Senin, 05 Januari 2026

KETEGANGAN AS-VENEZUELA PICU KETIDAKPASTIAN LOGISTIK GLOBAL, SCI SOROTI DAMPAKNYA BAGI PASAR AMERIKA SELATAN





MPN News, BANDUNG - Eskalasi ketegangan geopolitik global kembali meningkat menyusul serangan Amerika Serikat ke Venezuela yang memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasokan energi dan kelancaran rantai pasok global. Situasi ini terjadi di tengah upaya Indonesia memperluas diversifikasi pasar ekspor, khususnya ke kawasan Amerika Selatan melalui berbagai inisiatif kerja sama perdagangan.


Supply Chain Indonesia (SCI) menilai bahwa meskipun konflik tersebut tidak berdampak langsung terhadap jalur perdagangan Indonesia–Amerika Selatan, potensi dampak lanjutan (secondary impact) tetap perlu diwaspadai. Gangguan geopolitik di negara produsen energi berisiko memicu volatilitas harga minyak global yang pada akhirnya berdampak pada biaya bahan bakar dan ongkos logistik internasional.


Kenaikan biaya bunker dan penyesuaian surcharge pelayaran berpotensi meningkatkan biaya freight pada rute lintas Pasifik maupun rute dengan transit di hub utama global. Kondisi ini dapat menekan daya saing harga produk ekspor Indonesia, terutama untuk komoditas manufaktur dan produk bernilai tambah menengah yang sensitif terhadap biaya logistik.


Founder dan CEO SCI Setijadi menjelaskan, selain faktor biaya, eskalasi ketegangan global juga berpotensi memengaruhi reliabilitas jadwal pengiriman. Penyesuaian rute pelayaran, konsolidasi muatan, hingga perubahan port of call oleh perusahaan pelayaran dapat memperpanjang lead time dan meningkatkan ketidakpastian pasokan ke pasar Amerika Selatan, termasuk ke negara tujuan utama seperti Peru dan Brasil.


Dari sisi permintaan, SCI mencermati kecenderungan buyer di kawasan tersebut untuk bersikap lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan impor. Importir cenderung memperketat klausul kontrak, meminta fleksibilitas jadwal pengiriman, serta menuntut jaminan kontinuitas pasokan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.


Rekomendasi SCI

Menghadapi kondisi tersebut, SCI menekankan kepentingan penguatan supply chain resilience bagi eksportir Indonesia. Diversifikasi rute pengiriman dan mitra logistik menjadi langkah awal untuk mengurangi ketergantungan pada satu jalur atau satu penyedia jasa pelayaran.


SCI juga merekomendasikan agar eksportir secara proaktif meninjau dan menyesuaikan klausul kontrak ekspor, khususnya yang berkaitan dengan jadwal pengiriman, mekanisme penyesuaian biaya logistik, serta pengaturan force majeure. Langkah ini penting untuk menjaga keberlanjutan hubungan bisnis dengan buyer di tengah dinamika global yang cepat berubah.


Selain itu, eksportir Indonesia perlu meningkatkan perencanaan persediaan dan manajemen lead time, termasuk mempertimbangkan buffer stock atau safety time untuk kontrak berulang. Strategi ini bertujuan menjaga service level dan kepercayaan pasar, meskipun terjadi gangguan pada sistem transportasi internasional.


SCI menegaskan bahwa eskalasi geopolitik global tidak seharusnya menghambat agenda diversifikasi pasar ekspor Indonesia ke Amerika Selatan. Dengan strategi logistik yang adaptif, komunikasi yang transparan dengan mitra dagang, serta penguatan manajemen risiko rantai pasok, Indonesia justru berpeluang memperkuat posisi sebagai mitra dagang yang handal dan kompetitif di kawasan tersebut.



(Sonny H.Sayangbati).

Pelindo Tembus Pelayanan 1,5 Juta Penumpang Laut Pada H+8 Nataru*



MPN News, Jakarta, 4 Januari 2026* - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo telah berhasil melayani sebanyak 1.526.167 penumpang pada H+8 periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 melalui seluruh terminal penumpang yang dikelola perseroan, naik 2,5% dari tahun sebelumnya pada periode yang sama. Jumlah tersebut tercatat dalam rentang waktu 10 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 (H-15 hingga H+8). 


Selain penumpang, terdapat sebanyak 156.464 unit kendaraan yang berhasil dilayani, naik signifikan sebesar 51% dari tahun sebelumnya pada periode yang sama. Kenaikan kendaraan tersebut didominasi oleh pergerakan kendaraan melalui Pelabuhan Ciwandan, Banten. Tingginya volume kendaraan di Ciwandan sejalan dengan kebijakan pengaturan lalu lintas penyeberangan melalui rute Jawa-Sumatra serta optimalisasi pelabuhan alternatif yang diterapkan selama periode Nataru, sehingga mampu mendukung kelancaran distribusi kendaraan dan mengurai kepadatan di Pelabuhan Merak, Banten.


“Pengaturan alur kendaraan dilakukan secara terstruktur sejak akan memasuki kawasan pelabuhan, didukung oleh kesiapan infrastruktur, fasilitas pendukung serta kesiapsiagaan petugas di seluruh titik layanan.” ujar Group Head Sekretaris Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, menjelaskan kunci kelancaran layanan selama periode ini.


Selain itu, Ali menambahkan bahwa pihaknya juga melakukan perluasan kapasitas tampung kendaraan di darat. Buffer area yang sebelumnya hanya mencakup Lapangan A dan Lapangan R2, kini ditambah dengan Lapangan Dermaga 001 dan Lapangan Helipad.


Sejumlah pelabuhan tercatat sebagai yang tersibuk selama periode ini. Untuk arus penumpang, pelabuhan Tanjung Pinang menjadi pelabuhan tersibuk dengan 177.959 orang, diikuti oleh Tanjung Balai Karimun (133.700 orang), Tanjung Perak (116.353 orang), Ambon (77.689 orang), dan Makassar (68.072 orang). Sementara itu, untuk kendaraan, Tanjung Perak menjadi pelabuhan dengan arus tertinggi, mencatat 33.041 unit, disusul Banten (30.634 unit), Lembar (20.390 unit), Balikpapan (12.692 unit) dan Tanjung Wangi (9.112 unit).


Pengendara sepeda motor roda dua asal Tangerang yang hendak menyeberang ke Sumatra mengapresiasi layanan Pelindo. "Pelayanannya keren terlihat para petugas sigap, membuat saya merasa nyaman," ungkap Nani.


Pelindo terus berupaya melayani sepenuh hati demi kenyamanan penumpang dan aktif melakukan koordinasi secara intensif dengan stakeholder kepelabuhanan guna memastikan perjalanan masyarakat pada arus balik dapat terkendali dengan baik.


"Terima kasih kepada seluruh pihak dan stakeholder atas kolaborasi dan kerja sama yang sangat baik dalam membantu dan mendukung kelancaran pelayanan selama periode Nataru ini," pungkas Ali.


(Sonny H. Sayangbati).

Minggu, 04 Januari 2026

Ciwandan Banjir , Pelindo Regional 2 Banten Distribusikan 500 Paket Bantuan




MPN News, BANTEN, 04 Januari 2026 - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 500 paket sembako kepada masyarakat terdampak banjir yang terjadi di kawasan Ciwandan pada Jumat malam (02/01). Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kondisi darurat yang dialami warga sekitar. 


General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, menjelaskan bahwa meskipun banjir tersebut tidak terjadi di area operasional Pelabuhan Ciwandan, namun sebagai bagian dari masyarakat Ciwandan, Pelindo Regional 2 Banten turut merasakan sebagaimana warga yang terdampak.


“Banjir yang terjadi pada jumat malam berdampak langsung pada masyarakat di sekitar kawasan Ciwandan, terutama pada akses dan aktivitas harian warga. Pelindo hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat melalui penyaluran bantuan sembako ini,” ujar Benny.


Ia menambahkan bahwa langkah tersebut merupakan komitmen Pelindo yang menjadi bagian dari masyarakat Ciwandan untuk tetap responsif terhadap masalah sosial dan lingkungan di area pelabuhan, khususnya saat terjadi bencana atau situasi darurat.


“Sebagai bagian dari ekosistem maritim di wilayah Ciwandan, kami tidak hanya fokus pada operasional, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Bantuan ini kami harapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan pascabanjir,” lanjutnya.


Selain itu, Benny memastikan bahwa kegiatan operasional di Pelabuhan Ciwandan hingga saat ini tetap berjalan normal dan aman. Pelindo Regional 2 Banten juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memantau kondisi akses dan memastikan kelancaran arus logistik di wilayah tersebut.


“Kami terus memantau situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait. Prioritas kami adalah menjaga kelancaran operasional pelabuhan sekaligus memastikan keselamatan dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar,” tutup Benny.


Pelindo Regional 2 Banten berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mendukung upaya penanganan dampak bencana serta memperkuat sinergi dengan berbagai pihak demi kepentingan masyarakat dan kelancaran aktivitas kepelabuhan.


(Redaksi MP News).

Sabtu, 03 Januari 2026

Sambut 2026, Melayani dengan Sepenuh Hati, IPCC Fasilitasi Kapal Kemanusiaan untuk Sumatera




MPN News, JAKARTA  - Mengawali tahun 2026, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) menunjukkan komitmen kemanusiaannya dengan memfasilitasi pengiriman bantuan bencana ke Sumatera melalui Terminal Domestik Branch Jakarta.


Bantuan hasil kolaborasi Palang Merah Indonesia (PMI) dan Jusuf Kalla tersebut dikirimkan melalui jalur laut dengan tujuan Aceh dan Sumatera Utara.


Acara pelepasan bantuan turut dihadiri oleh H. Jusuf Kalla (Wakil Presiden RI periode 2014–2019), Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan RI), Kathryn Clarkson (Head of Delegation International Federation of Red Cross), Direktur Utama IPCC Sugeng Mulyadi, serta para pemangku kepentingan lainnya.


Dalam kegiatan ini, IPCC berperan sebagai fasilitator utama pengiriman bantuan kemanusiaan yang meliputi mini excavator, bahan kebutuhan pokok, perlengkapan kebersihan, pakaian dewasa dan bayi, peralatan dapur, genset, alat tulis, sepatu boots, serta peralatan kerja seperti gerobak dan cangkul.


Total bantuan yang dikirimkan mencapai berat 2.586 ton dengan nilai bantuan yang dikeluarkan sekitar Rp65 miliar. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan standar keamanan dan keselamatan pelabuhan guna memastikan proses pengiriman berjalan aman dan lancar.


H. Jusuf Kalla menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak dan relawan PMI yang terlibat dalam penyaluran bantuan, sementara Menteri Kesehatan RI menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam merespons bencana secara cepat dan tepat sasaran.


Sejalan dengan hal tersebut, IPCC sebagai bagian dari Pelindo Group menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan kemanusiaan melalui optimalisasi layanan kepelabuhanan, agar bantuan dapat tersalurkan dengan baik, cepat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera.



(Red. MPN News) .

Jumat, 02 Januari 2026

Pastikan Layanan Laut Tetap Berjalan, Kemenhub Teken Kerja Sama Terpadu Pelayaran Perintis dan PSO 2026

 





MPN News, Jakarta (2/1-26) - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menandatangani Perjanjian Terpadu Kerja Sama Pelayaran Perintis dan Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik (Public Service Obligation/PSO) Bidang Angkutan Laut Penumpang Kelas Ekonomi Tahun Anggaran 2026. Penandatanganan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin keberlanjutan layanan transportasi laut, khususnya bagi masyarakat di daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan (T3P).


Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Panjaitan, menegaskan bahwa pelayaran perintis dan PSO merupakan amanat undang-undang Pelayaran sekaligus instrumen penting pemerataan pembangunan nasional.


“Penyelenggaraan pelayaran perintis dan kewajiban pelayanan publik ini adalah amanat Undang-Undang Pelayaran yang harus kita jalankan secara konsisten untuk menjamin konektivitas antarwilayah dan kehadiran negara bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Lollan.


Lebih lanjut Lollan mengungkapkan, Ditjen Hubla selama ini menyelenggarakan berbagai jenis pelayaran perintis, mulai dari angkutan penumpang, angkutan barang Tol Laut, angkutan khusus ternak, hingga kapal rede di perairan pelabuhan. Program tersebut bertujuan meningkatkan konektivitas wilayah T3P, menekan disparitas harga, menjamin ketersediaan barang pokok dan penting, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


Selain pelayaran perintis, pemerintah juga memberikan subsidi PSO angkutan laut penumpang kelas ekonomi agar masyarakat dapat menikmati layanan transportasi laut dengan tarif terjangkau dan tetap mengutamakan aspek keselamatan.


“Pemerintah hadir melalui skema PSO untuk memastikan masyarakat di seluruh pelosok tanah air mendapatkan layanan angkutan laut yang aman, selamat, dan terjangkau,” ungkapnya.


Pada Tahun Anggaran 2026, Ditjen Hubla akan menyelenggarakan PSO Bidang Angkutan Laut untuk Penumpang Kelas Ekonomi dan Pelayaran Perintis dengan cakupan yang luas, antara lain 107 trayek pelayaran perintis penumpang, 41 trayek Tol Laut, 6 trayek kapal ternak, 18 trayek kapal rede, serta 25 trayek PSO kapal penumpang kelas ekonomi yang pelaksanaannya dilakukan dengan  mekanisme penugasan BUMN dan perusahan angkutan laut nasional melalui proses pemilihan penyedia jasa lainnya.


Penandatanganan perjanjian yang dilakukan lebih awal ini menjadi langkah strategis untuk mencegah kekosongan layanan, khususnya dalam mendukung mobilisasi masyarakat pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, distribusi barang pokok ke wilayah T3P, serta distribusi ternak ke daerah sentra konsumsi.


“Dengan penandatanganan terpadu ini, kami memastikan tidak ada kekosongan pelayanan. Transportasi laut harus terus berjalan demi kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional,” tegas Lollan.


Pihaknya berpesan kepada seluruh operator pelaksana agar menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab. 


“Saya meminta seluruh operator memberikan pelayanan yang prima, efektif, dan efisien dengan tetap mengutamakan keselamatan, serta terus berkolaborasi untuk mengoptimalkan layanan transportasi laut bagi masyarakat Indonesia,” tutupnya. 




 *Sonny H. Sayangbati* 



 


Space Iklan Bawah Halaman 1

FORWAPINDO

FORWAPINDO
Forum Wartawan Pelabuhan Indonesia

Space Iklan Bawah Halaman 4