter. 


Pembangunan awal pelabuhan dimulai pada tahun 2008 dan dikembangkan pada tahun 2011–2012, dengan penambahan kantor pelabuhan pada tahun 2019. 


Pada Tahun 2024, dilaksanakan Rehabilitasi Dermaga segmen I (70 m x 10 m) dengan anggaran PNBP.


Sedangkan, untuk Tahun Anggaran 2025, dilaksanakan Rehabilitasi segmen Dermaga 2 (±107,5 x 10 m²) dengan anggaran SBSN. 


*Perkuat Rantai Pasok di Pesisir Jawa Timur*


Kepala KSOP Panarukan, Herland, menambahkan, keberhasilan uji sandar ini diharapkan dapat memperkuat peran Pelabuhan Panarukan dalam mendukung distribusi logistik, memperlancar mobilitas penumpang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas wilayah di Jawa Timur.


“Dengan kesiapan infrastruktur yang andal, Pelabuhan Panarukan kami dorong menjadi simpul transportasi laut yang mampu meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dan memperkuat rantai pasok di kawasan pesisir Jawa Timur,” tuturnya.


Seiring dengan peningkatan kapasitas dan kesiapan operasional dermaga, pihaknya mengungkapkan bahwa aktivitas kepelabuhanan di Panarukan diproyeksikan akan semakin padat. 


Frekuensi kedatangan kapal, termasuk dengan kapal kapal di kapasitas 1000DWT, serta arus barang diperkirakan meningkat signifikan. 


"Oleh karena itu, kami berharap seluruh proses pelayanan kepelabuhanan, perizinan, dan pengawasan dapat terus dipercepat tanpa mengurangi standar keselamatan dan kualitas layanan kepada pengguna jasa," tutupnya.


Sonny H. Sayangbati

Rayakan Valentine’s dan Tahun Baru Imlek, Ancol Hadirkan Tiket Terusan Rp150.000. Satu Tiket untuk Semua Wahana


MPN News, Jakarta, 29 Januari 2026  – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menghadirkan program promo spesial bertajuk “1 Tiket Akses Seluruh Unit Rekreasi”, berupa tiket terusan seharga Rp150.000 yang memungkinkan pengunjung menikmati seluruh unit rekreasi Ancol dalam satu hari kunjungan.


Program ini diluncurkan dalam rangka menyambut Hari Kasih Sayang (Valentine’s Day) dan Tahun Baru Imlek 2026, serta berlaku untuk kunjungan pada tanggal 14 atau 17 Februari 2026.


Eddy Prastiyo, Direktur Operasional PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, mengatakan dengan satu tiket tersebut, pengunjung sudah mendapatkan akses ke berbagai unit rekreasi unggulan Ancol, antara lain Pintu Gerbang Ancol, Pantai Ancol, Dunia Fantasi (Dufan), Sea World Ancol, Samudra Ancol, Atlantis Ancol, Jakarta Bird Land, Pasar Seni, hingga Ecopark Ancol. Selain itu, setiap pembelian tiket juga mendapatkan bonus satu produk Sosro selama periode program.


“Melalui promo tiket terusan ini, Ancol ingin memberikan kemudahan dan nilai lebih bagi masyarakat untuk menikmati seluruh wahana rekreasi dalam satu hari kunjungan, sekaligus menghadirkan pilihan liburan yang lebih terjangkau di momen spesial Valentine dan Imlek,” ujarnya


Ia menyampakan kemeriahan liburan di Ancol juga akan semakin lengkap dengan rangkaian acara Ancol Waves of Romance dan Ancol Lunar Festival yang digelar pada 14–17 Februari 2026. Pengunjung dapat menikmati konser musik bertema romantis di Pantai Festival, serta pertunjukan Barongsai dan Liong di Plaza Lagoon sebagai bagian dari perayaan budaya Imlek.


"Program ini diharapkan dapat menjadi alternatif liburan keluarga dan pasangan, sekaligus memperkuat Ancol sebagai destinasi wisata terpadu yang menghadirkan beragam pengalaman rekreasi dalam satu kawasan," tambahnya Eddy Prastiyo.


Syarat dan Ketentuan Program:


1. Harga tiket Rp150.000 merupakan tiket terusan yang mencakup akses ke seluruh unit rekreasi Ancol.


2. Setiap pembelian tiket mendapatkan bonus 1 produk Sosro.


3. Periode penjualan tiket: 30 Januari – 17 Februari 2026.


4. Pilihan tanggal kunjungan: 14 Februari atau 17 Februari 2026.


5. Tiket dapat dibeli melalui www.ancol.com dan loket resmi Ancol.


6. Harga tiket belum termasuk tiket kendaraan.


7. Khusus tanggal 14 dan 17 Februari 2026, tarif tiket masuk kawasan Ancol sebesar Rp35.000 berlaku mulai pukul 17.00 WIB bagi pengunjung di luar program ini.


8. Kuota terbatas.


Ancol Taman Impian – Serunya Nggak Ada Habisnya!



Sonny H. Sayangbati

PT Pelindo Solusi Logistik Dukung Mitra Global Kuatkan Jejaring Logistik Internasional


MPN News, Jakarta, 29 Januari 2026 – PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) mendukung langkah strategis salah satu mitra globalnya dalam upaya memperluas jejaring kerjasama logistik internasional. Dalam acara office opening PT Unistar Gorga Logistik, bagian dari Uni-Star Group, yang digelar di Jakarta, Senin (12/1) manajemen SPSL hadir sebagai bentuk penyambutan dan penyampaian kesamaan visi dalam menghadirkan konektivitas logistik internasional yang handal, sejalan dengan pengembangan kerja sama yang telah dijajaki sebelumnya.


Direktur Komersial dan Teknik SPSL, Ruri I. Rachmaputri, mengatakan bahwa kehadiran kantor operasional Uni-Star Group di Indonesia ini menjadi sebuah signal ketertarikan perusahaan logistik internasional untuk turut mendukung konektivitas logistik dengan Indonesia.


“Pada bulan November 2025, SPSL telah menandatangi nota kesepahaman tentang Kerjasama Pelayanan Jasa Logistik dengan Uni-Star Logistic sebagai bentuk inisiasi kerjasama strategis kedepan. Sebagai tindak lanjut nyata, pada bulan Januari 2026 ini Uni-Star Logistic menghadirkan kantor operasional di Jakarta. Hal ini merupakan momentum yang positif dalam memperkuat komunikasi dan saling memahami potensi kolaborasi antara pelaku logistik Indonesia dan mitra internasional. Bagi SPSL, ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun jejaring global yang relevan dengan kebutuhan pelanggan dan dinamika perdagangan,” ujar Ruri.


Ia menambahkan, keberadaan Uni-Star Group di Indonesia memberikan peluang untuk memperdalam pertukaran informasi, pemetaan kebutuhan layanan, serta penjajakan kerja sama yang dapat mendukung peningkatan efisiensi rantai pasok.


“Sebagai Subholding BUMN Kepelabuhanan Pelindo bidang logistik dan hinterland development, SPSL terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra global guna menghadirkan solusi logistik yang semakin terintegrasi dan adaptif terhadap perkembangan pasar,” lanjut Ruri.


SPSL memandang kehadiran pemain logistik internasional di Indonesia sebagai bagian dari penguatan ekosistem rantai pasok nasional. Melalui komunikasi yang konstruktif dan kolaborasi yang berkelanjutan, SPSL berupaya mendorong konektivitas logistik Indonesia dengan jaringan perdagangan regional dan global.


“Ke depan, kami akan terus membangun kemitraan yang sejalan dengan visi Pelindo Group dalam memperkuat peran Indonesia di ekosistem logistik dan maritim global, sekaligus memastikan layanan yang lebih kompetitif dan bernilai tambah bagi pengguna jasa,” tutup Ruri.



Sonny H. Sayangbati

Rabu, 28 Januari 2026

Pertamina Kolaborasi dengan Kementerian ESDM dan SERUNI KMP Buka Akses Air Bersih bagi Masyarakat Kampung Tambat Merauke


MPN News, Merauke, 28 Januari 2026 – PT Pertamina (Persero), melalui Subholding Commercial & Trading PT Pertamina Patra Niaga berkolaborasi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (SERUNI) Kabinet Merah Putih (KMP) mewujudkan akses air bersih bagi 699 masyarakat Kampung Tambat, Merauke, Papua Selatan. Ini adalah wujud komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat serta penyediaan akses air bersih yang berkelanjutan.


Peresmian Pembangunan Sumur Air Bersih di Merauke ini dihadiri langsung oleh Ketua Bidang IV SERUNI KMP, Sri Suparni Bahlil, Liza Thohir selaku Ketua Bidang I SERUNI KMP, dan Ernawati Trenggono selaku Wakil Ketua SERUNI KMP, Senin (26/1). Perwakilan SERUNI KMP, Sri Suparni Bahlil, mengapresiasi dukungan Pertamina Patra Niaga, dirinya menilai selain melayani sesuai bidang pekerjaan, pelayanan, kontribusi, dan pendekatan humanis kepada masyarakat juga dibuktikan melalui dukungan terwujudnya air bersih bagi masyarakat.


“Kami mendapat informasi bahwa Kampung Tambat ini seringkali mengalami keterbatasan akses air bersih, terutama saat musim kemarau. Dengan adanya Sumur Air Bersih ini harapannya masyarakat lebih mudah mengakses air, tidak lagi mengandalkan tampungan air hujan dan sumur manual,” ujar Sri Suparni Bahlil.


Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Papua Maluku PT Pertamina Patra Niaga, Ispiani Abbas, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kebutuhan dasar masyarakat. Program ini meliputi pembangunan Sumur Air Bersih pada 2 titik, yakni di SD Inpres Tambat dan Posyandu Tambat. Pembangunan Sumur Air Bersih mencakup beberapa bagian utama, mulai dari pemasangan mesin sumur, pembangunan bak penampungan, pemasangan menara dan toren air, plat aerasi, instalasi kelistrikan, hingga pemasangan keran.


Selain pembangunan Sumur Air Bersih juga dilakukan revitalisasi reservoir air bersih pada 2 titik lainnya yang berlokasi di halaman Gereja Tambat dan Balai Kampung Tambat. Pengerjaan yang dilakukan antara lain pengecatan bangunan, pergantian atap pada salah satu titik, pengeboran baru dan pemasangan mesin pompa, instalasi kelistrikan, pemasangan filter air, serta perakitan sambungan rumah yang menjangkau sekitar 20 titik perumahan di masing-masing lokasi reservoir.


“Penyediaan akses air bersih merupakan kebutuhan fundamental. Melalui program ini, Pertamina Patra Niaga berharap dapat memberikan manfaat berkelanjutan serta mendorong peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Kampung Tambat. Seluruh fasilitas telah melalui tahap uji coba dan siap digunakan masyarakat,” jelasnya.


Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengungkapkan, sanitasi dan air bersih menjadi salah satu fokus kegiatan tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) Pertamina Group karena hal ini merupakan kebutuhan hidup dasar masyarakat. Upaya Pertamina ini sejalan dengan visi Asta Cita Pemerintah Prabowo ke-4, yakni fokus pada memperkuat pembangunan SDM melalui penguatan pendidikan, sains, teknologi, dan kesehatan untuk mencapai Indonesia Emas 2045.


"Sejalan dengan kebutuhan hidup dasar ini, Pertamina berharap dapat mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia, sehingga memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Dengan kualitas hidup yang baik, sumber daya manusia Indonesia bisa semakin unggul dan memperkuat keberlanjutan bangsa," jelas Baron.


Kepala Kampung Tambat, Samuel Heremba sangat berterima kasih atas adanya akses air bersih bagi seluruh warganya. Samuel Heremba mengakui sebelumnya 699 masyarakat Kampung Tambat ini sangat mengandalkan tampungan air hujan, ada juga sumur manual namun kualitas airnya masih mengandung belerang sehingga kurang aman untuk digunakan.


“Adanya bantuan Sumur Air Bersih ini, bahkan sebelum peresmian pun sudah dimanfaatkan oleh warga karena sangat membantu. Kini masyarakat tidak lagi khawatir terhadap kandungan belerang dan kesulitan air saat musim kemarau, karena airnya sudah jauh lebih bersih dan ada juga penampungan yang cukup,” ujar Samuel.


Melalui program ini, Pertamina Patra Niaga berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah operasional perusahaan.


Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.




(Sonny H. Sayangbati)

PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) Menyalurkan Bantuan Kemanusiaan Bagi Masyarakat Yang Terdampak Banjir Di Jakarta Utara

 









MPN News, Jakarta 28 Januari 2026– PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL), subholding BUMN Kepelabuhanan yang konsisten dalam kegiatan pemberdayaan dan kontribusi sosial, menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Jakarta Utara. Aksi cepat tanggap bencana ini diberikan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada warga di sekitar Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Rabu (28/01/2026).


Fenomena banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta dalam beberapa hari terakhir telah berdampak pada aktivitas masyarakat dan ketersediaan kebutuhan dasar. Menyikapi kondisi ini, SPSL bergerak cepat melalui pemberian bantuan berupa paket sembako untuk didistribusikan kepada dapur umum yang didirikan oleh komunitas warga di RW 010 Kelurahan Tugu Utara.


Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan, bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak, terutama di lingkungan operasional SPSL.


Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Solusi Logistik, Dewi Fitriyani, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian SPSL terhadap masyarakat yang sedang berjuang menghadapi dampak bencana banjir.


“Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir serta memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi dengan baik di masa sulit ini. SPSL akan terus bersinergi dengan pemerintah untuk menghadirkan dukungan yang tepat dan berkelanjutan,” ujar Dewi.


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui arahan Gubernur dan Satgas Bencana banjir saat ini terus mengimbau berbagai pihak untuk bersinergi dalam penanganan darurat dan pemulihan masyarakat terdampak, termasuk penyediaan dapur umum, layanan kesehatan darurat, serta fasilitas pengungsian yang layak. Arahan ini selaras dengan upaya SPSL dalam menyalurkan bantuan yang cepat dan tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan.


Salah satu penerima bantuan, Habib S, Ketua RT 013 RW 010 Kelurahan Tugu Utara, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepedulian PT Pelindo Solusi Logistik.


“Bantuan dari PT Pelindo Solusi Logistik Group ini sangat berarti bagi kami. Di tengah kondisi rumah dan lingkungan yang terdampak banjir, dukungan ini memberi semangat bagi warga untuk segera pulih, dan menata kembali kehidupan di lingkungan kami. Semoga kebaikan ini membawa berkah bagi semua,” ujar Habib.


Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang logistik dan hinterland development, PT Pelindo Solusi Logistik berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam aksi sosial dan kemanusiaan, sebagai bagian dari peran aktifnya dalam pembangunan berkelanjutan. Bantuan ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat langsung bagi warga terdampak, tetapi juga mendorong semangat gotong royong dan kolaborasi antara sektor dalam menghadapi bencana.




Sonny H. Sayangbati

Senin, 26 Januari 2026

Arus Petikemas IPC TPK Pontianak Tumbuh 7,47% Sepanjang 2025

 



MPN News, PONTIANAK -  IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat peningkatan kinerja operasional di Area Pontianak sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan menguatnya aktivitas perdagangan dan distribusi barang di Provinsi Kalimantan Barat. Berdasarkan data operasional IPC TPK, arus petikemas Terminal Petikemas Pontianak sepanjang tahun 2025 (s.d. Desember) tercatat sebesar 283.045 TEUs, meningkat dibandingkan realisasi tahun 2024 yang mencapai 263.391 TEUs. Dengan demikian, kinerja Area Pontianak tumbuh sekitar 7,47% secara tahunan (year-on-year).


Peningkatan arus petikemas tersebut didorong oleh bertambahnya aktivitas pelayaran dan volume muatan. Sepanjang Desember 2025, jumlah kunjungan kapal (ship call) meningkat sebanyak 43 kapal dibandingkan bulan sebelumnya, yang berdampak pada kenaikan arus petikemas sebesar 438 box atau 404 TEUs secara bulanan.


Dari sisi pelayaran, pertumbuhan volume petikemas secara tahunan tercatat pada sejumlah perusahaan pelayaran utama, antara lain Ganendra Catra Sakti yang meningkat 2,82%, Indo Container Line yang tumbuh signifikan sebesar 40,55%, serta Meratus Line yang mencatat lonjakan tertinggi dengan pertumbuhan mencapai 93,40% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, arus petikemas domestik Area Pontianak juga menunjukkan pertumbuhan kuat sebesar 19,75% dibandingkan tahun 2024, mencerminkan meningkatnya aktivitas distribusi antar pulau di wilayah Kalimantan Barat.


“Kinerja Area Pontianak yang terus tumbuh sepanjang tahun 2025 menunjukkan peran terminal yang semakin strategis dalam mendukung arus logistik dan perdagangan regional,” ujar M. Loutfie Hidayat, Manager IPC TPK Area Pontianak.


Kinerja operasional Terminal Petikemas Pontianak tersebut sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat yang menunjukkan aktivitas perdagangan luar negeri tetap terjaga sepanjang tahun 2025. BPS mencatat bahwa pada November 2025, nilai ekspor Kalimantan Barat mencapai US$177,13 juta, sementara nilai impor tercatat sebesar US$51,02 juta, sehingga neraca perdagangan berada pada posisi surplus.


Secara kumulatif, nilai perdagangan luar negeri Kalimantan Barat periode Januari–November 2025 juga mencatat surplus sebesar sekitar US$1,13 miliar, mencerminkan kuatnya kinerja ekspor daerah. Kondisi tersebut turut mendorong kebutuhan layanan petikemas di Terminal Petikemas Pontianak sebagai salah satu gerbang utama arus barang ekspor dan impor di Kalimantan Barat.


"Ke depan, IPC Terminal Petikemas akan terus berfokus pada peningkatan keandalan layanan, efisiensi operasional, serta penguatan peran Terminal Petikemas Pontianak dalam mendukung kelancaran arus barang dan pertumbuhan ekonomi regional di Kalimantan Barat." tutup Loutfie.


(Redaksi MPN News).

 

 

SPJM CANANGKAN EKSPANSI BISNIS DI 2026



MPN News, MAKASSAR PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) sebagai salah satu subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services, Dredging dan Shipyard (MEPS) mencatatkan kinerja cemerlang dengan laba bersih unaudited 2025 lebih besar 50,80% dibandingkan dengan tahun 2024 dan mencapai sebesar 123,79% dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2025


Hingga Desember 2025 kinerja unaudited menunjukkan peningkatan yang signifikan, pendapatan usaha SPJM mencapai sebesar 8.743,41 Miliar, naik 20,29% secara Year on Year (YoY) dan terealisasi 109,84% melebihi target RKAP Tahun 2025. Selaras dengan itu, Laba Usaha SPJM juga mengalami kenaikan 24,56 % secara YoY dan melampaui target RKAP Tahun 2025 sebesar 46,35% atau Rp. 249,28 Miliar dengan laba bersih sebesar Rp. 497,31 Miliar.


“Pencapaian tahun 2025 ini cukup luar biasa karena SPJM masih mampu terus menunjukkan performa cemerlang dengan pelampauan target yang telah ditetapkan hingga akhir tahun. Kepercayaan pelanggan yang tercermin dari peningkatan trafik dan cakupan layanan serta inovasi perbaikan layanan untuk keunggulan operasional merupakan faktor kunci pencapaian kinerja Tahun 2025 ini,” terang SVP Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick.


Performa keuangan yang meningkat tentunya sejalan dengan kinerja operasional pelayanan SPJM yang juga menunjukkan trend positif. Kinerja Operasional layanan pemanduan, penundaan, docking, pengelolaan alur, distribusi BBM dan gas, layanan listrik, waste management, layanan oil spill response (OSR), dan equipment terealisasi mencapai lebih dari target RKAP.


Secara Grup, Layanan Pemanduan SPJM meningkat 106,47% secara YoY sebanyak 3.547.282.627 gerakan, melebihi RKAP 110,80%. Selaras dengan itu, layanan penundaan mencapai 5.363.069.712 GT Jam, atau 114,88% terhadap RKAP 2025 dan mencapai 107.68% YoY. Layanan Docking terealisasi sebanyak 53 Unit, 155,88% dari RKAP 2025 yaitu 34 unit dan naik 108,16% YoY. Di lini pengerukan, terjadi peningkatan 293, 91% secara YoY, yaitu realisasi sebesar 1.949.002 M3.


Pengelolaan Alur mencapai 27.963.542 Ton, naik 102,42% YoY dan mencapai 117,58% dari RKAP. Dari lini port services atau layanan Pelabuhan, distribusi BBM mencapai 67.660 KL, naik 108,85% YoY. Sedangkan distribusi gas naik 109,69% YoY dengan realisasi 15.326.239 MMBTU, 186,62% dari RKAP 2025.


Penyediaan air bersih pada tahun 2025 mencapai 2.935.281 Ton, naik 112,06% YoY. Penyediaan Listrik naik 104,37% YoY, dan mencapai 110,68% terhadap RKAP 2025, sebesar 215.091.855 KwH. Layanan Waste Management 100% mencapai RKAP, dengan realisasi 240.700 Kg. Layanan OSR melebihi RKAP 135,36% dengan angka 15.619.268 ton, atau naik 130,93% secara YoY.


Untuk lini Bisnis equipment atau peralatan SPJM juga menunjukkan kinerja yang positif. Availability atau ketersediaan alat mencapai 90,22%, atau melebihi target RKAP dengan realisasi sebesar 106,14%. Mean Time To Repair (MTTR) realisasinya melebihi RKAP sebesar 124,56% dengan realisasi 4,01 jam, naik 387,37% secara YoY. Sedangkan Mean Time Between Failure (MTBF), naik 121,09% secara YoY dengan realisasi 452,42% terhadap RKAP 2025 di angka 135,73 jam.


“Kami sangat berterima kasih atas dukungan seluruh pihak, utamanya para pelanggan yang senantiasa memberikan kepercayaan untuk menggunakan layanan SPJM Grup serta kerja keras seluruh personil SPJM disetiap lini. Kinerja 2025 ini akan menjadi landasan untuk rencana program ekspansi bisnis ditahun 2026. Kami akan terus menjaga stabilitas bisnis, peningkatan coverage wilayah, optimalisasi standarisasi, dan mengedepankan inisiasi strategic partnership dengan mitra potensial untuk penguatan pangsa pasar dan cakupan layanan SPJM Grup, ujar Tubagus.


(Andi Roesman Rola/Red. WMI).

 


Space Iklan Bawah Halaman 1


Space Iklan Bawah Halaman 4